Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun


DiaryMahasiswa.com | Wilujeng enjing, siang, sonten, wengi. Kumaha aranjeun maca ieu seratan we. Mugia sehat teras, doa kalayan cita-citana mugia Allah kabulkeun. aamiin.

Mangga bismillah heula sateuacan neraskeun maca ieu seratan. Sanes seratan penting, sanes oge berita. Mung ieu carita di malam minggu abdi nu tos jelas benten sareng malam minggu biasana.

Jagi gini guys, sebelum lanjut ke cerita aku kasih tahu lagi ya. Kalau aku asli dari Ciamis, Sunda. Jadi, buat kalian yang masih salah atau belum tahu, sekarang sudah tahu kan. Karena di beberapa postinganku sebelumnya ada yang masih tanya asli mana, ada yang nebak juga kalau aku dari Makassar. Padahal bukan.

Aku mau tanya, biasanya malam minggu, teman-teman gunakan untuk apa ?

Aku sendiri kalau malam minggu biasanya selain aku gunakan untuk istirahat, aku gunakan untuk hal yang bermanfaat. Bisa itu mengerjakan tugas, berkumpul dengan orang tersayang. Seperti keluarga dan sahabat. Atau bisa juga digunakan untuk menulis. Ya, seperti menulis di blog seperti ini. Kebetulan di malam minggu kemarn aku tidak bertapa seperti biasanya di kos, aku sengaja keluar untuk mencari sebongkah keceriaan.

Malam minggu kemarin tepatnya tanggal 6 Mei 2017 aku ikut menghadiri acara MILANGKALA SANGGAR SENI SIMPAY KE-15 TAHUN, Keluarga Pelajar Mahasiswa (KPM) “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta. Acara ini diadakan di asrama KPM Galuh Rahayu. Untuk para panitianya tentu warga atau pengurus di KPM tersebut.

Aku sendiri termasuk warga KPM Galuh Rahayu tapi tidak jadi pengurus dan tidak tinggal di asrama juga. Bukan tidak mau, tapi jarak ke kampusku lumayan jauh dibandingkan dengan kosku sekarang. Meskipun begitu, sesekali menyempatkan main ke asrama.

Acara ini bukan pertama kalinya diadakan KPM Galuh Rahayu. Jelas, ini sudah kesekian kalinya, di tanggal 6 ini aja udah ulang tahun yang ke-15. Tentu tahun-tahun sebelumnya dimeriahkan juga dengan acara seperti ini. Namun, jujur, baru kali ini aku bisa hadir dan datang langsung menyaksikan. Aku senang dan bangga jadi orang Ciamis. Orangnya manis-manis lagi. Gak percaya? Coba cari teman hidup dari Ciamis ya. #Ehh..

* * *

Sebelum kalian tahu bagaimana serunya acara ini. Baiknya aku kasih tahu dulu sebenarnya KPM Galuh Rahayu dan Sanggar Seni Simpay itu apa. Siapa tahu kalau main ke Jogja bisa bersilaturahmi dengan orang yang manis-manis. Jangan salah, selain gudeg manis. Orang Ciamis yang ada di Jogja sudah tentu manis-manis.

Berikut adalah logo dari KPM (Keluarga Pelajar Mahasiswa) Galuh Rahayu, Ciamis-Yogyakarta.



KPM (Keluarga Pelajar & Mahasiswa) ”Galuh Rahayu”Ciamis-Yogyakarta yang berdiri sejak tanggal 20 Desember 1962 merupakan suatu perkumpulan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Camis yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Warga KPM Galuh Rahayu adalah orang Ciamis atau orang yang pernah tinggal/sekolah di kabupaten Ciamis dan melanjutkan studi di Yogyakarta. Sehingga orang Ciamis yang melanjutkan studi di Yogyakarta secara otomatis telah menjadi warga/anggota KPM Galuh Rahayu. Saat ini KPM Galuh Rahayu telah memiliki sarana bangunan tetap dan sepenuhnya merupakan aset PEMDA Ciamis  yakni Asrama Galuh yang secara umum warganya berhak untuk menggunakannya.
Adapun Sekretariat Asrama Galuh adalah di Jalan Veteran, Warungboto I, UH IV/756 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tlp. (0274) 385 357. (sumber : kpmgaluhrahayu.org)


Sedangkan untuk logo Sanggar Seni Simpay KPM "Galuh Rahayu" Ciamis- Yogyakarta, ada dibawah ini :

Sanggar Seni Simpay merupakan Lembaga Semi Otonom dibawah naungan Bidang Kesenian – KPM Galuh Rahayu yang menghimpun bakat serta potensi seni warga Galuh (Mahasiswa/i Ciamis) di Yogyakarta, namun tidak menutup ruang bagi mahasiswa/i yang berasal dari luar kabupaten Ciamis.
Agenda rutin yang biasa dilaksanakan oleh Sanggar Seni Simpay diantaranya Milangkala Sanggar Seni Simpay, Pergelaran Seni Tari, dll. Selain itu, Sanggar Seni Simpay pernah menggelar kegiatan konser seperti Yogyakarta Bamboo Night di Taman Budaya Yogyakarta, Konser Musik Angklung di Auditorium UNY, dan sering berpartisipasi dalam kegiatan kesenian di lingkungan Yogyakarta ataupun luar daerah Yogyakarta seperti kegiatan kesenian di Universitas di Yogyakarta.
Sekretariat dan ruang untuk proses berkesenian di Asrama Galuh: Jalan veteran, Warungboto I, UH IV/756 Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (sumber : kpmgaluhrahayu.org)

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan. Untuk acara milangkala ini dilaksanakan malam hari, tepatnya pukul 19.00 sampai selesai. Di acara milangkala ini juga menampilkan Tari Topeng, Angklung Sanseku, Bolokosonom, Gondang Pasisian, Sanggar Pamong dan bonus dangdutan di sesi terakhir.

Biar tidak bingung juga. Aku kasih tahu detailnya dari kelima kesenian yang akan ditampilkan di acara Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun ini.

Tari topeng ini merupakan seni tradisi yang hingga saat ini tetap lestari sebagai wujud keadiluhuran budaya di Jawa Barat. Pementasan ini dipersembahan oleh Sanggar Seni Krikil di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Indramayu (KAPMI-Yogyakarta)



Angklung SANSEKU merupakan kelompok musik angklung yang dikembangkan oleh Sanggar Seni Kujang di bawah naungan IKPM Jawa Barat-Yogyakarta yang berfokus untuk melestarikan dan mengangkat potensi kesenian Sunda khususnya musik Angklung oleh mahasiswa/i asal Jawa Barat.



Bolokosonom yang berarti Bolo = Teman dan Kosonom (Sokoenom) = dari muda merupakan kelompok musik band bergenre Blues yang tetap konsisten dengan karakter musik yang mereka sajikan.


Seni Gondang merupakan salah satu kesenian Tatar Sunda yang hingga saat ini terus berkembang dan tetap dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat di Tatar Galuh Ciamis. Kesenian Gondang mulanya merupakan aktifitas menumbuk padi yang dilaksanakan oleh masyarakat Sunda disaat waktu panen tiba di sawah. Selain menumbukan tongkatnya pada lisung, mereka juga menyanyikan lagu-lagu Sunda sebagai bentuk ekspresi dan wujud kebahagiaan.



Sanggar Pamong merupakan unit kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus perguruan Tamansiswa (UST Yogyakarta) yang berfokus pada pengembangan potensi seni dan budaya nusantara. Sangar Pamong akan mementaskan kesenian musik etnis dan dikolaborasikan dengan instrumen lainnya.


* * *
Baca juga : Suasana Pagi di Padang Pasirnya Yogyakarta

Untuk acaranya kebetulan umum, artinya siapa saja boleh hadir. Tidak khusus orang Ciamis atau sunda saja. Tadinya aku mau berangkat sendiri, tapi karena ini acara umum, aku coba share juga ke teman-teman. Tepat satu hari sebelum acara dimulai aku share acara ini ke beberapa grup kampus, baik di whatshapp ataupun di BBM.

Sayang, mereka semua tak ada satupun yang merespon. Aku ajak teman dekatku, Tri namanya. Kebetulan dia juga orang sunda, dari Bogor. Selain jadi teman selama di perjalanan, dia juga penasaran dengan semua kesenian yang akan ditampilkan.

Kami berangkat setelah shalat Isya. Tidak begitu jauh jaraknya dari kost dengan motor. Sesampainya disana sudah lumayan banyak yang hadir. Tapi acara belum dimulai. Aku rasa karena para pengunjungnya juga belum penuh, karena banyaknya yang datang akan memperngaruhi jalannya suatu acara dimulai.


Sebelum masuk, seperti biasa kami mengisi daftar hadir yang lengkap dengan suguhan makanandan minumnya. Satu yang berbeda, aku rasa tidak ada di acara-acara lain. Setiap orang yang hadir dikasih wadah atau tempat untuk korek api dengan rajutan gitu. Aku sengaja tidak kasih tahu, nanti kalian pengen. ^_^

Foto diatas itu tempat pengisian daftar hadir. Lilin? Betul, memang menggunakan lilin untuk penerangannya. Keren kan, kalian pernah lihat seperti ini sebelumnya? Setelah mengisi daftar hadir, kami cari tempat duduk paling depan, sengaja biar terlihat jelas. Sekaligus bisa mengabadikan selama kesenian sedang berlangsung.


Sebagai pembukaan para pengunjung disambut dengan para penari. Berada di tempat seperti ini, aku serasa ingat rumah. Kalau dirumah, aku biasa muter musik-musik sunda. Baik itu sedang santai ataupun bekerja, misalnya nyapu lantai ataupun bersih-bersih rumah.


Untuk bisa lihat lebih jelas tari pembukaan dalam acara ini. Teman-teman bisa lihat videonya dibawah ini :


Setelah tari selesai, dilanjutkan dengan sebuah pertunjukan yang menceritakan kerajaan Galuh. Lengkap ada putri, sang raja hingga prajuritnya juga ada. Kalau kalian lihat secara langsung pasti akan tahu bagaimana serunya.




Tapi tenang, teman-teman tetap bisa melihat bagaimana cerita tentang kerajaan Galuh. Yang mana nantinya sang raja terbunuh. Dari pada penasaran, kalian lihat aja di video bawah ini.


Setelah itu barulah pemotongan tumpeng. Dalam pemotongan tumpeng ini di potong langsung oleh Ki Demang salaku Sesepuh Adat Sunda Galuh di Yogyakarta.




Dari pemotognan tumpeng ini ada artinya. Aku dapat pelajaran ternyata cara memotong tumpeng yang benar, tidak dari samping tapi dari atas. Agar lebih jelasnya, kalian bisa cek video dibawah ini.


Setelah acara pemotongan tumpeng selesai, barulah MC dalam acara milangkala sanggar seni simpay keluar. Tidak hanya satu, dua, tapi 5 sekaligus. Benar-benar semangat kelima MC ini. Baik perempuannya ataupun laki-lakinya.


Sembari acara berjalan para pengunjung juga semakin bertamah. Yang bikin aku salut banyak warga dari Ciamis datang langsung ke asrama galuh. Dari kelompok kesenian Gondang Pasisian sendiri, lebih dari 30 orang yang datang.

Kelima MC acara ini tidak langsung keluar langsung bersamaan. Tapi perlahan sembari menghibur pengunjung. Aku sendiri asik mendokumentasikan acara ini ketika lihat ke belakang sudah banyak orang yang sedang duduk dibelakangku.



Di sela-sela menghibur pengunjung yang datang, diselingi juga dengan sambutan-sambutan. Pertama dari ketua pelaksana acara milangkala sanggar seni simpay ke-15 tahun, yaitu Kang Wahyu Hidayat.


Kemudian, dilanjut juga dengan sambutan lagi. Yang kedua ini sambutan dari ketua KPM (Keluarga Pelajar Mahasiswa) "Galuh Rahayu" Ciamis-Yogyakarta, yaitu Kang Tendi Nugraha.


Sebenarnya ada satu lagi sambutan dari ketua sanggar seni simpay, yaitu Kang Gaji, tapi malam itu aku sedang balas pesan singkat dari teman. Disaat aku mau ambil foto, sambutannya sudah selesai. Jadi tidak ada fotonya di blog ini.

Setelah sambutan-sambutan selesai, dilanjut lagi dengan kelima MC. Namun, beberapa panitia yang lainnya sudah menyiapkan lisung untuk penampilan kesenian gondang pasisian yang pertama.


Selain ramai, MC juga terus menghibur, terutama menyapa para pengunjung yang baru datang. Kalau teman-teman hadir secara langsung dijamin ketawa karena kekocakan dari para MC. Tapi tenang, kalian tetap bisa melihatnya di video bawah ini.


Setelah pertunjukan kesenian gondang pasisian selesai, dilanjutkan dengan pertunjukan seni tari topeng. Kebetulan waktu pertunjukan ini aku tidak di posisi depan lagi, karena malam itu Tri minta minum kehausan. Aku ajak dia ke depan, dimana tempat pendaftaran awal tadi. 

Setelah minum dan ngemil, tak lama pertunjukan tari topeng dimulai. Disaat aku pengen ngeliat dari dekat, ternyata tempat pertama yang kami duduki sudah penuh sama orang lain. Kami hanya bisa melihat tari topeng dari kejauhan. Tapi tetap berusaha untuk mengabadikannya lewat foto.


Wajar agak gelap, kami posisinya paling belakang. Warna hitam yang terlihat dalam foto itu seperti langit semua, padahal itu orang yang sedang berkumpul menonton. Kebetulan para pengunjung tidak duduk di bangku melainkan di lantai yang didasari oleh tikar. 


Awalnya aku kira dari awal itu langsung sudah pake topeng ternyata tidak. Namun, ditengah-tengah tari penari itu baru mengenakan topeng. Aku sendiri baru tahu kalau tari topeng seperti itu, karena pada malam itu baru pertama kalinya lihat langsung pertunjukan tari topeng.

Kebetulan yang tari topeng ini perempuan, kalau tidak menggunakan topeng baru kelihatan cantiknya. Wajar cantik, namanya juga perempuan. Tapi kalau sudah menggunakan topeng terlihat seram dan tidak tertebak siapa yang ada di dalam. Laki-laki atau perempuan.

Sayang, kalian belum bisa melihat secara langsung dari videonya. Karena waktu itu aku belum bisa merekam tari topengnya. Setelah selesai, langsung disambut dengan pertunjukan kesenian sanggar pamong.


Para pemain sanggar pamong juga tidak hanya laki-laki, melainkan perempuan juga ada. Disaat melihat ini, aku jadi teringat jaman sekolah dulu, dimana setiap minggunya ada jam atau pelajaran tentang gamelan. Aku sangat suka, karena disitu bisa belajar bermain alat musik gamelan. Mulai dari goong hingga peralatan yang lainnya.


Untuk pertunjukan sanggar pamong ini, aku sempat merekamnya, meskipun tidak dari awal tapi bisa  kalian lihat videonya dibawah ini.


Setelah selesai, langsung dilanjut juga dengan pertunjukan dari band bolokosonom. Nama bolokosonom ini kalau diartikan yaitu kawan dari muda. Keren, kan. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih lagu-lagunya dari Bolokosonom band, bisa dicek di soundcloudnya disini. Atau instagramnya di @bolokosonom

Disaat bolokosonom band nyanyi, aku berusaha mencari tempat untuk pindah ke depan. Sempat sedek-sedekan awalnya, tapi para pengunjung yang lainnya baik hati. Aku berhasil duduk di bagian ke tiga dari belakang, meskipun tidak paling depan. Tapi aku masih bisa merekam bolokosonom band tampil.

Kebetulan bolokosonom band ini tampil dengan 4 lagu sekaligus. Pertama mereka membawakan lagu yakmo rambe yakmo, kedua lagunya Slank-Terlalu Manis Untuk Dilulapakan, ketiga lagu dari Black Out-Resiko Orang Cantik, dan yang terakhir bolokosonom membawakan lagu ciptaan mereka sendiri dengan judul Melatiku Telah Lungo.

Teman-teman bisa melihat penampilan mereka saat menyanyi di video bawah ini :

1. Bolokosonom Band - Yamko Rambe Yamko

2. Bolokosonom Band - Terlalu Manis Untuk Dilupakan

3. Bolokosonom Band - Resiko Orang Cantik

4. Bolokosonom Band - Melatiku Telah Lungo

Setelah pertunjukan selesai, Tri terlihat ngantuk dan capek. Tak lama dia pun mengajak pulang. Akhirnya kami pulang kurang lebih jam 23.00 kurang. Sebenarnya setelah pertunjukan bolokosonom ini, masih ada penampilan kesenian angklung sanseku. Dan terakhir bonus dangdut.

Sayang, aku belum bisa melihatnya. Jadi teman-teman cukup tahu sampai disni aja ya. Karena malam itu kami pulang, jadi belum bisa kasih tahu bagaimana serunya penampilan dari angklung sanseku dang dangdut.

* * *

Bagaimana pendapat teman-teman setelah baca dan lihat Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun. Kasih pendapat kalian dibawah ya.

May 07, 2017 - 180 komentar

180 comments:

  1. udah lama juga ya paguyuban mahasiswa-nya mas.
    lumayan aktif juga sepertinya, ada lembaga seni-nya segala. salut!

    paling seneng emang kalau udah nemu dan kumpul sama orang-orang yg satu daerah asma kita pas diperantauan. serasa punya saudara yg senasib sepenanggungan *halah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah lama dan alhamdulilah masih berjalan sampai sekarang :)
      Kalau urusan aktif bukan sepertinya, tapi always aktif Mas..he
      Iya, jadi setiap mahasiswa bisa mengekpresikan diri di lembaga keseniannya..

      Hehe...betul itu Mas, bukan saudara lagi tapi keluarga besar :)

      Delete
  2. Bolokosonom Band...!!! Nama band yang unik Mas... Plus Antimainstream

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain unik, Bolokosonom juga mengandung arti lho Mas :)
      Artinya kawan dari muda :)

      Delete
  3. Kesenian suanda jangan sampai punah yah mang,, harus tetap dilesatarikan,, sama genarasi mudanya,, pami sanes kurang sunda bade ku saha deui eta kesenian sunda dilestarikeuna, abi ngiring bingah ngenaan acara milangkla sanggar seni simpay,,,,
    Ayenamah ciamis teh tos janten mantan, ayanemah tos teu kaasup warga kab.ciamis tapi warga kab. pangandaran,, tapi tetep rasa duduluran jeung kadedeuh kana budaya sundamah sami wae kawas warga ciamis/galuh,, pokonamah etateh masih budaya Indonesia,, heg kudu dimumule ku urang indonesia, terutami ku urang sunda, sanes urang ciamis wungkul... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, agar anak cucu kita nanti tetap tahu kesenian sunda.

      Leres, upami sanes ti ayeuna iraha deui? Muhun, panginten..hehe
      Alhamdulilah a, cobi upami ngiring dongkap di acara milangkala sanggar seni simpay, pasti langkung bingat tur resep :)

      Muhun nya, ayeuna mah tos benten alias tos di pisah antara Ciamis sareng Pangandaran. Sanajan sapertos kitu, tapi tetap budaya sunda kedah dilestarikeun teras.

      Satuju pisan, da orang sunda mah henteu orang Ciamis hungkul. Mugia terus tiasa ngamumule budaya sunda nu aya di Indonesia ieu :)

      Delete
  4. Mengenal lebih dekat dengan seni dan budaya dari para pelaku di tempatnya akan menambah wawasan pengetahuan dan cinta kita kepada budaya sendiri, apalagi kita bisa ikut memngenalkan dengan cara kita melalui media blog seperti ini, tentunya akan mengesanka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Indra, apalagi di jaman sekarang ini yang mana apapun itu serba online termasuk berita ataupun informasi mengenai kebudayaan sunda :)

      Delete
  5. Milangkala Sanggar Seni Simpay Ke-15 Tahun sarat dengan seni serta budaya, ini perlu di abadikan untuk dokumen sejarah nantinya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, agar anak cucu kita juga bisa tahu budaya sunda itu seperti apa :)

      Delete
  6. lho mas andi asli makassar tapi sekarang di Yogya ya... Wah kebalikannya mas, saya Semarang tapi sekarang di Makassar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bukan asli Makasar mas, kan itu udah di jelaskan di atas..he
      Oh di Makassar, bukannya dulu pernah komen kalau mas itu di dekat Parangtritis ya, Mas ?

      Delete
  7. Sugah teh urang yogya..
    Teu kacida sundana. Ari ayeuna mah kacida pisan sundana πŸ˜‚

    Waduh.. Tadi ane ngomong apa diatas πŸ‘† ya..

    Suka khilap kalau baca-baca artikel itu, jadi terbawa perasaan he..he..

    Kesenian sunda sudah mulai pudar untuk zaman sekarang. Oleh karena itu adanya sanggar seni itu sangat penting untuk memperkenalkan budaya leluhur bangsa ini.

    Tos sakitu wae nya, abdi hapuenteun bade kapipir heula, keur ngaguntingan duit bisi aya nu nyandak πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sanes mang, di Yogyakarta mah nuju ngumbara milarian elmu. He

      Tadi di atas ngomong sunda ko gak dilanjut sampe akhir mas..he
      Berarti kalau baca artikel bahasa Inggris jadi kebawa inggris juga ya, Mas..hehe

      Iya mas, semoga kedepannya tetap bisa berkembang terus dan bisa dikenal hingga dunia :)

      Haha.. ning artos teh di guntingan kitu Mang ?
      Abdi nyuhunkeun atuh, kangge meser jajan..haha

      Delete
  8. Yang kayak gini yang harus dilestarikan dan di budayakan oleh generasi era sekarang Misal saya dekat pasti ikutan juga.. Hehehe.

    Maaf kang andi saking banyaknya orang jadi ngak lihat dirimu.. Saya kira udah membalas e,, saya cek belumm.. Saya enggak cuekkin kamu kokk.. Jangan nangis lagibya Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas jun :)
      Denga dilestarikan, generasi muda nanti jadi tahu.

      Iya gak apa-apa ko Mas..he
      Kalau nangis mah gak, cuma aku suka menyempatkan pengen bales komen lagi :)

      Delete
  9. Mas Andi, ini bener2 perkumpulan senasib sepenanggungan dan sekerabat. Bahagia banget ya ada kumpulan kayak gini di negeri orang (Yogyakarta). Pokoknya di paran orang dan ketemu orang sedaerah itu sesuatu banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, sebenarnya tidak cuma Ciamis ko yang ada perkumpulan seperti ini. Dari kota-kota lain juga sama ada. Dan setiap asrama kalau ada acara pasti meriah juga :)

      Delete
  10. Ternyata udah lama juga ya KPM galuh rahayu, seneng ya di perantauan tapi masih banyak kegiatan dari daerah asal, khususnya sunda ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu senang karena banyak sekali teman, saudara dan kerabat yang sama-sama berjuang di tanah rantau :)

      Iya memang sudah lama, dan sampe sekarang terus eksis :)

      Delete
    2. alhadulilah senang dengarnya, semoga terus bisa mmpererat silaturahmi antar anak rantau..

      Delete
    3. Aamiin.. semoga terus terjalin silaturahmi dimanapun berada :)

      Delete
  11. banyak sekali kegiatan - kegiatan yang dilaksanakan disana, dan ini bagus banget buat mempertahankan budaya yang ada di Indonesia. Sayangnya saya di Bogor mau liat kesana terlalu jauh, salam kenal kang Andi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dari Bogor ke Jogja mah jauh..hehe
      Tapi di Jogja juga sepertinya ada asramanya, temanku yang aku ajak ke acara milangkala seni simpay ini juga aslinya dari Bogor..

      Betul, kegiatan semacam ini untuk mempertahankan salah satu kesenian budaya yang ada di Indonesia..

      Delete
    2. wah ada asramanya juga, apakah itu gratis atau bayar sendiri kang? hehehe

      Delete
    3. Kata temanku yang dari Bogor ada Mas. Untuk gratis atau tidaknya aku kurang tahu. Tapi kalau seperti di asrama KPM Galuh Rahayu ini umumnya memang gratis yang mau tinggal di asrama.

      Paling cuma bayar uang listrik dan air saja. Waktu itu di asrama Galuh sendiri 50rb per bulannya. Untuk sekarang aku rasa menyesuaikan, misalnya ada yang naik (listri) pasti naik juga Mas :)

      Delete
    4. Memang murah - murah ya di daerah sana harganya untuk 50 ribu satu malam ya lumayan lah.

      Kegiatan yang positif ditambah tidak membuat kantong kering ya pasti pada mau insyaAllah hehe

      Delete
    5. Iya mas, alhamdulilah :)
      Yang mahal banyak, tapi yang murah dan terjangkau juga ada..hehe

      Delete
  12. kesenian seperti gondang itu sudah jarang terlihat, tradisi kesenian seperti itu harus terus dilestarikan mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju kang Ebedy, semoga terus bisa dilestarikan ya :)

      Delete
  13. luar biasa acara seprti ini, terus di pos dan abadikan ya mas, agar anak cucu kita nanti tahu..kalau gk pulang pasti bisa abadin itu kegiatan angklungnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu, karena yang namanya mengabadikan suatu momen itu sudah seperti tugasnya blogger..hehe

      Tak dipungkiri juga setiap kegiatan dimanapun yang namanya dokumentasi pasti selalu ada.

      Delete
    2. Ko gak ada foto mas andi, gak narsih ya? :D

      Delete
    3. Waktu itu karena malam jadi mau foto juga gak keliatan, mau pake flash silau...hehe

      Yang penting inti dari kegiatannya berhasil aku dokumentasikan :)

      Delete
  14. Mantap mas Andi! Matang postnya!
    Milangkala Sanggar Seni Simpay ini harus tetap dan terus jalan.
    Supaya budaya kita bisa terus diwariskan ke generasi2 berikutnya. Karena anak sekarang udah jarang ada yang peduli sama budayanya. Sibuk main hp doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mas, mudah-mudahan Sanggar Seni Simpay semakin dikenal oleh masyarakat. Sebenarnya main handphone gak ada salahnya tapi harus dibatasin ya, Mas. Karena masih ada yang harus dilaukan selain mencetin gadget terus..hehe

      Delete
  15. wilujeung siang, maaf baru sempet mampir mas.. biasa kesibukan di dunia offlone sedang gencar-gencarnya, hehe...

    Menggeluti dunia theater harus full time ya mas, karena menyangkut soal budaya yang gak bisa di anggap sepele, semua penggiat sanggar perlu mendapat apresiasi yang baik dari kita sebagai penikmat karya-karya mereka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wilujeng siang oge Kang..he
      Wah abdi ngawalerna oge enjing ieu..he

      Di dunia offline mah pasti lebih sibuk ya kang..
      Betul kang, harus pintar-pintar membagi waktu, karena sesibuk apapun kegiatan untuk seni, jangan sampai meninggalkan kegiatan yang lainnya, apalagi kewajiban mah :)

      Delete
  16. Wah, bacanya bikin happy! Solid sekali ya, warga Ciamis dimanapun berkumpul. Bisa mengobati kangen sama rumah, deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa mengobati kangen sama rumah, disini sudah seperti keluarga :)
      Lebih happy lagi kalau bisa datang langsung untuk menyaksikan.

      Delete
  17. anak jaman sekarang jarang sekali ikut membudayakan kesenian seperti ini. Ini harus terus dikembangkan mas, biar bisa diteruskan oleh generasi muda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beutl, semoga terus bisa berkembang dan dikembangkan oleh generasi-generasi berikutnya :)

      Delete
    2. Ada pelatihannya juga kah mas ?

      Delete
    3. Tentu ada, untuk angklung sendiri, di malam Jum'at di asrama KPM Galuh Rahayu :)

      Delete
    4. kalau dekat aku pengen sambil belajar juga mas..

      Delete
    5. Di daerah mas Deni gak ada kesenian seperti ini kah ?

      Delete
    6. tiap daerah pasti berbeda kesenian mas..

      Delete
    7. Betul juga sih beda-beda. Tapi meskipun begitu, semoga kesenian daerah tetap terus dilestarikan :)

      Delete
  18. seneng klo ada acara pementasan seni, soalnya skrg kesenian negeri sudah hampir punah karena modernisasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul juga Mba, semoga terus bisa dilestarikan, khususnya oleh generasi muda :)

      Delete
  19. Dari semua pertunjukannya keren-keren, gak kebayang kalau gw ada di tempat itu, pasti rame banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uuuuhhhh, sudah jelas pasti lebih senang. Dan satu, bisa joget bareng di depan lho..hehe

      Delete
    2. asik tuh joget, pasti rame banget ya. gak takut ambruk kan gk di panggung..hehe

      Delete
    3. Haha.. di teras tanah soalnya jadi gak perlu ambruk.. :D

      Delete
  20. wilujeng kang, ehehehe. wah, keren juga ya ada semacam perkumpulan pelajar Ciamis yang belajar di jogja. Berarti, jumlah pelajar dari ciamis yang belajar di jogja itu memang banyak ya per tahunnya. Hebatnya lagi, acara kebudayaan adalah acara yang digagas. Mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setiap tahun pasti ada yang kuliah dari Ciamis. Sekalipun jumlahnya tidak tentu setiap tahunnya.. Iya mas, alhamdulilah selalu ada kegiatan disetiap tahunnya.

      Delete
  21. Dengan adanya sanggar-sanggar yang terus eksis melestarikan kebudayaan insyaallah kesenian yang ada di bumi Indonesia tidak punah, apalagi kalau generasi muda turut eksis menjaga keletariannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga ya Mba. Karena dengan cara dilestarikan, generasi berikutnya jadi tahu dan bisa melanjutkan untuk melestarikan :)

      Delete

  22. Aku di Malang juga ada tempat kumpul namanya Forum Komunikasi Mahasiswa Penajaman Paser Utara (FKM PPU) bikin acara serupa juga. Memperkenalkan tarian dan adat kaltim.

    Yaahhh... udah pulang. Padahal itu biasanya kalo semakin malam semakin asik dan acaranya yang seru sengaja ditaruh di terakhir biar gak pulang dulu. Ternyata kamu pulang duluan.. sampai malem juga sih ckckk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap kota juga aku rasa ada ya, Mba. Karena selain bisa mengumpulkan para mahasiswa yang kuliah di kota tertentu dari kota asalnya mereka. Seperti Mba Arum, dari Kaltim. Di Jogja juga sama, kebetulan aku ada temand ari Kaltim.

      Soalnya waktu itu temenku minta pulang jadi gak sampe akhir, lagi pula pukul 24.00 acara sudah selesai.

      Delete
  23. Pertama aku mau jawab ini dulu.
    'kalo malem minggu biasanya aku abisin buat leyeh-leyeh di kamar sambil nonton film downloadan :)"

    Aku pernah ikutan acara Milangkala di Bogor.
    Di situ banyak banget pentas seninya..
    tari tarian juga banyak. dan itu petama kalinya aku tau arti Milangkala. padahl aku orang sunda tapi ga ngerti sunda wkwk ,, sunda abal abal sih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik ya mas, teman-temanku juga banyak yang gitu, sebelum malam minggu download dulu. Di tonton khusus malam minggu..hehe

      Hehe..tapi kalau ngomong mah bisa ya mas bahasa sunda. Kalau boleh tahu Bogornya dimana ya, Mas ?

      Delete
    2. AKu Bogor Parung.
      Tepatnya Daerah perbatasan bogor dan depok.
      jadi bahasnya ga jelas, sunda bukan, betawi juga bukan.

      Delete
    3. Oh gitu, kalau aku ke Bogor bisa lah di anter halan-halan sama mas Khairul ?

      Delete
  24. Sedih, ya, kalo udah ngabarin temen-temen dan ngajak dateng, eh pada gak bisa. :( Sebelnya lagi, nanti ada yang protes, "Kok gue gak diajak?" Wahaha. Pengin ngetawain aja yang begitu.

    Bagus, ya, pakai lilin penerangannya. Betul-betul tradisional dan hemat. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah dia mas, dan betul itu kalau udah gitu ngomel gak ngajak uge.. Beuh..

      Hemat itu ciri khas mahasiswa mas..haha

      Delete
  25. kirain malam minggunya sampean buat apel mas.? eh ternyata buat menghadiri acara milangkala sanggar seni simpay yg ke 15 thn.


    Memang asyik banget kalau mau ikut ngumpul2 acara seperti itu. disamping ketemu sama temen2.., kita juga ikut melestarikan budaya daerah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan itu juga sekalian apel mas. yang diapelinnya ada di sana.

      Delete
    2. Aku mah gak pernah apel Mas Jeni..hehe

      Betul, dan disitu lebih rame dibandingkan dengan apel..hehe

      Delete
    3. Hahaha.. Mangs abdul bisa aja :D

      Delete
  26. HAi mas. Aku malah baru tahu nih tentang budaya seperti ini. Smoga suatu saat bisa nonton langsung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii juga Mba :)

      Aamiin, kalau penasaran yang ini. Bisa diputar juga kok video diatas. Siapa tahu membuat tahu :)

      Delete
  27. Bagus banget ini mas.
    Harus terus dilestarikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia satujua harus dilestarikan

      Delete
    2. Iya memang, agar para generasi mudah tahu juga.

      Delete
    3. Eh, Mangs abdul setuju-setuju aja..hehe
      Memang harus banget kalau dilestarikan, agar para penerus yang masih muda bsia belajar.

      Di KPMG Galuh Rahayu juga, misalnya angklung, diajarkan setiap malam Jum'at gitu...

      Delete
  28. motong tumpeng dari atas ya. wah kalo saya biasanya sekena aja mas.
    sugan teh tadi pake bahasa sunda sadayana kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadina mah bade ngangge bahasa sunda sadaya, tapi takut yang lain ada yang belum ngerti jadi ya dicampur aja sama Indonesia Mang..he

      Aku juga baru tahu motong tumpeng seperti itu :)

      Delete
    2. ada aturannya juga ya kalau motong tumpeng, aku sendiri biasanya cuma asal yg penting kepotong :D

      Delete
    3. Aku juga baru tahu waktu malam itu, jadi ada pelajaran yang bisa aku ambil..he

      Delete
  29. wah artikelnya super lengkap dan keren penyajiannya, suka tampilannya, salam kenal dari newbie Bengkulu ya min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya :)
      Salah kenal juga, semoga terus terjalin silaturahmi ya..

      Delete
  30. Aku gagal paham dengan bahasa di paragraf pertama dan kedua.....hahaha. Aku org asli palembang aja nggk ngerti bahasa palembang :v

    Malam minggu biasa aku gunakan untuk blogwalking, tapi karena lemahnya sinyal cuman beberapa blogger yg bisa aku kunjungi.

    Hemm....pentas seni, aku dulu terkadang males ngikutin pentas seni karena menurutku begitu begitu aja. Skrng aku sadar klo seni budaya itu harus dilestarikan, jgn sampai punah. Bagus jika ikut berpatisipasi dalam kegiatan pentas seni.

    Sukses terus kak andi ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. itu bahasa Sunda, Tar :)
      Apalagi aku gak tau bahasa Palembang..hehe

      Keren, memanfaatkan waktu luang untuk membaca blog teman-teman ya. Iya betul, apalagi masih muda masih banyak waktu untuk belajar, salah satunya belajar seni..

      Aamiin, sukes terus juga buat Muhammad Attar ^_^

      Delete
  31. Wah pengetahuan baru nih. Saya jarang denger seni sunda, seringnya jawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali harus dengan seni Sunda juga ya, Mas. Salah satunya lagu-lagu sunda..he

      Delete
  32. kukira masnya asli jogja
    seneng klo kumpul satu daerah gitu bisa pentas juga
    tapi ini juga yg kusuka dari jogja, memberi tempat bagi banyak daerah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan mas Ikrom, di Yogyakarta sedang menuntut ilmu. Tapi disini seperti di rumah sendiri. Nyaman dan menyenangkan, bikin betah juga..

      Betul, secara masih ada dalam lingkungan keluarga ya, Mas. Setuju mas, memang kota Jogja itu istimewa :)

      Delete
  33. perlu kuota untuk liat video ini semua..hehe
    Dokumentasinya lengkap banget mas, mantep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. kalau penasaran tentu harus berkorban Mas. Selamat menonton satu persatu ya..he

      Delete
  34. Malam mingguan di sanggar seni pasti asyik ya, mas. Bisa kumpul sama teman2 dari kota asal.
    Pengisian daftar hadir dengan diterangi cahaya lilin, sepertinya menambah suasana jadi gimanaa.... Gitu. Hehehe

    Kalau aku, malam minggu kemarin juga menghadiri acara kumpul bareng anak2 perantauan. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, serasa ada dalam keluarga aja. Berkumpul semua sekaligus memperingati ulah tahunnya Sanggar Seni Simpay :)

      Suasana jadi lebih harmonis..haha

      Oh gitu, kalau boleh tahu perkumpulan dari mana ya, Mas ?

      Delete
  35. semacam akulturasi budaya ya..keren bgt pasti jika saat memyaksikan langsung acara kegiatannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, pasti dan ngerasa terhibur banget. Ketawa-ketawa barneng..hehe

      Delete
  36. Alhamdulillah senangnya masih ada anak muda yang peduli dan melestarikan kebudayaan Sunda, semangat kang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat juga :)
      Harus, karena kesenian Sunda seperti ini harus dilestarikan agar diteruskan oleh generasi muda..

      Delete
  37. Seru nih bisa menyaksikan kawan-kawannya buat melestarikan budaya kayak gini. Kalo disini karena udah lebih moderen jadinya kalo bikin acara kurang banyak nampilin kesenian budaya, banyakan ngundang DJ dan sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, memang sih seiring perjalanan jaman, kesenian daerah mulai tergeser, tapi bukan berarti gak dilestarikan. Semoga terus ada generasi muda yang mau melestarikan budaya kesenian daerah :)

      Delete
  38. Salah satu keuntungan anak rantau, bisa ikut perkumpulan warga ciamis yang tinggal di Jogya. Jalin silaturahmi dan bisa ingat2 kampung dan tradisi yang dimilikinya. Aku pengen seperti itu tapi perkumpulan suku ku di sini, gak bisa aku ikutin. Mereka beda, aku susah jelasinnya disini.

    btw minggu berfaedah yaa, bisa jadi bahan nulis blog dengan ikutan acara tersebut hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali :)
      Memang bedanya gimana, Mba ?
      Coba jelasinnya dibikin postingan aja, siapa tau lebih leluasa.

      Hehe..sebagai seorang blogger itu ada aja yang bisa dibikin konten. Sekalipun itu kegitan di kamar kos..he

      Delete
  39. mas itu kalau tampil dalam acara dibayar berapa ya? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau itu kurang tau Bang, urusan pantia. Kebetulan malam itu aku tidak ikut panitia, jadi kurang tahu..hehe

      Delete
  40. Dari namanya udah ketauan urang Sunda, kalo Nugroho org Jawa, kaya Jaka sama Joko, haha halah kok bahas ginian..
    Salut lho sama acara seperti ini, apalagi anak2 muda yg ambil peran, hrs trs didukung supaya lestari budaya Sunda budaya Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. tapi kadang aku suka ada yang salah aja, nugroho, dan andi jadi adi. Disitu kadang merasa sedih..he

      Setuju, semoga kaum muda terus bisa melestarikan kesenian budaya sunda Indonesia ini :)

      Delete
  41. Kalau malam minggu saya biasanya hanya di Rumah sambil Jaga Toko Fotocopy Mas, kalau Jenuh di rumah biasanya keluar sama anak istri di pinggir pantai. Milangkala Sanggar Seni Simpay Luar biasa Mas,tari tariannya juga sangat unik, salam kenal ya Mas dan saya ijin follow blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren nih, kalau banyak dirumah memang menyenangkan, apalagi bisa berkumpul dengan keluarga ya :)

      Paling asik tuh bersantai di pantai, apalagi suasana sore hari. Iya unik, dan ini belum semuanya kesenian sunda.

      Oh ya, seilahkan. Terima kasih ya :)

      Delete
  42. Wih, si Aa urang Ciamis? Saya juga urang Sunda, A.

    Seru ya acaranya,banyak pertunjukkannya. Tapi di daerah saya, saya gak nemu komunitas kayak gitu. Entah emang gak ada apa emang saya yang kuper. XD

    Btw, blognya baguuus. Ini pertama kalinya kayaknya saya mampir ke sini. Salam kenal ya, A Andi πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh kitu, sundana ti palih mana nya, Teh ?

      Mungkin aja ada teh, coba cari lagi. Siapa tahu memang kurang maju atau tidak Teh Lulu tidak tahu...hehe

      Oh yah, hatur nuhun, Teh :)
      Salam kenal oge..

      Delete
  43. ouh jadi mas'nya orang ciamis yang sekrang lagi tgl di Jogja.. betul nggak??
    aku skip bagian pembukaan. yakin paling nggk ngerti sama bahasa sunda. dulu waktu SD ada pelajaran bahasa sunda dan ngerjainnya berasa kaya bahasa inggris.. -__-

    seru nih kalau udah ngeliat pentas seni... dulu waktu kuliah pernah gitu gabung sama perkumpulan yang biasa bikin pagelaran gtu. tapi jadi OFF gegara keteteran karena gabung banyak perkumpulan. #maklum status masih baru jadi mahasiswa..

    padahal kalau dipikir-pikir nyesel banget,, kan bisa jadi wadah biar bisa akting di depan umum yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Bay..

      Haha.. di tempatku juga ada, malah gak cuma SD, tapi sampai SMA juga tetap masih ada.

      Hehe..harusnya sembari liat waktu juga ya, biar bisa bagi waktu antara kesenaian dan yang lainnya :)

      Nah itu dia, selain itu bisa ikut melestarikan kesenian yang ada di Indonesia ya, Mas..

      Delete
  44. selalu takjub dengan budaya sendiri. salam dari bandung kang adi. ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, jadi bangga sebagai warna sunda melihat seperti ini :)

      Salam kenal juga nya, Teh :)

      Delete
  45. Replies
    1. Kirain apa yang salah. Tapi ini gak sekali dua kali lho. Sering sekali Andi jadi Adi..hehe

      Delete
  46. Mas Andi, eh kang Andi teh urang sunda? sugan teh urang Yogya asli. ternyata eh ternyata, hahahaa
    Sami-sami ngarantau ka Yogya atuh kang. Bedana lintang mah ti Sukabumi, ari akang mah ti Ciamis :D

    Kang, eta logo KPM Galuh Rahayu na keren pisan. Aya rante rantena sagala Hehee :D Maknana naon tah kang? Hoyong terang . . hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sanes teh, kaleresan abdi urang Sunda. Lengkepna mah ti Ciamis :)

      Oh kitu, Sukabumi oge sami-sami Sunda. Sanes, kaleresan di Yogyakarta nuju ngumbara milarian elmu ^_^

      Nah upami rante dina logo KPM Galuh Rahayu maknana eta hartosna kebersamaan. Pan upami ku ayana kebersamaan teh janten endah, leres atanapi leres ? :D

      Delete
  47. Keseniannya ada banyak ya? Pengen dengerin gondangnya secara langsung. Pasti jauh lebih seru dan menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk mengobati penasarannya, bisa diputar aja di videonya ya, Teh. Ada dia tas itu :)

      Semoga dilain kesempatan bisa mendengarkan secara langsung ya :)

      Delete
  48. Wah menarik juga jika ada sanggar seni. Didesa saya gak ada apa apa nih... Jadi sepi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik dan menyenangkan Mas. Kalau boleh tahu desanya dimana ya, Mas ?

      Delete
  49. Ini yang namanya malam minggu yang mengesankan mas andi" bisa melihat seni budaya dengan legak legok yang elok, dengan ciri khas daerah,.. Berbalik arah dengan malam minggu saya mas andi, kalau malam minggu saya ada di pasar malam, kerja sambilan"...info yang super keren mas, jadi tau nih kegiatan budaya di luar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, mengesankan nan mengasyikan..hehe
      Oh gitu, alhamdulilah malam minggu yang bermanfaat ya, Mas. Selain bisa menikmati malam di pasar malem, sembari mencari rezeki juga. Always berkah ya, Mas..aamiin..

      Alhamdulilah, bisa diputar juga video di atas, tapi awas menyebabkan quota mengurang, kecuali pake speedy atau indohome gitu :)

      Delete
  50. salut banget,, oh bolokosonom itu artinya kawan dari muda? itu bahasa apa ? sunda? kok lebih mirip jawa? (bolo:kawan)...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih campuran antara Sunda dan Jawa, Teh. Setauku sih gitu..he

      Delete
  51. lhooo, kirain dari Jawa Tengah juga, hihihi... tapi kalau dipikir-pikir, orang Jawa mah namanya jadi Nugroho yaa, bukan Nugraha. :D

    abdi ge tiasa nyarios Sunda, wkwkwk.. soalnya mertua saya dari Majalengka. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..bukan, Mba. Aku dari Ciamis.
      Nah itu dia, tapi aku juga pernah ngalamin dipanggil dan ditulis Nugraha jadi Nugroho, dan Andi jadi Adi..hehe

      Hehe.. oh kitu, tos lancar panginten nya nyarios sundana, Teh :)

      Delete
  52. Asik ya bisa melihat sanggar seni secara langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti, dan kegiatan ini gak sekali dua kali lho. Dan kalau mau lihat sanggar seni gak selalu disaat ada milangkala, tapi di acara-acra tertentu juga ada Mas :)

      Delete
  53. Keren bet, ulasan acara yg lengkap. Sebelomnya gw gak pernah tau ada perkumpulan temen2 ciamis yg sekolah di jogja. Dari sini gw langsung tau dan bisa ngerasain serunya acara yg temen2 gelar. Kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, sekarang jadi tahu ya, Mas. Dan perkumpulan dari Ciamis khususnya ada di Jakarta dan ada juga yang di Bandung :)

      Dan itu tidak hanya dari Ciamis, misalnya kaliamantan ataupun Bogor, Subang dan yang lainnya ada juga.

      Betul, ngerasa dekat banget rasa kekeluargaannya dan bisa ikut memeriahkan dalam acara milangkala sanggar seni simpay :)

      Delete
  54. paling seneng lihat video pas pemotongan tumpeng. jadi laper.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain jadi laper, itu ada maknanya lho, Mas..hehe

      Delete
  55. Andai di sini ada kegiatan seperti itu .... AKu mau ikutan. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. kalau boleh tau, Teh Anisa dari daerah mana ya ?

      Delete
  56. Masnya beredar banget nih, bisa aja dateng ke acara seperti ini haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sendiri sebagai warga KPM Galuh Rahayu, pasti berusaha untuk datang, kecuali sedang ada halangan..hehe

      Delete
  57. sampurasun ...
    masyaallah, cempullek urang Sunda x-) geuningan

    seueur kagiatan kang ..

    abdi baheula ge sering megang angklung ..
    asyik ngagoyangna oge ... #angklungna

    haturnuhun .. alus poto2na kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rampes :)

      Hehe.. patepang deui yeuh sareng urang sunda oge nya :D

      Alhamdulilah seueur. Oh kitu, ayeuna sok masih kaaemang angklung atuh nya ?

      Alhamdulialh, sami-sami Teh :)

      Delete
  58. Awalnya saya kira Mas Andi juga orang Makassar, dan ternyata bukan orang Jogja pula ya, haha... Keren ya ada semacam paguyuban dari sesama anak muda Ciamis di rantau. Bikin event yang mengenalkan kebudayaan daerah juga. Keren :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya pada salah nebak ya ternyata :D

      Iya alhamdulilah, kegiatan selalu ada di KPM Galuh Rahayu sendiri, terutama di seni dan olahraga :)

      Delete
  59. Oo, trnyata bukan cuman saya saja yg ngirain andi ini orang Makassar. Soalnya ada awalan Andi nya sih. Klo di Makassar orang yg punya awalan andi itu, biasanya dari keluarga kerajaan. Saya sendiri juga kbetulan orang Bugis Makassaar, jadi awalnya smpat heran. Loh ini Andi Nugraha, pasti orang Makassar nih, eh ternyata orang Ciamis Sunda ya. Berarti lebih tepat dipanggil Kang Andi.

    Eh, logonya KPM Ciamis sunda itu kok ada simbol tangan yg di borgol? itu maksudnya apa ndi? Apakah ada makna nya untuk pembebasan? Unik ya.

    Bdw, Lagunya Boloksonom keren2. Ala2 country gitu ya. Pake Harmonica lagi. Mantep deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh, terlintas Sunda jadi akang ya, Mas..hehe

      Sepertinya memang ada maknanya tersendiri Mas, tapi kali ini aku belum bisa menjawab pertanyaan Mas Rey. Aku belum tahu soalnya, in shaa Allah nanti coba cari tahu :)

      Iya mas, keren. Aku aja baru tahu dan baru dengar.

      Delete
  60. waaah,,satu hal yang terlintas di pikiran gue adalah "etnik banget". emang harusnya kesenian serupa ini harus dilestarikan. Dan siapa lagi yang bisa melestarikan kalau bukan anak anak muda generasi penerus bangsa seperti kita. Walopun gue bukan sunda alias jawa asli, tapi gue ikutan bangga. Dan blog yang mendukung kesenian semacam ini sampai ditulis lengkap bingit gini juga membawa andil yang sangat besar untuk kemajuan keseniian di Indonesia karena bisa dibaca oleh masyarakat luas dan bisa terbekukan di sini. Siapa saja yang mau tau bisa nyari di mari kan?? Keren lah Ndi.
    Tapi, bolehkah gue nanya itu caranya bikin tulisan yang kayak di kertas gitu gimana caranyakah?? Keren abis bikin postingan jadi nggak bosen begitu. Bolehlah kassih caranya kalau pas mampir di blog gue www.meykkesantoso.com atau bisa kalau lagi senggang WA gue dan kasih tau caranya di 085641564616. Tengkyuuu..lagian itu nomor jualan jadi ndak papa ditaruh di sini hehehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga banyak generasi muda yang ikut melestarikan ya, Teh :)

      Oh, yang garis-garis seperti buku warna kuning itu ya. Itu cuma pake quota aja kok, tapi memang ini bawaan template kok, soalnya pernah coba dilain template tidak seperti ini :)

      Delete
  61. Gaul

    Anak-anak muda di Padang udah langka banget nih doyan dan punya passion di bidang ini

    Iya orang ciamis emang manis-manis ya kaang
    Temen sekelasku ada tuh yang ciamis wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. manis manjing dinamis :)

      Harus bisa di lestarikan lagi sebenarnya ini, karena kalau bukan kita siapa lagi :)

      Delete
  62. Keren..
    Suka sama yang kayak gini, paguyuban yang menampung dan mengapresiasikan banyak hal positif, apalagi berhubungan dengan budaya, semoga makin banyak yah paguyuban kayak gini.

    Aku jarang nemu sih, tapi pas di jogja kemarin, tahu salah 1 paguyuban dari kawan-kawan yang berasal dari Bali. Tiap sore selalu denger gamelan khas Bali dan kayaknya lagi latihan gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..semoga makin banyak dan terus bisa dilestarikan oleh kaum muda jaman sekarang :)

      Bisa jadi lagi latihan, karena untuk KPM Galuh Rahayu sendiri setiap satu minggu sekali latihannya..

      Delete
  63. Lengkap sungguh lengkap, Keindahan dan keberagaman yang ada dalam indonesia.

    Semoga tetap jaya brow

    ReplyDelete
  64. DAri tanggal 20 Desember 1962 , hebat bisa bertahan selama itu. Sanggar seni, biasanya mahasiswa hanya membentuk komuntas ras bukan budaya.Saya tertarik dengan seni musik menumbuk padi/lensung, Gondang pasisian. Dikampung saya juga ada tradisi seperti itu, hanya beda nama saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah mas, terus ada penerusnya.

      Oh gitu, aku baru tahu kalau beda nama, kira-kira apa namanya di tempat Mas ?

      Delete
  65. berarti banyak ya orang ciamis yg kuliah di johja...
    bagus kegiatannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak, kalau di bilang banyak banget juga gak, tapi setiap tahunnya always ada :)

      Delete
  66. Emang segitu banyaknya ya orang Ciamis yang kuliah di jogja?? Tapi kreatif banget sih, secara gak langsung bisa ngenalin budaya Ciamis ke masyarakat Jogja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jumlah banyak berapa aku kurang tau, tapi setiap tahun selalu ada yang daftar kuliah dari Ciamis di Yogyakarta. Meskipun gak banyak..


      Betul, dan kegiatan ini juga sering diadain sekalipun bukan acara milangkala.

      Delete
  67. Kok enak ada begituannya, dulu aku kuliah gak pernah ada perkumpulan yang berhubungan sama daerahku. Asyik ya, selain bisa ngisi waktu luang juga bisa nambah saudara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas, memang gak setiap kota ada sih. Tapi kalau perlu ditanyain aja ke teman-teman yang dari satu daerah :)

      Delete
  68. Toss dulu. Saya pun orang Ciamis. Tapi entah udah berapa tahun gak ke Ciamis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos, Ciamisnya mana Teh ?
      Sekarang dimana gitu ?

      Delete
  69. Asli sunda mas...hehe

    Salam dari daerah timur jawa mas.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, iya nih sunda yang merantau di tanah jawa..hehe

      Delete
  70. Wah keren nih, paguyubannya bisa mengadakan acara seni seperti itu.
    Kalau saya....apa karena jarak rumah dan tempat rantau gak jauh" amat (2 jam), makanya gak seberapa ngeh sama paguyuban berdasar geografis begitu hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. wah dekat ya jarak rumah sama rantaunya. Jadi bisa sering pulang ya, Teh?

      Acara seni seperti ini memang sering diadakan KPM Galuh Rahayu. Bahkan di beberapa acara turut meramaikannya juga :)

      Delete
  71. wah berarti warga ciamin banyak yg menimba ilmu di Yogyakarta ya mas,sehingga terbentuk perkumpulan tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, jadi serasa bertemu keluarga kalau berkumpul sama teman-teman yang dari daerah asal. Meskipun sama Ciamis, banyak juga yang baru kenal :)

      Delete
  72. Informasinya keren nih, sangat lengkap baik gambar maupun videonya...
    Smoga Milangkala Sanggar Seni Simpay terus bisa berjaya di usia selanjutnya... :D

    ReplyDelete
  73. Wah kerenn, ketinggalan berita nih mau liat ini... :(

    ReplyDelete
  74. Kalau saya malam minggu, belajar alias ikutan pengajian magrib ke isya di masjid dekat kos.
    Seru juga malam ulang tahun sanggar seni simpay.
    Semoga bisa lestari terus kesenian daerahnya Kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren, patut di contoh nih.

      Aamiin.. terima kasih kang :)

      Delete
  75. Kompak banget ya orang Ciamis, sampai2 punya sanggar seni seaktif itu. Salut deh, atas pelestarian budaya dan tradisinya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, alhamdulilah. Ya, semoga terus bisa dilestarikan oleh kaum muda :)

      Delete
  76. Ooohhh urang Sunda nya? Sami atuh abdi mah ti Bandung... aku suka tulisan kang Andi hahaha kompliiiit pisan...kalimat na.. gambar2 na meni pas...saluuut πŸ˜ƒπŸ˜„ keeen!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatur nuhun, Teh..
      Sing sering-sering mampir we, Teh...he

      Delete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)