Ribuan Pengunjung Padati Festival Layang Lakbok Ciamis 2018


DiaryMahasiswa.com | Dear diary, rasanya kegalauan di bulan Agustus sampai sekarang masih terasa. Galau kepana, Ndi? Gak bisa pulang, gak bisa makan nasgor buatan ibu, gak bisa ketemu ibu dan yang pasti di daerahku sedang ada acara yang menarik banget. Sebuah festival yang didalamnya terdapat suatu lomba berhadiah. Lomba permainan ini sangat aku sukai sedari kecil. Panas-panasan, lari-lari di tengah sawah hingga kejar-kejaran demi mengejar sebuah tali yang putus tertiup oleh angin.

Padahal saat ini aku tahu rasanya di tarik ulur itu sakit. Apaan sih ^_^
Tapi sewaktu kecil mengejar benang yang putus itu merupakan sebuah petualangan yang seru. Apalagi bisa dilombakan.

Lomba apa, Ndi?

Kalian juga tahu. Seperti judul yang sudah aku tulis diatas. Ya, layang-layang atau biasa disebut layangan. Sebuah lembaran dari bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.

Oh, iya, yang belum explore diary mahasiswa mungkin ada yang belum tahu foundernya orang mana. Yang jelas sejauh ini aku banyak banget nulis diary tentang Jogja. Ya, Jogja sebuah kota yang beberapa tahun terakhir ini jadi tempat dimana aku berkarya dan merangkai kata.

Baca juga : Milangkala Sanggar Seni Simpay ke-15 Tahun

Aku aslinya orang Ciamis, tepatnya di daerah Lakbok. Inget, Lakbok ya, bukan Lombok. Jadi inget, jangan lupa terus doakan saudara kita yang di Lombok. Semoga selalu ada dalam lindungan Allah Swt. Aamiin.

Lokasi layang lakbok ini gak begitu jauh dari rumahku. Paling 10-15 menit sampai menggunakan motor. Makannya aku sangat nyesel gak bisa pulang untuk menghadiri acara yang keren ini. Bukan aku tak mau, bukan juga aku tak berusaha. Tapi ini soal tanggung jawab di Jogja, yang mana harus diselesaikan disaat acara Layang Lakbok dilaksanakan.

Senangnya, sahabat-sahabatku yang ikut hadir turut mengabariku tentang foto dan juga video terkait layang lakbok. Gak cuma itu sih, kalau masalah info memang aku selalu update dan ikut share juga. Karena aku tergabung dalam grup whatshapp dimana festival layang lakbok dibahas di dalamnya. Ikut bangga jadi warga Ciamis.

Yang sedang baca ada orang Ciamis juga? Pantes kasep jeung gareulis :))
Aku sarankan yang sedang baca diary kali ini ambil dulu kopinya, siapkan cemilannya. Soalnya cukup panjang, serius! Dah ambil dulu gih..

Oh, iya sebenarnya Paguyuban Pematang Sawah melaunching Layang Lakbok "Art and Culture Festival 2018" ini sudah sedari tanggal 15 April 2018. Yang lokasinya berada di Baregbeg-Sidaharja, Lakbok, Ciamis, Jawa Barat.

Menurut Paiso selaku Direktur Paguyuban Pematang sawah, acara launching Festival Layang Lakbok ini bertujuan untuk mengenalkan tradisi masyarakat Lakbok.

Tradisi apa, Ndi?

Jadi gini teman-teman, di Lakbok sendiri biasanya kalau sehabis panen ada tradisi bermain layang-layang di sawah. Gak cuma yang muda tapi yang tua juga ikut.

Hal ini aku rasa memang sudah dari dulu, makannya diadakanlah festival layang lakbok yang bertujuan memajukan kebudayaan melalui media sebuah festival layangan pasca panen.

Selain itu, masyarakat juga didorong menjadi pelaku utama festival. Dimulai dari penelitian potensi desa, melakukan ekplorasi estetika lokal, merancang acara, mengembangkan kelompok-kelompok sadar wisata serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Karena aku sendiri sangat sadar akan potensi yang ada di daerah Lakbok untuk dikembangkan menjadi potensi wisata.

Wargi Lakbok hayu urang sami-sami majukeun Lakbok :)


Persiapan demi persiapan pun terus dilakukan hingga hari H menjelang. Memang aku gak ikut membantu secara langsung.  Namun keseruan dalam persiapan hingga launching Layang Lakbok terus di share melalui akun facebook dan instagram resminya Layang Lakbok Festival.

Seperti foto-foto dibawah ini merupakan persiapan menuju launching Layang Lakbok. Membuat suatu kerajinan dari jerami. Kira-kira sahabat Diary Mahasiswa pernah bikin mainan apa nih dari jerami?


Banyak cara memang yang bisa dilakukan dengan jerami, selain memang berguna untuk hal yang bermanfaat, misalnya bahan bakar pembuatan batu bata. Dengan jerami aku sendiri mempunyai kenangan, yaitu brondong.

Ya, dulu waktu masa-masanya cari jangkring sama teman-teman ke sawah, aku nyempatkan untuk mencari brondong dari tumpukan jerami padi yang sudah dibakar. Kecil sih tapi rasanya cukup lumayan dan kejadian itu jadi kenangan sampai sekarang. Saat ini rasanya susah sekali untuk di ulang :( Kalau kalian punya kenangan apa?


Begitu juga kenangan bersama layang-layang. Mulai pembuatannya dari bahan kertas buku, kertas wajik dan kertas payung. Asiknya pada masa itu yaitu bisa membuat layang-layang sesuai dengan apa yang kita inginkan.


Seperti yang sudah aku ceritakan tadi di awal, aku dan sahabatku suka sekali mengejar layang-layang yang putus akibat gesekan dengan layang-layang lainnya atau putus dengan sendirinya. Kami beramai-ramai lari untuk mengejarnya.

Entah berhasil atau tidak, intinya kejar saja dulu. Kalau berhasil beruntung bisa buat sendiri kalau dapetnya rame-rame biasanya dibagi, ada yang dapet layangannya atau nggak talinya. Dan biasanya kalau dapet konyolnya kami langsung menyembunyikannya sampai kira-kira aman dan orangnya gak mencari :D


Tidak hanya persiapannya saja yang seru tapi disaat hari puncaknya pun tambah seru. Melihat fotonya begitu ramai, rasanya ingin ikut hadir disana.


Seperti inilah suasana di tempat launching layang lakbok. Suasana pedesaan, dekat sawah adem rasanya. Terlebih disaat sore, ditambah main layangan. Duh ngingetin banget pada masa kecil.



Dalam acara launching Layak Lakbok, dimeriahkan juga dengan pementasan kesenian Ébég dari masyarakat Lakbok. Teman-teman tahu kan ébég? Sama seperti kuda lumping gitu, namun ébég yang satu ini suka mendem. Alias kesurupan gitu sama makhluk ghaib.

Eh, memang kuda lumping itu memang gitu ya, kerusupan. Di Lakbok sendiri sih gitu, gak tahu kalau kuda lumping di daerah teman-teman. Apakah sama?


Gak sedikit juga teman-temanku yang ikutan ébég, kebanyakan sih malah adek kelas, bahkan yang sepantaran dengan adekku yang saat ini baru masuk sekolah menengah atas. Entah kenapa, memang hobi atau sekedar ikutan saja.

Kerusupan disini memang benar adanya, aku sendiri pernah menyaksikannya secara langsung. Disaat kesurupan biasanya para pemain itu memakan sesaji yang sudah di sediakan.

Ada sesaji berupa buah-buahan, bisa juga beling (kaca) atau genteng. Dan itu mereka makan. Para pemain tentu tak sadar, karena pada dasarnya yang memakan itu bukan mereka, tapi arwah yang ada di dalamnya.


Wajar saja ketika kesurupan semangatnya luar biasa. Namun begitu mereka sadar barulah merasa lelah, pegal-pegal. Saat ini kesenian yang satu ini tidak hanya diikuti oleh kaum laki-laki saja. Perempuan pun ada yang ikut.


Tidak hanya ébég saja, tapi aja juga Eduaksi Budaya yaitu Nyerat Aksara Sunda, dimana kita bisa belajar nulis dengan aksara sunda di acara launching ini. Kalau kalian belum tahu aksara sunda, bisa dilihat foto dibawah ini.


Jujur sih, aku juga belum bisa. Pengen banget belajar untuk bisa, sebagai orang Jawa Barat aku juga pengen melestarikan aksara sunda. Nyerat Aksara Sunda di acara launching Layang Lakbok Festival dari Pangauban Kawargian Nonoman Galuh


Senengnya melihat anak-anak sekolah dasar belajar aksara sunda. Rasanya gak mau kalah untuk ikut belajar bersama.



Tahu kan arti dari nyerat?
Nyerat itu sama artinya dengan menulis. Jadi belajar menulis aksara sunda.


Itu aja, Ndi?

Tidak dong, ada juga pementasan musik angklung dari SD Negeri 2 Sidaharja - Kecamatan Lakbok, Tatar Galuh Ciamis. Seru kan? Kalian ada yang bisa bermain angklung? Kalau di Jogja sendiri kalian akan sering melihat pementasan angklung di jalan Malioboro.


Cukup efektif memang kalau sedari duduk di sekolah dasar sudah belajar angklung. Kedepan nanti bisa terus dikembangkan, intnya terus belajar dan ikut bergabung juga dengan teman-teman yang mau belajar angklung.

Di asrama KPM Galuh Ciamis sendiri, biasanya ada hari dimana belajar angklung bareng-bareng. Hanya saja jadwalnya selalu gak pas denganku, makannya belum sempet ikutan.


Yang nonton juga cukup ramai, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Memang suara khas angklung itu sangat indah. Terlebih bisa dimainkan dengan berbagai musik yang sedang hits.


Seru kan acara lauching Layang Lakboknya.
Nah singkatnya di bulan Agustus tahun 2018 ini dilaksanakan juga Festival Layang Lakbok.  Iya Agustus kemarin yang membuatku galgau gak bisa hadir secara langsung. Acaranya berlangsung pada tanggal 24-26 Agustus 2018. Yang tempatnya di Pesawahan Blok Kuntul, Desa Baregbeg-Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.


Memang acara ini sudah lewat disaat diary ini aku tuliskan. Karena memang baru bisa aku publish. Meskipun sudah lewat tak ada salahnya kan aku share lokasinya, siapa tahu kalian lain kali mau datang langsung ke lokasi layang lakbok dilaksanakan.


Ada yang paham dengan peta diatas. Coba pertahatikan, lokasinya itu dekat dengan Langensari, Sidareja dan dari Banjarsari juga cukup terjangkau. Karena jalannya juga sudah bagus, jadi cukup cepat untuk sampai. Yang penting hati-hati dalam perjalanan.

Di acara Layang Lakbok bulan Agustus ini akan ada beragam pertunjukan seni tradisi, gelaran jajanan kuliner, pesta layang malam, festival aksara sunda dan Lakbok world music festival yang tentunya akan memberikan nuansa baru di area pesawahan Lakbok ini.

Kebayang kan bakal seperti apa serunya. Masih penasran? Lanjut baca ya :)



Seperti sebelum acara lauching, layang lakbok festival pun penuh persiapan yang matang. Para panitia sedang melakukan persiapan menuju hari H Festival Layang Lakbok dilaksanakan.



Selama Festival Layang Lakbok dilaksanakan terdapat juga daftar harga Paket di Layang Lakbok beserta fasilitas yang akan didapatkannya. Acara ini terbuka untuk umum dan tentunya gratis alias tidak di pungut biaya sedikit pun.

Selain itu, terdapat juga paket dan voucher yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung selama festival. Paket dibuat untuk menumbuhkan ekonomi lokal, karena semua produksi paket berasal dari masyarakat.

Untuk lengkapnya, teman-teman bisa baca di beberapa gambar dibawah ini.









Selain persiapan secara internal,  persiapan external pun dipersiapankan. Ada panggung utama Festival Layang Lakbok dan beberapa stand yang ada di acara ini. Di lokasi ini terdapat juga salah satu lokasi yang dapat dijadikan foto oleh para pengunjung. Sebuah menara yang terbuat dari bambu.


Pintu masuknya seakan seperti masuk ke sebuah istana, padahal masuk ke pesawahan. Kreatif ya, aku yakin kalau kalian datang langsung pasti gak lupa untuk foto disini.


Dikutip dari harapanrakyat.com, menurut panitia penyelenggara Festival Layang Lakbok ini, Bapak Asep Zery Kusmaya mengatakan, acara tersebut merupakan gagasan dari para pemuda serta masyarakat Lakbok yang bertekad untuk bersama-sama menjaga tradisi yang ada di Lakbok.

“Kami sangat bahagia dan terharu pada kesempatan kali ini bisa tumbuh kebahagian-kebahagian kecil dari hal yang sangat sederhana. Melalui kegiatan ini yang memang sangat erat kaitannya dengan kehidupan pedesaan bisa terus dilaksanakan pada kesempatan selanjutnya. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan sehingga bisa berjalan dengan lancar,” katanya dalam sambutan.

Lokasi layang lakbok sendiri sebenarnya cukup mudah ditemukan. Selain memang tersedia petanya, dekat lokasinya juga terdapat sebuah banner besar yang lengkap dengan foto, tanggal dan juga sponsor dalam acara ini. Kalau sudah lihat bannernya, sudah dipastikan kalian sudah sampai.


Di hari pertama, tepatnya di hari Jum'at tanggal 24 Agustus terdapat beberapa pertunjukan, seperti pada rundown di bawah ini. Ada pertunjukan seni, karinding, ébég dan yang lainnya.


Dihari pertama melihat fotonya bener-bener keren, pengen deh aku hadir langsung dan mendokumentasikannya.


Ada yang berani memecahkan balok dengan kepala seperti ini? Jangan ditiru kalau memang bukan ahlinya ya..he


Terlihat seperti bukan di sawah ya panggung di acara Festival Layang Lakbok ini. Padahal ini di sawah lho. Unik ya, kalau di lapangan kan udah biasa, kalau di sawah itu baru keren. Karena bisa sekalian mainan layang-layang.


Aneka ragam makanan tradisional khas pedesaan tampak menempati stand-stand yang didirkan di sekitar lokasi layang lakbok ini. Terlihat sederhana tapi itulah khasnya. Dimana festival ini memang bernuansa serba tradisional.


Sementara itu, panggung utama yang terletak di areal pesawahan tersebut menjadi perhatian para pengunjung disaat hari pertama acara ini dilaksanakan. Terlebih ketika puluhan perempuan memakai caping dari orchestra pematang sawah sambil menari yang diiringi musik angklung dari anak-anak dan alunan kecapi.

Kalau kalian pengen lihat bisa tonton video dibawah ya. Baca terus aja, nanti juga ketemu sama videonya.

Oh, iya, kuda lumping yang tampil di festival ini lengkap dengan barongannya. Di tempat kalian apa sih namanya? Biasanya aku menyebutnya barongan atau nggak bangbarongan. Sepertinya ada nama yang lainnya deh, tapi aku lupa :) Apa ya?


Bangbarongan ini aslinya berat lho. Memang ukurannya ada yang kecil dan ada juga yang besar.


Kedatangan juga Laskar Bebegig Sukamantri. Semacam reog tapi ini wajahnya lebih serem. Coba kalau pertunjukannya malam lebih serem ya.




Pertunjukannya memang sore sebagaimana jadwal yang sudah ada di rundown. Semakin sore pemandangannya semakin indah, terlebih disaat matahari mulai terbenam.




Diary kali ini agak panjang ya?

Bacanya break dulu gak apa-apa, diminum dulu kopinya. Udah bawa kan tadi. Kalau belum, sok atuh ambil dulu, haus kan. :))

Suasana malamnya pun gak kalah keren. Coba kalian lihat foto-fotonya.


Bukan ratusan pengunjung lagi, tapi pengunjung yang datang hingga ribuan lho. Wow, andai malam itu bisa hadir langsung pasti bakal seru banget. Bisa ngedokumentasikan secara langsung.


Padahal ini di sawah lho, tapi terlihat seperti di lapangan ya. Pesawahan yang disulap jadi lapang..hehe


Asli sih ini keren dan apalagi bisa duduk diatas jerami gitu bersama teman-teman tanpa gadget hanya fokus nonton festival layang lakbok. Beuh pengen banget.


Sorotan lampu-pampunya menandakan kemeriah acara ini. Pasar malem mah lewat lah..he







Oh, iya, dari tadi lihat foto-foto penampilan di festival ini ya. Sampe lupa kasih tahu informasi tentang layang-layangnya. Jadi gini teman, lomba layang-layang ini penyisihan lombanya sedari tanggal 17-23 Agustus 2018. Sedangkan di tanggal 24 Agusuts merupakan hari atau babak final. Biaya pendaftarannya pun cukup terjangkau.

Cukup membayar Rp.30.000,- / layangan.
Sedangkan untuk daftar ulangnya cukup membayar Rp. 20.000,- / layangan.

Layangan saat ini bentuknya sudah bagus dan orang-orang juga semakin kreatif. Buktinya bentuknya gak melulu kotak atau persegi empat. Udah gitu bisa dipasang lampu lagi. Jadi disaat di udara terlihat keren, layaknya seperti pesawat di tengah malam.


Syarat untuk ikutan lomba ini pun gak sulit, para peserta mulai daftar yang dibuka hingga tanggal 14 Agustus. Lampu yang dipasang minimal 3 dan itu harus terpisah. Dan lampu yang akan di pasang di layang-layang jangan sampai mati.



Kalau mati maka panitia langsung mendiskualifikasi. Kemudian layang-layang harus sudah terbang sebelum pukul 20.00. Untuk senar yang bunyi itu maksimal panjangnya 100 meter. Nah ini yang bikin penasaran para pembaca diary kali ini. Apa sih sebenarnya hadiah lomba layang-layang ini.

JUARA 1 : SATU UNIT SEPEDA MOTOR 
JUARA 2 & 3 : BEASISWA PENDIDIKAN

Itu baru di hari pertama, nah di hari kedua tepatnya di hari Sabtu lebih seru lagi. Seperti rundown yang sudah tersusun, ada penampilan karinding beatbox, tunanada, Gaya Gayo, NOS dan yang lainnya. Pasti penasaran kan? Lanjut baca ya :)


Sebelum tampil malam hari sesuai jadwal, mereka cek sound terlebih dahulu. Oh, iya band yang bernama NOS ini berasal dari Yogyakarta lho. Kalau kalian asli Jogja mungkin tahu band yang satu ini.






Masyarakat Lakbok juga ikut pentas angklung di acara festival ini.


Gak cuma angklung tapi masyarakat Lakbok tampil membawakan kesenian khas Lakbok yaitu Jidur.



Nah MC dalam acara Layang Lakbok Festival ini adalah teh Yosie Arsyani. Panggil aja Ochi, orangnya cantik, super kécé, dan yang pasti dia kuliah di Yogyakarta juga lho. Aku pernah ketemu waktu main di asrama KPM (Keluarga Pelajar Mahasiswa) Galuh Rahayu.


Malam harinya banyak pengunjung yang datang. Gak cuma saudara, teman dekat yang datang. Sepertinya memang warga Lakbok rata-rata datang. Karena sangat sayang kalau di lewatkan acara sekeren ini gak dateng. Selagi bisa kenapa nggak.


Selain mempersembahkan angklung dan Jidur, masyarakat Lakbok juga menampilkan sebuah orkestra Pematang Sawah untuk Layang Lakbok Festival 2018.

Untuk tahu kerennya festival ini seperti apa? Silahkan teman-teman lihat foto-fotonya ya :)








Semangat banget kan, ini tampilan dari NOS.

Penampilan dari Gayagayo
Para pengunjung juga bisa sembari menikmati kuliner khas Lakbok disini. Beli dan kembali menonton. Seru banget ya.


Secara gak langsung sekilas suasana kulinernya mirip dengan tempat kuliner di Pasar Kangen Jogja 2018 ya. Kalau kalian penasaran dengan pasar kangen, cari aja di diary sebelum ini. Atau bisa klik disini.



Pada malam harinya sesuai rundown kuda lumping juga tetap ikut tampil. Tapi memang seperti itu sih, maksudnya di Lakbok sendiri kalau ada hajatan kan suka tuh ada kuda lumpingnya. Biasanya selain siang malamnya juga tetap tampil. Bahkan sampai larut malam.



Ini dia para pemain kuda lumpingnya yang kesurupan. Kalau kalian penasaran coba deh searching di youtube pasti ada kuda lumping. Bagi yang penasaran lho ya..hehe


Di diary ini gak detail tentang siapa juara dari lomba layangan ini. Karena memang aku sendiri belum dapet infonya. Yang jelas kegiatan puncaknya nanti masyarakat disini akan memperlihatkan kreatifitasnya dalam membuat layangan yang akan diterbangkan pada saat malam harinya.

Ada sedikit cuplikan wawancara dengan bapak Camat Kecamatan Lakbok yang ditanya langsung oleh teh Ochi. Penasaran? Klik aja videonya.


Nih yang tadi cari videonya, tonton aja dibawah ini. Aku cantumkan dua vidoe dari youtube. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan pengetahuan juga tentang Layang Lakbok :)



Acaranya lancar dan sukses. Bahkan dapat apresiasi dari bapak Camat Kecamatan Lakbok, Kabupatén Ciamis untuk Layang Lakbok Festival 2018.


Tidak hanya itu, setelah acara selesai pun para panitia tidak tinggal diam. Tapi membongkar stand-stand hingga bersih-bersih.


Memang harus seperti itu, dalam acara apapun. Setiap selesai harus dibereskan kembali. Terutama masalah kebersihan. Selain kebersihan sebagian dari iman, kebersihan juga salah satu cara untuk jauh dari penyakit.


Segitu dulu ya, tunggu terus updatean diary-diary terbaru di Diary Mahasiswa. Semoga kalian juga puas, meskipun gak bisa hadir secara langsung seperti aku.

Oh, iya gimana tanggapan sahabat Diary Mahasiswa akan Festival Layang Lakbok 2018 ini?

Kasih tahu di kolom komentar ya :)

Sumber tulisan, foto dan video :

  • https://www.instagram.com/layanglakbok.fest/
  • https://www.facebook.com/Layang-Lakbok-Festival-2096575933888824/
  • https://twitter.com/layanglakbok
  • https://www.harapanrakyat.com/2018/08/festival-layang-lakbok-ciamis-sedot-ribuan-pengunjung/
  • https://fokusjabar.co.id/2018/04/15/paguyuban-pematang-sawah-launching-festival-layang-lakbok/
  • https://www.youtube.com/watch?v=be8WB8BJI5o
  • https://www.youtube.com/watch?v=QtKW6Q3aChs

September 09, 2018 - 129 komentar

129 komentar untuk Ribuan Pengunjung Padati Festival Layang Lakbok Ciamis 2018.

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar
.

Seru deh kalo liat festival budaya seperti ini, apalagi yang rutin dilakukan tiap tahunnya.
Ah jadi kangen panas2an main layangan.
Kangen ngejar layangan yang putus juga 😂

Balas Hapus
.

Kayaknya seru banget mas acaranya. Hehe... Selalu mantap menyajikan tulisan yg informatif sih, terlebih foto2 pendukungnya itu banyak bgt.

Untuk acara layang2 sehabis panes sih ditempat tinggal juga gitu mas. Tapi biasanya anak-anak hingga orang dewasa aja. Dan itu cuma untuk senang-senang karena ada tempat untuk bermain layang-layang.

Balas Hapus
.

Yang seperti ini loh yang harus banget dilestarikan. Kalau bisa promosi besar-besarkan, biarkan Indonesia tahu! /apaan deh wkwkw.

Tapi beneran nih bang. Jangan sampai kalah dengan acara seperti Jazz Traffic Festival yang diadakan rutin di Surabaya.

Saya mikirnya malah, study tour sekolah-sekolah menengah itu, bisalah berkolaborasi dengan acara seperti ini. Jadi generasi muda kita gak kehilangan identitas. Bahwa budaya Indonesia itu keren dan unik.

Balas Hapus
.

Foto-fotonya bagus kang.

Dan dilihat dari posternya, keliatan banget kalau ini salah satu acara yang digarap dengan serius meskipun berada di daerah Lakbok yang saya aja baru denger. Padahal kampung halaman saya di Ciamis haha

Balas Hapus
.

liputan yang komplit. Membacanya serasa kita hadir langsung.

Balas Hapus
.

Kueren banget tulisan ini, lengkap kap kap. Seperti jadi diary-nya langsung. Hehe maaf lebay ya Mas Andi. Memang sip soalnya.

Oh iya, kalau di tempat saya, Jember, Jatim, itu namanya Jaranan (jaran = kuda), yah kalau diindonesiakan kuda lumping itu barangkali.

Balas Hapus
.

Ya ampun, hampir mau jd orang cintaratu lakbok, tapi apa daya Tuhan belum meridhai. Ceileeeh
Duh ya, aku baru tau kl di Lakbok ada acara sekeren ini uy, sayang banget mas Andi nggak pulang ya.. Tp nggak papa, toh udah dapat konten jugaaa.. .Ehehehe

Balas Hapus
.

Duh ilah acaranya udah kelar aja ya wkwk.
Kalo ada kesempatan padahal pengen bange ikut meriahin acara ini.
eh itu Asik banget ya bisa nginep di rumah warga dengan harga murah cuma 75 rebu aja.

o iya, sory ya lama ga mampir ke Blog andi karna aku lupa linknya haha,
Dan aku juga udah ganti url blogrooll dibloggku barusan :)

Balas Hapus
.

Pengen banget ikut berperan dalam acara kaya gini. Lihat orang-orangan sawah ingat masa kecilku suka buat pakai jerami kering. Sekarang jangankan orang-orangan sawah, sawahnya aja udah ngga ada, habis dibuat pabrik, hiks :(

Balas Hapus
.

wah kereen banget ini, dulu pas gue mondok di ciamis, selalu sepi wkwk

Balas Hapus
.

Pas baca, jadi searching tentang festivalnya. Menarik. Tradisi yang tetap berjalan, diiringi dengan festival.

Eh, jadi salfok sama kata "brondong", itu bener apa typo sih?

Balas Hapus
.

Bener, Mas. Berondong yanh bisa di makan semacam popcron itu lho..he

Pernah nyobain belum?

Balas Hapus
.

Iya udah kelar, Kang..
Iya padahal kalau ikut mah pasti bisa di bikin vlog tuh..he

Kejangkau segitu mah ya, dah ke Ciamis aja maen?

Iya gpp, Kang. Malasih udah di ganti linknya..😀

Sibuk terus sih ya, jadi gak sempet utak-atik blog 😂

Balas Hapus
.

Lah sepi, gak kemana-mana sih, di kamar mulu? Wkwk

Udah pernah ke Lakbok kah?

Balas Hapus
.

Wah ciamis keren juga ya...

*YA EAALAAAAH... BELAGULU NAK JAKARTA!

Aku tadi ketemu beberapa blog yg bahas ttg event2 sperti ini.
Seru kali ya kalo ada satu website yg khusus memberikan informasi event2 tahunan di seluruh indonesia. Turis asing pasti suka nih, kan mayan tuh bisa narik banyak wisatawan juga. Jadi turis asing ga datengnya ke baleeeeee mooooloooooo....

Balas Hapus
.

nah itu mungkin wkwk

pernahh denger, cuman blm atau lupa pernah kesana apa blm ya hahah

Balas Hapus
.

Keren banget mas, saya belum pernah ke festival daerah.. Seringnya food festival -_- semoga tahun ini bisa datang dan menikmati kekayaan budaya Indonesia :)

Balas Hapus
.

Belum kali, ah :P

Kuy kesana lagi, Mas?

Balas Hapus
.

Nah itu dia, masa-masa panas-panasan main layangan memang bikin kangen..he
Sema, Mas. Berarti masa kecil dulu memang indah meskipun tanpa gadget.

Balas Hapus
.

Pake banget, Mas..he
Oh gitu ya, memang sehabis panes itu cocok untuk mainan layang-layang. Hanya saja anak-anak sekarang kan berbeda banget dengan jaman dulu ya, Mas..he

Makannya momen gini asik banget kalau bisa ikutan, udah gitu ada hadiahnya pula :D

Balas Hapus
.

Eh, tapi Zahra bener juga sih. Kan bagus kalau seluruh Indonesia tahu.
Betul, harusnya memang diseleingi ke tempat-tempat seperti ini khususnya yang staditour, jadi gak melulu ke tempat yang udah terus.

Toh pasti guru-gurunya yang tiap tahun ikut juga pasti bosen..he
Btw, di Surabaya Jazz Traffic Festival ada setiap tahun atau bulan, Za?

Balas Hapus
.

Iya memang, itu semua hasil para panitia dan pengunjung yang mengabadikannya :)

Oh yah, lah Ciamisnya di mana, Mas?
Aku sendiri di Ciamis, lebih tepatnya di Lakbok.

Masa di Ciamis gak tahu Lakbok, Mas?

Balas Hapus
.

Terima kasih, Bang.
Apalagi kalau hadir secara langsung, pasti lebih ajip :D

Balas Hapus
.

Haha.. Setiap denger Lakbok keinget ya. Ciee :P
Di Cintaratu gak cuma satu cowok lho, coba cari orang sana lagi..haha

Nah itu, tapi apa daya, yang penting tetap bisa berbagi informasi sekeren ini kan. Next kalau ada lagi semoga bisa hadir secara langsung..

Btw, kapan mau ke Cintaratu lagi? *Eh

Balas Hapus
.

Nostalgia masa kecil memang banyak banget ya, Teh.
Apalagi soal layang-layang dan sawah..hehe

Oh yah? Pabrik apa, Teh?
Jadi gak bisa buat mainan layang-layang lagi dong ya?

Balas Hapus
.

Wow.. Amazing, luar biasa, salut sama Kang Andi. Diary kali ini lumayan panjang dan lengkap sekali, bisa jadi contoh buat para penulis muda yang ingin terjun langsung menjadi pemberi informasi melalui media blog.

Ada keseimbangan antara pemberitaan dan foto-foto pendukung. Gaya bahasa yang cukup santai dan mudah dicerna, menjadi daya tarik tersendiri buat pembaca dan ingin berlama-lama berada di sini.

Semoga kepiawaian kang Andi dalan mengemas beragam informasi dalan bentuk diary Online ini bisa ditularkan kepada penulis-penulis lainnya termasuk saya, sehingga kualitas para pemberi informasi via media nlog ini akan semakin meningkat di masa-masa mendatang.

Sukses terus ya, kang. Mohon maaf baru bisa mampir, karena kesibukan di tempat kerja memaksa saya untuk mengurangi jadwal BW.

Salam blogging…

Balas Hapus
.

Sangat menarik festifalnya
Andai dekat saya datang walau sibuk misalnya

Balas Hapus
.

Ndi..mbaca postingan mu tentang Lakbok dan kedaerahan yang kental banget gini...aku keingat nitiprayan, sebuah kampung budaya di Jogja. Orang2 an sawah itu yang bikin inget.

Meski ga mudik dan nggak melihat secara langsung..infonya lengkap banget kok

Balas Hapus
.

Indonesia itu luar biasa banget ya.. baru tahu kalau ada askara Sunda juga. Duh duh, belajar bahasanya aja belum bisa-bisa, ternyata ada aksaranya juga.
Festival Layang Lakbok di Ciamis ini menurut saya super banget. Bisa menjadi contoh juga, bahwa festival yang begini harus ada di tempat lain, untk melestarikan budaya daerahnya.

Balas Hapus
.

Oh, popcorn. Sering sih. Disini nyebutnya "benno", hanya orang2 yang ke Cinemaxxx nyebutnya popcorn. Hehehe.

Balas Hapus
.

Jadi festival layangan diadakan rutin tiap tahun pasca panen?
Acaranya seru nih sampai malam hari.

Balas Hapus
.

Keren bangat festivalnya,, belum pernah ke festival. Banyak bngat juga kata-kata yang baru di artikel ini tapi untung ada bahasa indonesianya.

Mau nyeret juga ah, hahaha

Balas Hapus
.

wah rame banget kayanya acaranya ya Kang Andy,, apalagi kalau festival budaya kaya gini kan jarang terjadi yaa.. pastinya warga2 pada seneng ada acara kaya ginian.. Kapan yaa bisa liat langsung festival budaya,, ayo ajak2 kalau ada festival lagi kak Andy hehhee

Balas Hapus
.

Festivalnya kental sekali aroma magic nya ya, ada kuda lumping makan beling..

Balas Hapus
.

Wah kalau dilihat dari artikelnya pasti seru banget tuh disana. Disana ada pencak silatnya juga jadi teringat kampung halaman di madiun. Istilah ebeg hehe kalau ditempat saya jaranan / kuda lumping. Memang kalau sudah main bawaannya kata orang sering kalap / kesurupan.

Balas Hapus
.

ya ampuun acaranya keren banget ya mas Andi. tadinya kukira layang lakbok kaya layangan di bali yang besar dan diterbangkan oleh 8 orang. Festival seperti ini patut dilestarikan loh.. ini termasuk kekayaan budaya. makasi sudah sharing

Balas Hapus
.

wuih mantul ini kang seru yah festivalnya, udah lama banget ga liat layang-layang :p

Balas Hapus
.

Bener panjang banget ceritanya 😂😂😂
Meriah juga ya acaranya, padahal pas pertama kali baca aku pikir isinya cuma main layangan aja. Sejujurnya aku nyari foto gimana bentuk layangannya pas lagi ada di atas tapi kok gaada ya, apa aku kelewatan 🙄
Barutau kalo di sunda juga ada aksara sunda, kaya di jawa ada aksara jawa hehe. Dan ada barongan juga, hmm sampe umur 20 ke atas ini aku masih takut ngeliatin barongan itu. Barongan yg biasa di daerahku agak beda sih sama yg di atas tapi sama2 serem wkwkw

Balas Hapus
.

Wohooo Ciamis mantul. Mantab betul. sumpah itu festifal keren banget. sayangnya gue enggak tahu. padahal itu deket sama kuningan, Kota gue. tapi gue baru denger lakbok. haha. lebok beda yah. gue sih ada rumah sodara di raja desa. ciamis.

moga ciamis makin kece. makin mantul hehe.

Balas Hapus
.

Wah, lengkap dan asik banget Ndi. plaing suka kalau ada acara budaya yang melibatkan kearifan lokal dan masyarakatnya ikut maju juga. Ini udah ada paket2nya ya Allah, luengkap. Jadi pengen aku. Tiap tahun kah ini? Next, colek2 yah~

Balas Hapus
.

Fstival daerah adalah cara kita untuk melestarikan keberagaman dan budaya yangadadi daerah kita sehinnga menarik minat wisatawan sehingga berkunjung ke daerah kita

Balas Hapus
.

Oh yah, baru tahu aku, Mas. Benno seperti nama orang aja..he
Nah betul itu, lah aku anak kost gak ke Cinemaxx e :D

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Apalagi kalau bisa hadir secara langsung..

Balas Hapus
.

Keren sekali nih. Ini nih panitia pelaksananya yang luar biasa. Salut saya.

Balas Hapus
.

Wah menarik sekali mas, harus Terus dijaga Dan dilestarikan

Balas Hapus
.

pasti sangat ramai
lha wong ribuan pengunjungnya

Balas Hapus
.

Jadi inget waktu kecil suka ngejar layanang putus, serunya minta ampun, malah hampir ketabrak mobil segala, tapi seru banget. Festivalnya keren banget mas Andi, sekaligus mengenalkan budaya-budaya yang ada di Ciamis ya.

Sayangnya gak bisa ikutan ya mas Andi, banyak kerjaan di Jogja. Saya lagi baca blog ini, tapi bukan urang Ciamis, tapi urang Kuningan, eheheh nu gareulis jeung kasep tea....

Yuk ah pertahanin tradisi seperti ini, biar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Jujur aja, kalo gak baca artikel ini, saya gak tau kalo ada festival sekeren ini di Ciamis

Balas Hapus
.

walaupuan gak datang ke acaranya serasa sudah berada diacaranya karena lihat postingan ini, dan jadi penasaran pengen melihatnya :)

Balas Hapus
.

banyak banget rangkaiannya om, kalo lama-lama disana apalagi bareng doi betah keknya wkwk :D enaknya bisa ngikutin event-event kaya gini tanpa mikirin tugas dari dosen :D #curhat

Balas Hapus
.

Nah itu sampe saat ini aku belum dapet nih, Teh foto layangan disaat diterbangkan. Penasaran juga sih pengen lihat..hehe

Nanti kalau ada aku sisipkan dalam diary yang ini..
Oh yah?
Iya ada, Teh. Seperi halnya di jawa ada juga kan ya, tulisan jawa gitu.

Takut kenapa, Teh?
Taku di gigit barongan ya? hehe

Bedanya apa nih, Teh?
Kok jadi penasaran, lebih serem kah?
Btw, di daerah mana nih, Teh Mutiara?

Balas Hapus
.

Iya dong..hehe
Udah pernah ke Ciamis belum nih?

Nah betul, dan aku pun belum nemu nih apakah ada website atau blog yang khusus bahas tentang event. Tapi sepertinya memang ada deh..he

Nah betul, sesekali ke berbagai kota seperti Ciamis kan bisa. Biar mereka tahu, Indonesia itu bener-bener luas dan keren.

Balas Hapus
.

Aamiin, aku lebih sering ke festival gini sih, Teh. Kalau food festival pernah hanya saja jarang..hehe

Balas Hapus
.

Semoga bakal ada suatu festival yang jaraknya dekat dengan rumah teh Anisa ya..

Balas Hapus
.

Ah, Kang Maman bisa saja. Saya juga masih belajar nih, Kang.
Sama-sama belajar.

Aamiin. Sukses juga buat Kang Maman..
Iya gak apa-apa, Kang. Sama akhir-akhir ini saya juga banyak kesibukan di dunia nyata. Jadi harus bagi-bagi waktu memang.

Salam blogging juga, Kang..

Balas Hapus
.

Pernah denger dan gak sing sih tentang Nitiprayan ini, Teh.
Jadi pengen explore ke Nitiprayan deh..hehe

Alhamdulilah, Teh. Semoga para pembaca jadi tahu juga informasi ini.

Balas Hapus
.

waah kereen ya acaranya. Saya dari Gorontalo baru tau kalau ada acara tradisional se khas ini. Saya membaca sambil share ke suami, jadi pas baca suami dengerin saya mencereritakan isi tulisannya ttg even ini.
mantap ya.. sayang Andi ngk bisa pulang ya...

Balas Hapus
.

Betul, Teh. Indonesia itu keren banget dan kaya akan budaya, alam dan sebagainya.
Masa sih, Teh baru tahu? Saya juga pengen belajar aksara sunda.
Kalau bahasa sunda yang tau kira-kira apa aja nih, Teh?

Semoga saja, Teh festival ini bisa menjadi contoh sekaligus penyemangat untuk diadakannya lagi festival-festival diberbagai kota lainnya.

Balas Hapus
.

Waaaaaaahh seruuu!!

Btw baru tau namanya brondong. Gue biasa nyebutnya bebegig. Itu istilah waktu tinggal di Sumedang sih. :p

Ciamis itu yang deket pangandaran bukan? Geografi gue kacau banget emang huhuhu

Balas Hapus
.

wew, acaranya meriah banget..
kalau ingat festival layang-layang, jadi ingat masa keci dahulu sering buat layangan peteng.

Balas Hapus
.

Waaah.... asik ya bisa ikut acara ginian....

Balas Hapus
.

Kemungkinan akan rutin, Mas.
Untuk tahun ini baru pertama kalinya. Sepertinya yang sudah aku tulis, lengkap sama tanggal launchingnya kapan..

Balas Hapus
.

Nyeret apa, Mas?
Yang aku diatas nyerat lho yah jangan salah :D

Balas Hapus
.

Memang rame, Teh Vika..
Semoga nanti bisa share juga untuk para SDM.
Biar pas ada acara festival seperti ini bisa tahu dan bisa ikutan ya, Teh..

Balas Hapus
.

Yang seperti itu magic kah, Kang?

Balas Hapus
.

Nggak asing sih dengan nama jaranan sendiri. Aku rasa di tempat lain juga beda-beda dalam penyebutannya. Tapi tetap familiar di telinga orang..he

Nah begitu, Mas Glend sendiri sering nonton jaranan kah?

Balas Hapus
.

Sama-sama, Teh..
Kalau yang besar kan sudah biasa, nah ini beda..he
Iya, Teh. Semoga akan terus ada kedepannya acara semacam ini.

Balas Hapus
.

Mantul sekalih, Teh..hehe
Dulu suka lihat layang-layang juga ya, Teh?

Balas Hapus
.

Oh, Mas Yoga ini orang Kuningan tah. Dekat atuh ya.
Haha..Beda atuh, Kang lebok mah :D
Sidareja mah dekat dibandingkan dari Kuningan langsung.

Aamiin, Ciamis makin maju dan jaya :)
Next kalau ada lagi hadir ya, Kang..

Balas Hapus
.

Tahun ini baru pertama kalinya sih, Teh. Mudah-mudahan aja setiap tahunnya akan terus ada.
In shaa Allah, Teh nanti kalau ada lagi dikabar-kabar lah..

Balas Hapus
.

Betul, Mas Ammar.
Semoga acara semacam ini akan terus ada dan di lestarikan.

Balas Hapus
.

Setuju, Mas.
Semoga kedepan akan terus ada acara seperti ini.

Balas Hapus
.

Tugas mah nanti aja, refresing aja dulu..wkwk
Biar gak penat, tapi kalau udah deadline mah kelarin dulu baru main :D

Balas Hapus
.

semoga budaya indonesia terus dilestarikan ya mas, karena semakin lama semakin tergerus jaman. ngeliat aksaranya aja indonesia kaya banget sama budaya. aku ada temen orang lampung juga punya aksara sendiri. Love Indonesia banget

Balas Hapus
.

sudah lupa dengan yang namanya aksara sunda, padahal asli orang sunda,,,
hiburannya dapat, edukasinya dapat...

Balas Hapus
.

baru tau :(

sedih gak tau info acara ini...

Balas Hapus
.

Wah keren yaa, budaya yang harus selalu dilestarikan supaya tetap dijaga dari dalam negeri sendiri. Begitu pula dengan tulisan aksara sunda tadi, memang perlu dipelajari sebagai budaya kita. Festival nya cukup meriah yaa sehingga cukup mudah membuat orang yang baru tahu jadi mengenal akan budayanya. Oh ya, saya juga tidak ketinggalan akan video yang ada diatas loh hehehe :D

Balas Hapus
.

Duh Gusti.. itu flyernya keren bangeeeet!! Sukses membuat acara tradisional menjadi lebih menarik dan terasa lebih modern. Salut ah sama panitia dan desainernya. Acara seperti ini harus banyak dilestarikan :D

Balas Hapus
.

Setidaknya bisa tahu dari Diary Mahasiswa, Teh.
Next kalau ada lagi bisa ikutan nonton :)

Balas Hapus
.

Hayu diajar deui, Kang..
Nah itu, dan harus dilestarikan biar terus ada ya, Kang.

Balas Hapus
.

Aku gak ikutan lho, Mas.
Coba deh baca lagi, ah nampaknya gak baca nih, Mas Choky ini :(

Balas Hapus
.

Selalu itu mah kang, dan sepertinya setiap orang pernah deh ngalamin indahnya mainan layang-layang. Terlebih cowok. Eh, tapi tapi cewek ada gak yah yang main layang-layang..he

Balas Hapus
.

Oh gitu, wah jadi sekalian baca dan sekalian juga suami tahu ya, Teh.
Ide bagus juga, terlebih bagi yang lagi males baca, jadi dengerin aja..hehe

Nah itu, Teh. Belum bisa pulang tapi gak apa-apa sih, yang penting acaranya lancar dan aku bisa tetap berbagi sama pembaca di sini..he

Balas Hapus
.

Sebentar, ini bebegig buat sebutan apa? Kalau buat baraongan masuk sih.
Tapi kan brondong disini yang aku maksud itu brondong semacam popcron gitu, Mas..he
Atau memang iya bebegih namanya waktu di Sumedang itu. Ah, masa sih baru tahu aku :D

Sumedang jadi inget tahuuuu euy :D
Iya dekat pangandaran, bahkan dulunya pernah satu kabupaten, namun saat ini Pangandaran sudah misah, Mas.

Balas Hapus
.

Next kalau ada acaranya lagi bisa ikutan. Biar tahu secara langsung dan bisa mendokumentasikan sendiri :)

Balas Hapus
.

Wah-wah saking senengnya, gak hati-hati nih, Mas Hendra..hehe
Betul, Mas Hendra, apalagi bisa hadir secara langsung ya. Pasti lebih seru lagi.

Hehe..Owalah, orang Kuningan tah, Mas aslinya. Pantes kasep oge euy si akang :D

Alhamdulilah secara gak langsung diary kali ini memberikan informasi baru ya, Mas.

Balas Hapus
.

Aamiin. Oh, gitu. Jujur aku baru tahu lho, Mas ternyata di Lampung juga ada aksaranya ya. Begitu kaya ya Indonesia,

Aamiin, semoga terus lestari acara-acara seperti guna mengenalkan kepada masyarakat luas bahkan dunia.

Balas Hapus
.

Hatur nuhun, Teh Ajeng..
Gak apa-apa, Teh. Tuangkan aja dalam kolom komentar apa yang terlintas di kepala..hehe

Oh, gitu. Aku rasa namanya gak beda jauh, dan orang juga akan paham ya. Iya di Indonesia lebih familiar kuda lumping..he

Di Jember sendiri kalau ada jaranan itu biasa dalam acara tertentu atau festival, Teh?

Balas Hapus
.

uwah keren loh
beda gitu suasananya sama yang di Jawa
semoga suatu hari aku bisa datang ke festival layang lakbok ini

Kukira kamu anak SKJ (Sekitar Kota Jogja)
ternyata anak Ciamis toh
hahaha

Balas Hapus
.

Wah..tambah hebat nich Blog DM nya, saya sampai kaget. :) Kaget karena ketinggalan koment hahaha....

Mudah2an Festival seperti ini selalu diadakan secara rutin yach mas, biar para blogger ada kesibukan, hahahah...



Balas Hapus
.

Wah telaat, baru baca artikel ini tanggal 19 September sayaaa..hiks

festival keren begini..

Semoga tahun depan bisa ikutan:)

Balas Hapus
.

Keren banget. Pasti acaranya seru banget ya :)

Balas Hapus
.

Waah keren festivalnya.

Penasaran dengan Ebeg. Ada videonya gak ya?

Balas Hapus
.

Wuih seru banget festivalnya
Duh nyesel telat baca info ini
Padahal mah bisa atuh ikutan nonton juga
Btw, tahun depan akan digelar festival serupa, khaN?

Balas Hapus
.

Pernah juga dulu jaman SD, ngejar layangan putus. E satu hari kepleset dan bikin jempol tangan kesleo. Sejak saat itu, udah nggak pernah lagi ngejar-ngejar layangan putus. Kapok!

Baru tau kalau Sunda juga punya akasara sendiri. Model aksaranya kaya aksara Jawa gitu nggak ya? Per konsonan kata apa gimana? Oiya, yang bikin saya penasaran sampai sekarang adalah, itu kalau pemain makan beling, keluarnya jadi apa ya? Wkwkwwk

Balas Hapus
.

Waaahhhhh
Menarik banget

Suka banget foto-foto behind the scene nya
Jadi tahu susahnya di belakang layar itu kayak apa wkwk

Awesome post mas

Balas Hapus
.

Senang dengan artikel ini karena festival nusantara masih terus dikembangkan.. Semoga tetap lestari dan terus mendatangkan wisatawan untuk berkunjung.

Balas Hapus
.

wuahhhh seruuu banget ituuu sampe ada paketnya sendiri buat liburan paket sama. lakbok

Balas Hapus
.

Acaranya seru sekali Kang, beragam. Ini setiap tahunkah?
Fotonya keren-keren nih.

Balas Hapus
.

Waahh2...Melihat pemandangan gambarnya saja sudah membuat jiwa ini ingin terbang rasanya keciamis mas Andi...Pemandangan sawah dan alamnya indah banget..👍👍

Mungkin acara Layang Labok yang ada didaerah ciamis sebagai ungkapan syukur warga atas melimpahnya hasil panen yang telah diberikan oleh Tuhan YME ...Luar biasa..👍👍

Balas Hapus
.

Keren keren acaranya hebat..
Melestarikan budaya indonesia dan juga pengenalan budaya sama anak penerus

Balas Hapus
.

festivalnya keren bangettt!!!!
baca judulnya kirain festival layang layang ternyata ada musik dan culture educationnya juga ya! seru banget kalo sambil nginep di rumah penduduk, sekalian belajar kearifan lokal langsung dari warga....

Balas Hapus
.

sering atuh kang Andy wong aku kecil di desa hahaha...orang skrg aja baru aja 2 minggu lalu pulang dari pasar mukaku kena sabet benang kenur layangan hidung sampe berdarah sedihhhhhh :p

jadi syurhat deh

Balas Hapus
.

bagaikan 1 festival besar yang diraikan seluruh negara...

kalaulah saya ada disana pasti saya akan hadiri

Balas Hapus
.

Ini acara tahunan kan ya? duhh ngeliat foto-foto jadi pingin kesini euyy. Semoga suatu saat bisa melihat secara langsung. Paling pingin nginep di rumah penduduk

Balas Hapus
.

Wah keren ulasannya membuatku semakin ingin tahu kebudayaan sunda nih..

Balas Hapus
.

Seruuu! terus paket lengkap buat wisatawan yang ingin mendapat pengalaman lokal, ya.

Dari dulu aku nggak pernah main layangan sama jerami, hehe. Entahlah, nggak minat aja sama layangan, anaknya rumahan banget.
Jaman sekolah, aku hafal aksara Jawa, selalu dapet nilai di atas 80. Sekarang udah lupa-lupa hahaha :D

Btw tulisannya panjang bangeeeeeettt!

Balas Hapus
.

Hehehe, hidup anak kostan. Ngomong2 anak kost, ada series bagus tuh di YouTube. Tentang anak kost juga. Yang main Abimana. Produksi Visinema.

Balas Hapus
.

Waaaah kece ya sepertinya Layang Lakbok art and Culture Festival iniii, meriah yaaaaa <3

Balas Hapus
.

Ya ampun keren banget ini acaranya, tapi yg bikin serem sih yg bagian ebeg itu kalo makan beling pas udah sadarnya gimana? :(

Balas Hapus
.

Duuh baca aja udh kebayang serunya gimana..

Balas Hapus
.

ih keren banget acaranya, aku kaya ikut merasakan euporia nya padahal liat fotonya doang.

Balas Hapus
.

Wah asyiik nih jd inget sdh lama gak liat musim layang2 lavi di rumah...anak2nya antebg main gadget kali ha..hehe..

Balas Hapus
.

Hai hai mas. Bagus banget festival ini. Masyarakat pun kelihatan sekali sangat antusias mengikuti acara ini ya mas. Moga ada kesempatanku juga untuk ikutan nonton ah di lain waktu :)

Balas Hapus
.

Tak apa ya tidak bisa pulang menikmati nasi goreng buatan Ibu, nanti kalau ada waktu pulang bisa puas-puasin hahaha termasuk tidak bisa mengikuti festival Layang Lakbok ini.

Saya suka membacanya, Layang Lakbok "Art and Culture Festival 2018" ini mengingatkan saya pada budaya Naro (Gawi) yang dilakukan usai panen padi ... itu budaya orang Ende baik Suku Ende maupun Suku Lio.

Back to this fest ...

Menyenangkan sekali karena selain festival Layang Lakbok (semoga nggak kebagian konyolnya saja), juga ada ragam acara macam ebeg de el elnya. Salut! Semakin banyak festival budaya yang tentunya merupakan upaya untuk melestarikan budaya masing-masing daerah. Ini yang seharusnya diviralkan. Termasuk aksara Sunda ... aduh andai di Ende ada kegiatan seperti ini tapi khusus aksara Lotta (aksara Suku Ende). Pasti seru!

Pertunjukan malamnya juga seru inih dilihat dari foto-fotonya.

Btw saya pernah melewati Ciamis. Kota yang begitu bersih dan elok dilihat! Salut!

Balas Hapus
.

Waaaah .. festival layang-layang ini benar-benar digarap keren 👍.
Penggarapan,pendukung acara,jenis hiburan ... semuanya komplit maksimal.

Nah, kalau suatu festival daerah digarap maksimal seperti ini, bukan tak mungkin turis mancanegara juga bakalan tertarik nontonnya.

Balas Hapus
.

Rutin kan ya tiap tahun? Wajib ah suatu saat saya ke sini. Saya pun orang Ciamis. Tapi, udah sekian tahun gak ke sana. Kan jadi bikin saya kangen banget sama Ciamis kalau kayak begini.

Balas Hapus
.

Muantap ini. Acaranya rame :D
Sayang sekali a', nggak bisa pulang. Padahal jogja ciamis kan deket wkwkw. Tinggal naik kereta aja :p

Balas Hapus
.

Wow! Lengkap dan keren banget acara seperti ini. Apalagi di sawah lokasinya. Dan gagal fokus sama kepala yang menghantam batako..hihi. Kemarin kepala kena buku paket sama bungsu aja udah benjol ya Allah :D

Balas Hapus
.

hidup itu sebenarnya sederhana, hanya saja kita yang merumitkannya dengan rencana...

Balas Hapus
.

jadi rindu pingin ke Sunda lagi lihat hal-hal seperti ini , pingin banget belajar bahasa sunda dari penutur Aslinya

Balas Hapus
.

Wah seru ada festival budaya. Lagi2 taunya telat deh :(
Festival seperti ini bisa membuat budaya2 tetap lestari ya khususnya di kalangan generasi muda. Bisa jg menarik minat wisatawan TFS

Balas Hapus
.

ah keren mas andi caranaya
lengkappp
aku pengen banget belajar carakan sunda
duh jadi mupeng
terintegrasi banget pantes banyak yang datang
di Malang belum ada yang bagus seperti ini

Balas Hapus
.

Suka banget kalau liat acara festival gini, takjub!

Balas Hapus
.

Waah panjangnyaaa.. xixixi. Tapi seru ya bacanya. Emang kalau nari kuda lumping pasti deh bawa arwah. Biar bs makan beling. Duuh.

Acaranya seru dan ini biaya lombanya murah yaa.

Balas Hapus