Mungkin Beliau Pamit - Kenangan Bersama Guru SMA


DiaryMahasiswa.com - Dear diary. Ngomongin masa-masa sekolah menengah atas memang tidak ada habisnya. Terlebih kenangan bersama sahabat dan juga para guru-guru tercinta. Aku yakin kalian semua juga punya kenangan disaat sekolah. Mulai dari ospek sekolah, ngerjain tugas di sekolah atau mungkin bolos sekolah. Eh.. :D

Oh, iya aku juga punya kenangan sama guru-guru sekolahku dulu. Aku sudah menganggap semua guruku sebagai orang tua kedua di sekolah. Salah satu guru di sekolahku dulu kebetulan mengajar mata pelajaran sejarah dan sosiologi. Ibu Sunarsih namanya. Selain disiplin dalam mengajar, beliau juga sangat perhatian akan mata pelajaran yang diajarkan.

Baca juga : Halal Bi Halal SMA Negeri 1 Lakbok - 2017

Kedekatanku bersama guru-guru sekolah lebih dekat disaat SMA dibandingkan waktu SMP. Entah kenapa yang jelas saat sekolah mengenah atas aku lebih nyaman. Dalam artian untuk menyampaikan pendapat disaat belajar, bahkan curhat sama guru soal masalah pribadiku. Ya, alhamdulilah selalu ada pencerahan yang bisa aku ambil.

Ibu Sunarsih ini bukan asli dari Lakbok - Ciamis. Lokasi dimana sekolahku berada. Tapi beliau tinggal di Jawa Tengah. Aku lupa tepatnya dimana. Hanya saja beliau punya tempat tinggal yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Aku lupa itu rumah sendiri atau ngontrak. Yang jelas untuk sampai ke sekolah kurang lebih memakan waktu 10-20 menit lah.

Itupun gak setiap hari karena ada waktu dimana beliau pulang ke Jawa Tengah. Paginya berangkat ke sekolah. Jaraknya tentu lebih jauh, karena dari Jawa Tengah langsung. Hebatnya yang membuatku salut, beliau gak pernah terlambat, meskipun berangkat dari Jawa Tengah. Itu artinya beliau disiplin. Patut dijadikan contoh.

Waktu kelas sepuluh beliau mengajar sosiologi. Begitu kelas sebelas mengajar sejarah. Sebagaimana yang aku jelaskan diatas, beliau mengajar sosiologi dan sejarah. Apa yang beliau sampaikan disaat mengajar cukup mudah untuk dipahami.

Selain mengajar beliau juga sering sharing denganku dilaur jam pelajaran. Cerita ataupun ngobrol tentang shaum. Beliau juga sering mengomentari hiasan dinding yang aku bikin untuk ditempel di kelas.

Kebetulan ada dokumentasinya juga, kalian bisa cek di bawah ini fotonya. Maklumin aja fotonya kurang jelas. Karena pada saat itu sangat jarang siswa yang punya gadget bagus.



Baca juga : Reuni Akbar Pramuka SMA Negeri 1 Lakbok - 2018


Bikin hiasan dinding itu aku lakukan sampai kelas 3. Habisnya aku suka kalau kelas itu bersih rapih dan terdapat tulsian-tulisan motivasi.

Karena sering membuat tulisan untuk ditempel di dinding, bu Sunarsih minta tolong untuk membuat tulisan semacam itu untuk acara ulang tahun anaknya. Aku cari file fotonya disaat aku buat tulisan untuk acara ulang tahunnya belum ketemu. Yang jelas kalau tidak salah baru ulang tahun yang ke-1. Memang beliau masih muda.

Hingga lulus sekolah pada tahun 2013 aku masih terus berkomunikasi dengan guru-guruku. Termasuk bu Sunarsih. Meskipun hanya sekedar salam sapa dan menanyakan kabar, tapi aku selalu usahakan. Karena setiap stady tour sekolahku ke Jogja. Dan kebetulan aku melanjutkan sekolah di Jogja. Jadi setiap tahunnya selalu bertemu dengan guru-guru.

Setiap tahunnya juga aku sempatkan untuk ikut sosialisasi dengan asrama KPM Galuh Rahayu ke sekolah-sekolah se-Ciamis. Untuk mengenalkan asrama Galuh ini ke siswa yang berminat melanjutkan kuliah di Jogja.

Setiap sosialisasi aku betah di kantor, soalnya bisa ngobrol-ngobrol sama guru-guru. Termasuk bu Sunarsih. Karena beliau tahu aku sedang menulis buku. Meskipun belum rampung pada saat itu tapi beliau sudah pesan satu. Dengan yakin bakal di cetak aku mengiyakannya.

Singkat cerita dimana waktu itu sedang banyak-banyaknya tugas kampus. Sampai-sampai aku harus lembur. Kebetulan malam itu, eh bukan malam lagi sih, sudah pagi malahan karena sudah lewat pukul 01.00 pagi. Aku gak sendiri tapi ditemani dua temanku yang kebetulan sedang main.

Jadi ada temannya, makannya seru dan gak kerasa sudah pagi aja. Satu hal yang membuatku ingat. Bahkan kejadian ini gak mungkin terlupa.

Karena pagi itu cukup capek, jadi aku istirahat dulu. Masih ditemani teman-temanku. Kebetulan pintu kamar juga terbuka cukup lebar karena kalau di tutup akan gerah karena tiga orang dalam satu kamar kost cukup sempit.
Kebetulan pagi itu hari Jum'at. Tepat pukul 03.30 kami masih melek. Tak lama sapu yang tergantung di belakang pintu kamarku seolah-olah seperti tertiup angin kencang dan sapu itu membalik dengan sendirinya. Pintu kamarku pun seperti ada yang mendorong.

Pagi itu aku memang nyalain kipas, tapi rasanya gak mungkin kalau angin yang dihasilkan kipas itu bisa membalikan sapu dan mendorong pintu kamarku.

Tak lama handphoneku berbunyi suara pesan singkat dari sahabat sekolahku. Dia malah bertanya apa betul bu Sunarsih meninggal? Membacanya membuat detak jantungku lebih cepat berdetak.

Disaat aku tanya kata siapa, dia menjawab dari statusnya Reva di facebook. Reva itu adek kelasku. Aku langsung cek dan betul update statusnya beliau meninggal. Aku langsung kontak Reva, dan betul beliau meninggal karena sakit.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un wa inna ila rabbina lamunqalibun
Allahumma uktubhu 'indaka fil muhsinin waj'al kitabahu fi 'illiyyin
wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin wala tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu"

Yang jadi pertanyaan satu, tentang sapu yang terbalik di belakang pintu kamarku itu. Masih penasaran. Ujar temanku yang bisa melihat makhluk halus, mungkin ada kaitannya denganmu. Coba ingat-ingat lagi.

Selintas aku langsung teringat. Aku sempat bilang mau kasih buku yang aku tulis seperti cerita diatas. Waktu itu bukunya masih dalam tahap editing, belum selesai juga. Kata temanku dengan yakin bilang, "nah itu, mungkin beliau pamit sama kamu, Ndi."

Aku jadi kepikiran terus tentang beliau, beliau orangnya baik dan selalu menasehatiku tentang kebaikan terlebih disaat di tanah rantau. Menyemangati untuk terus belajar.

Setelah shalat subuh aku mau masuk kamar rasanya gimana gitu. Agak takut aslinya. Takutnya dibuat kaget dengan kajadian sapu di belakang pintu itu. Teman kost sebelahku malah nakut-nakutin. Membuatku jadi tambah takut aja.

Pagi itu aku langsung telfon ibu angkatku yang kebetulan guru juga di sekolah. Tidak hanya itu tapi telfon ke beberapa guru juga untuk memastikannya. Ternyata memang betul, beliau tadinya sakit dan sempat di rawat satu Minggu di salah satu rumah sakit di Purwokerto, beliau meniggal sekitar pukul 21.00.

Kata guru-guruku yang aku telepon padahal Minggu kemarin juga bu Sunarsih masih sehat-sehat saja dan ketika sakit beliau izin untuk tidak masuk mengajar, tetapi sampai sekarang belum sembuh dan sampai meniggalnya.

Yang namanya mati memang tidak ada yang tahu kapan datangnya, bisa besok, nanti ataupun bisa juga sekarang. Yang terpenting kita harus siap kapan saja kematian itu datang dan sekarang semasih ada waktu kita harus siapkan bekal untuk akhirat nanti.

Aku mendoakan semoga beliau di ampuni segala dosanya dan semoga beliau mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga mendapat ketabahan dalam menerima keadaan ditinggal orang tercinta, sebagai suami maupun anak. Aamiin yaa Robbal 'aamiin..

October 03, 2018 - 50 komentar

50 comments:

  1. inalilahiwainalilahirojiun, semoga amal kebaikan beliau di terima Allah Subhanwataallah.dosa-dosanya diampuni Allah dan kuburnya menjadi taman surga . aamiin

    ReplyDelete
  2. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Semoga husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya. Mengingat ibu guru adalah mengingat kebaikannya. Pastinya menyenangkan memiliki guru seperti beliau.

    ReplyDelete
  3. turut berduka cita, mas. semoga amalannya diterima oleh Allah SWT. Amin.

    ya, mas2 sma memang selalu berkesan. tapi aku dulu sering berantem juga. parahnya lagi aku sering kalah, mas. tapi bukan itu kenangannya. kenangannya pasti ada yg baik2 kok.

    ReplyDelete
  4. innalillahi wainna ilaihi raajiun...

    ReplyDelete
  5. Innalillahi wainnailaihi rajiun
    Turut berduka ya Mas Andi

    Seminggu lalu juga guru olahraga ku wafat :'(

    ReplyDelete
  6. biasanya, guru yang paling berkesan dalam perjalanan kita adalah guru yang mampu memberikan motivasi ataupun masukan untuk kemajuan kita. Semoga beliau tenang di sana. Aamiin

    ReplyDelete
  7. Turut berduka ya Ndi...semoga ibu Sunarsih husnul khotimah...keluarga yang ditinggalkan juga diberi ketabahan.

    Soal sapu terbalik? Aku blm pernah ngalami hal2 aneh gitu... Tp pasti bakalan merinding juga ..

    ReplyDelete
  8. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un—Semoga Allah menerima semua amal baik Bu Sunarsih dan mengampuni dosa-dosa beliau. Aamiin…

    Kalau jaman SMA, aku malah nggak begitu dekat dengan guru-guru di sekolah. Jaman SMP, ada 1. Itupun karena beliau sempat jadi wali kelasku 2 tahun berturut-turut, jadi berasa deket banget sama beliau.

    Salut sama perjuangannya Bu Sunarsih. Meskipun rumah aslinya di Jawa Tengah (Purwokerto, mungkin), tapi beliau tetep semangat ngajar di Ciamis. Bahkan, kadang berangkat ngajarnya di laju dari rumahnya di Jawa Tengah.

    ReplyDelete
  9. Mas saya adalah seorang guru dan membaca bagian ini....

    Oh, iya aku juga punya kenangan sama guru-guru sekolahku dulu. Aku sudah menganggap semua guruku sebagai orang tua kedua di sekolah. Salah satu guru di sekolahku dulu kebetulan mengajar mata pelajaran sejarah dan sosiologi. Ibu Sunarsih namanya. Selain disiplin dalam mengajar, beliau juga sangat perhatian akan mata pelajaran yang diajarkan.

    Sunggu mengharu birukan, saya pernah mendapati hal yang sama, murid saya sekarang kerja di face book. dia menulis tentang saya di blog pribadinya. sama seperti yang dilakukan mas Adi, jujur saya tidak bisa berkata apa-apa, mau nangis malu tapi satu yang pasti hal-hal seperti ini adalah sumber energi bagi seorang guru.

    Andaikan almahrum bisa membaca dan mendengar pengakuan jujur ini, percayalah mas, beliau pasti mengamaini kata saya. Tidak ada hal yang paling istimewa bagi seorang guru, selain melihat anak didiknya berhasil...

    Cukup mas nanti bisa jadi saya ......kwkkw, inspiratif, izin shere

    ReplyDelete
  10. Ya Allah, tidak terduga ya, masih muda Ibu Sunarsih ini ... sepertinya lebih muda dari saya deh. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah dan segala amal-baiknya sebagai guru menjadi bekal amal jariyahnya.

    ReplyDelete
  11. innalillahi wa innailaihi roji'uun. Semoga almarhumah husnul khotimah. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Innalillahi...
    Aku pernah juga amat dekat dg seorang guru. Sayangnya saat ibu itu berpulang aku malah enggak tahu.

    ReplyDelete
  13. Al Fatehah untuk Bu Sunarsih. Betul, ada guru yang saking dekatnya dengan kita, sulit untuk melupakan semua jasa baik mereka pada kita pun bahkan sejak zaman SD. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau dan menerima amal baik beliau semasa hidup ... Amin.

    ReplyDelete
  14. iya sahabat itu susaaaaah banget di carinya apalagi buat ibu rumah tangga yang jarang keluar kyak aku

    ReplyDelete
  15. Innalillahi. Turut berduka cita atas gurunya ya mas. Mungkin memang mas nya salahbsatu murid kesayangannya jadi dia cuma mau mastiin semuanya baik2 saja sebelum beliau pulang.

    Semoga diberikan tempat yang terbaik di sisiNya. Amin! 🙏

    ReplyDelete
  16. Turut berbelasungkawa atas meninggalnya ibu guru.
    Memang ya kalau ada sosok guru yang begitu sabar dan baik sama murid tu biasanya akan selalu dikenang. InsyaAllah ilmunya jd amal sholehnya aamiin

    ReplyDelete
  17. Innalillahi.. semoga allah berkan tempat terbaik di sisiNya.. :'' btw aku jg pnya guru favorit. Hampur tiap dua haru sekaai aku kirimin surat cinta (guruku perempuan juga) hehe unforgettable deh. Sampe skrg hubungannya deket bgt.

    ReplyDelete
  18. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun.. turut berduka cita buat gurunya kang andy ya.. semoga ditempatkan di tempat terbaik oleh allah.. sedih baca artikelnya

    ReplyDelete
  19. Innalillahi wa innailaihi rojiun semoga almarhumah di tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, aaaammmiiinnn. Ceritanya menyentuh dan jujur aja saya agak merinding bacanya.

    ReplyDelete
  20. Semoga khusnul khatimah ya mas, ditempatkan ditempat terbaik.. Aamiin

    ReplyDelete
  21. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Semoga husnul khotimah dan diampuni segala dosa-dosanya. Aamiin

    ReplyDelete
  22. Innalilahi wa innailaihi Ro'jiun...
    iya kang kalau ada hal2 aneh janggal biasanya juga itu ada kaitannya sama kita, kirain cewe doang bakalan merinding kalau ada sapu tebalik wkwkk ternyata kang Andi juga bisa takut :p

    ReplyDelete
  23. Wah sama seperti saya juga. Sampai sekarang lebih dekat dengan guru-guru di SMK ketimbang guru-guru SMP.

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Semoga husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya.

    ReplyDelete
  24. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka ya. Semoga beliau diberi kelapangan kubur, khusnul khatimah. Semoga suami beserta anak yang beliau tinggalkan, diberi ketabahan.

    ReplyDelete
  25. Turut berdukacita mas semoga keluarga yg ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan olehNya.

    ReplyDelete
  26. innalillahi wa innailaihi rajiun. insya Allah gurunya sudah berada di surga-Nya ya mba. aamin

    ReplyDelete
  27. Yang namanya usia kita gak pernah ada yang tau mas, semua menjadi rahasia Allah SWT. Semoga orang sebaik bu sunarsih bisa di terima di sisihnya ya mas, dan amal ibadahnya bisa di terima. Semoga juga masih banyak orang seperti beliau :)

    ReplyDelete
  28. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

    semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah mas... memang kadang2 kalau ada yang belum terselsaikan dengan orang yang meninggal, mereka datang untuk menyampaikan sesuatu. Bisa saja sapu itu memang pertanda pamit

    ReplyDelete
  29. Semoga Ibu Sunarsih khusnul khotimah ya Mas :) Bagus banget masih menjaga silaturahmi dengan guru jamannya sekolah.

    ReplyDelete
  30. Innalillahi wainna ilaihi rojiuun, turut berduka cita ya mbak. saya pun bacanya ikutan agak merinding nih, kl secara langsung liat sapu terbalik pasti saya bisa langsung lemas mendaadak.

    ReplyDelete
  31. Cukup sedih ya, ketika kita tau ada guru yang meninggal. Saya juga gitu, satu per satu ada guru yang meninggal... Semoga saja diterima segala amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya ya , aaamiiin

    ReplyDelete
  32. Saya dulu pernah di skors dan hampir dikeluarkan saat sma mas . Untuk cerita mas ini saya doakan agar beliau bisa mendapat tempat yang baik disisi allah

    ReplyDelete
  33. Merasa kehilangan sekali tentunya ya Mas ANDI...guru yang sangat dekat kini sudah tiada.

    ReplyDelete
  34. semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT
    diampuni dosa-dosanya

    ReplyDelete
  35. Nah guru yang kaya gini, yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa, tapi dari ciamis ke jawa tengah ituuu.. ya lumayan juga, apalagi ini si ibu cewek ya (ya iyalah) strong banget, semoga selalu diberi keberkahan selalu dalam hidupnya.

    Oh mas andi lulusan 2013, berarti saya kelas satu waktu itu *loh

    ReplyDelete
  36. Selamat jalan Bu Sunarsih. Ngomongin soal kematian bagiku sangat susah. Itu bagaimana yang kurasakan ketika orang2 yang pernah denganku pergi. 😢

    ReplyDelete
  37. Ikut merinding jadinya ndi. Hehehe... Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT ya. Amiin...

    ReplyDelete
  38. Usia tidak ada yang tahu ya. Innalillahi wainna ilahi rojiun

    ReplyDelete
  39. Guru guru yang baik memang nggak akan terlupakan selamanya yaaaa.. Semoga semua jasa beliau dibalas oleh pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin..

    ReplyDelete
  40. inalilahi mas turut berduka ya semoga mal ibadah diterima di sisiNYA

    ReplyDelete
  41. Aamiin. Semoga ibu guru diterima dengan baik di sisi-Nya. Aku merinding pas bagian sapu jatoh. :(

    ReplyDelete
  42. ikut berduka cita ya Andi, semoga guru favoritmu itu ditempatkan di tempat terindah di sisi Allah SWT..dan kenangan bersamamu bisa jadi kenangan yang indah..tapi pamitnya kok agak ngeri gitu ya..
    Masa masa SMA memang masa tak terlupakan ya...

    ReplyDelete
  43. Menyenangkan jika punya guru seperti beliau

    ReplyDelete
  44. inalilahiwainalilahirojiun, semoga amal kebaikan beliau di terima Allah

    ReplyDelete
  45. innalillahi wa innailaihi rojiun..

    aku jadi ikutan mewek di, guru yang baik, yang udah kita anggap seperti ibu sendiri, tiba-tiba kabar yang terdengar, beliau telah pulang ke Rahmatullah. semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan keinginan beliau untuk membaca bukumu terobati dengan kesuksesanmu di, aamiiin

    ReplyDelete
  46. Aamiin, semoga ibu Sunarsih ditempatkan di tempat terbsik olrh Allah.
    Kata orang-orang tua, kejadian semacam itu memang salah satu bentuk pamit dari orang yang sudah tiada. Biasanya terjadi pada orang dekat. Duh, kok jadi ngeri saya, hehe

    ReplyDelete
  47. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun....
    Semiga bu Sunarsih mendapat tempat terbaik disisi-Nya
    Insyaalloh khusnul Khotimah
    .....
    Berat memang ditinggal guru yg sudah seperti orang tua sendiri. Tapi namaya pertemuan pasti ada perpisahan

    ReplyDelete
  48. Loh kok aneh ya ..., posisi sapu bisa terbalik sendiri begitu ?.
    Aku jadi kerasa merinding.

    Tapi terlepas dari hal yang mungkin memang firasat, aku ikut mengucapkan bela sungkawa atas meninggal guru kesayangannya a Andi.
    Yang tabah ya, a.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)