Keren! Puluhan Bregada Ikuti Festival Bregada Nusantara 2018


DiaryMahasiswa.com | Dear diary. Wilujeng enjing, siang, sonten, wengi sahabat Diary Mahasiswa. Kumaha damang? Mugia sehat saterasna sinareng digampilkeun rezekina. Aamiin.

Gak kerasa ya udah hari Selasa lagi ya. Pengen deh setiap hari itu Selasa. Karena bagiku hari selasa itu selasa di sulga bila dekat denganmu. Asik :D

Minggu kemarin pada kemana nih?

Ah, serius? Main kemana?
Biasanya juga tiduran di kost..hehe

Aku sendiri seperti biasa mengayuh sepeda dipagi hari. Awalnya sih ada rencana pengen ajak gowes mas Adi. Tahu kan mas Adi? Itu lho yang punya adipraa.com

Kenapa aku ngajaknya Minggu. Karena aku tau biasanya mas Adi gowes itu di Minggu pagi. Hanya saja waktu aku kirim pesan singkat lewat whatsaap gak ada balesan sama sekali. Mungkin sibuk pikirku. Dan memang benar, ada acara ke Tambak Boyo katanya.

Baca juga : Bernostalgia dengan Kuliner Lawas di Pasar Kangen Jogja

Memang sedari beberapa hari yang lalu sudah janjian juga sama Anin, untuk menghadiri acara Festival Bregada Nusantara 2018 di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta. Jadi kami hanya berangkat berdua. Mau ngajak teman kost lainnya. Belum ada tanda-tanda kebangkitan..hehe

Takutnya keburu siang, kami pun berangkat pukul 07.00 lebih. Tak lupa mampir sebentar untuk beli bubur ayam. Salah satu makanan favoritku. Sengaja gak di makan di tempat takut keburut mulai festivalnya.

Baru aja menelususi jalan Malioboro. Yang nonton udah banyak banget. Padahal belum ada satu pun para peserta yang memeriahkan festival ini. Tapi masyarakat sudah siap untuk melihatnya.

Sesampainya di depan Benteng Vredeburg, tempat motor kami diparkir. Ternyata sudah hampir pukul 08.00. Sedangkan di jadwal acara sedari pukul 07.00 - 10.00 WIB. Seperti yang tertera di famplate yang di share.


Teman-teman sadar gak beberapa terakhir ini diaryku bercerita tentang festival terus ya. Coba deh cek lagi.

Baca juga :
Festival Budaya Kampoeng Musikanan Yogyakarta 2018
Festival Layang Lakbok Ciamis Jawa Barat 2018

Rame banget orang yang datang. Karena gak hanya orang yang sengaja datang seperti kami ini. Tapi banyak orang yang liburan ke Malioboro. Lari, sepedahan dan sengaja main dan langsung melihat acara ini.

Tak lama kemudian banyak puluhan bregada jalan dari parkiran Abu Bakar Ali melewati sepanjang jalan Malioboro. Acara Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018 ini diselenggarakan oleh SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba pada hari Minggu, tanggal 23 September 201

Oh, iya bagi yang belum tahu bregada itu semacam pasukan atau prajurit kraton. Paham kan :) Nah para pasukan bregada ini merupakan perawkilan dari masing-masing sekolah dan asal daerah lho.

Gak cuma dari Yogyakarta juga, tapi ada yang dari Ponorogo Jawa Timur hingga Palembang Sumatera Utara.

Palembang?
Iya palembang dan festival ini dihadiri langsung oleh Raja dari Kesultanan Palembang Darussalam juga, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja.

Raja Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja bersama Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMA N 3 Padmanaba Yogyakarta, Hendri Saparini. | foto/jogja.tribunnews.com

Sultan Mahmud Badaruddin IV ini mengaku sengaja datang ke kota Yogyakarta untuk menyaksikan Festival Bregada Nusantara 2018 secara langsung. Alasannya sederhana, karena di Sumatera Selatan, nama Padmanaba cukup terkenal.

Seperti dilansir dari Jogja.tribunnews, "Di Sumatera Selatan Padmanaba ini cukup banyak. Alumni-alumninya banyak yang menjadi teman, menjadi pejabat disana. Jadi Padmanaba ini cukup terkenal di Sumatera Selatan."

Sedangkan yang berasal dari Ponorogo sendiri aku percaya. Lah kenapa? Karena diawal festival sudah terlihat pertunjukan reog. Reog kan dari Ponorogo. Bukan begitu teman-teman?


Disaat reog tampil entah asap apa yang di semprotkan. Yang jelas aku kurang suka dengan baunya. Terlihat di foto sama seperti asap-asap suporter bola ya..he


Dari banyaknya peserta, mereka menampilkan aneka macam kreasi dan kebudayaan. Puluhan bregada ini mengambil start dari parkir Abu Bakar Ali seperti yang sudah aku bilang tadi. Berjalan melintasi sepanjang jalan Malioboro hingga berakhir di Benteng Vredeburg.

Kalian pernah main ke Benteng Vredeburg belum?
Kalau belum japri ya. Nanti aku anter..hehe

Menariknya lagi nih. Ini pertama kalinya di dunia lho.

Apaan, Nid?

Dalam acara festival ini, pertama kalinya di dunia parade drone meriahkan festival bregada nusantara.


Namun sayang, drone-drone yang sudah dirias itu, kurang bisa terbang maksimal karena ada kendala teknis.

Acara Festival Bregada Nusantara 2018 ini merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba yang ke-76 tahun.

Selama acara ini memang Malioboro jalannya di tutup. Makannya terlihat sepi halte trans Jogjanya. Ada sesekali sih motor yang nekat lewat.

Diary kali ini cukup panjang juga, hanya saja lebih banyak fotonya. Biarlah foto yang berbicara..he
Sengaja aku posting semuanya, karena aku pengen kalian juga tahu. Simak sampai akhir ya.




Ibu-ibu yang ini keren, sudah seperti mau perang aja ya. Mukanya di cat sebelah. Udah gittu topinya unik. Keliatan nggak di atas topinya itu ada apa?


Nah foto yang ini terlihat jelas, ternyata sendal teman-teman. Sendalnya juga masih ada nomernya tuh. Keliatan nggak? Sepertinya memang sendal baru.


Selama aku berada di lokasi depan halte trans Jogja aku fokus juga ke tulisan haltenya. Itu tuh yang rusak. Perasaan masih baru tapi kok terlihat sudah rusak. Entah memang rusak dengan sendirinya atau memang ada yang ngerusak. Semoga kita bisa menjaga apapun itu.


Acara ini sebenarnya tidak hanya melihat ini dari SMA N 3 Padmanabanya saja. Tetapi bersinergi dengan yang lain. Melalui Festival Bregada ini kita berharap bersama-sama untuk kepentingan ibu pertiwi. Bukan hanya dalam budaya tetapi dalam teknologi.



Festival Bregada Nusantara ini diikuti oleh 41 Bregada. Yang terdiri dari 20 bregada siswa SMK/SMA, Bregada umum serta bregada dari keluarga besar alumni SMA N 3 Yogyakarta Padmanaba.


Para bregada yang ada di belakang banner telkomsel ini seragamnya sama-sama merah. Awalnya aku kira bukan telkomsel lho. Pas aku dekati ternyata telkomsel.



Kalau yang ini para siswi dari SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta.


Kalau ada SMA, pasti SMK juga harus dong. Para siswa dan siswinya ikut berpartisipasi juga. Dari SMK Ki Ageng Pemanahan.


Yang ini juga unik, entah maksudnya. Yang jelas seru sih waktu melihatnya. Menghibur juga para orang yang melihatnya.


Sekilas memang seperti pakaian pada umumnya. Padahal ini dari kantong lho.




Kalau yang ini pasti tahu kan dari mana? Yang jelas berpakaiannya pasti kalian tahu. Banyak juga memang anak pramuka yang ikut dalam festival ini. Bahkan banyak yang ikut mengamankan.


Setiap perwakilan memang berbeda-beda, maksudnya dari segi pakaiannya ya. Yang ini aku sekilas seperti pemain drum band ya.



Foto dibawah ini memang beda lokasi. Yang tadi di depan halte trans Jogja, sebelum masuk ke benteng Vredeburg. Kalau yang ini kami pindah ke dekat pasar Bringharjo.


Aku kira awalnya perwakilannya cuma sekolah-sekolah sekitara kota Jogja saja, ternyata ada juga dari SMK Negeri 3 Wonosasri.






Ini orang yang memimpin pasukan dari SMA Negeri 1 Banguntapan terlihat tinggi banget ya. Memang aslinya juga tinggi waktu aku lihat langsung.


Waktu kami lihat sayangnya gak ada keterangan maksud dari setiap kelompok. Kalau ada kan bisa tahu oh maksudnya ini. Tapi tetap keren sih, seperti kotanya istimewa.


Tadi yang ganteng-ganteng sering di foto. Sekarang yang cantik-cantiknya deh. Biar pas ya..he. Teman-teman tahu gak apa yang dibawa perempuan ini. Sekilas seperti panah tapi gak ada talinya ya.



Acaranya kalau di jadwal sendiri sih dari pukul 07.00 hingga 10.00. Cukup lama memang tapi ya itu karena banyak juga yang ikut. Berapa? Ya seperti yang aku tulis diatas tadi. Baca kan. Yapz ada sekitar 40-an kelompok.


Yang ini sekilas seperti gatot kaca pemimpinnya. Unik sih setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing.


SMA Negeri 1 Teman, Kulon Progo juga ikutan lho. Aku tahu karena sekolah SMA dan SMK di Kulon Progo sudah aku explore semua. Aku masuki satu persatu beberapa bulan lalu. Untuk silaturahmi sekilgas bla..bla..bla.. Nggak usah tahu ya :D


Yang ini gak tau bawa keris beneran atau nggak. Atau semacam tari keris gitu ya..he


Oh, iya dalam satu kelompok itu banyak orang-orang yang mengikutinya juga di belakang. Selain fotografer, ada juga yang membawa air minum. Ya seperti ini tugasnya. Disaat dari para anggotanya harus, mereka kasih minumnya.







Dari SMA Negeri 1 Kokap sendiri keren, terlebih topi yang mereka gunakan. Terbuat dari jenur tapi mereka pintar merangkai untuk jadi topinya.


Dan jadi pusat perhatian orang. Lah kenapa? Karena di akhir para anggotanya lewat ada seorang perempuan yang di tarik seperti di dalam delman. Hanya saja ini bukan, dan yang menariknya juga orang.


Asli ini bikin kasihan sih. Yang nariknya badannya kecil dan yang di tarik besar banget sih nggak, pasti berat. Belum lagi roda yang ditambah daun kelapa itu. Tapi aku salut, kamu kuat, Mas..he




Gak sekedar bikin topi sih, karena disaat panas cukup membantu lah. Biar gak kepanasan..he





Yang ini menggunakan seragam sayap gitu. Jadi teringat sama beberapa destinasi wisata yang ada di Mangunan. Beberapa spot fotonya banyak yang berbentuk sayap seperti ini. Bahkan di tebing breksi juga ada sekarang.



Keliatan kan pasarnya. Kalian kalau di Jogja sudah mampir ke pasar Beringharjo belum?





Dari Sleman juga ada lho. Tepatnya MAN 3 Sleman Yogyakarta.




Di telinga kalian kira-kira nama bregada masih terasa asing gak sih? Atau cukup familiar?



Hayo, ada yang mau kenalan sama perempuan yang satu ini?
Kenalan aja sendiri ya..hehe


Ini sekilas seperti siapa ya?
Ah, aku lupa. Coba nanti teman-teman kasih tahu di kolom komentar ya?



Cukup kasian yang tidak menggunakan sepatu atau sendal. Karena jalanan pasti panas, aku yang mengambil gambar juga kepanasan, apalagi mereka.





Anak kecil juga gak mau kalah lho, mereka ikut memeriahkan acara festival ini.



Oh, iya satu lagi yang keren. Kostum yang di pakai ini banyak menyita perhatian penonton. Sama sayap juga. Tapi ini lebih besar, seperti burung merak gitu. Sayapnya mekar lebar. Fotonya sama kok seperti di bawah judul diary ini. Cuma beda pengambilan fotonya saja. Sayang, itu dua orang menghalangi saja..he


Segitu dulu aja ya diary kali ini. Next aku cerita tentang jalan-jalan lagi atau nggak gowes disaat pagi bareng fijo.

Eh, sampe lupa. Ada videonya juga. Kalian bisa tonton dibawah ini ya.


Setelah melihat foto-foto diatas gimana acara festival ini menurut sahabat Diary Mahasiswa?
Ceritakan di kolom komentar ya.

September 25, 2018 - 82 komentar

82 comments:

  1. Replies
    1. Karena para penghuninya istimewa. Sehingga kotanya pun menarik..he
      Sudah 4 tahun lebih aku di Jogja tetap nyaman, Mas. Malah pengen punya rumah disni :)

      Selain tempat wisatanya banyak, orang-orangnya pun ramah, bikin betah. Serasa di lingkungan sendiri. Bahkan keluarga.

      Delete
    2. Jogja selalu istimewa mas. Bikin orang yang pernah kesana pasti bikin kangen. Hehe

      Delete
    3. Belum ada rencana sih mas. Hehe.. Masih sibuk dengan rutinitas harian. :D

      Delete
    4. Sukses selalu untuk segala rutinitasnya, Mas.

      Delete
  2. Bolak balik nyari arti bregada, ternyata penjelasannya udah ditengah2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Untuk kebaca ya, Mas.
      Kalau tidak nanti harus tanya si mbah google. Padahal kan di diary ini sudah di sediakan pengertiannya..hehe

      Kapan ke Jogja, Mas?

      Delete
  3. Seru banget uyyyyy. Thaun depan ada l;agi gak ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya ada, Mas.
      Semoga aja ada, follow aja instagram @diarymahasiswa
      Semoga aja kalau ada nanti di inforkan disana.

      Delete
  4. Festivalnya menarik sekali ya?
    Saya suka kostum yg terakhir, cantik sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Cantik.
      Coba deh tonton videonya. Biar tahu lengkapnya dan banyak yang cantik.
      Cantik karena perempuan..he

      Delete
  5. Replies
    1. Sama-sama. Semoga next bisa nonton langsung ya :)

      Delete
  6. Seru mas Andi Acaranya, fotonya komplit seakan ikut nonton juga, seumur hidup saya ke jogya baru sekali itu juga cuma di jalan malioboro aja, tahun 2017 awal kemarin. kepingin ke sana lagi tapi kapan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, coba berkabar, Mas kan bisa silaturahmi kita :)

      Agendakan aja, Mas. Tapi nanti kalau ke Jogja lagi berkabar dulu biar bisa silaturahmi ya.

      Delete
  7. Jogya tempatku kembali,, hhi kapan coba bisa kesana sekalian liat festivalnyaa.. Seru banget deh cuci mata.. Di bogor mana ada yang beginian kang Andy.. Ayooo ajak2 kalau ada festival biar ada hiburan dikit nih mumet wkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga habis cuci mata barusan, Teh. Sekalian wudhu..wkwk

      Masa gak ada sih, Teh?
      Teh Vika ini orang Bogor tah?

      Boleh, tapi pertanyaannya teh Vika bisa nggak..he

      Delete
  8. Seru ya terlihat dari foto-fotonya, beberapa kali melihat festival serupa lihat kostumnya unik-unik dan sangat kreatif
    lihat yang ditarik pakai daun kelapa itu jadi ingat masa-masa kuncir dua hehe
    suara daun kelapa bergresik terngiang-ngiang ditelinga

    Oh ya si cantik itu siapa ya? Serasa tak asing, tapi lupa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh. Kreatif dan unik memang. Terlebih acara seperti ini jarang-jarang.
      hehe..Nostalgia ya, Teh? Dulu memang sering lihat perempuan kuncir dua..he

      Yang mana, Teh?
      Yang cantik banyak soalnya..hehe

      Delete
  9. Sepintas ini kayak event karnaval pembagunan kalau pas 17 Agustus gitu nggak sih. Tapi kalau ini fokus ke pawai bregada aja. Jadi orang-orang yang ikut kostumnya nggak macem-macem, kayak pas karnaval.

    Tapi salut sama konsep acara HUT sekolah dari SMA N 3 Jogja. Biasanya kan cuma buat interen civitas sekolah itu aja. Najh, kalau ini bisa ngajak hampir semua sekolah di kawasan Jogja. Jadi berasa 'mbaur' antara sekolah 1 dengan sekolah lainnya. Keren, mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Agustusan aku malah belum pernah lihat langsung di Jogja sendiri. Waktunya suka gak pas, biasanya bulan Agustus suka gak di Jogja.

      Iya, Mas. Salut saya juga. Dan waktu itu baru pertama kalinya melihat secara langsung. Semoga terus ada acara seperti ini setiap tahunnya.

      Delete
  10. Bicara Jogja kesan saya adalah kesahajaan dan kreatifitas tanpa batas, bicara Malioboro, uuhh batiknya itu, tapi pasar Bringharjo Masih menjadi favorit saya kwkwk. karena murah hehehe...

    Soal musik dan Jogja, hanya satu yang tak lekang oleh waktu, yakni musik yang berjudul "Nang jogja", versi reggenya paling saya suka. salam damai. mas Andi, selemat menggoes kwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Pak Martin.
      Betul murah-murah makannya banyak para pengunjung yang selalu menyempatkan untuk ke pasar Bringharjo.

      Saya jadi penasaran sama lagunya, coba cari dulu ah, siapa tahu asik di dengerin. Teirma kasih, Pak.

      Delete
  11. Bregada awalnya mikir apaan, untung sudah dijelasin. Foto festivalnya bagus-bagus, kostumnya juga unik apalagi yang muka badut atau wayang itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya unik, Mas. Udah gitu banyak juga pesertanya. Jadi seru lihatnya.

      Delete
  12. Kayak saat Cap Go Meh di Bogor nih Kang Andy..

    Dan ketahuan yang motret juga suka ngincer yang cantik-cantik.. aheeem.. tapi itulah emang enaknya pegang kamera, bisa mengincar yang bening-bening..

    ReplyDelete
  13. Dimana mana ada operator plat merah.. Wakakakak πŸ˜‚

    ReplyDelete
  14. Manteb banget nih kayaknya acara...
    pengen banget gitu dateng tiap ada acara kayak gini...

    Di Jakarta belum ada yg kayak beginian...

    ReplyDelete
  15. udah lama ga lihat acara seru seperti ini. makasi foto2nya. jadi berasa ikut nonton juga

    ReplyDelete
  16. festival ini semacam pawai. nah, ini berlangsung sanat meriah sekali di sepanjang jalan. mantap.

    ReplyDelete
  17. Semua pesertanya ganteng, cantik, masih muda, penuh semangat, mau tahu budayanya ... luar biasa. Nikmat apalagi yang kita dustai? Hehehe. Acara festival ini LUAR BIASAAAA!!!!!

    ReplyDelete
  18. mbaknya mirip dian pelangi, menurut saya sih. hehehe..
    foto-fotonya lengkap banget mas. jadi berasa nonton disana.
    dan ini anak SMA semua??? kreatif yaa..

    ReplyDelete
  19. waaah acaranya kayanya seru banget, kostumnya unik unik banget yaa <3

    ReplyDelete
  20. Keren banget sih kostumnya, ga kebayang deh bangga nya pake kostum itu apalagi jadi pusat perhatian

    ReplyDelete
  21. Jogja, pantas saja menjadi primadona, karena memang super banget.


    Itu yang pakai baju, terus belakang ada kayak sayapnya gitu, berat gak ya?

    ReplyDelete
  22. Aaa, selalu seru kalo baca blog ini tentang budaya. Kalo aku ke Jogja ajak keliling ya mas, hhhe.

    ReplyDelete
  23. Waaah Maliobor, tempat faborit aku tiap ke Jogja. Selalu salut sama org daerah, budaya nya massh kental terjaga. Inj bagus bangun buat nunjukin semaagat kebhinekaan, krn ternyata ga cuma dr SMA yg sedang anniv pesertanya tapi jg dr luar yaa.

    ReplyDelete
  24. Huwooo menakjubkan banget yak.
    Makin bangga jadi Indonesia!

    Bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  25. Wooww!! Tradisi yang unik...Seperti pawai tapi punya nuansa yang sedikit berbeda...Seperti contoh dari gaya dan pakaian khas dari daerah masing-masing.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  26. wah seru nih acaranya, pasti ramai banget penonton nya hihihi

    ReplyDelete
  27. Keren kang :) aku jadi tau banget oh festival bregada isinya beginian hahaha..
    btw emang kenapa kendala teknisnya kang?*kepo bet* sampe dronenya ga terbang tinggi maksimal?

    ReplyDelete
  28. Keren banget festivalnya, kostumnya unik-unik banget :)

    ReplyDelete
  29. Seru sekali acara nya. Senang melihat masih begitu mencintai kebudayaan bangsa kita. Semoga terus dilaksanakan setiap tahun nya agar generasi kita tahu kebidayaan leluhur kita

    ReplyDelete
  30. ahhh jogja. jadi pengen pulang kesana mbak. hehehe. jogja emang bener-bener ngangenin buat semua orang. atmosfirnya itu loo mbak, ramaaah banget. malah jadi curhat. hihihi, betewe itu yang carnival tanpa alas kaki gak kepanasan ?

    ReplyDelete
  31. seru bang festivalnya, moga aja nanti di jadi'in acara festival taunan :D

    ReplyDelete
  32. Keren ya Padmanaba terkenal sampai Palembang. Apa kabar sekolah gue? Smuten a.k.a SMUN 10 Yogyakarta, hahaha.

    Jadi kangen Jogja. Di sana ada banyak parade dan festival kayak gini.

    ReplyDelete
  33. Ahhh seru banget yes acaranya,,event kaya gini secara ga langsung memperkenkan budaya khasnya dan bisa menrik wisatawan juga untuk berkunjung.

    ReplyDelete
  34. Coba aja pas aku ke Jogja kemaren ada festival ini... hmmm... btw parkiran Benteng Vredeber itu kok sering dipakai parkir kendaraan pribadi yang tujuannya malah ke mana2 ya? Apa emang begitu, Ndi? Oh ya, acara festival ini kan massal ya, bagus buat belajar fotografi :)

    ReplyDelete
  35. Btw hubungan bregada dengan alumni sekolah apa ya mas.. Masih blm ngerti juga.. Hehe

    ReplyDelete
  36. Jogja emang bikin iri. Budayanya keren, orangnya keren, wisatanya keren, semua keren deh pokoknya!

    ReplyDelete
  37. Meriah sekali ya, dari luar jogja pun ikut. Sungguh luar biasa. Tapi sayang, saya tidak bisa menonton, pas lagi merantau.

    ReplyDelete
  38. Iya, kasihan Masnya tuh. Enakan jadi mbak-mbaknya.

    Kostumnya keren.

    ReplyDelete
  39. Waaah mas, kreatif2 bangeeet yaaa. Suka liat topi dr anyaman ketupat itu.. Blm lg kostum yg pake sayap2..

    Bisa dibilang aku jaranggg banget nonton festival gini.

    Itu ada perwakilan dr tamansiswa juga??? Ngeliatnya bangga iiih.. Hahahaha gini2 aku alumni tamansiswa. Mulai dari taman kanak-kanak, taman muda, taman dewasa sampai taman madyanya, di Tamansiswa LNG Arun, Aceh Utara. 1-1 nya di aceh, tamansiswa cuma buka cabang di sana :).

    ReplyDelete
  40. Saya pas scroll poto2nya selalu balik lagi liat yang tim SMA 1 Kokap. yang kudungan sendirian. eh cakep. scroll ke bawah. cakep kayaknya. scroll ke kokap lagi. lanjut baca bawah, scroll ke kokap lagi. yaudah liat videonya saja.

    btw, jangan-jangan itu tim yang nggak pake sendal, sendalnya itu yang nyangkut di kepala ibu2 tadi...

    ReplyDelete
  41. puassss lihat foto2nya mas :) belum pernah menonton langsung, paling liat foto2 pasukan bregada aja

    ini yg gagas acaranya sangat kreatif, klo dibikin festival gini seru banget, mengundang minat masyarakat sekitar, turis2 lokal dan turis asing

    ReplyDelete
  42. Jogja memang istimewa ya. Saya suka di jogja karena suasananya masih klasik aja kalau dirasa meskipun sudah banyak hal-hal yang modern di sana. Saya paling suka makan kuliner di pinggir jalan apalagi jajanan pasar hehe

    Kalau festival saya belum pernah sama sekali menjumpainya di jogja, karena ke jogja baru 4-5 kali. Kalau di lihat dari tulisan mas Andi, festival hampir mirip sama karnaval di daerah saya cuma yang membedakan di sini (Rembang) tidak ada arak2 kuda hehe maklum gak ada keraton. Cuma arak2an dan barisan barisan festival hampir mirip. Yah bisa dibilang parade kostum kreasi + batik mirip foto yang anda tampilkan hehe

    Salam mas Andi, semangat menulis

    ReplyDelete
  43. Saya sampai gugling arti bregada itu apa sih. Soalnya dr awal sampai akhir saya ga menemukan penjelasannya. Dan saya baru tau kalau bregada itu prajurit keraton ya? Maaf nih kalau salah. Maklum ibu bangsa kudet.. xixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba bacanya yang teliti, Teh. Saya udah tulis arti bregada lho d.atas. Malahan saya kasih tanda hitam bacgroundnya. Biar keliatan. Kalau bacanya dari atas pasti ada kok, Teh 😊

      Delete
  44. meriah banget festivalnya, kostum tradisionalnya juga unik2.
    ciri khas anak kost, apalagi saat libur bangkitnya klo matahari tegak lurus :)

    ReplyDelete
  45. Benar sekali, ini bener-bener keren.... apalagi saya yang hanya bisa lihat dari foto-foto, jepretan Mas Andi juga keren, bening.

    ReplyDelete
  46. Foto fotonya bagus ya.. Jd penasaranan nih..

    ReplyDelete
  47. ooo bregada itu maksudnya pasukan.
    Wah banyak tamu dari daerah (yang juga kerajaan) lain ya?
    Aku baru tau lho ada festival kyk gini di Yogya TFS

    ReplyDelete
  48. wah ini festivalnya keren banget,,, udah lama gak ikut nyaksiin langsung festival seperti ini, lebih meriah banget yah dari acara 17agustusan.

    ReplyDelete
  49. Kalo diperhatiin emang beberapa postingan terbaru ini banyak ngomongi Festival. Apakah sekarang Festival bisa jadi pekerjaan?

    Kalo ngomongi Jogja ngga ada habisnya. Mending rindu, kalo ngidam bisa berabe. Atmosfer kotanya itu. Apalagi makanannya~

    ReplyDelete
  50. Pasti seru nih pamerannya. Kalo aja aada di Jakarta. pasti saya udah kalap moto sana sini. dan betah liat sama aneka kostum yang dikenakan.

    ReplyDelete
  51. Duh.... Kalo lihat festival gini aku kok jadi kangen banget pengen ikut desak-desakan buat bisa fotoin masing-masing penampilan yang ada.

    Apalagi melihat Festival Bregada Nusantara ini banyak banget yang ditampilkan. Keknya ada puluhan ya mas, dari mulai yang ada banyak asap yang baunya buat mas gak tahan. Itu asap atau apa mas, kena bisa bau gitu? Sampe yang mirip merak itu aslinya keren banget.

    Buatnya gimana ya? SUka takjub sama kreativitas mereka yang keren.

    ReplyDelete
  52. aku pernah ikutan festival seperti ini, untuk tampil 1 hari latihannya sampe berbulan-bulan....

    ReplyDelete
  53. Jadi kepengen keliling jogja lagi wuehehe

    ReplyDelete
  54. Wahh keren banget festivalkayakgini.Coba gue tinggal di Jogja gitu ya...Semoga nanti gue dan suami bisa dpat kerja dan tinggal di JOgja. Apa aja ada kayaknya,sampai festival macam ini juga bisa dilihat.Gue suka amazed sama panitia festival gini karena pasti sibuk dan rumit abis Tapi mereka bisa. Yeayyy..

    Keren!

    ReplyDelete
  55. Semakin kesini, peserta festival semakin kreatif ide kostumnya juga ..., semakin ekspresif.
    Ngga kayak beberapa tahun kebelakang, ekspresi peserta pawai terlihat datar, ngga ada 'nyawa'nya ... ngga nyatu sama namanya pawai yang seharusnya tampil percaya diri dan tampil beda.

    ReplyDelete
  56. Jadi setelah melihat foto-foto di atas kelihatan banget acaranya super duper seru n so pasti festival kayak gt cuma ada di daerah jogja dan sekitarnya ya. Lha saya juga baru mau bertanya bregada itu apa oh ternyata semacam prajurit kraton toh...

    Kostum yang dipakai pesertanya unik-unik yaak apalagi ada rombongan yang sampai menjadikan sendal sebagai hiasan di kepala haha benar kreatif..

    oh ya rombongan yg nggak pake sendal itu anak tapak suci (tahu dari kostumnya) so wajar sih mereka jalan telanjang kaki panas2 gt krn sudah sering latihan maybe

    ReplyDelete
  57. Unik banget ya kang peserta-pesertanya. Sampe ibu-ibu aja ikutan, keren lihatnya. Gak salah kalo orang-rag pada bilang kalau Yogya itu tempat berkumpulnya para seniman. Anak sekolahnya juga kreatif gitu.

    Cowok yang narik kereta itu keknya mau latihan biar bisa nyaingin limbad ya :D

    ReplyDelete
  58. wkwkwkwkkw..
    kalau selasa mulu kapan sabtunya, *kaya yang sabtuan aja
    ini nih yang buat vina pengen banget ke jogja tapi masih belum kesampaian.
    bisa ga sih jogjanya di geserin dikit biar sampingan gitu sama Pekanbaru :(

    ReplyDelete
  59. wah aku paling suka dengan festival, kenapa? karena dengan festival kita bisa banyak belajar tentang budaya lokal setempat.

    ReplyDelete
  60. Makasih foto2 cakepnya... Seru ya :)

    ReplyDelete
  61. Duhhh...liat postingannya pengen banget liat festival ini, seru banget dan penuh dengan warna-warni penampilan budaya di festival ini dan menarik daya tarik wisata untuk dateng ke kota gudeg ini

    ReplyDelete
  62. wuiih, sultan sriwijaya sampe dateng.. meriah euy ini acara..
    aku seumur2 blm pernah dtg ke festival2,, kecuali karnaval 17an, eh itu terhitung sebagai festival ga ya? :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  63. Aduh gusti, selama inia ku suka meliput adat dan budaya, tapi BELUM tahu kalau keluarga biru dari Palembang masih ada. Aku cari info dulu di Internet tentang mereka dan istana pingin ngulik tentang hal ini.

    Thank you mas

    ReplyDelete
  64. Woowwww... Total banget ya mas... Semua detail cerita dan foto2 ya... Membantu banget buat saya yang baru pertama kali denger festival bregada..makim bangga dengan kekayaan budaya Indonesia. .
    .
    Www.melatirayasihotang.blogspot.com

    ReplyDelete
  65. salah satu wishlist sha setelah liat festival: pengen di dandanin dan ikut carnaval. Kata adek sha yang udah pernah, capek jalan kakinya hahaha

    ReplyDelete
  66. mantap ya... memelihara budaya bangsa... bukti cinta negara... hehehe...
    mas, sesekali liput jagakali festival di cirebon mas...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)