Masangin, Mitos Tutup Mata Lintasi Pohon Beringin di Alkid Jogja


DiaryMahasiswa.com | Hai, sahabat diary. Gimana kabar kalian? Semoga tetap ada dalam lindungan-Nya. Sehat selalu, dimudahkan rezekinya ya. Aamiin. Kota Yogyakarta merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Banyak sekali sebutan untuk kota ini, mulai dari kota kota wisata, kota gudeg, kota pelajar, kota seni dan budaya, kota buku, keraton, seniman, pasar tradisional, komunitas, batik dan yang sudah pasti kota ini istimewa.

Hayo, siapa yang ngaku kalau kamu istimewa. Jangan pernah bilang istimewa sebelum menginjakan kaki di Jogja. He, canda ding, lagipula kalau ditanya mau ke Jogja atau nggak, tentu semua orang mau. Namun, tergantung dari dana dan waktunya saja.

Semoga kalian semua yang ingin menginjakkan kakinya di Jogja. Disegerakan ya, yang udah ada agenda lagi. Semoga dipercepat. Bagi yang sudah merantau di Jogja, baik sedang bekerja ataupun menuntut ilmu. Semoga semuanya dilancarkan. Gak cuma yang ada di Jogja kok. Tapi bagi siapa saja yang membaca diaryku kali ini. Semoga kalian sehat selalu, sukses dunia akhirat ya. Aamiin..

Di diary kali ini, aku mau bercerita tentang salah satu tempat di Jogja, yang sudah tidak asing lagi buat para wisatawan, termasuk kamu, iya, kamu. Apa itu? Namanya ALKID, atau kepanjangan dari alun-alun kidul Yogyakarta. Kali ini aku meu bercerita dari sisi mitosnya.

Tapi sebelum itu izinkan aku bercerita sedikit sebelum masuk ke mitos dari alkid. Waktu itu aku kedatangan saudaraku dari Ciamis. Ade namanya. Selain hobinya jalan-jalan, dia juga suka banget sama yang namanya olahraga bola. Aku sengaja mengajaknya keliling Jogja selagi dia berlibur.

Mulai dari nol kilo meter Jogja, Malioboro, Tugu, Kali Code, Museum Benteng Vredeburg, dan tak lupa juga ke alun-alun selatan dan utara. Satu lagi, aku ajak ke keliling juga ke Jogja Street Sculpture Project 2017.

Kalau kalian belum tahu tentang Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 bisa dibaca dibawah ini :

Baca juga : Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017

JSSP ini dilaksanakan dua tahun sekali lho, dan di tahun ini hanya sampai tanggal 10 Januari 2018. Kalau kalian penasaran, baca aja di tulisan JSSP yang aku tulis.

* * *

Pagi itu kurang lebih pukul 07.00-an aku ajak Ade ke nol kilometer Jogja. Sebenarnya aku manggilnya Aang, atau kakak gitu. Tapi karena sudah kebiasan, dan entah kenapa, kami saling panggil dengan sebutan "dun". Tidak hanya kami saja, beberapa teman yang lain juga gitu. Tapi, ya sudah lah. Lanjut!


Masih sepi kalau pagi, jadi buat kalian yang mau ke nol kilo meter Jogja, lebih baik dipagi hari. Selain sepi, kamu bisa bebas berfoto selfie.


Setelah puas di nol kilometer, aku ajak masuk ke Museum Benteng Vredeburg. Foto dibawah ini hanya perwakilan dari ratusan foto yang ada. Ya, memang begitu, aku suka mengabadikan foto banyak.

Berikut foto depan pintu masuk Musem Benteng Vredeburg Jogja. Kalian tentu tidak asing lagi kalau yang sudah masuk ke tempat ini.


Di dalam juga pagi itu masih sepi, hanya satu dua saja yang datang, mereka juga terlihat orang luar Jogja, sepertinya sekalian liburan ke Jogja, main ke museum vredeburg.


Suasana di dalam cukup luas, dan kalau ajak anak kecil sepertinya cukup capek jalan-jalannya. Tapi yang aku suka selain tertata rapih, tempatnya juga bersih.


Sebelum masuk ke ruangan juga terdapat beberapa patung tentara di depannya, salah satunya meriam ini.


Setelah puas, dilanjut pergi ke Jembatan Sayidan Jogja. Kalau kalian penikmat lagu Shagy Dog, tentu tahu tempat ini dari salah satu lagunya.


Tak lama di jembatan sayidan karena panas dan banyak kendaraan juga, karena tempatnya dekat jalan raya. Aku lanjutkan ke patung-patung Jogja Street Sculpture Project 2017. Tidak semuanya sih, dan tidak dipublish disini juga, Namun, kalau kalian mau lihat silahkan lihat dibawah ini.

Puluhan Patung Karya Seni Jogja Street Sculpture Project 2017

Setelah cukup puas, dilanjut ke Malioboro lagi, katanya Ade pengen banget mengabadikan foto di depan tulisan Jl. Malioboro.


Sebenarnya setelah dari Malioboro aku ajak ke Tugu Jogja. Tapi karena rame dan cukup panas. Alhasil gak jadi foto di tugu. Ade sendiri tak masalah, asalkan bisa mengabadikan foto di Jl. Malioboro.

Oh, ya di tengah hiruk pikutnya kota Yogyakarta yang saat ini semakin tersentuh modernisasi, ternyata masih banyak juga lho mitos-mitos yang tetap dipercaya sekalipun oleh masyarakat modern. Salah satu mitos yang selalu membuat penasaran para wisatawan di Yogyakarta yaitu mitos dari si beringin kembar di Alun-alun kidul Yogyakarta. Makannya aku ajak Ade ke alun-alun kidul Jogja, biar gak penasaran. Dan aku suruh mainan masangin.


Masangin. Mitos ini semakin kuat dengan adanya kepercayaan bahwa di tengah pohon tersebut terdapat jimat tolak bala untuk mengusir musuh. Konon, ketika tentara koloni melewati tengah pohon, maka kekuatan mereka langsung sirna. Karena itu muncul juga kepercayaan siapapun yang berhasil menyebrangi kedua beringin tersebut, ia mampu menolak bala.

Masangin itu mudah kok, cukup menutup kedua mata dengan slayer dan berjalan untuk menembus area di antara dua pohon beringin yang berada di tengah Alun alun Kidul. Mitosnya barang siapa yang mampu melewatinya, segala keinginan akan terwujud!

Meskipun mitosnya segala keinginan akan terwujud jika bisa melewatinya. Itu semua tergantung kalian mau percaya atau nggak. Aku pribadi buat seru-seruan aja sih, kalau gak bisa syirik. Bisa juga olahraga pagi di alkid, kalau capek mau sarapan bisa sekalian. Karena di sekitar alun-alun banyak orang jualan makanan.

Masangin memang terdengar mudah, tapi banyak juga yang gagal lho. Tidak sedikit juga banyak yang sudah berkali-kali mencoba dan berhasil, namun ketika kembali ke Alkid, tetap saja penasaran untuk mencobanya kembali.

Tradisi Masangin sendiri sudah ada sejak zaman dulu saat Kesultanan Yogyakarta masih Berjaya. Pasalnya Masangin dilakukan saat tradisi topo bisu yang dilakukan setiap malam 1 suro. Tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit dan abdi dalem dengan mengelilingi benteng tanpa mengucap satu katapun.

Kalian mau tahu gimana aksi ade waktu Masangin. Apakah dia berhasil atau nggak. Simak videonya langsung aja, kuy dibawah ini.


Gimana, aku udah kaya tour guide aja ya. Tapi hal ini gak cuma sekali atau dua kali, tapi sering ketika teman-temanku maen ke Jogja. Dan, perjalanan nganter saudaraku ini foto-fotonya gak aku publish semua. Pasalnya kalau aku post banyak diatas 100 foto lebih. Yang penting ini foto mewakili selama jalan-jalan.

So, itu aja dulu ya, next time aku sambung lagi dengan diary yang tak kalah seru.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

November 13, 2017 - 197 komentar

197 comments:

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)

  1. Yah gak ada salah sih yah, masalah mitos atau bukan yang pentingkan niatnya seneng2 lah haha... pernah sih saya juga lihat tentang ini disalah satu acara tv di indoensia, melakukan hal yang sama, berjalan dengan mata tertutup.. seperti diatas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Kang. Senang-senang dan bikin hiburan disaat berlibur ke Jogjak..
      Memang banyak diliput di televisi kok, tak heran hampir semua orang sudah tahu tentang masangin ini..

      Delete
    2. Mitos biasa membuat sebagian orang seketika langsung mempercayai atau takut untuk melakukan dan tidak dari kabar mitos tersebut mas

      Delete
    3. Nah mitos mitos seperti ini yang kian membuat keyaqinan seseorang menjadi lemah mas

      Delete
    4. Betul, Mas. Beberapa kali ada sih teman yang gak lah, dia gak berani coba.. Ada juga yang langsung penasaran gitu..

      Delete
    5. Iya, Mas. Semoga saja kita gak terbawa akan mitos-mitos yang ada, masangin sendiri cukup dibuat kesenangan semata. Gak usah dipercaya mitosnya..

      Delete
  2. kapan-kapan jadi tourguide saya n keluarga di yogya ya ntar hehehe. sekalian meet up antar blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. In shaa Allah selagi bisa mah, Mas.. Boleh tuh, sekalian silaturahmi ya, Mas..

      Btw, kapan ke Jogja lagi, Mas Fajar?

      Delete
  3. jadi penasaran pengen cobain masangin, kira2 gw berhasil gk ya .. ha
    Itu kalau malem ada jg kah yg coba masangin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh, Mas. Ayo ke Jogja.

      Kalau malam juga ada ko, Mas. Bahkan kalau malam ada orang yang sengaja sewain slayer atau penutup mata gitu, kalau gak salah sewanya Rp.5.000,-
      Saranku sih, lebih baik bawa slayer atau kain untuk nutup mata sendiri aja. Jadi gak perlu sewa..

      Delete
  4. Jadi semakin kuat keinginan berkunjung ke jogja
    mau mitos atau bukannya
    yang terpenting bisa menrik wisatawan kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Toh, kita coba masangin untuk kesenangan, setidaknya kalau alkid bisa ingat masangin. Dan bisa juga langsung mencoba disaat ada di Jogja.

      Semoga disegerakan bisa berkunjung ke Jogja ya, Mas Adi..

      Delete
    2. Amiiiin... :) Bisa ketemu sesama nama Adi nih nanti.

      Delete
  5. kupun pernah lakuin ini dan ga berhasil padahal keliatannya gampang tapi aku jalan udah keluar jalur kwkwkwkwk aku maish penasaran sama benteng vredeburg tuh blm kesana euy :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu. Teh, sama seperti cerita Ade diatas, awalnya dia ngira gampang, pas dicoba gagal. Kalau tidak salah setiap orang yang coba masangin dapat kesempatan 3x coba.

      Pagi itu Ade gak jadi coba lagi, karena sudah ramai anak sekolah sedang berolahraga di alkid..

      Bisa diagendakan untuk bisa ke Museum Benteng Vredeburg, Teh. Hayo kapan ke Jogja lagi..

      Delete
  6. Malang juga kota pelajar! Heeheheh xD

    Buat saya, tradisi Masangin bolehlah untuk seru2an, tapi jangan sampai tebersit percaya....karena kalau begitu sudha syirik.

    Tapi gak papa kalau keinginannya berupa 'bisa melewati dua pohon beringin' tersebut wkwkwk.

    Kalau ke Jogja, masyaAllah panas menyambut saya dengan sangat (lebih dari) hangat. Tapi, ntah kenapa auranya syahdu dan menenangkan hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Teh, aku juga tahunya gitu, Malang adalah kota pelajaran. Sayang, aku belum bisa ke Malang dalam waktu dekat ini. Penasaran akan baksonya..hehe

      Betul, Teh, jangan dipercaya bisa mengabulkan keinginan bagi yang bisa melewatinya..

      Memang panas, Teh, makannya kalau untuk maen di alkid misalnya baiknya pagi hari atau nggak sorenya. Jadi gak panas seperti di siang hari..

      Coba aja, Teh, dengan tujuan di sebrang beringin saja ada tukang es, jadi kalau bisa melewatinya bisa beli, kalau gak gagal..hehe

      Delete
  7. Yang dibawah plang Malioboro... entah sudah berapa banyak yang berfoto disitu... Eh... ternyata Mas Andi juga gak mau ketinggal moment tersebut ya... hehe... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya aku sudah foto beberapa kali di situ, Mas. Ya, karena aku sudah lama juga di Jogja. Tapi biasanya kalau ada teman atau saudara maen, pasti gak ketinggalan pengen foto disitu..he

      Mas Dedy pernah foto di plang Malioboro juga, kah?

      Delete
  8. Saya malah belum pernah ke Jogja...
    Kapan-kapan ya Mas... hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga disegerakan bisa ke Jogja ya, Mas.
      Jangan lupa berkabar, siapa tahu bisa silaturahmi nanti kalau ketemu..

      Delete
  9. Serunya banget pasti ya, bisa ngjakin sepupu buat keliling Jogja. Soal masangin, dulu banget, aku pun pernah coba mainin. Sayangnya ga berhasil. Mainnya pun malam malam, jadi pas lagi main masangin, banyak juga orang di sekitar yang lagi seru banget mainin buluh terbang, termasuk pedagang pedagang yang senangnya lalu lalang.

    Jogja emang kota yang istimewa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh, apalagi bagi mereka yang belum pernah mencoba sama sekali sebelumnya. Atau bahkan belum tahu, pasti jadi pengetahuan baru sekaligus pengen coba..hehe

      Oh, yah, wah keren.
      Jangan salah, Teh, kalau malam gak hanya orang yang jualan di pinggir alkid saja, tapi sebagian lahan lapang itu digunakan untuk tempat makan, jadi gak salah kalau rame dan banyak orang. Belum lagi di jalannya, banyak mobil-mobil gowes yang bisa disewakan.

      Selain istimewa, Jogja itu ngangenin lho, Teh..he

      Delete
  10. widiiiiih.. boleh juga nie kalo lagi ke Jogja minta dipandu sama mas bro :) bisa kebanyak tempat di Jogja.. heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Boleh-boleh, yang penting berkabar aja kalau mau ke Jogja..

      Delete
  11. kalau mitos saya nggak percaya dek, cuma yang diatas tempat kita memohon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas, aku juga demikian. Toh, ini permainan hanya untuk kesenangan semata..

      Delete
  12. aku bangga hidup di kota jogja yg kental akan tradisi dan budaya. hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, selain bangga, aku juga betah tinggal di Jogja.
      Btw, Mas Beny Jogjanya dimana ya?

      Delete
  13. aku takut kalo ikut masangin nanti dikira syirik percaya ginian T.T

    tapi kalo ke jogja ga poto di jalan malioboro ada yg kurang ya wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak usah dipercaya gitu, Mas. Buat senang-senang aja masangin mah..

      Betul tuh, Mas, rasanya ada yang kurang ya, kalau belum ada foto itu ya..wkwk

      Delete
    2. kemarin saya ke jogja, mau poto di jalan malioboro tapi kok mental ga kuat ya buat poto-poto gitu T.T

      Delete
    3. Haha.. Pasti rame ya, kadang kalau cuaca lagi panas juga ada saja yang foto. Kalau mau sabar nunggu antrian ya lama sih..he

      Delete
  14. Nah, tiap kali ke jogja aku blm kesampaian mulu jalan dgn mata tertutup ke beringinnya :D. Penasaran pdhl mas.. Tp ga percaya sih kalo masalah mitosnya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh di coba dilain kesempatan kalau ke Jogja lagi, Teh.
      Iya lah, jangan dipercaya mitosnya, lebih baik dibuat senang-senang aja..

      Delete
  15. Aku pernah ke Malioboro dulu beberapa tahun yang lalu, itu juga sekali-kalinya seumur hidup haha,
    Eh tapi ngeliat suasana jogja sepi gitu jadi aneh ya, aku lebih seneng liat keramaian masa. apalagi suasana malamnya itu loh ngangenin :)

    Dulu Aku pernah pengen nyoba nutup mata di pohon juleg itu, pohon beringin deng. tapi aku urung soalnya malu diliatin orang, kalo sekarang kayaknya aku udah ga malu lagi dan pengen coba hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ingat, tahun kapan, Mas?
      Sebenarnya gak aneh sih, Mas. Kan, itu dipagi hari, jadi wajar belum seramai siang ataupun malam. Banyak yang pada sekolah juga..he

      Haha. Gak usah malu, Mas, kan pake baju :D
      Bener sekarang udah gak malu?
      Aku tunggu di Jogja ya, Mas :D

      Delete
    2. Urat putusku udah hilang kayaknya dah jadi mau ngapain jug asebodo teuing,
      Aduhai pengen banget ngebolang ke Jogja sepedahan pagi-pagi bareng Mas Andi hhh :v

      Delete
    3. Haha.. anjai lah ieu budak :D

      Kuykeun atuh ka Jogja, berkabar tapi ya.. :)

      Delete
  16. Jadi kangen yogya huhuhu. Aku juga waktu itu main tutup mata lintasi pohon, pertama kali gagal, kedua juga gagal, yang ketiga kalinya baru berhasil. Tapi adek aku baru pertama kali udah langsung berhasil pohonnya kelintas. Gak ngerti kenapa bisa beda begitu :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah berhasil juga yang ketiga ya, hehe
      Aku juga gak ngerti, kadang ada yang gitu. Yang jelas cuma permainan, Teh, jangan percaya akan mitosnya..

      Kapan terakhir ke Jogja, Teh?

      Delete
  17. Aku blm pernah nyoba masangin ini Ndi.. lha gelap, mata tertutup. Padahal aku orangnya bingungan arah.. paling juga malah tambah bingungπŸ˜€πŸ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Kalau mau coba, baiknya pagi atau siang aja, Teh, kalau malam nanti malah tambah gelap. Dicoba dulu aja, pasti gak bingung..hehe

      Delete
  18. Jadi pengen mudik ke Yogya aku mas, mana lebaran masih lama.
    walau saya sdh lama tau, tpi blm pernah nyoba masangin. padahal dulu waktu jaman sekolah sering banget main di alun2 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang dimana gitu, Mas?
      Lagi merantau ya?

      Jogjanya dimana kalau boleh tahu? Ko aku kepo ya.. haha

      Lebaran masih lama itu kalau ditunggu, kalau dijalani juga pasti ketemu sama lebaran..hehe

      Bisa kalau mudik nanti coba masangin, buat seru-seruan gitu..he

      Delete
  19. aku pernah coba juga mas tutup mata di situ yang ada kaki terantuk batu hiks
    yang penting aku selalu suka nasi kucingnya di alkid juara
    wah seneng adenya liburan ke Jogja, bisa main2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. kurang hati-hati nih, Mas Ikrom..
      Betul, apalagi dipagi hari, gorengannya juga mantep, Mas..
      Biasanya setelah gowes aku mampir disitu..

      Betul, Mas, jadi bisa jalan-jalan di Jogja..

      Delete
  20. Beberapa kali nyoba, selalu gak pernah melintasi ditengah2 beringinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus coba lagi dilain kesempatan, Mas.
      Atau gagal, lebih baik pergi saja ke angkringan dekat alun-alun kidul. Dah, tinggal ngeteh aja di angkringan.hehe

      Delete
  21. Pokoknya nggak ada selesainya kalau bahas kota yg satu ini.. Selalu bikin canduuuuuu uw

    ReplyDelete
  22. Waaaahh dari dulu pengen banget ke Jogja. Semoga tahun depan bisa liburan kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga disegerakan main ke Jogja ya, Teh..
      Biar bisa keliling Jogja dengan puas..

      Delete
  23. Yogya love u full... aku pernah kang kesana tapi tumben banget bs lewatin... terlepas dari mitos tidaknya yang penting kita tetap berdoa sm Allah aja ya kang.. itu mah cuma buat abisin penasaran aja hehhehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tetap berdoa dan yakin mah sama Allah Swt..
      Cukup masangin ini dijadikan kesenangan saja. Memang selalu banyak orang yang penasaran akan masangin ini kalau lagi ke alkid..

      Kalau udah coba mah, udah, pasti tahu dan gak penasaran lagi..he

      Delete
  24. Kayaknya mitosnya hoax untuk menakuti kids jaman dulu deh. kita gak boleh percaya dengan hal bbegitu. seraahkan semua sama yang maha kuasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas. Toh, aku juga sudah jelasin diatas, cukup dijadikan kesenangan semata saja..

      Intinya gak bikin penasaran dan jadi tahu, udah gitu aja ya..

      Delete
  25. pengen sih nyobain kalo ke yogya, tapi mitosnya gak usah dipercaya, nantinya syirik. kayaknya mistis banget ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, cukup aja untuk kesenangan semata, Teh..
      Cobain aja sekalian menikmati suasana alun-alun kidul Jogja..

      Delete
  26. Berapa kalipun ke jogja, gak bakalan bosen mas.. apalgi pernah sekolah disitu.. bakal kangen bgt pengin balik sana..

    Ya emng walaupun kota jgja udah maju, tpi masih ada sisa sisa mitos2 yang dipercaya bgt sma masyarakat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh. Aku aja yang setiap pagi gowes lewatin alkid tetap gak bosen..hehe

      Betul, Teh, tapi kita nggak boleh percaya akan mitos itu. Cukup dijadikan kesenangan semata saja..

      Delete
  27. wuaha, lihat tulisan dan foto foto di blog ini, mengingatkan aku saat di yogya. Aku juga ada foto pohon beringin itu. Difotoin sama bapak penarik becaknya, hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Wah jadi kenangan tersendiri ya, Teh..
      Untuk mereka yang pernah tinggal di Jogja, pasti bakal kangen banget kalau sudah gak di Jogja lagi..

      Delete
  28. Tempat-tempat diatas sudah saya singgahin semuanya. Karena memang saya orang jogja :)
    Nah kalau soal tutup mata ini, dulu jika malam minggu saya suka nongkrong disana. Sekedar berpacaran saja ,sambil makan nasi kucing dan minuman jahe anget :)
    Ya yang namanya mitos, boleh percaya dan boleh tidak. Hal itu intinya hanya sekedar buat hiburn saja, biar penyewa tutup mata laku dan senang hatinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti lah, percaya aku juga, Mas. Orang Jogja mah pasti sudah gak asing lagi. Aku juga yang sedari 2013 di Jogja sudah gak asing, tapi ya itu, kalau ada teman atau saudara datang, sengaja aku ajak ke alkid Jogja..

      Iya, makan nasi kucing disitu memang mantap..hehe
      Betul, cukup dijadikan hiburan semata saja..
      Kalau pagi itu belum ada, Mas, adanya mulai sore biasanya yang sewain tutup mata itu...

      Delete
  29. Banyak yang gagal ya disana. Padahal kayaknya aja gampang, tinggal lurus. Tapi tetep banyak yang gak bisa lurus jalan disitu

    Alun-alun ini, yang suka ada becak lampion pas malam bukan Mas Andy ? Udah lama gak le Jogja soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh, ngiranya mudah dan pasti bisa. Ya seperti saudaraku itu, ternyata gagal dipertama dia mencoba..hehe

      Iya, betul, Teh. Kalau banyak mobil-mobilan yang digowes itu, apa ya namanya..hehe

      Selalu rame setiap malamnya. Sampe-sampe kalau malam minggu macet lewat alun-alun kidul..

      Delete
  30. Mitos-mitos seperti ini masih banyak kita temui ya kang, kita hormati aja.

    Saya terakhir ke Malioboro 20 tahun lalu, mungkin sekarang dah banyak berubah kali y kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kang. Sudah lama banget ya, terus sekarang kapan ke Jogja lagi? He

      Betul, jangankan dalam jangka puluhan tahun, setiap tahun aja selalu ada saja yang berubah dari Jogja..

      Delete
  31. entah benar atau enggak, tapi sering lihat orang yang nyoba, malah arahnya kemana2 gak nyambung dengan yang dituju. sebenarnya ini hanya fokus fikiran dan tujuan, kalau suatu yang kita kerjakan fokus dalam pemikiran dan tujuan, ditambah doa dan ternyata itu banyak keberhasilannya. artinya suatu tujuan itu perlu perhatian dan perjuangan untuk mencapainya. mungkin aja ada hubungannya dengan hal ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tuh, temenku juga gitu banyak yang nyasar belok-belok..hehe
      Bisa jadi, Mas.. Intinya jangan percaya akan mitos itu, cukup dijadikan kesenangan semata saja..

      Btw, pernah coba masangin, Mas?

      Delete
  32. Iya, udah kaya tour guide. Boleh nih ntar ke jogja diajakin jalan-jalan hehehe..

    Aku pas nyobain seru-seruan lewat beringin itu sekalinya lewat dan lurus, sekalinya nggak. Hahhaaa.. Untung-untungan juga yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya, Teh, biasanya teman-teman dari luar kota juga gitu..
      Tapi kapan ke Jogjanya, hayo? :D

      Iya, untung-untungan itu mah, Teh..he

      Delete
  33. mitosnya keren juga, bisa ngabulin semua permintaan,
    Btw, minta cepat kaya udah mainstream bgt ya, minta apa ya... minta nikah boleh ga sih? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, tapi mintanya sama Allah aja langsung..he
      Jangan sama mitos2 gitu, Teh..

      Delete
  34. Waaa, lengkap tuh ngajak jalan-jalannya, dari titik nol, museum, malioboro, tugu, jembatan, hingga alkid. Betul, Mas, mitos atau bukan, yang jelas seru-seruan dengan mata tertutup di situ tentunya asyik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Pak, buat seru-seruan aja, jangan dipercaya mitosnya..

      Delete
  35. Ndi, aku mau nyobain mitos ini πŸ˜‚ tapi ya gimana udah riweh bawa anak2. Klo masih single seru sama tmn2 yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nunggu nanti aja, Teh kalau anaknya udah gede, kan sekalian jalan-jalan di Jogja..he

      Delete
  36. Selalu ya mas, pokoknya kalo ke jogja harus foto di malioboro wkwk enggak lengkap kalo ke jogja nggak foto di malioboro.

    Soal di alkid aku pernah kesana malam hari dann katanya disana angker juga, waktu kesana ada orang yang kesurupan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh, Mas. Dan selalu rame orang yang foto di plang Malioboro.. hehe
      Oh, gitu, aku malah gak tahu, dan jangan sampe ada yang kesurupan lagi ya, Mas..

      Delete
  37. Percaya nggk percaya sih. Tapi kalau ke sana, mau kok nyobain. Hehehehe :D

    ReplyDelete
  38. aku kurang percaya sih, tapi kayaknya seru juga:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dipercaya, Teh, cukup percaya sama Allah Swt aja..
      Coba boleh, buat senang-senang aja..

      Delete
  39. Saya pun mahu ke Jogja..

    tunggu dana.

    waktu sudah ada ini mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, jangan lupa berkabar ya, Mas.. Siapa tahu bisa silaturahmi..

      Delete
  40. waaahh keren mas. aku ke jogja gak pernah masangin..
    jadi inget suasana pas dijogjya deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nostalgia baca ini ya, Teh..
      Kapan terakhir di Jogja gitu?

      Delete
  41. masangin. gue suka lihat tuh di tivi. hhh

    saran gue sih nagpain ngikutin gituan. iseng iseng nyoba gitu an nyabain. musyrik bro. syirik. pahala bisa rontok karna syirik. hih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang suka ada di tv, udah tenar, Mas..hehe
      Lah, aku aja gak percaya ko, cuma buat senang-senang aja. Percaya mah cukup sama Allah saja..

      Delete
  42. Seru bener.. pengen ke Jogja euy, terutama yang di nol kilometer. Dulu sempet hampir ke Jogja, cuma gara-gara ada sedikit kendala akhirnya ga jadi =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu atuh, Mas ke Jogja.. jalan-jalan...he
      Yah, sayang sekalih deh, ditunggu di Jogja ya..

      Delete
  43. iya bener, nanti bisa syirik sih jatohnya..

    aku mau aamiinkan dulu bagian semoga bisa lekas ke jogja.
    beberapa tahun lagi udah ada niat ke jogja tapi terhalang waktu.
    sekarang mau kejogja lagi terhalang dana dan waktu bekakaka.
    bisa nih kalau ke jogja jadi guidenya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip.
      Aamiin..
      Boleh-boleh, Teh, asal pas aja bayarannya..haha

      Delete
  44. Beberapa kali ke jogja tp blum pernah nyoba, penasaran deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dilain kesempatan kalau ke Jogja bisa coba buat senang-senang aja ya, Teh..

      Delete
  45. Wah saya engga belom pernah nyoba masangin mas, karna waktu itu ada sekaten, pengen sih nyoba tapi gausahlah. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang juga masih ada sekaten ko, Kang..
      Ayo maen sekaten lagi..

      Delete
  46. 15 th di yk, aku belum pernah ikutan masangin ini loh hehehe

    ReplyDelete
  47. ya mas saya merasa di bela belum. ke jogja. bergantung dana. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. emang begitu, Mas, harus utamain kebutuhan :)

      Delete
  48. Iyaaa, aku juga banyak tau masangin dari tv-tv πŸ˜†
    Pengen nyoba juga, buat menguji kemampuan diri. Tentunya gak pake sirik πŸ™ŒπŸ™Œ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh, buat senang-senang aja ya..
      Ayo kapan mau coba..he

      Delete
  49. Aamiin
    Semoga aku lekas ke jogja sama pasangankuuu πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

    ReplyDelete
  50. itu pernah ada Mas, pengunjung tabrakan pas ikutan coba Masangin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya sih, karena terlalu semangat dan cepat jalan gak tahu di depan ada orang..hehe

      Kemarin itu Ade juga kalau gak di ingetin pasti dah nabrak orang :D

      Delete
  51. pengen banget ke Jogja, semoga nanti berkesemptn datang kesana

    ReplyDelete
  52. Saya juga pernah denger mitos ini, tapi gak tau namanya, hehehe... Kalo belum foto di Jalan Malioboro, rasanya belum ke Jogja kali ya mas Andi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. bisa jadi, Mas. Pokoknya tugu dan malioboro itu hal yang utama harus foto kalau ke Jogja :D

      Delete
  53. aku udah beberapa kali ke jogja tapi blm pernah ke alun2 nya dan blm pernah denger ada 'masangin'

    jd pengen nyoba deh.. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba lagi kalau ke Jogja ya, Teh, biar bisa tahu tuh di alun-alun kidul ada apa aja..hehe

      Delete
  54. ami gak ngerasa istimewa soalnya udah keduluan sama kota Yogya yang emang betul2 istimewa hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya bisa ke Jogja biar bisa ngerasain kota istimewa ini, Mi..he

      Delete
    2. atuh kan udah kang Anda, cuma baru sekali si.. itupun pas studytour hehe

      Delete
    3. Stadytour kan dulu, Mi. Sekarang kalau ke Jogja lagi pasti udah berubah..

      Delete
  55. Mantap boss... Dulu pas ke jogja liburan sekola, nyobain ini. Tapi entah dulu hasilnya gmn, udah lupa. Jadi pingin nyoba lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saking lamanya ya, Mas. Dah lama..he
      Kapan ke nyoba lagi nih, Mas?

      Delete
  56. mantap, ane ada rencana mau ke jogja tahun baru nih :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kesampaian ya, Mas. Di tunggu di Jogja..

      Delete
  57. Hadeuuuu

    Sering banget deh denger soal mitos itu
    Dan pengen banget nyobain

    antara soswit dan horor gitu kan hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Jogja dulu, Mas, nanti baru bisa coba..he

      Delete
  58. jadi kamu juga pernah melakoni ini di... gimana tuh gan rasanya kalau ketabrak sama perempuan yang mungkin membuat kita mendadak naksir, pasti senyum2 dan rada salting kali ya... heee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. gak tau, soalnya gak pernah ketabrak perempuan yang bisa mendadak jadi naksir :D

      Tapi kayaknya salting ya, Mbah :D

      Delete
  59. Mantap gan artikelnya tingkatkan ya :D

    ReplyDelete
  60. Sering nubruk kalau lagi main masangin di alun-alun kang. ha,, ha, ha,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. apalagi kalau rame bisa nubruk siapa aja tuh, asal jangan tembok penghalang pohonnya aja.. :D

      Delete
  61. Benteng Vredeberg, pagi-pagi udah buka to mas? Kok bisa masuk ke dalam-dalam sana?

    Ke Alkidnya Jogja udah lumayan sering, walaupun cumalewat doang. Tapi kalau nyoba masangin kayak gini, belom pernah...Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ko, udah ada satu dua orang yang masuk juga waktu itu..
      Bisa, Mas, kan emang bagi yang mau kunjungi masuk, dan beli tiket dulu Rp.3000,- udah naek seribu sih, dulu masih dua ribu..he

      Kapan ke Jogja lagi, Mas?

      Delete
  62. Hati hati mas takut nabrak....untung tempatnya lapang lah kalau banyak pohon repot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau banyak pohon udah jatuh, dan bahrak Mas..he

      Delete
  63. ahh, jadi kangen Jogja, aku berencana kalau tua pingin tinggal di Jogja, hehe

    Aku pernah tu nyoba ngelewatin 2 pohon itu, tapi gak berhasil, jadinya malah main sepeda2 neon, abis itu langsung pegel2, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku juga pengen punya rumah di Jogja.. Betah banget disini..he

      Haha, harusnya coba kali sampe berhasil. He
      Gak gak biasa menan sepeda gitu pasti kerasa pegal2nya..

      Delete
  64. memang asyik kalau berkunjung ke kota gede yogyakarta, saya sudah beberapa kali ikut ke jogya karena ikut study tour dengan anak sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, asik ya. Selain nganter muridnya liburan, bisa sekalian jalan-jalan..he

      Kapan staditour lagi nih ?

      Delete
  65. beberapa waktu lalu ke Jogja mampir ke Alkid, rame karena banyak sepedah hias yang ada lampu warna-warninya. Aku nggak naik karena di Stadion Kanjuruhan juga ada hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah banyak memang yang semacam itu, Teh..
      Hanya saja tempat yang membedakan..he

      Delete
  66. Aku ke ALKID kemaren malah makan lesehan sambil menikmati wedang ronde hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu salah satu kenikmatannya..
      Apalagi kalau pagi hari, masih sejuk udaranya..he

      Delete
  67. Halo, kang andi! Sdah brp tahun aku gak ksni ya? Smpet kaget liat smua-muanya udh berubah dri blog ini, dri tmplatenya yg baru (atau wrnanya doang yg diganti?), tagline-nya baru, smpe alamat blognya pun ganti ya? Tulisannya pun ga spanjang biasanya. Hehee.

    Wah, jd tour guide nih yaa nemenin sodara yg kbtulan lg mampir ke jogjaa. Enak bgttt. Smua wsata yg td dsbutin udh sering aku liat di tv doang sih.. Krna itu emg ngetop. apalagi yg nutup mata ngelewatin beringin.. Foto di tiang malioboro jg hrs jd prioritas utama klo ke jogja ya?! Hahaa. Kapan euy aku maen ksna yah? :') Doain atuh kang.. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo juga, Lulu..
      Lah, belum juga abis tahun ini, dah berapa tahun. Kayak dah makin tua aje.. :D

      Haha.. kalau masalah diary atau tulisan panjang or pendeknya, itu tergantung dari apa yang aku alamai. Kalau ceritanya panjang bisa aja panjang, atau di bikin part..he

      Iya, selain forto di plang Malioboro biasanya di Tugu Jogja juga.
      Di doain banget, semoga kesampaian bisa maen ke Jogja ya... aamiin..

      Delete
  68. Wah, dah banyak komentarnya. Aku bbrp bln lalu ke Jogja, niat pengen foto di plang jl. Malioboro gak kesampaian krn kereta sebentar lagi berangkat. Oiya masangin itu dulu pernah liat di tivi, seru juga ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru, Teh..
      Wah sayang sekali ya keretanya keburu mau jalan..
      Semoga dilain kesempatan bisa ke Jogja lagi dan bisa foto di plang Malioboro..

      Delete
  69. sudah sring saya mendengar mitosnya, cuma belum pernah nyobain langsung sih... ehehehm, tapi mungkin seru ya kalau dicoba secara langsung begitu.

    ReplyDelete
  70. I LOVE YOGYAKARTA!!! Ah, sumpah ini bisa jadi referensiku kalo liburan ke sana lagi. Tiba-tiba kangen :'( Seru ya jalan-jalan di jogja. Ajaklah pankapan, haha :D Aku belum pernah coba masangin.. Aku mau ke jogjaaaaaaaaa >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru dan menyenangkan..he
      Ayo atuh ke Jogja lagi :)

      Sok atuh ke Jogja dulu.. :D

      Delete
  71. apapun yogya selalu menyimpan banyak keindahan dan sejarah yang tidak bisa ditemukan di tempat lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, makannya itu salah satu alasan kenapa aku betah di kota ini..

      Delete
  72. Tempat wisat di jogja itu emang bagus bagus aku suka dan seneng kalu udah di ajakn jalan jalan ke jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Jogja lagi, biar bisa jalan-jalan keliling..

      Delete
  73. jogja akan selalu nyaman, selalu istimewa dengan setiap ciri khasnya, ramah dengan setiap kearifannya, jogja emang joss tenann

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, makannya itu aku betah di Jogja, Mas..he

      Delete
  74. Baru tahu namanya masangin, belum pernah coba. Sudah sering ke Yogya, tapi kalau ke alun-alun jatuhnya selalu malam, jadi bawaannya lapar.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. malam juga banyak yang coba kok, tapi ya itu banyak jualan, jadi gak seluas waktu siang hari..

      Delete
  75. pas liat foto diatas, ini andi? kok beda tapi kok mirip ya. pas liat foto bawah. oooh, ini andi mah. pas baca, ade nya ternyata hehehe

    mitos masangin ini sha tau udah dari dulu banget, pas nonton acara travelling gitu. btw, ga ikut nyobain juga ndi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah orang kade, Teh,,

      Aku udah mah udah khatam, Teh. Udah 4 tahun di Jogja masa gak pernah mah..haha

      Delete
  76. Aku pernah cobak ini Ndi, lewatin pohon beringinnya. Tapi malah nyasar ke arah odong-odong :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Kalau pertama memang gitu biasanya. Coba lagi gak waktu itu, Teh?

      Delete
  77. Akhirnya bisa ketemu (emang dasar gaptek =D), mau komen apa jadi lupa... hihi Saya belum pernah nyoba masangin, ke Jogja terakhir saat masih SMP. Sampai sekarang rasanya semakin mustahil buat kembali ke sana... menarik, tapi nggak pengen nyoba, cuma suka lihatin orang yang sampe nyasar2 aja sih hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. kenapa mustahil, Teh?
      Aku rasa niatin dulu aja gak jadi masalah. Nggak ada yang tahu kalau Allah ngizinin untuk ke Jogja lagi.. Semoga bisa jalan-jalan ke Jogja lagi ya..

      Delete
  78. Ayik juga main-main ke Yogyakarta ya, aku dari dulu kepengen ke Jogya, tapi belum kesampaian juga, semoga tahun ini bisa ke Jogya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan asik lagi, tapi menyenangkan..
      Semoga disegerakan untuk bisa ke Jogja ya, Teh.. aamiin..

      Delete
  79. Oalah mas ganti blog ta, pantes ga muncul di dashboardku :D

    Seneng sih liat alkid makin rame apalagi pas sore hingga malam hari. Tp makin semrawut jg sih hehe mungkin kalo dibebaskan sekalian dari kendaraan bermotor sepertinya bakal makin asyik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu paling asik kalau dibebaskan, jadi lebih luas dan bebas bermain..he

      Ganti domain aja kok, Mas..

      Delete
  80. wah baru tahu yang ini
    ingin menjajalnya kalau ke sana

    ReplyDelete
  81. Wah keren nih blognya, mau komen aja manjatnya lama banget, berasa naik ke lantai 20 tanpa lift :)

    Saya pernah ke Malioboro, tapi belum kesampian foto di depan tulisan Malioboro karena saat itu padat pejalan kaki dan gerimis turun. Pengen deh kembali kesana dan foto disitu, pokoknya belum puas kalau belum kesampaian, hehe..

    Masangin ini ngehit sekali, tapi saya belum pernah melakukan krn belum pernah sampai di alkid juga. Penasaran, pengin praktekin kalau suatu saat mampir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. olahraga dulu ya, Teh :D

      Harus foto, karena kata orang-orang kalau belum foto belum sah udah ke Malioboro.. :D

      Nanti sekalian ke alkid kalau ke Jogja lagi, Teh..

      Delete
  82. Baru tahu kalau namanya Masangin..juga baru ngerti sejarahnya..Dulu pernah nyoba sih..tapi gagal maning..gagal maning hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus di coba lagi, Teh.
      Setiap orang kalau coba ada kesempatan 3x..

      Delete
  83. Wah keren tulisannya mas :) saya juga suka ke Vredeburgh (tapi gak ke dalam ruangannya ya) karena tempatnya bersih dan masih rindang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Teh..
      Coba ke dalamnya, pasti bakal seru dan bisa nemenukan hal yang menarik..

      Delete
  84. aku pernah sekali ke alun-alun kidul, tapi gak ada masangin masanginan tuh, yang ada gajah atau kerbau malah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan itu, Mas?
      Lagi ada acara tertentu kali di alkidnya..

      Delete
  85. keren jogja yah salah satu kota yg pengen aku kunjugi , kayaknya disana itu tenang gitu yah ...
    salam dari indonesia bagian barat Deh yah brooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, selain tenang bikin betah juga, Mas..
      Kalau mau ke Jogja aku tunggu lho, siapa tahu bisa silaturahmi..

      Delete
  86. Sejak kecil, kalau pas olahraga di alkid, ada beberapa orang yang mencoba masangin. Hanya untuk hepi-hepi saja. Kalau jalannya melenceng jauh, malah ketawa aja. Itu tahun 77-80 an, Mas Andi.

    Sekarang, banyak orang luar Yogya mau mencoba karena penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku juga untuk happy aja, Teh..
      Wah udah lama banget tahun segit, aku belum lahir..wkwk

      Betul, berawal dari penasaran dan info yang tersebar di internet. Jadi mereka yang datang ke Jogja jadi penasaran..

      Delete
  87. Blognya bisa untuk contoh saya belajar nie

    ReplyDelete
  88. Aku pernah tuh coba qqqqjalanq kakqiq menuju tengah qantara 2 pohon beringin di Jogja tahun 2015 lalu. Ternyata susah banget ya...ditutup mata trus lurus aja hahaha kirain gampang. Waktu itu sewa kain penutup matanya Rp 5.000,- aja murah kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah lama ternyata ya, Teh. Kapan coba lagi sampe berhasil?
      Sampe sekarang juga masih Rp.5.000,- kok harga sewa penutup matanya..

      Delete
  89. Aku dan anak bungsu pernah nih tutup mata ke arah pohon beringin yg tengah2 ya. Bayar sewa penutup matanya 5rb aja. Eh ga berhasil. Yang ada anakku kasih arahan curang ya.. terus.. belok kanan..agak kiri hahaha gagal total wkwkwkw πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜…

    ReplyDelete
  90. yang tulisan sing "jalan malioboro" itu lagi dicopot pas aku datang. hiks jadi gak sempat foto disitu

    btw slam
    Rental Mobil Jogja

    ReplyDelete