September 20, 2017

Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta


Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta - Sebagai seorang blogger selain rajin update tulisan di blog, tentu harus rajin membaca. Iya nggak sih?

Di jaman yang makin canggih ini, seharusnya kita bisa membaca dimana aja,  gak melulu harus baca di buku, tapi bisa juga membaca tulisan di media sosial. Atau tidak di blog, termasuk blog (DiaryMahasiswa.com) ini, misalnya.

Tapi pada kenyataannya, teknologi saat ini membuat kita makin malas untuk membaca buku? Ngerasa nggak sih? Belum lagi pengaruh sinetron yang aneh-aneh. Dan, dari sinetron tersebut banyak anak-anak yang jadi ikut-ikutan.

Mending ngikutin dalam hal yang positifnya, lah ini yang negatifnya juga dicontoh. Anak kecil itu lebih cepat menangkap atau menirukan apa yang sudah dia lihat. Makannya lebih baik dari kecil diajarkan hal-hal yang bermanfaat. Teman-teman setuju?

* * *

Padahal membaca itu asik dan seru. Pasti kalian sebagai blogger juga merasakannya. Terutama dampak dari membaca itu sendiri. Aku percaya beberapa dari kalian pasti membaca dan mencari beberapa informasi terlebih dahulu sebelum menulis. Terutama ketika mengikuti sebuah lomba blog. Hayo, ngaku?

Baca juga : Menikmati Bakso 1kg di Bakso Klenger Ratu Saru

Well, kali ini aku mau menceritakan perjalananku bersama fijo (fixie ijo) sepedaku. Ya, lagi-lagi aku bercerita tentang gowes di kota Yogyakarta ini.

Sore itu tepat dihari Jum'at aku mengajak Anin dan Maman untuk bersepeda. Seperti biasa Bayu jarang ikut karena nomernya susah sekali di hubungi. Kami bertiga berangkat ke UGM (Universitas Gadjah Mada).

Tak ada kegiatan apapun, kami hanya ingin menghabiskan waktu sore di UGM. Sembari ngabuburit kami melihat beberapa mahasiswa UGM yang sedang melaksanakan kegiatan, ada yang lari sore, berkumpul bersama organisai dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ketika adzan Maghrib, kami bergegas pergi ke masjid kampus UGM. Setelah selesai shalat kami lanjut pulang, sengaja lewat tugu Jogja. Biar sekalian bisa maen dan bersantai terlebih dahulu.

Sesampainya di tugu, aku meminta teman-teman untuk berhenti. Disimpanlah sepeda kami tepat berhadapan dengan Tugu Jogja.


Ketika kami mau duduk, di kawasan tugu banyak orang sedang pegang buku, baca-baca. Satu hal yang terlintas dipikiranku, ini orang pasti sedang pilih-pilih buku, terus beli. Baru lihat sih ada orang yang jualan buku di kawasan tugu. Padahal minggu lalu gowes malam tak ada.


Tak lama Maman mengajakku duduk dan membuka-buka buku. Ketika aku lihat bukunya tak ada yang baru. Mungkin aja jualan buku bekas. Pikirku. Tak lama mataku tertuju sama sebuah banner yang sedang di benerin sama ketiga orang.

Ternyata ini Perpustakaan Jalanan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang khusus buka di hari Jum'at, mulai pukul 16.00 - 22.00.

PERPUSTAKAAN JALANAN DIY
Membaca Menyambung Rasa
Membaca Membebaskan Rasa

Nah, di perpustakaan jalanan ini kalian bisa datang untuk membaca, kemudian diskusi bersama teman-teman pembaca lainnya.

Well, aku jelasin sedikit tentang Perpustakaan Jalanan D.I. Yogyakarta ya. Jadi perpustakaan Jalanan ini didirikan oleh Monica Lanongbuka pada tanggal 12 Mei 2017. (sumber : jogja.tribunnews.com)
Mereka setiap hari Jum'at sudah sering mengadakan acara di tugu Jogja, dan pada hari pra launchingnya juga bersamaan dengan hari anak nasional.
Awal mula dibentuknya komunitas ini berawal dari kecintaan terhadap buku dan ingin mengembalikan budaya membaca buku yang sekarang mulai jarang. Memang konsepnya diluar ruangan untuk membuat suasana yang berbeda.

Gimana, sudah ada gambaran kan, tentang perpustakaan jalanan Jogja ?

Ketika aku sama Maman masih asik membaca, Anin sudah selesai, entah capek atau memang tak mood membaca pada malam itu.


Tak lama ketika aku sedang asik membaca ada beberapa orang yang datang, dan aku sempat mendengar mereka mau diskusi. Dan meraka juga minta salah seorang yang jaga disitu untuk jadi MC. Seperti pada foto dibawah ini.


Jujur, membaca disuasana outdoor memang menyenangkan, karena membaca tak melulu harus di ruangan. Selain di suasananya dekat tugu, banyak juga orang yang datang untuk membaca.


Asiknya lagi, buku yang di  sediakan disini, banyak buku yang memang aku cari. Seperti bukunya Hok Gie, yang berjudul Catatan Seorang Demonstran. Rata-rata bukunya Hok Gie jarang dijual bebas di toko-toko buku. Makannya aku senang waktu datang ke perpustakaan jalanan ini.

Selain buku Hok Gie, aku juga membaca buku yang judulnya Aku dan Buku #3. Sempat aku mencari part sebelumnya, nemulah buku Aku dan Buku #2. Tapi part #1 nya belum nemu. Dari buku itu juga aku dapat motivasi untuk menulis lho.


Beberapa kutipan yang bisa membuatku termotivasi untuk menulis aku sengaja foto, dan seperti inilah beberapa kutipan dari buku Aku dan Buku #3.

"Semakin banyak menulis, semakin banyak pula kita berbagi. Di situlah akan tumbuh kesadaran baru untuk mengisi Indonesia hari ini." - Ahmad Yunus

"Buku adalah senjata buat melawan lupa, melawan kuasa jahat, melawan pembelokan sejarah. Buku juga buat menyembuhkan diri sendiri dari luka, dari trauma, kesedihan, dan kesepian." - Han Gagas

"Setiap orang berkesempatan menjadi penulis, bahkan tukang becak sekalipun. Modalnya hanya satu : keinginan yang kuat." - Harry Van Jogja

"Saya menulis apa yang saya kuasai dan sukai. Saya suka menulis karena saya ingin cerita saya didengar." - Daniel Mahendra

Sebenarnya kutipan punya mas Daniel Mahendra tak beda jauh denganku. Kalau disamakan, hanya beda diujungnya saja. Jadi gini :

"Saya menulis apa yang saya kuasai dan sukai. Saya suka menulis karena saya ingin cerita saya dibaca." - Andi Nugraha

Itulah beberapa kutipan yang menurutku bermanfaat bisa membuatku termotivasi untuk terus menceritakan pengalaman dalam untaian kata. Sebenarnya ada lagi sih, tapi aku rasa itu saja cukup ya.

Gimana, menurut kalian, memotivasi juga ?

Oh, ya, suasana di kawasan tugu semakin malam semakin ramai lho. Terlebih para pembaca yang berdatangan di perpustakaan jalanan Jogja.


Setelah puas dan waktu sudah malam juga, kami bergegas untuk pulang. Dan di dekat perpustakaan jalanan ada seorang yang sedang melukis. Kalau kalian pernah ke Jogja pasti sering melihat para pelukis di kawasan Malioboro.


Sepertinya itu dulu ya, next time aku akan ceritakan tentang serunya bersepda di Jogja lagi. Tunggu aja jadwal postnya. Boleh juga di follow untuk bisa ngikutin tulisan di blogku ini. Setiap yang datang kerumahku, aku usahakan main balik. Dan, Jangan lupa untuk membaca, dan terus berbagi lewat tulisan ya.

Oh, ya, kalau kalian ke Jogja tepat di hari Jum'at, jangan lupa untuk mampir ke Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta ya.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

September 15, 2017

Kayuh Pedal Ratu Sari


Kayuh Pedal Ratu Sari - Hai sadayana, gimana kabar kalian? Semoga tetap ada dalam lindungan-Nya, sehat selalu dan terus bisa berbagi pengalaman dalam untaian kata ya..aamiin..

Lagi-lagi aku mau cerita gowes nih, memang selama di kota gudeg ini, tak pernah ada bosennya untuk mendatangi setiap suduh kotanya. Sore itu aku tak sendirian, di temani oleh sahabatku, Maman namanya. Kalau yang sering baca cerita gowesku pasti tahu dia.

Berbeda dari cerita sebelumnya waktu aku gowes ke karnaval Jogja bersama Anin. Bagi kalian yang belum baca, bisa dibaca dibawah ini.

Baca juga : Gowes Sore - Karnaval Yogyakarta

Biasanya kalau lengkap gak cuma sama Maman atau Anin aja, tapi ada satu lagi yakni Bayu. Karena Anin dan Bayu rumahnya lumayan jauh dari kostku dan Maman, jadi mereka jarang ikut kalau gowes sore. Kecuali gowes yang jaraknya jauh. Ya, semisal waktu itu ke hutan pinus, curug banyunibo dan yang lainnya.

Sore itu sebenarnya aku lagi gak ada niatan kemana-mana, setelah lihat ke luar pemandangannya mendukung alias cerah. Aku ajak Maman untuk keliling Jogja. Dia juga semangat karena pengen bakso makan klenger.

Dari situlah, judul ceritaku ini kayuh pedah ratu sari. Ya, karena gowes ke bakso klenger ratu sari. Namanya memang Bakso Klenger Ratu Sari. Itu tuh, bakso yang gudedenya segede gaban. Syurlah kalau kalian udah nyoba. Yang belum ? Lanjut baca aja ya sampe selesai.

Kami pergi ke daerah Nologaten, yang jaraknya tak begitu jauh dari UIN SUKA (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) Jogja.

Selama di perjalanan, kami berusaha untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Terutama saat berada di lampu merah. Terkadang kami suka kesel juga, sih, dimana tempat yang di khususkan untuk sepeda, di rebut begitu saja oleh mereka pengendara bermotor.

Kalian pernah gak sih merasakan hal yang sama? Atau bahkan ada juga yang sudah menyerobot di zebra cros. Kan, ngeselin. Semoga itu bukan kalian yang sedang membaca ya :)

Kurang lebih hampir satu jam, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Karena kami sama-sama penyuka bakso, akhirnya mampir ke Bakso Klenger Ratu Sari.

Sudah tidak asing sebenarnya nama dan tempat bakso yang satu ini? Kalian juga pasti tahu kan? Di insgragram rame juga dibicarakan, bahkan sudah beberapa kali diliput televisi. Sempat beberapa bulan yang lalu aku juga pernah makan bakso klenger di tempat ini, tepatnya berempat dengan sahabatku, kami memesan bakso yang ukurannya 1 kg.

Bisa dibaca : Menikmati Bakso 1 KG di Bakso Klenger Ratu Sari

Sesampainya di tempat, seperti biasa parkiran penuh dengan motor, dan tak ada yang bawa sepeda kecuali kami. Semuanya menggunakan motor. Tapi disitulah yang namanya perjuangan. Perjuangan disaat ingin memakan bakso harus olahraga terlebih dahulu..hehe

Kami langsung disambut duduk, dan di kasih menu. Bisa kalian lihat juga dibawah ini.


Tampaknya memang sudah banyak perubahan, dari tahun lalu, bulan Ramadhan lalu, aku juga pernah buka puasa di tempat ini, tapi belum seperti sekarang. Ini sudah berbeda dari nomor meja, bentuk menunya juga sudah berubah jadu bulat.

Siang ataupun malam tetap saja ramai yang datang. Itu tandanya begitu banyak orang-orang yang suka bakso. Kalian juga kan ?


Gak kuat juga sih kalau cuma aku berdua sama Maman pesan yang 1 kg. Kalau di menunya ukurang 1kg itu untuk orang 4-5 orang. Pernah nyoba dulu berempat juga kenyang banget. Apalagi berdua, atau sendirian.. Olab lah.. haha..

Ini harga dan menu bakso yang ada di bakso klenger ratu sari.


Sedangkan yang ini, daftar harga dan minuman apa saja yang ada di bakso klenger ratu sari.


Setelah itu barulah kami pesan, dan Maman menuliskan apa yang kami pesan. Kebetulan bakso yang kami inginkan 250 gram. Sempet sok-sokan kami mau pesan 1 kg buat berdua, tapi takut gak habis, nanti malah bubajir.


Karena waktu itu sudah banyak yang habis, kami memutuskan untuk beli yang biasa, dengan harga standar alias paling murah yaitu Rp. 15.000,- Untuk mium beli air es aja. Karena memang seringnya air es. Rasanya sore itu minum air es terasa nikmat, seakan dahaga bersepeda hilang seketika.


Di basko klenger ratu sari ini, beuh sambelnya pedes banget. Itu menurutku lho, gak tahu kalau menurut kalian, apalagi yang suka akan kepedasan. Khasnya lagi sambal disini itu kering, tak berkuah gitu.


Semakin sore tempat ini semakin ramai, bahkan ketika aku ngobrol sama ibu pemiliknya, kalau malam minggu biasanya disaat Maghrib aja sudah habis.


Selesai makan, tak lama waktu Maghrib datang, sebelum lanjut gowes, kami cari masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat Maghrib. Usahakan adzan selesai sudah di sana, berusaha tepat waktu dalam melaksanakan kewajiban.

* * *

Setelah itu kami gowes ke daerah gejayan, sekalian masuk lingkungan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dan masuk juga ke kawasan UGM (Universitas Gadjah Mada). Karena kedua kampus tersebut jaraknya tidak jauh, ibarat rumah itu tetanggaan.

Di daerah UNY kami tak sempat mengabadikan foto, hanya membeli cemilan saja, yaitu tahu bulat. Perlu kalian ketahui tahu bulat saat ini sudah jarang sekali ditemui, dan aku merasa senang ketika malam itu ada.

Beli Rp.5.000,- kemudian lanjut gowes sembari cari tempat untuk makan tahu. Kami juga melewati kantor UGM. Kami mengabadikan foto dekat gerbangnya saja. Agak kurang jelas ya, maklum kamera hape..hehe..


Setelah itu lanjut ke dekat bundaran UGM, dimana tulisan Universitas Gadjah Mada disitu. Kami duduk sembari istirahat.


Setelah dari situ, kami masuk ke Mirota Kampus, niat membeli minum saja, tapi cukup lama disitu. Keliling mulai dari lantai satu hingga dua, lantai tiga tidak sempat karena waktu sudah malam. Aku beli celana juga disitu, antri di kasirnya war biazahh.. Panjang. Cape nunggunya juga.

Setelah itu seperti biasa sembari pulang mampir di 0 kilometer Yogyakarta. Kebetulan malam itu masih suasana kemerdekaan, dimana atribut merah putih masih banyak di kawasan 0 kilometer. Tapi sekarang sudah di copot.

Seperti biasa foto dulu, selagi sepi, maksudnya gak seramai malam minggu.


Nah, kalau ini si Yang, sepeda si Maman yang sejak 2013 akhir menemaninya hingga sekarang. Walaupun sederhana, tapi sudah membawanya ke hutan pinus, candi sambisari, curug banyunibo.


Kalau kalian ke Jogja, lihat aku sama fijo sepedaku, tegur aja ya. Biar nanti sekalian jalan-jalan..he.


Sebenarnya ini kawasan 0 kilometer Yogyakarta masih dalam tahan pembangunan, entah mau dibuat seperti apa aku kurang tahu. Yang jelas kalau sudah jadi aku maen dan foto, kemudian kasih tahu kalian lewat blog ini ya.

Sebelum pulang nanti, Maman juga pengen mengabadikan memen di 0 kilometer. Inilah dia, Maman, sahabatku.


Sama seperti bakso klenger, titik 0 kilometer Jogja juga semakin malam semakin ramai, terlebih disaat malam minggu.

Dan, disaat aku sedang duduk santai sama Maman, tak lama ada seorang perempuan mendekat untuk minta tolong di fotokan. Seperti inilah.


Sebenarnya beberapa pose sih, lebih dari dua yang ada di foto ini. Seperti tak kenal saja, kalau perempuan di foto akan secara tidak langsung fosenya banyak berubah, dan tentu akan banyak juga fotonya yang dihasilkannya.


Setelah itu aku sebenarnya masih pengen bersantai di titik kilometer, tapi Maman minta pulang. Ya, sudah. Kami melanjutakan perjalanan. Masih ada sih, cerita perjalanan gowes, tunggu aja, nanti aku ceritakan lagi di blog ini kok.

Oh, ya, ada orang Solo para pembaca ceritaku kali ini? Kalau ada pengen silaturahmi aja, kebetulan dalam waktu dekat ini aku rencana mau jalan-jalan ke Solo. Kalau ada komen ya, siapa tahu bisa silaturahmi dan jalan-jalan disana.. :)

Sahabatmu,
Andi Nugraha

August 31, 2017

Gowes Sore - Karnaval Yogyakarta


Karnaval Yogyakarta - Hai sadayana, gimana kabar kalian semua? Semoga tetap sehat dan selalu dimudahkan segala urusannya ya. Aku baru bisa post lagi nih, setelah beberapa minggu terakhir ini sibuk. Ya, sibuk di dunia nyata, sampe belum bisa posting di blog, sempat juga bermasalah internet di kost.

Tapi, alhamdulilah kali ini bisa posting lagi. Well, di diary kali ini aku mau bercerita tentang gowes sore di kawasan Malioboro.

Sore itu, tepatnya sebelum ashar, Anin, sahabat gowesku kasih kabar kalau sore nanti pukul 15.00 ada acara karnaval, seperti ini cover pengumumannya dibawah ini.


Sebenarnya nama acara ini Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72. Tapi masyarakat Jogja lebih mudah mengingatnya dengan sebutan "Karnaval Yogyakarta". 

Begitu juga ketika orang yang sore itu di sebelahku sama mengantri di lampu merah bertanya sama pak polisi. "Ini acara apa ya, Pak?", "Ada acara karnaval, Mas", ucap pak polisi.

Khusus jalan di dekat taman pintar juga ditutup karena untuk berlangsungnya acara pawai pembangunan. Sebelum kalian baca, aku ceritakan sedikit tentang acara karnaval ini ya.

Jadi, acara Pawai Pembangunan ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke-72. Dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2017. Pukul 15.00 di sepanjang kawasan Malioboro.
Pawai pembangunan ini diikuti oleh 53 peserta atau sekitar 2.500 orang. Peserta yang ambil bagian pada kegiatan tahunan ini meliputi pelajar (sekolah), pasukan pengibar bendera, kelompok drum band, kecamatan, kelurahan, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal seperti TNI/Polri, hingga lembaga swasta, dan sanggar-sanggar kesenian.
Ada juga kelompok sepatu roda serta kendaraan hias. Pawai Pembangunan selain untuk memperlihatkan kepada masyarakat aktualisasi pembangunan juga sebagai sarana hiburan, promosi, serta daya tarik wisata terutama bagi masyarakat yang sedang berkunjung ke DIY.

* * *

Sore itu sebenarnya aku mengajak teman-teman gowes biasanya, ada Maman, Anin, dan Bayu. Tapi mereka tidak bisa ikut kecuali Anin. Kami berangkat tidak tepat waktu, karena kami lebih mementingkan shalat Ashar terlebih dahulu di masjid, setelah itu barulah berangkat ke Malioboro.

Sepanjang jalan sudah terlihat tanda-tanda pawai pembangunan, jalanan mulai ramai, jalanan juga ada yang di tutup, sepanjang jalan acara banyak polisi yang menjaga keamanan.

Kami telat setengah jam, sesampainya disana sudah berjalan acaranya, kami hanya bisa melihat dari petengahan hingga akhir. Selain ramai sekali orang yang melihat, sesampainya di malioboro langsung menyimpan sepeda, kemudian langsung melihat pertunjukan dari setiap kelompok yang ada.


Memang unik dan seru bisa melihat karnaval ini, rasanya semakin betah aja di Yogyakarta. Tak hanya pertunjukan ini saja, terkadang di Jogja itu suka ada kejutan gitu. Misal, ada pertunjukan film dokumenter, patung-patung baru di daerah kawasan malioboro, dan masih banyak lagi.

Dibawah ini ada foto rombongan Kudho Wiromo Putro, baru mendengar memang, tapi kalau di daerahku ini tak beda jauh seperti pertunjukan kuda lumping.


Ada juga dari kelompok Gembira Loka Zoo. Mereka para pengurus di kebun binatang Yogyakarta. Terakhir main ke kebun binatang ketika SD kelas 6. Itupun karena stady tour. Saat ini belum lagi, aku penasaran pengen lihat unta langsung dari dekat.


Karena dari kelompok Gembira Loka Zoo Kebun Binatang, para pesertanya juga menggunakan kostum pakaian hewan. Ada jerapah, babi, gajah dan yang lainnya.

Untuk jerapah yang warna orange itu sebenarnya dia tidak dua orang, tapi menggunakan alat, seperti halnya menggunakan egrang.


Aku sempat kasihan sama orang-orang yang ada di dalam gajah itu. Kurang lebih ada 4 orang. Dan mereka dibantu roda juga. Kasihan ketika dia belok kanan kiri, seperti kesusahan gitu.


Ada juga para rombongan Dimas & Diajeng yang menaiki delman. Panjang juga deretannya sampe belakang. Para masyarakat yang melihat banyak juga yang mengabadikan foto.


Kalau dari kelompok kereta api, sama halnya mobil yang dihias mirip dengan kereta. Dan terdapat suara seperti halnya di stasiun.


Tak tertinggal juga para petani dan sapinya juga ada. Ada yang dari Bantul, dan ada juga yang dari Kulon Progo. Sekilas aku melihat punggung sapinya itu besar hampir sama seperti unta.


Terakhir para rombongan mobil jeep yang datang, tak hanya satu, dua. Tapi banyak. Kalau kalian pernah berlibur ke daerah merapi pasti banyak menemui mobil jeep seperti itu.


Ada juga yang membawa hewan peliharaannya. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga banyak yang ikut.


Selain beberapa foto diatas, aku juga sempat mengabadikannya lewat video smartphoneku. Kalian bisa lihat dibawah ini ya. Selamat menonton.

* * *

Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-1)


Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-2)



Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-3)


Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-4)



Pawai Pembangunan Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 (Part-5)



* * *

Kami selama melihat dan mengabadikan foto dan video, benar-benar tak terasa waktu begitu cepat berputar. Aku cek jam sudah pukul 17.00. Kami tidak langsung pulang, karena Anin ada janjian dengan orang. Kebetulan dia mau COD camera yang dia jual, kebetulan mau ketemu di Malioboro.

Sampai suara adzan berkumandang, orang yang katanya mau ketemu Anin belum juga datang. Kami pergi ke masjid terlebih dahulu untuk shalat Maghrib. Setelah itu lanjut ke kawasan 0 KM Malioboro, untuk menunggu orang yang mau beli kameranya Anin.

Oh, ya, in kawasan 0 KM Malioboro saat ini, kebetulan masih dalam tahap perbaikan. Entah mau dibuat apa, yang jelas saat ini aku merasa lebih luas.


Karena jenuh menunggu orang yang mau datang. Aku sempat mengabadikan beberapa foto, termasuk narsis dulu. Cape sebenarnya, soalnya lama juga respon balasan orang yang mau beli kameranya itu.


Lihat, sampe-sampe fijo juga terlihat lelah. hehe. Kalau kalian di Jogja lihat aku menggunakan fijo (fixie ijo) ini, tegur saja ya.


Akhirnya setelah hampir setengah jam, Anin meminta pindah lokasi aja. Kami pergi ke alun-alun utara Yogyakarta. Disitu juga cukup lama menelfon orang yang mau beli kamera. Sampe Anin kirim pesan singkat lewat whatsapp tapi tak ada respon.

Begitu juga waktu di telfon, sempat ngangkat tapi katanya macet. Kami tetap sabar menunggunya. Setelah Anin melihatku lelah. Memang malam itu aku merasa capek, laper belum makan..he

Tak lama Anin memutuskan untuk pulang saja, "Udahlah pulang aja sekarang, mungkin ini belum rezekiku", ucap Anin. Aku juga percaya, kalau rezeki itu tak pernah salah alamat. 

Setelah makan, dia pulang dan diperjalanan ternyata ada yang kirim pesan singkat lagi menanyakan kameranya apakah masih ada. Ternyata disaat pulang lakulah itu kamera, bahkan harganya lebih mahal dua puluh ribu dibandingkan dengan pembeli yang pertama.

* * *

So, itulah cerita gowesku dan beberapa foto dan video yang aku abadikan. Semoga kalian juga jadi tahu setelah baca ini, meskipun tak langsung hadir di Yogyakarta.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

August 12, 2017

Jasa Like dan Follower Praktis BlogPutra


Siapa sih yang gak punya akun media sosial saat ini? Seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Sepertinya sudah jadi hal yang wajar, selain bisa untuk berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh. Bisa juga untuk dimanfaatkan mencari uang. Misalnya jualan online.

Banyaknya like, komen dan follower sangat mempengaruhi orang untuk melihat akun kita. Tapi tak semua orang bisa dengan mudahnya menaikan banyaknya follower.

Lantas, apakah ada solusinya?

Tentu, saat ini kalian yang ingin menaikan jumlah follower dan like bisa di dapat dengan mudah. Seperti pengalamanku menggunakan Jasa Like dan Follower BlogPutra, kalian juga bisa.

Selain harganya cukup terjangkau, proses pengerjaannya juga cepat.

Oh, ya, aku kasih tahu singkatnya siapa pemilik blogputra. Blogputra merupakan blog yang dikelola langsung oleh Wahyu Putra Perdana.

Kalau kalian penasaran, kepoin langsung blogputra. Langsung saja ya, klik banner dibawah ini :


Demikianlah informasi singkat tentang Jasa Like dan Follower Praktis Blogputra yang bisa aku bagikan sama kalian. Semoga bermanfaat ya.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

August 2, 2017

Liburan Keluarga - Mantai (Part 2)


Hai sadayana, seperti janjiku sebelumnya di postingan liburan keluarga part-1. Kali ini aku akan menceritakan liburan keluarga part ke-2nya. Semoga makin puas dan tahu pantai Pangandaran ya.