Bernostalgia dengan Kuliner Lawas di Pasar Kangen Jogja 2018


DiaryMahasiswa.com | Dear Diary. Jangan rindu, kangen aja. Kalian lagi kangen gak sih sama seseorang? Sama siapa aja? Beneran lagi kangen sama aku. Ih, sama atuh ^_^

Kangen merupakan suatu perasaan yang sering dialami oleh setiap manusia ketika rindu kepada seseorang atau pun sesuatu yang sudah lama tidak berjumpa. Bener apa bener?

Pasti kalian juga pernah merasakan perasaan kangen, seperti halnya, ketika kalian rindu akan makanan dulu disaat kecil, yang pernah kalian makan atau kangen juga akan permainan tatkala masih kecil.

Kerinduan akan zaman dulu, khususnya Yogyakarta kini dapat terobati. Sebab, demi mengobati rasa rindu akan kuliner zaman dulu, hadir kembali Pasar Kangen Jogja 2018.

Sebelum kalian lanjut baca, kira-kira tahu belum nih pasar kangen Jogja itu apa?

Masa sih nggak tau? Serius?

Oh, gitu, taunya kangen sama aku aja ya :)

Well, jadi pasar kangen Jogja ini tempat dimana kalian bisa menemukan jajaran kuliner tempo dulu yang sudah sangat langka dan sulit dicari saat ini.
Pasar kangen Jogja 2018 dilaksanakan di Taman Budaya Yogyakarta mulai dari tanggal 07-16 Juli 2018. Selain pameran kuliner, panitia juga akan menggelar pertunjukan kesenian tradisional yang diikuti oleh 32 kelompok seni.

Pasar kangen Jogja 2018 ini sudah yang ke-11 lho. Para pengunjung juga berkesempatan mendapatkan give away berupa voucher kuliner dari panitia. Pasar kangen Jogja dibuka bagi umum dan tentu GRATIS, kalian cukup membayar parkir saja, kalau bawa motor kemarin aku bayar Rp.3.000,- untuk mobil tentu lebih mahal. Mungkin 5k, kalau mau gratis jalan kaki aja ya..hehe

Berangkat sepulang dari masjid shalat Ashar, memilih sore biar gak panas dijalan. Sesampainya disana ruamene puol, udah gitu macet lagi jalan menuju Taman Budaya Yogyakartanya.

Sesampainya di tempat parkir banyak banget orang yang datang. Karena bersebelahan dengan taman pintar jadi makin penuh tempat parkirnya. Sampe-sampe turun mau belok nyimpen motor aja susah. Coba deh kalian lihat, penuh banget kan.


Sesampainya di depan gerbang Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sudah banyak orang yang satu persatu masuk. Ada juga yang rombongan. Begitupun yang jualan sangat ramai.


Begitu melewati gerbang, terpampang jelas jadwal pertunjukan di pasar kangen setiap harinya.


Acara ini berlangsung dari pukul 12.00 - 22.00 WIB selama hari penyelenggaraan. Kami mengunjunginya gak sedari awal, tapi hampir akhir, mepet lah. Tepatnya di tanggal 15 Juli ini. Bukan sengaja mepet akhir, tapi karena bisanya baru hari itu.

Baca juga : Kemit Forest Education, Wisata Kekinian di Sidareja, Cilacap Jawa Tengah

Tadinya mau berangkat sendiri tapi siapa yang mau fotin aku nanti, wkwk. Akhirnya aku mengajak sahabatku, Anin namanya. Itu lho Anin yang sempat terjatuh dan tak bisa bangkit lagi disaat aku ajak gowes ke hutan pinus.

Masih ingat kan?
Kalau lupa bisa kalian baca disini ya :  Suka Duka Gowes ke Hutan Pinus Mangunan, Jogja 

Baru aja masuk udah di sambut berbagai jajanan lawas. Coba kalian baca, ada tempe benguk, kipo, jamu jowo dan masih banyak lagi yang lainnya.





Foto dibawah ini yang warna-warni ke atas seperti bendera itu sebenarnya sapu lidi, hanya saja di cat dan terlihat bagus kalau direndengkan seperti itu. Kreatif ya.


Pasar kangen Jogja ini sangat cocok bagi kalian yang ingin icip mengicip jajanan lawas, aneka makanan tradisional, makanan lawas tempo dulu. Nih aku kasih lihat fotonya. Hati-hati bikin ngiler.

source pic/instagram.com/jogjatulen

source pic/instagram.com/jogjatulen

source pic/instagram.com/jogjatulen

Hayo jadi pengen apa enggak? Coba kalian tebak kira-kira makanan apa aja itu?

Pasar kangen Jogja juga sangat cocok bagi kalian pemburu barang-barang lawas, kerajinan dan mainan lawas, barang antik, maupun kesenian dan pernak pernik lainnya yang mempunyai keunikan.

Udah siap lihat?

Lanjut baca ya :)

Sampe habis lho ya ^_^

Nah waktu pertama keliling kami langsung ke barang-barang lama terlebih dahulu sebelum nantinya kulineran. Kan lebih baik capek-capek terlebih dahulu, setelah itu barulah istirahat sembari beli jajan. Berikut ini ada barang-barang berupa uang jaman dulu, tidak hanya bisa dilihat tapi bisa pengunjung beli juga lho untuk koleksi.


Dipilih-dipilih, gak cuma uang kertas aja lho, uang koin mulai dari 1 rupiah juga ada.


Kalau yang ini kalian perhatian lebih detail. Yang ini menjual permen basoka jaman dulu, jajanan seperti sukro pun ada. Kalau aku inget sepertinya waktu SD sangat banyak warung-warung yang menjual.


Perlu waktu memang untuk mengelilingi stand-stand barang yang ada di pasar kangen Jogja. Bayangin banyaknya dan penuhnya juga. Terlebih waktu sore, dimana para pengunjung pun banyak yang datang. Terlebih bagi mereka yang baru pulang kerja, bisa aja menyempatkan main langsung.





Bagi yang suka koleksi perangko, pasar kangen Jogja sangat cocok untuk menambah koleksi perangko kalian. Hayo kapan terakhir kalian pegang perangko. Apa? Lupa... keterlaluan..hehe


Kalau kalian tahu buku-buku ini dulu, itu tandanya kalian sudah cukup berumur..wkwk. Kapan nikah? | lah aku tanya dewek :D


Ini dia yang keren. Kamera, yah kamera. Dan ini kamera tahun 90-an lho. Dan gokilnya ini kamera ada yang masih bisa digunakan lho. Kurang tahu berapa harganya, sore itu aku gak sempat tanya. Karena penuh juga jadi di setiap satu stand gak lama.


Kalian tahu ini apa? Intinya alat yang satu ini bisa bunyi, ayo apa? Dan masih bisa digunakan lho. Keren kan. Perawatannya luar biasa.


Satu hal yang sangat amat aku ingat, yaitu komik yang ditulis oleh TATANG. S. Sedari duduk di sekolah dasar aku sering banget beli komik yang ditulis oleh Tatang S. Jadi inget banget, terlebih foto-foto covernya aku rasa familiar dan mudah diingat.


Setrikaan jaman dulu juga ada disandingkan bersama sepeda mini rasanya aku ingin memilikinya. Tapi gak beli, karena hanya keinginan bukan kebutuhan. Padahal mah gak ada uangnya juga..hehe


Bagi penyuka fashion pasti gak aneh sama merk yang satu ini. Atau jangan-jangan kalian punya celana atau pakaian yang merknya seperti foto dibawah ini?


Majalah. Ya, majalah bobo ini sangat familiar denganku, karena waktu kecil aku sering dibelikan majalah bobo oleh ayahku. Dan sampe sekarang juga masih ada, tetap aku simpan. Sesekali ketika aku pulang dibuka, dibaca dan rasanya seperti kembeli ke masa kecil lagi.


Koper jaman dulu juga ada lho, bentuknya lebih besar dan sepertinya masih layak pakai.


Lebih detail melihat setrikaan jaman dulu nih. Tapi jangan fokus senyum perempuannya ya..hehe


Tidak hanya barang-barang yang ada diatas tadi, kelander tahun 70-an pun dijual di pasar kangen Jogja. Kira-kira ada yang mau beli gak ya?


Baca juga : Indahnya Sunset di Pantai Cemowo Sewu Yogyakarta


Coba kalian perhatikan, ada permainan game jaman dulu juga. Waktu kecil aku biasa menyebutnya gamebot. Di tempat kalian apa?


Ada majalan yang menceritakan kisah si kancil lho. Kalian pernah baca gak? Cerita si kancil waktu kecil itu sangat-sangat familiar. Bahkan sering di ceritakaan disaat mau tidur. Ada yang pernah ngalamin?


Terdapat juga topeng-topeng jaman dulu, ngeri sih lihatnya. Serem gitu dan terdapat juga kain, kalau di sunda disebutnya samping.


Dan buku yang satu ini jeng-jeng-jeng..hehe. Ternyata dulu ada buku bacaan khusus dewasa yang judulnya MIYABI. Dan aku dulu gak tahu, mungkin kalian para pembaca diary kali ini pernah tahu?


Dan terdapat poster film juga nih, entah kapan membuatnya. Yang jelas ini terdapat di pasar kangen Jogja 2018. Dengan judul, MIYABI, "Aku Masih Perawan".


Di pasar kangen Jogja ada semacam maskot. Tapi ini orang yang dicat gitu, para pengunjung banyak yang berfoto juga. Sepertinya memang bayar, gak tahu berapa. Kebetulan waktu itu aku gak foto. Tidak hanya foto tapi kita juga bisa sembari memegang papan yang ada tulisannya.

source pic/instagram.com/jogjatulen

Sekarang ngomongin kulinernya yuk. Karena fotoku kurang lengkap. Aku ambil dari instagram.com/koodristin. Itu semua demi kalian lho, iya kalian para SDM (Sahabat Diary Mahasiswa).

Di pasar kangen Jogja terdapat jajanan dengan nama lentheng juruh. Kira-kira kalian pernah makan atau nggak nih?


Terdapat juga sate kere. Kalian suka? Jujur sih kalau aku kurang suka, pernah makan disaat ada Bantul Expose, teman sih yang beli tapi aku kurang suka. Kurang pas gitu di lidahku.


Kalau yang satu ini kaian pasti gak asing ya, dan sepertinya sering melihat dan aku yakin pasti sering makan juga kan? Ada pecel, dan apa lagi itu namanya, aku lupa..he


Ini dia gulali. Makanan favoritku disaat sekolah dasar dulu. Sebuah makanan yang bisa dibentuk berbagai macam mainan seperti mobil-mobilan atau seperti foto dibawah ini yaitu bunga. Bisa juga dibentuk burung dan lain sebagainya. Yang jelas yang jualan itu kreatif.


Pernah mendengar limun? Bukan timun lho ya. Di tempat kalian kira-kira ada nggak?



Nah ini nih yang kemarin waktu aku kesana ruame banget. Jenang gempol namanya. Namanya juga Jenang spesial, jadi rame itu wajar, lah banyak orang yang pengen..he


Cukup jadi pembicaraan juga nih makanan yang satu ini. Rambut nenek namanya, jajanan ini memang populer ditahun 90-an. Makanan yang bernama rambut nenek ini biasa disebut juga dengan Arbanat. Makanan ini terbuat dari gula dan saat ini makin langka orang yang jual.


Clorot ini pasti setiap daerah beda-beda ya namanya. Kalau di tempat kalian namanya apa?


Ini yang aku suka, es gosrok jadoel. Emang jadul sih, dulu populer banget. Sekarang mulai susah kalau mau cari es gosrok.


Capek nggak bacanya?
Ah, masa sih. Capekan aku dong yang langsung explore pasar kangen Jogja..hehe. Tapi setelah capek kami langsung icip-icip kuliner, kalau kalian bacanya capek. Berhentilah sejenak, berdiri pergi ke dapur dan minumlah.

Sudah ?
Mari lanjut baca diary lagi :)

Sempat juga melihat Bajigoor, kunir asem dan es campur. Tapi penuh juga. Tapi sekilas aku dan Anin melihat menu kupat tahu. Karena laper Anin pengen, daripada antri lagi, ya udah aku samain aja beli kupat tahu. Minumnya es jeruk dan es mangga.


Coba kalian lihat jalan aja sampe susah lho. Kalau males jalan jangan kesini ya, nanti keinjek deh..he


Mampir juga di tempat mendoan. Mendoan ngapak itu lho, yang ukurannya guede-guede. Waktu itu aja harganya Rp.10.000,- dapet 3 buah.


Dan inilah hasil antrian kita, kupat tahu dan es mangga.

Mana kupat tahunya, Ndi?

Lah, itu yang tempatnya kayak minuman..hehe

Kecil memang, dan harganya sama seperti pada umumnya. Rp.8.000,-


Ini nih kalau kurang jelas, kupat tahu yang 8k harganya. Dan foto yang sebelah kanan dibawah ini aku beli lagi. Es campur namanya. Kalian pasti pernah beli lah. Sering malah ya?


Tidak hanya itu teman-teman, aku juga menyempatkan merekam video dengan gadget sederhanaku. Buat apa? Ya, buat kalian, biar tahu seperti apa suasana pasar kangen Jogja itu.

Coba deh tonton, tapi sampe habis ya. Biar tahu juga. Ada pementasan musik juga lho. Kalau bagus jangan lupa like, share juga boleh. Apalagi subscribe, boleh banget :)


Segitu dulu aja ya, next time aku tulis diary yang lebih seru lagi. Jangan lupa makan, jangan lihat jajanan di diary yang satu ini terus ya :)

July 18, 2018 - 161 komentar

161 comments:

  1. Wah iya nih kabarnya lagi ada pasar kangen ya, wkwk. Sayangnya belom kesono, duh, kenapa selalu ada acara keren ketika gue ngga ada.
    Ngomong-ngomong bedanya gudeg lawas sama yang kekinian ada mas? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kelar, Mas..he
      Tahun besok aja ke pasar kangen Jogjanya, sekarang udah tutup sih :D

      Aku rasa sama aja sih, mungkin dari penyajiannya aja yang beda. Kebetulan belum nyobain aku, Mas. Sekedar suka aja sih sama gudeg gak begitu maniak suka..hehe

      Delete
    2. Wah udah closed hihi, tahun besok mudah-mudah deh ya, berarti ini agenda tahunan ya mas?

      Oh gitu, wkwk gue suka banget tuh mas sama gudeg jogja, manis-manis gimana gitu. Hehe oh iya link web ini udah gue taro di register page ya mas. :D

      Delete
    3. Betul ini agenda tahunan. Dan pasar kangen 2018 ini udah yang ke #11 lho. Jadi udah cukup lama. Memang gak lama sih, tahun ini aja cuma dari tanggal 07 - 16 Juli. Meskipun gak lama tapi sangat berarti, terlebih bagi mereka yang mencari barang jaman dulu kuliner lawas. Wajib ke pasar kangen.

      Manis-manis nagih ya..haha
      Shap, nanti aku cek ya :)

      Ya udah ke Jogja lagi aja, nanti beli gudeg yang banyak :D

      Delete
    4. OTW jogja besok pagi jam 00.40 :D

      Delete
    5. udah stay manis di jogja nih bro, cuman lupa ngga update snpagram :D lagi ada acara dulu sampe besok rebo. hehehe

      Delete
    6. Oh, ngono toh.
      Btw di Jogja lama?
      Atau emang kuliah di Jogja ya?

      Delete
  2. Jogja! Ah sepertinya kota ini menjadi destinasi yang entah gimana ceritanya, selalu saja dipertemukan atau diberi kesempatan untuk kesini lagi. Rinduuu! Mumpung lagi bahas soal kangen- kangenan yekaaan haha.

    Mas, itu lengkap tenan ya serba-serbi lawasnya. Pengen ke jogja lagi jadinya, tapi pas lagi ada event seperti ini. Dijamin ngiler di setiap sudut jualan ini mah wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan rindu, kangen aja. Seperti halnya pasar kangen Jogja yang selalu membuat kangen. Meskipun di adakan setiap tahun sekali tapi banyak dinanti-nanti..he

      Iya emang lengkap, jadi kalau memang ada yang cari barang lawas di pasar kangen sepertinya bakal ketemu deh. Borong dah :D

      Betul, meskipun ramai ngilernya tetap aja ada. Makannya aku tahan untuk kulineran di akhir saja..he

      Delete
  3. Dua kali kesana dan kehabisan sate kere 😭 Ternyata sejak belum gelap pun udah rame banget yak parkiran motornya udah berjubel gitu. Tapi worth it sih, nggak nyesel, bisa icip icip maeman yg selama ini belum pernah cobain, semacam Gebleg 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk..wah belum beruntung nih, Teh Ajeng..hehe
      Iya memang, dan sepertinya rame sedari dibuka deh, yaitu pukul 12.00 siang itu.

      Memang pasar kangen itu bisa jadi tempat untuk icip-icip jajanan lawas atau belanja barang jaman dulu.

      Waktu ke pasar kangen Jogja tanggal berapa, Teh?

      Delete
  4. Jiah kelewatan lagi nih event-nya Pasar Kangen, padahal niat pengen nostalgia di sana tapi apa daya belum waktunya ke Jogja nih. Itu ada sate kere yah, hehehe makanan jaman saya kecil itu, dulu suka banget dibeliin sama orang tua. Walau bukan daging sih tapi saosnya enak bangetlah. Itu juga, waduh banyak banget nih jajanan waktu saya kecil, duh Gusti kangen banget rasanya. Soal koleksi, saya penasaran sama bentukan kamera sama kopernya tuh. Kalau koper jaman dulu di rumah pernah punya sih tapi dah lama dibuang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa, Mas Bimo. Siapa tahu tahun berikutnya bisa menghadiri sekaligus icip-icip makanannya juga..he

      Oh, yah. Wah mas Bimo suka banget dong sama sate kere ya?
      Mas Bimo punya juga, sama gak seperti di foto kopernya, Mas? Pasti sih setiap orang yang datang langsung atau sekedar melihat postingan ini pasti kangen, bernostalgia juga..hehe

      Jadi, kapan ke Jogjanya, Mas?

      Delete
  5. Gabrielle sama cardinal masih sering liat di mall tapi sekarang LBH suka osella dan tirajeans, haha..


    Makanannya emnk sungguh bikin ngiler dan kirain fhoto awalnya itu teman trupnya diary mahasiswa yg cantik2;

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..Bukan, Mas. Itu foto pasar kangen tahun lalu dan jadi penyedap sebelum baca diary ini selanjutnya :D

      Btw, gimana jadi ke Andong, Mas?
      Aku belum ada waktu eung, makin sibuk terlebih bakal ketemu kerjaan-kerjaan kedepannya ini :D

      Delete
  6. Uuwwoooww!!! Sumeringah aku bacanya...bisa melihat aneka jajanan masa dahulu yang ada dijogja..

    Seperti tempat wisata namun pada kenyataannya hanya sebuah pasar kangen yang boleh dikatakan cukup fantastis...ditambah ada buku karya tatang.s buku bacaan kala aku SD dulu...😄😄😄

    Bahkan ada juga minuman favorit aku tempo doeloe alias Limun...😂😂😂 Dan masih banyak lagi deh...Seolah2 jadi ingin mengulang masa lalu..😂😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik dong, awas ngiler sama makanannya, Mas?
      Sama, Mas itu buku bacaan aku juga disaat duduk di bangku sekolah dasar dulu.. :D :D

      Wah bernostalgia bernostalgia bener yah, Mas..he
      Andai bisa diulang masa lalu itu, Mas :D

      Delete
  7. Udah selesai ya :(

    Jogja itu seakan ga pernah kehabisan event-event kreatif seperti ini. Tapi tiap ke Jogja pasti momennya ga pas :(

    Ga pernah bertepatan dengan event-event seperti ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah selesai, Mas..

      Sepertinya, Mas Jo ini belum beruntung. Coba kontak aku tak kabarin nanti biar langsung cus..hehe

      Semoga dilain kesempatan semoga bisa hadir di event-event yang ada di Jogj lagi ya, Mas.

      Delete
  8. Foto yang paling atas kayanya Pasar Kangen 2017 apa ya mas?
    nah yang lidi-lidi sapu itu 2018. Ke sana pas malam minggu (salah waktu) alhasil nggak bisa jalan saking penuhnya :(
    boro-boro sempet jajan. Antreannya buanyakk...
    Itu fotonya lengkap sekali, baru sadar pas ke sana cuma nyicip limun thok :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya gitu, Teh. Aku cari aja sih biar jadi pemanis aja..wkwk
      Betul yang lidi-lidi itu 2018. Malam Minggu mah pasti rame, Teh. Aku mah hari Minggunya, Teh. Pulang aja malem-malem..he

      Aku aja susah itu waktu jajannya, Teh. Penuh. Dan hati-hati banget itu temenku si Anin, takut kena copet di keramaian..ha

      Kurang lama juga sih ya pasar kangennya, Teh :(

      Delete
  9. wah rame bangetnya. Kuliner nya juga banyak sekali,,... jadi ingin nyoba semua kulinernya deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah udah telat, kan udah tutup pasar kangen Jogjanya untuk tahun sekarang ini :)

      Delete
  10. Jogja ngangenin emang, tapi aku lebih kangen rumah hehe, udah kelamaan di Jogja malah nggak betah di Jogja, kemaren mau barengan temen-temen buat ke pasar kangen, tapi karena satu dan lain hal agenda ke pasar kangennya terpaksa dibatalkan hehe.semoga aja sih tahun ini bisa ke pasar kangen lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..Jogja emang ngangenin, tapi rumah lebih ngangenin emang. Karena rumah itu tempat dimana kita pulang. Sejauh apapun merantau tetap pulangnya ke rumah.

      Lebih baik pentingkan yang penting dulu, Mas..he
      Bukan tahun ini, Mas? Kan pasar kangen Jogja 2018 udah tutup, paling adanya nanti pasar kangen Jogja 2019 :)

      Delete
  11. OMG! Gue pingin banget ke situuu, yang paling gue pingin beli adalah bukunya Tatang S. Dulu harganya kalau nggak salah 1.500 apa ya beli di pak Haji dekkat rumah. Mainannya juga mainan jaman 90an bangett, makanan juga. Jadi kangen masa kecil, Di!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah udah tutup, Teh :(
      Buku tulisan Tatang S itu memang kenangan banget, melihatnya aja jadi inget masa kecil. Bernostalgia banget pergi ke pasar kangen Jogja itu..he

      Iya dulu murah banget, sekarang mungkin lebih dari segitu :D
      Sama, Teh. Masa kecil jadi lebih terasa nostalgianya ketika mengunjungi pasar kangen Jogja 2018 :)

      Delete
  12. Kangen!!! Asli kangen bgt tp tahun ini nggak bisa menuntaskan rasa kangen ke jogja.. Demi kemaslahatan umat mas :( hahaha
    Pokoknya yg paling bikin kangen tuh kulinerannyaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah :(
      Haha..serius ki, kemaslahatan umat? :D

      Pasti, terlebih kalau bisa hadir pasti bakal kenyang tuh icip-icip kulinernya :D

      Delete
  13. Makanan Jogja emang tidak pernah salah. Sekali waktu pernah ke Jogja dan masih kebayang rasa gudegnya sampai saat ini~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik bener, terlebih kalau bisa hidup disini ya, Mas. Beuh teringat terus rasa makanan dan asiknya jalan-jalannya ya :)

      Delete
  14. Wah even pasar kangenya emang bikin kangen iya. Lengkap, bisa sekalian bernostalgia.
    Kuliner jaman dulu yang melegenda juga ada.

    Owh uya itu buku bobo dan komik petruk, bacaan kegemaran aku saat masih SD, masih ada iya.

    BTW juga salah fokos sama photo miyabi yang berjilbab, haha.

    Keren lah iya acaranya ndi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Bener-bener nostalgia ini..he
      Sama, aku juga waktu sekolah dasar sering baca komik itu, Mas. Majalah boboku malah masih ada sampe sekarang disimpan.

      Haha..iya itu miyabi pake hijab :D

      Iya keren, dan bener-bener namanya pasar kangen. Setiap orang yang datang jadi kangen akan masa kecilnya..he

      Delete
  15. Wah liputan dan acaranya keren, Mas. Semua yang dari jaman dulu ada semua di sini. Yang barang-barang antik itu mengingatkan pada Pasar Klitikan di Semarang, terutama uang kunonya. Tapi koleksi barang lainnya lebih lengkap di sini.

    Saya bacanya jadi baper nih, tiba-tiba teringat masa kecil, rumah kontrakan yang dulu kami tempati, teman-teman kecil yang sekarang entah di mana dan mainan/jajanan saat itu. Beneran kangen deh, bukan rindu hehe..

    Jajanan rambut nenek itu mirip aromanis, dulu yang jualan sesebapak berjalan kaki keliling kampung sambil memainkan biola, bunyinya ngik ngok ngik ngok gitu. Terus dikerubuti anak-anak kecil hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh keren ya. Di Jogja juga ada lho pasar klitikan, tahu juga?
      Sama barang yang dijual jual itu antik, yang modern juga banyak sih. Atau emang sama konsepnya seperti yang di Semarang ya?

      Iya ini lengkap banget pasar kangen Jogja. Jadi orang yang datang bener-bener dibuat kangen akan masa kecil dulu :D

      Iya jangan rindu kangen aja :D

      Yah nostalgianya merembet ke masa kecil..hehe
      Memang gitu sih masa kecil itu banyak banget kenangannya, kalau di ceritain jadi buku kayaknya..haa

      Memang aromanis kok, Teh. Bener, dan memang agak beda sih sama aromanis yang sekarang. Tapi udah agak jarang deh yang jualan aromanis saat ini.

      Wkwk..ngik ngok ngik ngol :D
      Masa kecil banget itu mah, eh jadi teringat juga dulu waktu kecil mainan biola yang dibuat sama kakek. Tapi sekarang udah rusak karena termakan rayap.

      Delete
  16. Waah banyak jajanan dan mainan masa kecil. Jadi kangeen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, sesuai namanya pasar kangen. Jadi setiap orang yang lihat jadi kangen, terlebih yang datang langsung kesana.

      Delete
  17. Lucu juga namanya, Pasar Kangen. Yang kangen zaman lawas, memang wajib datang ke sini kali ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, jadi setiap orang yang datang jadi kangen akan masa kecilnya. Terlebih makanan dan barang-barang lawasnya.

      Delete
  18. Gue tiba2 kangen dengan foto paling atas itu mas. Aduh. Wkwk

    Ngomongin pasar kangen ini ditempat gue tinggal juga ada pasar sejenis gini. Tapi belum dikelola dengan baik sih, masih belum serame pasar kangen jogja. Semoga aja kedepan makin rame lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..emang sebelumnya pernah ketemu?

      Oh, gitu. Namanya apa, Mas? Pasar juga kah?
      Aamiin, kalau udah rame jangan upa explore ya, Mas.

      Delete
    2. Waduh, apa ya? Lupa mas namanya mas. Hehe

      Semoga klo makin rame dan rame bisa lebih banyak dikenal masyarakat Indonesia. Hehe

      Delete
    3. Coba di inget lagi, siapa tahu udah inget sekarang :D

      Aamiin, Mas. Dan tentunya jadi makin mudah ya orang cari barang lawas..he

      Delete
  19. Allohuakbar serba jadoeeeeeel, dan ada bobo jadul omaigaaad ini yg aku cari2 slama ini, keknya yg deket majalah kancil bobo 90an awal ya ndi pa 80 an, tanyain donk harganya brp bobonya hiks

    E ada gempol pleret jg aku pnasaran loh gempol pleret ini ni slinya tepung bukan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah udah kelar acaranya juga, Teh. Aku nulis diary ini juga udah selesai.
      Coba deh tahun depan lagi ya, dan kalau ada teh Nita coba cari tahu. Siapa tahu aku masih di Jogja. Nanti bisa kesana dan nitip beli juga boleh..he

      Nah aku juga penasaran, kemarin gak cari tahu karena banyak bet orang yang datang, Teh. Mungkin kalau nanti ada lagi bisa kesana sedari awal buka, mungkin bisa banyak explore disana :)

      Delete
  20. wahhh bener-bener nostalgia ini mah, banyak barang zaman dulu dimana saya pun belum lahir wkwk

    Itu setrika yang pake arang ya..di rumah nenek saya masih ada dan kadang masih di pake..ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..tapi meskipun beblum lahir bisa lho memiliki barang jadoel ini.
      Iya itu pake arang, dulu aku juga ngalamin pake setrikaan seperti itu.

      Delete
  21. aku taun ini miss mas
    huhu kebanyakan di Malang lagi mau ada ICD Kompasiana

    aku padahal pengen beli es gandul
    sama ngglempoh bareng2 sambil makan nasi kuning
    aku suka banget nasi kuningnya
    sama jenang gendul sih
    orang Jogja masih juara lah dibanding Malang klo buat ginian heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Gak popo, Mas. Tahun depan juga masih ada pasar kangen Jogja..he

      Kalau sengaja cari gak ada kah, Mas di Malang?
      Terkadang makanan sederhana seperti itu gak mudah dicari disetiap kotanya ya, Mas. Dan kalau udah nemu duh rasanya ngangenin bet..he

      Delete
  22. Jadi tambah kangen sama jogja. Kayak orang ngidam jalan ke jogja

    ReplyDelete
  23. Heemmm maknyus rasanya jika kesampean kesono, pasarnya serba ada dari makanan khas pernak pernik tempoe doeloe, lihat tuh ada strika abu bakar, dulu waktu kecil pernak ngayal pengen memiliki

    benda benda miniatur dan juga uang pertama kuno, pokmen serba ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Coba kalau bisa ke pasar kangen pasti bisa memilikinya, Mas. Buat pajangan juga bagus..he

      Betul, Mas. Cocok banget bagi orang yang suka akan koleksi barang jaman dulu.

      Delete
  24. Setrika yang berat dan diisi arang itu, dulu di rumah ada. Tapi saya tidak kuat menggunakannya, berat banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makin kesini makin enteng aja setrikaan, makin canggih juga :)

      Delete
  25. ini mah betul-betul bikin kangen , jadul banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Nostalgia lah bagi anak tahun 90-an..he

      Delete
  26. Rambut nenek itu yang paling kukangeni karena jajanan kala kecil. Enak rasanya dan lebih enak daripada aromanis meski dari segi rasa hampir mirip. Namun sensasi gula lumer di lidah ala rambut nenek tak tergantikan oleh aromanis. Enmtahlah, yah. Jadi lupa cara bikinnya gimana.
    Senang lihat keramaian pasar malam di sana soalnya di sini gak ada pasar malam ala Jogja. Yah, Balubur Limbangan tak bisa dibandingkan dengan kota kuliner lain.
    Ada banyak barang lawas yang pernah kulihat di foto, setrikaan lucu, komik Tatang S. pernah kubaca, dan majalah Bobo ingin kuborong semua. Hi hi. Masa kecilku juga ditemani Bobo langganan yang biasa dibawa bapak sepulang ngantor tiap Kamis malam.
    Minuman tradisional justru lebih kuminati. Kayak kencur dan wedang.
    Semoga bisa ke Jogja bareng keluarga jika punya banyak rezeki untuk pelesiran. Aamiin. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh. Dan saat ini udah jarang yang jual. Coba inget2 cara bikinnya, Teh, nanti sekalian bikin tips cara bikinnya. Kan enak kalau bikin sendiri bisa puas makannya.. :D

      Ini pasar kangen ibarat acara tahunan sih, Teh. Jadi memang cuma beberapa hari aja, gak ada tiap hari seperti pasar pada umumnya.

      Aamiin, ditunggu di Jogja, Teh.

      Oh, yah. Wah sama penguka majalah bobo lagi, pasti kalau kesampean ke pasar kangen udah di borong itu majalan bobonya :D

      Delete
  27. limunnya itu sama gk mz dengan lemonade sarsapaila??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya kurang tahu eung, Teh. Waktu itu gak sempet beli limun, lah ruame sih jadi susah mau beli ini itu, gak semuanya kejangkau..he

      Delete
  28. Ya Allah, Tatang S, inget waktu SD. Ada lagi komik Crayon Sinchan. Wah ini mah bener-bener keren mas Andi. Sumpeh deh. Jadi pengen melipir kesana. Itu kameranya pasti masih pakai roll kan, soalnya saya juga punya dulu, merk Pentax. Jadul banget, hahaha... Suruh ke Depok lah mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh kurang tahu detailnya eung itu kamera, waktu itu gak sempet oprek-oprek..he
      Iya sih jaman dulu saya juga ngalamin yang pake roll, Mas. Jadul tapi penuh kenangan kan..he

      Iya itu komik bikin kangen memang, Mas. Andai ada tiap hari, bisa sewaktu-waktu kalau lagi ada uang beli deh :D

      Delete
  29. Wah seru banget! Aku daridulu pengen ke Jogja tapi gapernah kesampaian :(

    ReplyDelete
  30. ini acaranya berarti setiap tahun dan ditanggal yang sama? bener gitu ga?
    wah, jadi pengen kesana jadinya. ini banyak banget makanan jadul yang belum pernah gue coba, jadi penasaran sama rasanya.
    dan ini sih buat yang penggila barang jadul, jadi tempat favorit banget.
    klo gue kesana, uang gue akan lebih banyak habis untuk beli makanan dan pajangan buat kamar. kalo majalah, boleh baca ditempat aja ga sih ya?
    ga mau rugi banget anaknya emang. eheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setiap tahun, dan ditanggal yang sama kurang tahu, Mas. Yang jelas ada setiap tahunnya. Nah itu kalau ke pasar kangen Jogja itu bener-bener bisa bernostalgia, dan datang setiap hari selama acara berlangsung sepertinya gak bakal bosen juga deh :D

      Setuju, dijamin yang suka akan barang jadul bisa borong di pasar kangen ini.

      Boleh kok, asal gak terlalu lama aja, kecuali kalau sepi, Mas.
      Karena kalau lagi rame jangankan bisa buka bukunya, pengen pegang aja susah karena desak-desakan penuh orang yang setiap saat silih berganti..he

      Delete
  31. Sekarang, si beberapa tempat di Jawa Tengah memang banyak banget ya pasar-pasar yang dibuat secara unik dan kekinian.
    Inget banget terakhir kali aku main ke pasar yaitu di semarang, namanya pasar semarang Tinjomoyo.
    Wah gelaseh, pasarnya modern banget dan yang pasti Rame abis! sama seperti pasar kangen Jogja !
    Bedanya, makanan disini sepertinya lebih banyak dan beragam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Jadi menarik para pengunjung juga terlebih untuk diabadikan..he

      Oh, gitu, aku baru denger malah nama pasar itu. Jadi penasaran..ha

      Tahun depan kalau ke Jogja dan ada pasar kangen coba aja deh, Mas. Biar gak penasaran lagi..he

      Delete
  32. Baru baca artikelnya ini, malah lihat videonya duluan. Aku ngiler sama jajan2nya disana itu mas. Tradisional dan macem2.. Emang dasar doyan makan sih Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa, apalagi makan jajanan lawas, kan jarang-jarang..hehe

      Delete
  33. Duh! Itu kuliner dan barang jadul semua beneran bikin kangen sama masa kecil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dan pengen rasarnya kembali ke masa kecil..he

      Delete
  34. Waduh, kulinernya bikin ngiler semua :D

    ReplyDelete
  35. Jaman magang di Jogja tahun 2014 itu, yang tak datengi sama temen-temen, Pasar Kangen apa FKY, ya? Lupa. Hahaha. Dulu lokasinya di Pasar Ngasem yang deket Kraton itu. Lupa XD

    Ada clorot juga disini? Itu kan makanan khas Purworejo. Tapi di tempat lain juga ada ding. Cuma beda nama setauku. Kalau di Rembang, namanya Dumbeg (kalau nggak salah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya sih Pasar Kangen dulu, Mas.
      Nah kalau FKY itu suka barengan sama Bantul Expo acaranya..hehe

      Beda-beda memang ya, Mas. Tapi udah dua pekan ini kalau tidak salah tempatnya di Taman Budaya Yogyakarta itu, Mas.

      Oh yah, aku baru tahu malah kalau makanan itu khasnya Purworejo..he
      Ternyata beda-beda ya namanya, unik dan khasnya Indonesia banget.

      Kapan ke Jogja lagi, Mas?

      Delete
  36. Keren ya event nya, btw itu semacam event rutin tahunan atau gimana? Soalnya baru denger tentang pasar kangen.

    Jadi keinget waktu dulu di jogja keliling nggak jelas. Cuma belum pernah denger pasar kangen, lain kali kalo ada kesempatan main kesitu lah. Hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya rutin tahunan, dan pasar kangen di tahun 2018 ini udah yang ke-11 lho. Tunggu tahun depan biar bisa ikutan juga, Mas..he

      Harus, Mas. Tapi masa dimana awal-awal juga aku suka gitu keliling gak jelas. Sekarang juga masih, hanya saja sekarang lebih suka sembari gowes, sekalian ngapalin jalan :D

      Delete
  37. Ya ampuuunnn, saya kangen banget baca ini dan liat fotonya, kayaknya kalau saya dan keluarga ke sana bakal kalap banget, saya kalap ama jajanannya, suami kalap dengan asesoris jadulnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kalap dan pulang bawa bejibun oleh-oleh ya, Teh..hehe
      Dan jadilah koleksi baru yang mana barangnya langka :D

      Delete
  38. Jadi bikin kangen Jogja. :(

    Kalo aku ga salah sangkap, berarti pasar kangen Jogja itu kayak tempat wisata kuliner giu dong. Kayaknya asik banget. Pulang2 bisa naik tuh berat badan~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan terakhir ke Jogja, Mas Rahul?

      Iya, Mas. Hanya saja dalam setahun ini hanya di adakan sekali saja, dan itu pun terbatas hanya beberapa hari saja. Jadi bagi yang ada waktu dan gak dateng itu sangat rugi, karena jarang banget jajanan dan barang-barang yang ada di Pasar Kangen dijual di luar sana.

      Delete
  39. mashaa Allah.. keren bangeeet
    lengkap ya semuanya di sana
    itu ada mahar uang lama yaa... hmm harganya pake uang baru yaaa, hahaha

    duh, aku tuh kalo ke sana bawa duit berapaaaaaaaa yaaa
    soalnya jajanannya mau kucicipin semuaaaaa
    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk..Iya juga ya, beli uang lama dengan uang baru :D
      Haha..bawa secukupnya aja, Teh.

      Kalau untuk icip-icip mah cukup secukupnya aja, yang penting semuanya bisa kebeli dan merasakannya.

      Duh pengen ada pasar kangen lagi kan :D

      Delete
  40. aku lahir di kota jogja dan kayaknya aku akan selalu dapat kenngan di sini. kuliner yg dijajakan pasti tempo dulu banget. btw, rame bener tuh yg ada di dekat lokasi, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. weh lah dadi kangen jogja ini abis baca
      kenanganmu selalu membuat rindu...

      Delete
    2. Memang, Mas. Apalagi disaat mendekati hari-hari terakhir pasar kangen. Beuh yang dateng banyak banget. Di tempat parkir aja susah banget lho jalan. Apalagi bawa motor, udah kayak orang jalan deh..he

      Btw, Mas Beny ini Jogjanya dimana ya?
      Pengen deh bisa silaturahmi..

      Delete
    3. Kapan ke Jogja lagi, Mas Agung?
      Aku tunggu lho :D

      Delete
  41. Es gosroknya itu bikin aku haus seperti rasa kangen terus

    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasyikkk...he
      Memang jajanan sederhana itu bikin kangen akan masa dulu ya, Teh..

      Delete
  42. wow! artikelnya ciamik banget kak, super lengkap dengan foto2 ciamiknya.
    seru ya tempatnya, aku jadi mau ke sana haha semoga kesampean dalam waktu dekat :)
    btw itu rambut nenek gaul banget ya, sekarang udah di-ombre jadi warna warni haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Teh.
      Kalau kesini harus pas jadwal dimana Pasar Kangen dilaksanakan, Teh.
      Setiap tahunnya hanya sekali lho. Tunggu di tahun depan ya, Teh..he

      Iya, rambut neneknya gaul :D
      Dan saat ini jadi salah satu makanan yang bikin kangen.

      Delete
  43. Makanan dan mainan generasi zaman old nih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Dan bikin kangen akan masa dulu kalau ke pasar kangen.

      Delete
  44. beneran bikin kangen liat ini byuuuh, bisa betah aku duduk lama2 disini main gimbot, makan rambut nenek juga
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..jangan lama-lama, Teh. Nanti batu gimbotnya abis :P
      Jangan makan rambut nenek, nanti nenek makan apa? :D

      Delete
  45. Waw rame amat ya haha smpe berdesek-desekan. Kira-kira bsa ga tuh dicobain smua? wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau semua dalam sehari sepertinya bisa aja sih, Mas. Hanya saja harus datang tepat dimana Pasar Kangen dibuka. Tapi kalau mau sedari sore bisa santai aja sih, tiap hari datang aja. Yang penting selama pasar kangen dilaksanakan pasti bisa keexplore semua..he

      Delete
  46. Wah kalau ke tempat jadul2 gini, paling demen ke bagian kulinernya. Karena pasti banyak banget makanan jadul yang sekarang udah nggak dijual lagi, atau susah belinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, capek jalan kulineran deh :D
      Nah itu, dan hanya disni bisa menikmati kuliner jaman dulu ya, Teh..

      Delete
  47. Wah saya nggak sempet mampir ke sini kemarin euy.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh kurang ajip atuh..hehe
      Next di tahun depan harus datang, Teh.
      Biar bisa nostalgia sembari icip-icip kulinernya.

      Delete
  48. Bukan orang Jogja, baru dua kali ke Jogja, tapi tiap liat cerita di blog ini tentang Jogja, aku makin pingin ke Jogja. Mana aku punya sesuatu yang spesial dengan orang Jogja lagi, eh apa ini xD.

    Mantap sih ini, walaupun aku lahir 98 di '90an akhir. Tapi tinggal di kampung membuat waktu di tempatku lebih mundur sehingga sepertinya tahun 2000an masih seperti '90an di kota. Jadi aku tau lah beberapa hal lawas di Pasar Kangen ini, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieee.. Wah kalau gitu jadi makin ngebet atuh, Mas ke Jogjanya.
      Udah kapan ke Jogja, biar nanti sekalian bisa jalan-jalan disini, Mas.

      Dan beberapa yang mas Rifqi tahu bikin kangen akan masa dulu memang ya.

      Delete
  49. Saya pas ke situ berlama-lama di buku lawasan, Mas Andi, setelah itu menikmati apem beras yang masih hangat, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah asik tuh apem, Pak..he
      Memang asik kok, Pak di tempat buku berlama-lama terlebih buku jadul gitu. Bikin kangen sekligus nostalgia..

      Delete
  50. Seru banget dan penuh warna, andai dekat aku pasti hadir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun depan dateng aja, biar tahu dan sekalian liburan di Jogja.

      Delete
  51. Waaaaahhh

    Auto inget masa-masa indah saat masih nonton DragonBall nih
    Jajanannya giniann huhu :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang, Mas. Masa-masa itu memang menyenangkan. Dan di Pasar Kangen ini bisa nostalgia dengan jajanannya sekligus barang-barang yang ada.

      Delete
  52. jadi kangen Jogja, semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke JOgja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Oh, iya, kapan terakhir ke Jogja, Mas Abdul?

      Delete
  53. Keren banget artikelnya..
    Beda sih tulisan mahasiswa mah, pasti tulisannya bagus..

    Mantap.. Lanjutkan berkarya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, gak juga. Ini hanya sebuah diary aja :D

      Pasti, dan semangat untuk terus berbagi lewat tulisan.

      Delete
  54. Hwaaa seru banget semuanya, tp paling penasaran sm kulinernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, selain penasarn juga pengen icip-icip sekaligus nostalgia ya, Teh..hehe

      Delete
  55. Wahhh sayang banget yaaa cuma di bulan juli aja nih, padahal pengen banget nikmatin makanan makanan yang jarang ada dan jarang ditemuin dipasaran kek di pasar kangen jogja itu.. Mantapp nih :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun depan harus dateng, Mas. Biar bisa nostalgia sekaligus nikmatin kuliner-kulinernya. Dan jangan lupa beli barang jaman dulunya buat kenang-kenangan :D

      Delete
  56. Replies
    1. Terima kasih, Mas. Maen ke Pasar Kangen itu selalu mantabb.

      Delete
  57. fuh! meriah sungguh..

    ramai orang datang tu..

    banyak juga orang makan deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Banyak orang makan karena mereka pasti pada kangen akan makanan dulu..he

      Delete
  58. wah telaaaat...
    semoga thun dpn ada yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ada, dan karena ini event tahunan. Semoga ada dan bisa dateng ya.
      Biar bisa nostalgia sekaligus icip-icip kulinernya..

      Delete
  59. Salut bangat dengan totalitasnya dalam menghadirkan tulisan, lengkap dan mendalam. Didukung pula dengan foto-foto yang lengkap dalam setiap momen. nice post. Sangat keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Pak Guru..
      Biar pada pembaca ikut nostalgia, walalupun belum bisa ikut icip-icipnya :D

      Delete
  60. jogja emang selalu ngangenin,,apalgi budaya dan makan yang murah,selalu pengen berlibur kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, makannya Jogja sangat sulit ku tinggalkan..hehe

      Delete
  61. Replies
    1. Kalau ada lagi dateng aja, biar terobati kangennya sekaligus bisa nostalgia :)

      Delete
  62. Baca pos ini bikin kangen Jogja dan Sunmor-nyaaaa. Baru tahu ada yang kayak beginian dan saya bakal kalap gila-gilaan kalau ke sini dan bakal pulang ke Ende dengan over-bagasi karena membeli segala barang yang unik :p

    *tarik nafas*

    Oke, tengkyu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang kalau udah main ke pasar kangen ini pengennya borong barang dan makanannya. Terlebih barang-barang yang dijual, langka dan jarang sekali di temukan di pasar-pasar biasa.

      Kapan ke Jogja lagi, Teh?

      Delete
  63. Wah ternyata ada pasar kangen buat yang kangen makanan lama ya kang. Tapi aku malah tertarik sama uang lama tuh, kalo yang 100 rupiah jaman bung Karno ada ngga ya? Kalo ada berapa tuh harganya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Sepertinya ada, waktu itu aku gak foto semua sih, Mas.
      Karena penuh juga para pengunjung yang datang.

      Kurang detail juga aku cari info tentang harga uang lamanya, Mas..he

      Delete
  64. Pasar kaget ala pasar malem ini menyenangkan looh buat masyarakat. Kita di Jakarta aja mash ada biasany tiap malam Minggu haha. Permainannya ada, makananannya murce2, dagangannya lucu2 murmer juga. Kangen mah sama di Dilan weeeeh ah :) Hahahha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh lengkap banget ya, Teh..hehe
      Bikin betah kalau gitu ya, tiap malam Minggu jadi ada kegiatan sekaligus explore :D

      Delete
  65. Jogja sendiri aja udah ngangenin, ditambah ada festival begini ya bikin makin pingin ke sana. >.<

    ReplyDelete
  66. Kalau udah begini, aku jadi kangen banget sama Jogja!...
    Kapan kapan temani aku berkelana jogja ya mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, Mas. Berkabar aja kalau mau ke Jogja.
      Terakhir ke Jogja kapan, Mas?

      Delete
  67. Jadi ingat umur lihat barang-barang yang ada di foto, ngacir ah.. hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Gak apa-apa, Teh. Yang penting tetap sehat dan punya kenangan tersendiri dengan barang-barang atau makanan di Pasar Kangen :)

      Delete
  68. Jogja pancen istimewa ya mas,,itu pasar kangen kalo lagi rame ramenya membludak banget hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, sesuai namanya. Istimewa.
      Iya tuh kalau lagi rame ya giut membludak dan susah mau lewat juga..hee

      Delete
  69. Luar biasa ya mas, jadi bikin kangen masa lalu ya, itu ada kalender tahun 70an segala. gokil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada, Mas. Luar biasa ya orang yang koleksi barang-barangnya termasuk kalender itu. Dan pada akhirnya di jual di Pasar Kangen ini.

      Waktu ada Pasar Kangen ini sempet berkunjung gak, Mas?

      Delete
  70. Wow! Di Pasar Kangen Jogja bisa icip2 aneka macam jajanan lawas ya? Sayang belum pernah ksana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Semoga di tahun depan bisa ke Jogja ya, Mas. Biar bisa icip-icip makanannya. Semoga aja ada waktu yang pas sama hari dimana Pasar Kangen dilaksanakan..

      Delete
  71. Foto-foto kuliner jadulnya bikin meleleh ngelihatnya ... mendadak pengin teriak : aku juga pengiiin nyicipin !.

    Ditengah artikel mendadak lagi ... gagal fokus ... lihat poster Miyabi ikut nangkring di acara kuliner laeas 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuy nyicip lagi, Mas kalau ada pasar kangen lagi ya.

      Haha..sudah-sudah jangan gagal fokus. Tetap fokus sama makanan.
      Tapi itu tanda lho, Mas. Miyabi sudah tobat :D

      Delete
  72. Aaaa jadi rindu eh kangen Jogja. Sampai tanggsmal brp ini kak?

    ReplyDelete
  73. wahh cuci matanya puas banget... bikin betah

    ReplyDelete
  74. huaa barang2 jadulll.. aku suka suka....

    ReplyDelete
  75. waaah ini makanannya sih yang mnggoda, ada pecel, sama rambut nenek <3

    ReplyDelete
  76. Wah jogja..ngangenin banget rasanya. Baca ini jd inget suasana jogja ujung2nya jd pengen jalan2 lagi deh..

    ReplyDelete
  77. ya Ampun kangen banget sama setrika jadul ini. =maish merasakan ketika masih SD, hahaha. dalamnya diisi arang dan dibawahnya dikasih daun pisang biar nggak terlalu panas. ampunnnnn kangen, aromanya sampai di baju.

    Syuka dengan pasar kayak gini, karena ku suka banget kulineran

    ReplyDelete
  78. Kulinernya pasti enak banget ya. Itu tiap waktu ada ya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)