Kayuh Pedal Ratu Sari - Kulineran Bakso Klenger Ratu Sari


DiaryMahasiswa.com | Hai sadayana, gimana kabar kalian? Semoga tetap ada dalam lindungan-Nya, sehat selalu dan terus bisa berbagi pengalaman dalam untaian kata ya..aamiin..

Lagi-lagi aku mau cerita gowes nih, memang selama di kota gudeg ini, tak pernah ada bosennya untuk mendatangi setiap suduh kotanya. Sore itu aku tak sendirian, di temani oleh sahabatku, Maman namanya. Kalau yang sering baca cerita gowesku pasti tahu dia.

Berbeda dari cerita sebelumnya waktu aku gowes ke karnaval Jogja bersama Anin. Bagi kalian yang belum baca, bisa dibaca dibawah ini.

Baca juga : Gowes Sore - Karnaval Yogyakarta

Biasanya kalau lengkap gak cuma sama Maman atau Anin aja, tapi ada satu lagi yakni Bayu. Karena Anin dan Bayu rumahnya lumayan jauh dari kostku dan Maman, jadi mereka jarang ikut kalau gowes sore. Kecuali gowes yang jaraknya jauh. Ya, semisal waktu itu ke hutan pinus, curug banyunibo dan yang lainnya.

Sore itu sebenarnya aku lagi gak ada niatan kemana-mana, setelah lihat ke luar pemandangannya mendukung alias cerah. Aku ajak Maman untuk keliling Jogja. Dia juga semangat karena pengen bakso makan klenger.

Dari situlah, judul ceritaku ini kayuh pedah ratu sari. Ya, karena gowes ke bakso klenger ratu sari. Namanya memang Bakso Klenger Ratu Sari. Itu tuh, bakso yang gudedenya segede gaban. Syurlah kalau kalian udah nyoba. Yang belum ? Lanjut baca aja ya sampe selesai.

Kami pergi ke daerah Nologaten, yang jaraknya tak begitu jauh dari UIN SUKA (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) Jogja.

Selama di perjalanan, kami berusaha untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Terutama saat berada di lampu merah. Terkadang kami suka kesel juga, sih, dimana tempat yang di khususkan untuk sepeda, di rebut begitu saja oleh mereka pengendara bermotor.

Kalian pernah gak sih merasakan hal yang sama? Atau bahkan ada juga yang sudah menyerobot di zebra cros. Kan, ngeselin. Semoga itu bukan kalian yang sedang membaca ya :)

Kurang lebih hampir satu jam, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Karena kami sama-sama penyuka bakso, akhirnya mampir ke Bakso Klenger Ratu Sari.

Sudah tidak asing sebenarnya nama dan tempat bakso yang satu ini? Kalian juga pasti tahu kan? Di insgragram rame juga dibicarakan, bahkan sudah beberapa kali diliput televisi. Sempat beberapa bulan yang lalu aku juga pernah makan bakso klenger di tempat ini, tepatnya berempat dengan sahabatku, kami memesan bakso yang ukurannya 1 kg.

Bisa dibaca : Menikmati Bakso 1 KG di Bakso Klenger Ratu Sari

Sesampainya di tempat, seperti biasa parkiran penuh dengan motor, dan tak ada yang bawa sepeda kecuali kami. Semuanya menggunakan motor. Tapi disitulah yang namanya perjuangan. Perjuangan disaat ingin memakan bakso harus olahraga terlebih dahulu..hehe

Kami langsung disambut duduk, dan di kasih menu. Bisa kalian lihat juga dibawah ini.


Tampaknya memang sudah banyak perubahan, dari tahun lalu, bulan Ramadhan lalu, aku juga pernah buka puasa di tempat ini, tapi belum seperti sekarang. Ini sudah berbeda dari nomor meja, bentuk menunya juga sudah berubah jadu bulat.

Siang ataupun malam tetap saja ramai yang datang. Itu tandanya begitu banyak orang-orang yang suka bakso. Kalian juga kan ?


Gak kuat juga sih kalau cuma aku berdua sama Maman pesan yang 1 kg. Kalau di menunya ukurang 1kg itu untuk orang 4-5 orang. Pernah nyoba dulu berempat juga kenyang banget. Apalagi berdua, atau sendirian.. Olab lah.. haha..

Ini harga dan menu bakso yang ada di bakso klenger ratu sari.


Sedangkan yang ini, daftar harga dan minuman apa saja yang ada di bakso klenger ratu sari.


Setelah itu barulah kami pesan, dan Maman menuliskan apa yang kami pesan. Kebetulan bakso yang kami inginkan 250 gram. Sempet sok-sokan kami mau pesan 1 kg buat berdua, tapi takut gak habis, nanti malah bubajir.


Karena waktu itu sudah banyak yang habis, kami memutuskan untuk beli yang biasa, dengan harga standar alias paling murah yaitu Rp. 15.000,- Untuk mium beli air es aja. Karena memang seringnya air es. Rasanya sore itu minum air es terasa nikmat, seakan dahaga bersepeda hilang seketika.


Di basko klenger ratu sari ini, beuh sambelnya pedes banget. Itu menurutku lho, gak tahu kalau menurut kalian, apalagi yang suka akan kepedasan. Khasnya lagi sambal disini itu kering, tak berkuah gitu.


Semakin sore tempat ini semakin ramai, bahkan ketika aku ngobrol sama ibu pemiliknya, kalau malam minggu biasanya disaat Maghrib aja sudah habis.


Selesai makan, tak lama waktu Maghrib datang, sebelum lanjut gowes, kami cari masjid terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat Maghrib. Usahakan adzan selesai sudah di sana, berusaha tepat waktu dalam melaksanakan kewajiban.

* * *

Setelah itu kami gowes ke daerah gejayan, sekalian masuk lingkungan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dan masuk juga ke kawasan UGM (Universitas Gadjah Mada). Karena kedua kampus tersebut jaraknya tidak jauh, ibarat rumah itu tetanggaan.

Di daerah UNY kami tak sempat mengabadikan foto, hanya membeli cemilan saja, yaitu tahu bulat. Perlu kalian ketahui tahu bulat saat ini sudah jarang sekali ditemui, dan aku merasa senang ketika malam itu ada.

Beli Rp.5.000,- kemudian lanjut gowes sembari cari tempat untuk makan tahu. Kami juga melewati kantor UGM. Kami mengabadikan foto dekat gerbangnya saja. Agak kurang jelas ya, maklum kamera hape..hehe..


Setelah itu lanjut ke dekat bundaran UGM, dimana tulisan Universitas Gadjah Mada disitu. Kami duduk sembari istirahat.


Setelah dari situ, kami masuk ke Mirota Kampus, niat membeli minum saja, tapi cukup lama disitu. Keliling mulai dari lantai satu hingga dua, lantai tiga tidak sempat karena waktu sudah malam. Aku beli celana juga disitu, antri di kasirnya war biazahh.. Panjang. Cape nunggunya juga.

Setelah itu seperti biasa sembari pulang mampir di 0 kilometer Yogyakarta. Kebetulan malam itu masih suasana kemerdekaan, dimana atribut merah putih masih banyak di kawasan 0 kilometer. Tapi sekarang sudah di copot.

Seperti biasa foto dulu, selagi sepi, maksudnya gak seramai malam minggu.


Nah, kalau ini si Yang, sepeda si Maman yang sejak 2013 akhir menemaninya hingga sekarang. Walaupun sederhana, tapi sudah membawanya ke hutan pinus, candi sambisari, curug banyunibo.


Kalau kalian ke Jogja, lihat aku sama fijo sepedaku, tegur aja ya. Biar nanti sekalian jalan-jalan..he.


Sebenarnya ini kawasan 0 kilometer Yogyakarta masih dalam tahan pembangunan, entah mau dibuat seperti apa aku kurang tahu. Yang jelas kalau sudah jadi aku maen dan foto, kemudian kasih tahu kalian lewat blog ini ya.

Sebelum pulang nanti, Maman juga pengen mengabadikan memen di 0 kilometer. Inilah dia, Maman, sahabatku.


Sama seperti bakso klenger, titik 0 kilometer Jogja juga semakin malam semakin ramai, terlebih disaat malam minggu.

Dan, disaat aku sedang duduk santai sama Maman, tak lama ada seorang perempuan mendekat untuk minta tolong di fotokan. Seperti inilah.


Sebenarnya beberapa pose sih, lebih dari dua yang ada di foto ini. Seperti tak kenal saja, kalau perempuan di foto akan secara tidak langsung fosenya banyak berubah, dan tentu akan banyak juga fotonya yang dihasilkannya.


Setelah itu aku sebenarnya masih pengen bersantai di titik kilometer, tapi Maman minta pulang. Ya, sudah. Kami melanjutakan perjalanan. Masih ada sih, cerita perjalanan gowes, tunggu aja, nanti aku ceritakan lagi di blog ini kok.

Oh, ya, ada orang Solo para pembaca ceritaku kali ini? Kalau ada pengen silaturahmi aja, kebetulan dalam waktu dekat ini aku rencana mau jalan-jalan ke Solo. Kalau ada komen ya, siapa tahu bisa silaturahmi dan jalan-jalan disana.. :)

Sahabatmu,
Andi Nugraha

September 15, 2017 - 122 komentar

122 comments:

  1. aarrg, yogya aku akan kesana lagi.
    pengen kesana tapi sama keluarga nanti, sama istri mungkin.
    mas masih di yogya kan. hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siyap. Aku tunggu kabarnya, Mas. Semoga bisa silaturahmi ya :)
      Boleh tuh, asik juga sama istri sekalian liburan..

      Yapz, aku masih di Jogja, hub kontakku aja, ada di blog, sebelah kanan tuh..

      Delete
    2. ga kebayang bp/ibunya di Tasik, menyaksikan putra kesayangan yang dikuliahin di Yogya, kerjaannya bukan kuliah tapi gowas-gowes keliling dan makan bakso se yogya....hadeuh

      Delete
    3. Mang Lembu iki sok tahu e, padahal kan gak gitu..

      Pertama sok tahu kalau aku orang Tasik. Padahal kan bukan :(
      Kedua sok tahu kalau aku kerjaannya bukan kuliah. Memang udah lulus aku, jadi ya, gak kuliah lagi :(
      Ketiga, gowes itu gak melulu asal gowes, tapi sembari olahraga, dan makan bakso itu memang kesukaan, tapi ya, gak sering juga, yang penting tetap hemat, bisa mengatur waktu dan keuangan...

      Delete
    4. Wah, ada yang sok tahu apa ini :D

      Delete
  2. Oh iya, titik 0 yogyakarta ya?

    Aduh cerita bang andi membuat saya pengen lagi ke yogya, enak kali ya gowes :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kapan terakhir ke Jogja, Kang?

      Ayo ke Jogja, aku tunggu lho ya :)

      Delete
  3. Jadi kangen, kemaren ke jogja cuman buat lomba bbrp hari sempet wisata kuliner doang tp ga banyak hehe. Masnya asli jogja ya?

    Bakso juga..duh udah lama banget ga makan bakso wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Ayo ke Jogja lagi, Mas..
      Bukan kok, aku perantauan di sini, tapi pengen punya rumah disini. Semoga kesampaian..aamiin..

      Hayo lho, kalau ke Jogja harus coba bakso klenger ya?

      Delete
  4. Aku belum pernah ke bakso klenger, padahal udah bnyak yang review ya. Penasaran sama mie ayam tumini..dari utara ke selatan, sampe sana ga bisa parkir. Warung juga penuh. Akhirnya putar balik.

    Btw..klo ketemu sepeda ijo itu, berarti yang naik kamu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba deh, Teh, aku aja udah beberapa kali kesana lho :)
      Aku juga pernah kesana dan mie ayam tumini memang rame dan mantep rasanya..

      Iya, Teh, tegus aja ya..hehe

      Delete
  5. sepertinya setiap kota dan tempat di jawa punya tempat bakso 'jagoan' nya sendiri, ya. Bakso itu memang belum lengkap rasanya kalau belum dikasih sambal dan... es jeruk, mungkin :) titik 0 km itu memang simbolis banget sih sama jogja ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas, tapi bakso klenger yang satu ini bisa dicoba lho kalau ke Jogja, Mas. Pasti nagih rasanya..

      Betul, kira-kira kapan terakhir ke Jogja, Mas Jev?

      Delete
    2. terakhir... 3 tahun yang lalu, dan cuma mendarat di maliobor karena kebetulan waktu itu lagi ada acara di wonosobo jadi mampir bentar ke jogja :)

      Delete
    3. Oh, gitu, sepertinya udah beda banget sekarang Malioboro dibandingkan 3 tahun yang lalu ya, Mas.. Harus ke Jogja lagi nih..he

      Delete
  6. Hiks saya udh lama sekali ga sepedaan, terakhir pake speda pas awal kuliah. Sekarang udh ga pernah pakai lg :(

    jadi kangen masa2 bersepeda, seperti nya saya mau nabung untuk beli sepeda. itung2 diniatkan untuk olahraga skalian :D

    Haha itu bakso klenger muncul lg, sampe skrng pun saya masih penasaran gmn rasanya, blm dpt kesempatan ke Jogja nih. Klo ke sana sekalian bawa 10 org lebih aja kali ya, buat makan bakso yang 5 kilogram, ahaha... itu klo yg 5 kg dpt kuah jg ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo lah, sepedahan lagi, Mas..
      Awal kuliah tahun berapa itu??

      Kalau kangen gowes lagi hayu, Mas. Memang menyenangkan gowes itu..
      Setuju, niatkan olahraga. Aku sendiri tiap pagi biasanya gowes..

      Sekarang memang sudah banyak yang tahu lho, Mas. Kalau bawa 10 orang lebih bagusnya memang pesan yang jumbo. Untuk yang 1 kg waktu itu aku 4 orang juga udah kenyang. Kalau 5 kg ya bisa lah dihitung sendiri..hehe

      Semua dapet kuah ko, baca aja cerita di bakso klenger yang 1 kg, biar tahu..he

      Delete
  7. Kayaknya seru, hari libur diisi dengan gowes. Apalagi abis gowes makan bakso, kayaknya enak banget. Baksonya pasti enak, soalnya udah banyak yg habis. Tadi udah makan, jadi lapar lagi~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beuh, enak pake banget, Mas. Apalagi sore itu anginnya sepoi-sepoi..hehe
      Tuh kan, sekarang makan bakso aja ya, biar gak laper :D

      Memang enak baksonya kok, punya rasa tersendiri dibandingkan bakso-bakso lainnya.

      Kalau ke Jogja jangan lupa mampir ke bakso klenger, buat nyicip :)

      Delete
    2. Oke deh, kalo ke Jogja, kamu jadi tour gate aku yah.. Kita ketemu, kopdar, jalan2. Kayaknya asik..

      Delete
  8. Aku mungkin november ke solo. Kelamaan yak? Hahaha.
    Baca postingan ini aku jadi mikir kapan terkahir naik sepeda pancal. Gowes. Huhuhu. Udah lama gak olahraga.
    Di jogja katanya sering macet ya sekarang. Udah gak senyaman dulu. Aku di kota kecil memang jarang macet, tapi ya begitulah. Masih banyak pembangunan jalan. Jadi jalannya masih banyak yang jelek.
    Enak tuh baksonya, jadi ngiler.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kelamaan, Teh, kalau bulan November mah..hehe

      Hayo kapan, di inget lagi coba?
      Kalau udah inget, pasti ngerasa udah lama banget, dan obatnya ya segera bersepeda lagi..he

      Betul, Teh sering macet, jadi rame. Tapi itu semua gak membatasiku untuk selalu bersepeda :)

      Iya, sih, Teh, kalau di kota kecil harusnya di perbaiki lagi jalannya, biar bisa lancar, terutama disaat bersepeda..hehe

      Ayo di Jogja makan bakso..he
      Kapan terakhir ke Jogja, Teh?

      Delete
  9. wah jadi penasaran sama bakso klenger yg gedenya minta ampun. aku tinggal di jogja tapi belum pernah nyicipi kuliner ini. pengen coba,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh, Jogjanya mana, Mas?
      Siapa tahu bisa silaturahmi :)

      Delete
  10. Muka Maman saat pesen bakso kayak udah bosen hidup gitu sih... :v...
    Sayang yah bakso yang 250gramnya dah habis,,,
    Saya juga jadi pengen makan bakso macam itu,, kalau ke jogja mungkin tempat makan ini akan saya cari... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... Masa sih, bosen idup. Buktinya beli bakso untuk menyambung idupnya, Kang dia.. :D

      Iya udah habis, jadi belum bisa pesan. Setuju, kalau ke Jogja jangan lupa mampir ke bakso klenger ratu sari..

      Delete
    2. Haha, masih sih fotonya bosen idup. Coba sy lihat lagi, diperhatikan :D

      Delete
  11. bakso klengernya bikin aku ngiler mau kesana.. tertarik buat ngerasain yg 1 kg pengen ngabisin sendiri.. wkwkwk

    0 km.. aku bru denger loh itu ada di jogja.. mngkin tempatnya kaya alun-alun kali yah.. atau apaa??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kesana ajak aku ya, biar bisa makan bareng..wkwk
      Wah, kalau sendiri aku acungin jempol 4 lah, mantap banget kalau abis.. :D

      Gak juga kok, justru alun-alun ada lagi, malah di Jogja ada dua, alun-alun selatan dan utara Jogja..hehe

      Kalau 0 kilometer itu, ujungnya dari Malioboro. Pasti masih penasaran?
      Makannya sini maen, Mas..hehe

      Delete
  12. Nanti pas aku ke Jogja tak pinjem sepedamu ah, untuk keliling Jogja. he,, he,, he,

    ReplyDelete
  13. HAI ANDI!

    Wah seru sekali jalan jalannya ya,apalagi naiksepedanya malam malam begitu di Jogja. Khan seru bangettt....

    lebih lagi dibuka dengan makan bakso klenger walo pesennya nggak jadi yang klenger :D

    Jadi inget jaman kuliah dulu juga suka banget naik sepeda puter puter Salatiga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, juga, Teh Meyy..

      Seru dan menyenangkan tentunya, Teh, apalagi kalau yang udah punya pasangan halal, tambah seru pastinya..he

      Bukan gak jadi, tapi habis teh. Maklum waktu itu lagi rame-ramenya soalnya..

      Hehe.. Eh, dulu kuliahnya dimana gitu, Teh?
      Sekarang setelah lulus masih sepedahan gak ?

      Delete
    2. Iya dooong, makin seru kalau udah gowes berduaaa..hihihihi

      Aku dulu kuliah di salatiga dan sekarang kerja di Jakarta. Mana sempat di jakarta mah berdebuuu hehehe..dan nggak ada rental sepeda juga di sini macam di Salatiga atau Jogja begitu..

      Kapan kapan pingin sepdaan lagi deh :(

      Delete
    3. Oh, gitu, Teh Mey asli Salatiga kah?
      Iya juga sih, tapi kalau sore biasanya banyak yang gowes kah, Teh di Jekartah?

      Wah, berarti harus punya sendiri sepedanya ya..
      Iya dong, sepedahan lagi, dan jangan lupa ceritakan ya, Teh..

      Delete
  14. Wah mantep pisan mas, ingat dulu..lama loh aku di sana, hampir empat tahu. jadi kangen susana kota jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ini nih kalau udah kayak Kang Jay, pasti akan ada hari dimana ingin sekali kembali ke kota gudeg ini. Setiap sudut kotanya memang selalu membuat kangen..

      Berarti terakhir di Jogja tahun berapa ya, Kang?

      Delete
  15. Saya juga lebih suka dengan ukuran bakso biasa saja. Ukutan bakso nglenger takut tidak habis dan bikin dompet tipis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiknya memang ajak teman, terus udunan. Kan jadi bisa nyicipin bakso yang berkolo-kilo besarnya, Mas..hehe

      Tetap beda lho rasanya dengan bakso biasa..

      Delete
  16. nanti kalau liburan kesina saya ajakin mas makan bakso 1kg berdua , biar romantis gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. 1 kg yakin kuat?
      kalau ke Jogja berkabar aja..

      Delete
  17. Warung Basonya Unik Banget mas ada sepeda Nangkring diatas...harga basonya sesuailah dengan suasananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sesuai, terasa nyaman juga kalau makan disitu..
      Memang unik tempatnya, sepeda di atas buat hiasa itu..he

      Delete
  18. Ya nanti kalau ke Jogja pengen nyoba baksonya. Jogja korta wisata, jadi gak heran kalau nemu orang yang minta tolong difotoin. Dulu aku juga gitu lagi duduk-duduk ada yang ngasih uang receh. Eh... minta tolong dofotoin maksudnya deng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. masa nagsih uang recek :D

      Kalau di fotoin memang sering, aku juga gitu kalau lagi maen ke mana, dan pengen ngabadiin, minta tolong aja. Kadang minta gantian kadang juga gak..hehe

      Delete
  19. Ngomongin Yogyakarta mungkin tidak akan bisa habis mas... Karna Yogyakarta memeliki budaya serta kebanggaan tersendiri, kota pelajar, kaya akan khas kuliner, gedungnya tinggi tinggi, kotanya indah, pokoknya masih banyak deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas, selalu ada saja yang diceritakan tentang Jogja..
      Ayo jalan-jalan di Jogja, Mas?

      Delete
  20. Aihhh senangny kalau baca blognya kang ANdi, ngajak aku jalan-jalan terus ke yogya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. ayo ke Jogja makannya, Mas, biar bisa jalan-jalan disini :)

      Delete
  21. di Jakarta mau goes sepeda harus pas car free day.. kalo ngga lawannya motor, angkot dan metro mini (pijet kepala) pingin euy ke Jogja dan sepedaan :D biasanya kalo ke sana naik becak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya juga ya, Teh, kalau disini mah aku bisa setiap hari. Bahkan sehari aja bisa pagi dan sore, bahkan malem..hehe

      Iya, becak juga masih banyak atau gak naek andong..he

      Delete
  22. Kangen aku dengan suasana jogja yang indah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Jogja lagi, biar nanti bisa makan bakso..hehe

      Btw, kapan terakhir ke Jogja ya, Mas?

      Delete
  23. Mau doooong bakso klenger ratu sari nya.....! Ada minumannya juga. Itu daftar menunya bikin cepet pengen liburan ke Jogja ajah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo segera liburan ke Jogja, Teh, ajak keluarga biar lebih seru..

      Delete
  24. Mana mas kok di fotonya enggak makan bakso yang segede gaban ? kapok kekenyangan yaa wkwkw

    aku sendiri belum pernah makan bakso klenger, haduhh aku merasa gagal sebagai seorang penyuka bakso.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah habis mas, sesuai apa yang aku ceritakan diatas. Kalau mau lihat pas aku pesen 1 kg, bisa di cek di postingan diatas, yang aku sisipkan. Monggo!

      Harus nyoba mas, apalagi kalau ke Jogja, berkabar aja ya kalau kesini..

      Delete
  25. Bang, banyak typo nya tuh. Tadi kaget dikit ada 'tahu bulan', weh keburu penasaran....eh ternyata tahu bulat xD kalo di tempat saya, baru mulai merangkak menjamur malah wkwkw.

    Anyway, kemaren ke Jogja bener2 zonk banget mau nyobain makan apa jadinya malah nge mall. Which isn't my style at all wkwkw xD

    Nah sekarang udah tau nih, ada bakso enak....kapan2 samperin deh xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, udah aku benerin kok. Kemarin pas nulis buru-buru keluar. Dan belum sempa di baca ulang..he

      Owalah, banyak sekarang ya, digoreng dadak sih..haha

      Wkwk, di mall kalau aku jarang beli makanan sih, lebih suka kuliner di luar mall.. Iya, kalau ke Jogja bisa ke klenger sini :)

      Delete
  26. Baca artikel ini rasanya ikut keliling yogya gowes sepeda cuma baksonya aja gak kerasa hehehehe....

    ReplyDelete
  27. ALLAHUAKBAR ~
    DEMI APA ITU SEKILO BENERAN?
    Jadi kangen Yogya. Boleh lah besok kalo mau ke Yogya mampir2 Bakso Klenger inu, keknya beneran bikin klenger yaaaa ngebayanginnya aja aku nggaququuu.

    Tp btw, aku boleh saran ngga nih? Foto2nya jgn terlalu diitemin bagian pinggirnya. Duh apaan ya namanya. Huhuhu lupaaaa. Yaaa sayang2, malah jd ga keliatan bentuknya.

    Tp aku suka penempatan watermarknya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. kalau sendirian gak kuat tentunya, Teh. Dulu aku 1 kg buat ber-4 juga udah kenyang banget.

      Harus dong, Teh, setidaknya ke Jogja nyobain makan bakso klenger. Biar tahu secara langsung rasanya seperti apa.

      Siap, Teh, diterima sarannya. Nanti di post berikutnya aku perbaiki :)
      Terima kasih ya..

      Delete
  28. asyik yah bisa gowes sambil foto-foto. Saya juga waktu itu pengen nyoba makan bakso klenger, tapi keburu gak hapal jalan dan sok tau bawa motor akhirnya malah nyasar sendiri. Salah sendiri gak bawa hape.

    Aduh mas, baca ini bayangan makan bakso langsung kebawa nih jadi pengen ikutan juga. Padahal udah berusaha buat diet. hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Nyasar kemana itu dulu, Mas?
      Iya juga sih, andai smartphonenya dibawa, tentu buka google mapsnya..

      Haha.. sesekali boleh lah makan bakso, daripada kepikiran terus, nanti repot :D

      Delete
  29. Jogja mah tempatnya bagus semua.

    Jadi pengen ke jogja, dan nyobain bakso kelenger ratu sari, yang 1 Kg.

    BTW tempat bakso ratu sarinya unik iya ndi, ak suka desain tempatny, keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, tuh, Mas, coba kalau ke Jogja berkabar ya, siapa tahu bisa silaturahmi..

      Iya unik, dan instagramable banget lah..he
      Tengok aja di IG instagram bakso klengernya, Mas..

      Delete
  30. Waaah kenapa ga jadi sih makan bakso 1kg nya? Padahal kan mau liat penampakannya. -_-

    Saya dan suami mungkin nggak anak bubajir.. xixixi.. istilah baru dr mubazir ya mas..^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abis waktu itu, Teh, lagi rame juga soalnya.. Kalau mau lihat bisa di cek di postinganku sebelumnya yang beli 1kg. Linknya ada di atas ko. Monggo..

      Hehe.. baru tahu istilah barunya aku, Teh.. :D

      Delete
  31. ini emang enak
    tapi aku belum coba sih, cuma denger2
    biasanya klo mbakso ke daerah Gejayan aja
    di deket suster novisat ada yg enak mas, coba deh (tapi aku lupa namanya apa -__-)
    buat traktiran pas ultah enak ini
    mpe klenger tuh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain kali harus nyobain, Mas, biar gak penasaran.he
      Oh, gitu, lain kali aku coba cari deh, siapa tahu ada dan pas di lidahkku..

      Betul, selain itu bisa juga buat makan keluarga.. :)

      Delete
  32. Replies
    1. Emang bakso itu salah satu makanan favoritku, Mas, tapi gak sering juga sih, sering lihat makan bakso karena di post aja ya..ha

      Aslinya kan gak semua yang aku posting di tanggal itu juga :)

      Delete
  33. Wahh ku jadi kangen gowes 😭 dulu waktu masi sekolah sering banget gowes muterin Jogja ga jelas sama temen-temen. Tapi sekarang susah banget mau gowes bareng karena kesibukan masing-masing :( jadi berasa ga punya teman lagi. Semogaa dekat dekat ini aku bisa nyoba Bakso Klenger sama temen-temenku :3 :Dbtw kak boleh lah sekali kali aku diajak gowes kak wkwkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo gowes lagi sekarang, Teh. Kan bisa sekalian olahraga.. hehe
      Betul, aku aja sekarang agak susah ngatur waktu, tapi seringnya sendiri yang penting olahraga..he

      Iya, semoga bisa makan yang 1kg ya, Teh, kan kalau sama teman-teman bisa nyoba yang bikin klenger :D

      Boleh, ayo, mau gowes kemana..hehe

      Delete
  34. Baca postingannya pas lagi laper2nya di Lab dan aku pengen bakso mas :D ohya aku orang ngawi sih tapii tetangganya solo hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. di Lab memang tak ada makanan ya, Teh, jadi kalau makan bakso memang mantep :D

      Hehe.. Mau ke Solo juga kah, Teh?

      Delete
  35. Hai mas Andi salam kenal, postingannya membawa saya ke kenangan masa kuliah belasan tahun lalu. Jogja memang selalu ngangenin yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, juga, Teh Annisa. Salam kenal juga ya..

      Oh, yah, wah jadi kenangan memang kalau sudah pernah tinggal di Jogja. Setiap sudutnya selalu ada saja yang membuat kangen..

      Betul, rasanya berat meninggalkan Jogja ya, Teh..hehe

      Delete
  36. Emang cocok tu nama tempat baksonya. Bisa langsung klenger sehabis makan bakso itu :))

    Ah, memang enak punya sepeda, bisa jalan-jalan sekalian olahraga. Saya pengen punya sepeda, tetapi sampai sekarang belum punya juga -_-

    Btw, template foto-fotonya keren tuh mas. T-O-P dah.

    Salam kenal mas Andi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. udah nyobain bakso klenger belum, Mas Bayu?

      Coba kumpulin uang tabungan, gak sampe setahun pasti udah kebeli ko.

      Makasih, Mas Bayu..

      Semoga terus terjalin silaturahmi, walaupun hanya lewat untaian kata. Salam kenal juga ya..

      Delete
  37. Sedikit sama, cuma bedanya pas saya muter" pake motor ,hehe
    Kalo pake sepeda kayaknya lebih asik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, betul. Kalau pake sepeda lebih bisa menikmati pemandangan dan mudah menghafal jalan..

      Delete
  38. hehehe, dija belom bisa naik sepeda roda dua, om
    mau belajar dulu
    biar bisa keliling kota bersepeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, belajar dulu ya, Dek. Nanti kalau udah bisa gowes bareng..hehe

      Delete
  39. Asik ya gowes di jogja, apalagi kalau suasana sore dan malam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan asik lagi, suasana kapanpun tetap menyenangkan, apalagi kalau ada temannya, lebih seru lagi gowesnya..

      Delete
  40. udah setahun lalu ke yogya dan pengin ke sana lagi. adem dan banyak tujuan buat jalan2. hakhakhak.. kulinernya juga murah2 dan enak. walo saya lupa apa nama tempat makannya. main ikut aja ke mana temen ngajak. tapi yg mengejutkan kala itu pas makan di Huhah. emang sih cuma nasi tempe telur tahu dan kangkung ama kecambah, tapi kok ya murahnya keterlaluan. porsinya gede padahal.

    moga aja bisa kembali ke sana buat ngerasain kulinernya lagi dan juga denger cerita kengerian bundaran UGM nya pas nyanyi lagi gugur bunga apa ya.. lupa saya... xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa ke Jogja lagi ya, Mas. Dan jangan lupa berkabar padaku, siapa tahu bisa silaturahmi..he

      Emang gitu, yang murah banyak, begitu juga dengan yang mahal banyak. Tapi setidaknya kita bisa milih-milih ya, Mas..

      Oh, gitu, udah gak sabar mesti ke Jogja lagi ya?
      Aku tunggu kedatangannya di Jogja, Mas..

      Delete
  41. Waah... Jogja. Kota kenangan banget ini mas. Walo pun cuma 3 hari di sana tapi kenangannya ga akan terlupakan seumur hidup. Sayangnya ga sempet mampir ke bakso ini. Moga2 suatu saat aku bisa menikmati kelezatannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, pasti yang pernah datang ke Jogja, akan susah untuk melupakannya. Setiap sudut kota ini membuat kanget selalu :)

      Aamiin, semoga disegerakan ke Jogja lagi ya, Teh..

      Delete
  42. mas, itu es teh dasyat kebelenger itu bentuknya bagaimana kahh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga belum pernah nyoba sih, tapi yang jelas, lebih besar alias jumbo..hehe
      Bikin klenger lah.. :D

      Delete
  43. Nah kan, hehe ia aku paling nggk bisa melewatkan moment tanpa foto, ya emang perempuan kebanyakan suka foto-foto dan gaya-gaya gitu
    jd kalau ada laki-laki yg suka banyak gaya di foto hati-hati jangan2 .... ngggk ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh, karena sebuah foto akan membuat kangen dikemudian hari..
      Kalau laki-laki banyak gaya saat di foto, itu tandanya dia model..ha

      Delete
  44. Makin unik aja penjual bakso. Sekarang ada yang pakai ditimbang beratnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Teh, makin unik dan bikin para pelanggan tertarik untuk beli..

      Delete
  45. Ndiii, enak bgt gowes di Jogja. Cerita2 mu bikin Makin kangen Jogja. Bakso tengkleng udah nyobain blum ndiiii?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Ayo ke Jogja lagi, Teh. Kebetulan belum coba aku, padahal dekat kost cabangnya ada, dekat banget, setiap pergi kelewatan..he.. Agak kurang tertarik sama aku, gak tau kenapa :D

      Tapi boleh sih kapan-kapan aku coba..

      Delete
  46. Sungguh terlalu klo beneran pesen 1 Kg cuma untuk 2 orang. Itu perut apa karet ya? Haha

    Belum pernah beli bakso yg Segede gaban itu, paling mentok ya yg gede semangkok. Tapi ya gak gede2 bgt juga sih. Hehe

    Wuih. Makin seru aja gowes di Jogja. Sehat selalu bro biar selalu bisa gowes setiap saatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu banget ya, Mas, itu perut apa gendong nantinya.. haha

      Kalau sedirian atau berdua lebih baik ukuran sedang aja, kalau rame-rame barulah beli yang segede gaban.. :D

      Aamiin.. Terima kasih, Mas..
      Sehat selalu juga buat Mas Rifqi, biar terus bisa berbagi dan mengispirasi lewat tulisan..

      Delete
  47. Wah walaupun sepeda kayuh tapi bisa jalan kemana saja. Bravo bravo. Basonya enak yak mas? Jadi penasaran lagi saya sama rasa nikmatnya kayak apa hahaha. Wah saya bukan orang solo nih cuman orang jakarta biasa haduuuu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Tentu dong, Teh, sekalian olahraga kan..hehe

      Enak banget, selain ramai antrinya juga lumayan. Harus sabar lah..he

      Kalau ke Jogja sempatin nyoba aja ya, Teh, biar gak penasaran..he

      Kirain di Solo, Teh :D
      Ayo eksplor Jekartah lagi..

      Delete
  48. Bersepeda berkeliling kota bersama teman2 terasa asyik ya, mas. Apalagi saat istirahat menikmati bakso. Wow... Semakin seru kayaknya.
    Jadi pengen ke kota Jogja nih, setelah melihat foto2 di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas, asik dan menyenangkan..he
      Betul, ayo ke Jogja dan jangan lupa berkabar, siapa tahu bisa silaturahmi..

      Delete
  49. Sepedaaaaaaa. Sepedaan lagi ya ini. Terakhir kali baca artikel di sini juga bahas sepedaan. Cuma waktu itu lagi bulan puasa dan sepedaannya itu buat nyari takjil. Bener gak sih?

    Aku belum pernah nyobain Bakso Klenger, sih. Tapi kalo ukurannya gede, kayaknya sama aja kayak bakso yang pernah aku makan. Namanya itu bakso granat. Cuma ya kalo sampe 1 kg, di sini enggak ada. Soal yang gak berani pesan 1 kg, pesan aja. Kalo gak habis, bisa dibungkus kan? Buat oleh-oleeeh~

    Trus setelah bantuin foto, gak sekalian minta di tag di sosmed atau tukeran nomor hape? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yapz, sepedahan lagi..hehe
      Iya, bukan buat nyari takjil semata juga sih :D
      Karena suka bersepedan, jadi ngabuburit sepedahan, dan mampir masjid :D :D

      Kalau aku pribadi yang sudah makan, tetap beda, terutama di tekstur rasa dan keras lembutnya bakso. Yang 1 kg itu lebih terasa keras gitu, tapi di bakso klenger ratu sari tetap enak..he

      Sepertinya kalau pesan bisa dibungkus yang 1kg. Kalau di sini malah sering yang pesan segitu, bahkan ada yang sampe 3 sampai 5kg. Dan ada juga yang sampe 20kg kalau gak salah..

      Memang sudah ada takarannya gitu, misalnya 1kg di khususkan untuk 4-5 orang makan, tapi kalau mau dimakan sendiri gak apa, yang penting habis..hehe

      Haha.. Aku orangnya gak modus sih, setelah fotoin ya udah, cukup bantu aja.. haha

      Delete
  50. oh kirain nama sepedanya,ternyata bersepeda ke Bakso Klenger Ratu Sari toh mas

    ReplyDelete
  51. Aaaaa Jogja selalu ngangenin
    Jogja ini salah satu kota yang selalu bikin aku pengen kembali dan kembali lagi
    Waktu terasa berjalan lambat disana. Suka banget sama suasananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Jogja memang istimewa, bikin betah orang yang sudah datang ke Jogja :D
      Kapan terakhir ke Jogja, Teh ?

      Delete
  52. Kereen... Selalu pengen gowes naik sepeda tiap kali buka blog ini. Asyik ya? :D
    Baksonya kalau 1kg boleh dibungkus gak mas? Sayang kan kalo gak habis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Bersepeda memang menyenangkan apalagi di kota Istimewa ini :)
      Sepertinya boleh, Teh, kalau bisa sih pesen yang 1kg jangan dimakan sendiri, karena sudah ada ukuranya. Misalnya 1kg itu bisa dimakan sama 4-5 orang. Kalau sendiri sebenarnya tak masalah, asal habis..haha

      Delete
  53. Ngeri ya bakso 1kg kayak apa ukurannya, bisa nggak makan seharian, hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa di cek di postingan berikutnya ko, Teh, udah ada lingnya di atas. Monggo!

      Kalau di buat makan seharian cukup itu..he

      Delete
  54. Wuih seger, warna kuah basonya merah gt...

    ReplyDelete
  55. Ceritanya ini mbaleni ngebakso ya, Mas :)

    ReplyDelete
  56. Blog keren jangan sampai ketinggalan ku FOLLOW done !

    Ni baru balance ..
    makan semangaaattt baksonya bikin kagak kuaaatt ngeliyatnya
    enyaaakk oh mak legenderrrr kenyaalll mantabz

    diimbangi ngagowes ...
    ya makan enak, ya badan sehat .. !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatur nuhun, Teh. Udah saya follback juga..

      Hehe.. pengen kah, Teh?
      Silahkan ambil.. :D

      Alhamdulilah, Teh..
      Hidup sehat itu menyenangkan..

      Delete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)