Kalau ke Jogja, Kamu Harus Cobain ke-3 Ayam Geprek Ini!


DiaryMahasiswa.com | Sebagai anak kost jarang-jarang kan bisa makan ayam. Tapi waktu itu aku lagi pengen makan sama ayam. Beruntungnya sedang ada rezeki. Alias ada uangnya. Kurang lebih dalam sebulan makannya serba ayam, ada 3 sampai 4 kali. Baik ayam geprek ataupun lainnya.


Baca juga : Bakso Klenger Ratu Sari

Pertama di waktu pagi, biasanya aku makan beli ayam geprek dekat masjid Jogokariyan. Belum pernah dimakan ditempat, seringnya di bungkus. Harganya bagiku cukup terjangkau. Cukup mengeluarkan Rp. 10.000,- sudah dapet ayam geprek + nasi + lalapan + es teh.


Aku rasa terjangkau, sudah dapet semuanya, plus minumnya juga es teh. Meskipun di bungkus tetap sama mendapatkan es teh. Untuk nasinya di cetak, kurang tahu juga kalau dimakan di tempat apakah nasinya bisa ambil sendiri atau tidak. Seperti inilah porsinya.




Awal-awal beli tidak begitu ramai yang datang. Mungkin saja karena aku pagi hari. Pembeli lainnya belum datang. Tapi aku senang karena bisa cepat di bikin tidak usah ngantri. Tidak ada satu bulan aku beli pembelinya jadi ramai, baik pagi ataupun siang. Bahkan sebelum sore sudah habis.

Untuk harganya juga jadi naik. Awalnya aku pernah ngalamin naik jadi Rp. 11.000,- Satu hari kedepan aku mampir kembali dan harganya sudah beda, yakni ada paketannya.


Paket 1, 2 dan ada paket 3. Mungkin penjualnya mengganti karena pembeli juga semakin banyak. Agar mempermudah pembeli, akhirnya dibikinlah paketan harganya.

Paket 1 : Rp. 11.000,- (ayam + nasi + lalapan + es teh +)
Paket 2 : Rp. 12.000.- (ayam + nasi + tahu/tempe + lalapan + es teh)
Paket 2 : Rp. 13.000.- (ayam + nasi + keju++sup + lalapan + es teh)

Kalau untuk malam hari biasanya aku juga suka beli ayam geprek. Aku sendiri suka keliling Jogja hanya untuk mencari makan, pengen suasana yang baru dan makanan yang berbeda. Malam itu aku diajak ke ayam geprek juga, tapi ini beda namanya. Ayam Geprek Gobyos. Aku baru lihat tempatnya dan membaca teglinenya, Makan Sehat Itu Berkeringat !


Baca juga : Soto Lamongan dan Soto Rempah

Pertama masuk cukup ramai dan tempatnya juga luas dan pinggir jalan. Kata temanku disni bisa ambil nasi dan es teh sepuasnya. Cocok banget buat anak kost. Sesampainya ditempat, kami langsung pesan. Oh ya, bagi kalian yang mau ke ayam gobyoss ini bisa ditemukan di daerah gedong kuning, dekat bank. Aku sendiri lupa tidak mencatat alamatnya.



Kalian semua bisa baca kan banner diatas. Waktu itu karena ramai jadi aku belum bisa foto dari depan. Ini foto dari samping. Untuk ayamnya juga berbeda-beda, ada ayam gobyoss original, saos telor dan yang lainnya seperti di papan daftar harga dibawah ini. Dan untuk pedasnya, kalian bisa rekues sesuai keinginan, misal cabai 3 ataupun 10.


Begitupun dengan minumnya, selain ada es teh, ada jeruk, susu, lemon tea, tea tarik, tape ijo  dan susu. Seperti dipapan daftar harga dibawah ini. Tapi kami semua memilih es teh. Biar bisa ambil lagi ketika habis...hehe


Sembari menunggu ayam gepreknya jadi, kami mengambil nasi dan es teh sendiri. Tak lama ayamnya jadi. Kebetulan aku memesan ayam geprek saos telur.



Makan di ayam gobyoss ini aku merogoh kocek sebesar Rp. 13.000,- Tapi itu semua juga tergantung ayam dan minum apa yang dibeli. 

Setelah itu, minggu depannya aku diajak teman ke ayam geprek tamsis. Katanya enak. Karena penasaran aku malamnya pergi kesana sama teman. Dan sesampainya disana aku melihat tulisan ayam gobyoss.

Aku tanya, apakah ini cabang dari ayam gobyoss yang ada di gedung kuning. Dan ternyata benar. Bedanya disini tempatnya lebih kecil dan tidak selengkap di pusat. Disini cuma ada ayam geprek dan es teh saja.


Tapi tetap budaya ambil nasi dan es teh bisa diambil sepuasnya. Dan disini sangat ramai sekali. Pernah aku datang sehabis Isya, itu sudah mau habis, sekalipun cuaca sedang kurang baik alias hujan. Tapi yang namanya orang cari makan mah tetap saja banyak.


Waktu ke tempat ayam geprek gobyoss di tamsis aku diajak sahabatku, Maman namanya. Dia sendiri ngakunya suka banget pedas, ketika aku pake cabai 5, dia 10. Dan ketika makan pernah tuh berkeinginan cabai 20 biji. Tapi kedua kalinya makan dia sudah tidak kuat, alias kepedasan. 

Katanya sih dia ngerasa sudah tidak seperti dulu yang kuat pedas. Di ayam geprek yang ini tersedia dua macam, yang pertama ayam geprek biasa dan yang kedua ayam geprek pake saus telur.

Waktu aku beli ayam geprek + es teh harganya Rp.12.000,- Dan ketika pesan ayam geprek saus telur + es teh kalau tidak salah sekitar Rp. 13.000,- Aku lupa, tapi yang jelas tidak lebih dari Rp.15.000,-

Pernah kejadian ketika Maman kepedesan, yang terjadi kan banyak makan nasi dan banyak minum tentunya. Dan itu membuatnya kenyang. Alhasil ayam gepreknya tidak habis, dan dia bungkus untuk dibawa ke kost. Tapi dibungkus secara diam-diam.

* * *

Beberapa hari kemudian seperti biasa Maman mengajakku makan, kami sudah dijalan dan bingung mau makan apa. Maman diajak ke ayam geprek lagi tidak mau. Aku pun punya ide, diajak ke Ayam Kuah Pedezan. Tempatnya sama di tamis (taman siswa). 

Aku sendiri sering lihat kalua lewat, tapi belum pernah nyoba. Tempatnya dekat dengan olive. Tapi masih jauhan ke ayam geprek kalau arahnya jadi kostku. Sesampainya ditempat, cukup rapih tempatnya, rapih dalam artian bersih menurutku. Dan luas juga, waktu itu kami sore, dan belum ramai yang datang, baru satu dua saja.



Sesampainya disini kami duduk dan melihat suasana tempatnya. Terlihat jelas tulisan, PILIH PEDAZMU. Disitu yang aku terpikir berarti sama seperti ayam geprek, pedasnya ada levelnya. Tak lama ada yang datang dan menyodorkan menu makan dan minumnya.


Dsini ada juga ada pektnya, mulai dari paket A sampai D. Harganya juga berbeda-beda. Begitu juga dengan kuahnya. Ayamnya bisa milih, mulai dari ceker kuahsampai dada kuah, sayap dan yang lainnya. Kalian bisa dilihat diatas.

Uniknya dan bagiku merupakan nilai plus dari tempat makan ini yaitu ada di paket D. Dimana ayam kuah dan es teh jumbonya Rp. 0,- alias tidak bayar bagi mereka yang sedang berpuasa sunnah. Sebenarnya cara ini pernah aku temuin di beberapa warung makan di Yogyakarta. Ada yang khusus dari Senin dan Kamis gratis es teh, ada juga yang gratis sama makannya.

Waktu itu kami pilih paket A, bukan karena makannya. Tapi harganya yang paling murah. Cukup Rp.11.000,- sudah dapat ayam kuah + nasi + es teh jumbo. Awlnya aku gak percaya sama es tehnya. Setelah disajikan, memang beneran jumbo.


Tapi sayang, satu yang kurang. Es tehnya terasa pait bagiku. Entah kurang gula atau memang tehnya yang berbeda. Biasanya setiap teh berbeda-beda rasanya tergantung teh apa yang dibuat. Untuk nasi sama seperti di ayam geprek, sepuasnya.


Awalnya aku penasaran dengan ayam kuah pedezan itu seperti apa. Setelah disajikan tidak jauh sama sayur sop, hanya saja ada ayamnya dan bisa mengatur pedasnya sesuai kita sendiri. Untuk ayamnya yang ada di kuah tidak begitu banyak dan aku rasa lebih banyak ayam gepreknya. Tapi ya itulah ayam pedezan. Aku jadi tidak penasaran lagi.


Jadi untuk masalah harga teman-teman sudah tahu semua ya. Satu lagi aku kasih tahu, ini ayam geprek yang baru alias belum lama buka di daerah Krapyak. Tidak niat beli ayam sebenarnya malam itu. Cuma gara-gara Maman jadi beli ayam geprek.

Ceritanya, malam itu Maman sedang lihat anime, entah film apa yang dilihat, secara pecinta anime. Mungkin saja sudah ratusan atau ribuan film yang dia tonton. Di film yang waktu itu dia tonton ada adegan dimana ada yang makan ayam, dan dia kepengen. Beuh, udah layaknya emak-emak ngidam pokoknya.

Ngajak aku makan, pokoknya mau coba di ayam geprek yang di Krapyak titik Ya udah, karena aku juga penasaran, keliatannya ramai terus. Kami pun berbegas kesana. Sesampainya disana ramai dan antri, tempatnya cukup luas dan keren. Secara masih baru.


Kalau kalian pernah ke Krapyak pasti bakal tahu tempat ini. Lokasinya dekat sekali ke gang masuk MTs Ali Maksum. Aku lihat ke dalam masih sepi, kebetulan malam itu banyak yang dibugkus, jadi yang dimakan ditempat jarang.


Aku baru tahu kalau di tempat ini dibayar dulu baru makan. Seperti di angkringan Kang Harjo. Angkringan prasmanan yang banyak sekali pilihannya. In shaa Allah pengen diceritakan juga diblog ini. Semoga bisa.

Banyak juga anak-anak pondok yang beli. Secacara di daerah Krapyak pusatnya para santri dan santriwati berada. Tak heran kalau sore banyak yang keluar, baik hanya main ataupun makan. Malam itu kami cuma beli ayam geprek dua porsi, cabai 5 dan minumnya es teh.


Seperti di tempat ayam geprek pada umumnya, es tehnya sepuasnya Tempatnya digambar dibawah ini, kotak yang berwarna abu-abu itu tempat es batu, dan atasan yang warna pink itu sebenarnya tempat tehnya, tapi malam itu sedang diisi ulang karena habis.


Tempatnya aku suka, selain bersih luas juga. Meja yang kami gunakan makan termasuk kuat. Karena kokoh di semen secara permanen. Untuk sendok dan garpu ada di bawah meja, maksudnya di slorok mejanya. Tapi satu yang aku kurang suka, yaitu nasinya. Ya, teman-teman pasti paham. Nasinya di cetak, tidak sepuasnya. Sangat-sangat kurang bagi anak kost seperti kami.


Terakhir, kami kasih tahu harga makan di ayam geprek Krapyak ini ke kalian. Jangan kaget, kalian lihat baik-baik.


Harga diatas itu buat dua orang. Jadi kalian bisa hitung sendiri ya. Dan itu cabai 5 terhitung juga ya. Untung waktu itu tidak coba langsung cabai 10. Kalau semakin banyak semakin mahal itu cabai. So, buat kalian yang berlibur atau mencari kuliner ayam di Yogyakarta, mungkin salah satu makanan diatas bisa dijadikan tempat makan kalian.

Teman-teman suka makan ayam juga ??

April 15, 2017 - 155 komentar

155 comments:

  1. Ayam geprek nya yang bikin ngiler, mas, sudah harga murah satu paket lagi, tapi kapan bisa ke Jogja, cuma bisa baca-baca dan menelan ludah pasti sedep tu rasanya. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. semoga bisa disegerakan ke Jogja ya, Mba. Nanti kalau ke Jogja sekalian kuliner sama jalan-jalan, biar sekalian .. :)

      Delete
  2. Sebenarnya udah bosen makan ayam. Tapi kalo beli gak ada pilihan lain. Terpaksa ayam lagi dan lagi.

    Pengen ngakak waktu baca abis nonton anime yang ada adegan makan ayam jadi pengen πŸ˜‚πŸ˜‚

    Semua menu ayamnya murah meriah. Kecuali CABENYA!! di ayam geprek krapyak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. ayam lagi, ayam lagi ya. Tapi kalau diracik beda tentu gak membosankan lagi.

      Iya itu si Maman, sering banget gitu. Gak sekali dua kali pengen ayam gara-gara liat anime..he

      Nah itu, lain kali cari yang cabenya gratis aja..hihi

      Delete
  3. Kira kira ayam kalo baca postingan ini gimana y?
    Pasti dy hebat bisa baca
    .
    Itu meja yg kuat pas buat makan bisa ngangkat rumah g? Kan kuat
    Bisa ngalahin penjahat g? Kan kuat
    .


    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gak gimana-gimana lah, Mas.

      Bisa banget, ngankut rumah, terus sekalian nanti para penghuninya makan ayam gratis disitu. Bisa banget, pejabat mah apa atuh, ini lebih kuat dari apa yang kau pikirkan Mas.. haha

      Delete
  4. Yogyakarta kota yang dijuluki kota pelajar ini memang syarat dengan menu khas lokal, harga yang bersahabat namun rasa tetap memuaskan, kok serba ayam sih mas... Apa gak ada menu lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan ini selama sebulan Mas. Menu lain mah banyak, kalau ayam tiap hari tentu bosan, tapi ini kan selama sebulan :)

      Delete
  5. Seruuu bangeeettt,,,,dan murah abisss...serba ayam,,terus terang menu-menu dari resto2 di atas masih tergolong baru bagiku...kalau pulang boleh nih dicoba yuuu...makasiihhh infonyaaa lengkap sangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, boleh tuh. Kalau pulang kampus pasti pengen icip-icip menu khas indo lagi ya, Mba. Kadang makanan rumah juga suka bikin kangen, dan cepat pulang..hehe

      Delete
  6. Aku suka ayammm!! Dan selera pedas itu yang menggoda. Tapi Jogja selatan semua yaa... Tp ok, bisa buat referensi. Makasih artikelnya ndi... Bisa bikin laper, pdhl br bngun tidurπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah betul, terkadang makan gak pedas itu serasa ada yang kurang ya, Mba..hehe
      Iya, sama-sama Mba. Semoga bisa berburu ayam kalau ke Jogja ya :)
      Pas banget, baru bangun terus akan...hehe

      Delete
  7. Wah ngeliat menu di atas yg serba ayam tiba-tiba perut saya jadi laper ini, gimana coba? Admin musti tanggung jawab nih 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau laper makan Mas..hehe
      Panggil Andi aja ya, jangan admin, kan udah ada namanya biar lebih akrab aja, Mas :)

      Delete
  8. Ijin follow blognya ah kali aja jadi terkenal kayak mang admin 😊

    ReplyDelete
  9. bener kan di jogja itu murah, duh bakal bernasib anak kos juga saya
    ayam gepreknya akan kucoba pertama, mana tahan.....
    tapi aku pernah makan di Bale Bakaran dan enak plus murah juga mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya aku tahu Mas. Itu bale bebakaran memang selalu rame terus. Jadi laper ya kalau bahas makanan itu..hehe

      Delete
  10. Waduh, harga menu makanan di sini murah-murah banget ya, mas.. paket ayam, nasi, lalapan plus es teh hanya Rp.11.000.. kalau di tempat saya mah mana dapet harga segituu.. semua serba mahal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, murah meriah..hehe
      Setiap kota memang berbeda-beda sih, tapi ini bisa dicoba kalau ke Jogja :)

      Delete
  11. Saya juga suka ayam mas...menu apa saja yang penting pakai ayam saya suka tapi favorit menu ayam kuluyuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. wah ayam mania nih. Itu ayam yang seperti apa mas kuluyuk itu ? :)

      Delete
  12. Hmm Yummy..
    Saya suka banget dengan yang namanya olahan daging ayam. Paling suka adalah yang digoreng atau dibakar. Namun sangat tidak suka ceker, leher, kepala serta jeroan.
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah betul itu Mas, rasanya wuenak ya. Bakar ayam, goreng ayam. Duh duh, laper lagi kan..hehe

      Nah itu juga aku kurang suka, kalau usus aku suka. Itupun kalau di goreng kering seperti kerupuk..hehe

      Delete
  13. Semua serba ayam,.., disini juga lagi trend ayam grepek. Harga hampir tidak jauh beda. Sekitar 12 ribuan dengan nasi.
    Wah seandainya saya makan disana, nasi dan minum teh bayar sekali boleh nambah sepauasnya. Bisa menghemat pengeluaran bulanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mas, bisa buat hemat..hehe
      Minum sama nasinya sepuasnya. Tapi kalau berlebihan juga tidak baik. Tapi bisalah namnah sekali mah, kan jarang-jarang, tidak semua warung makan seperti itu :)

      Delete
  14. nama masakannya koq aneh - aneh sih mas
    ada ayam geprek dan ayam gobyoss

    soalnya baru denger nama itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gitulah mas, tapi kalau ayam geprek mah udah banyak sih aku rasa. Ditiap kota pasti ada..he

      Kalau nemu, coba cicip aja biar gak penasaran sama rasanya :)

      Delete
  15. jadi penasaran ingin merasakannya mas
    apalagi harganya cukup murah meriah dengan paket pilihan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi mahasiswa cocok harga segini, ayo coba beli Mas :)

      Delete
  16. dengan harga Rp. 12.000.- dapet ayam + nasi + tahu/tempe + lalapan + es teh ini sangat sangat murah mas, karna kalau sy bandingkan porsi tersebut lebih mahalan Manu lalapan di Makassar, di Makassar satu porsi lalapan kisaran Rp 20

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lumayan juga ya, Mas di Makassar satu porsinya kisaran segitu. Tapi wajar saja sih, setiap kota kan berbeda-beda ya :)

      Delete
  17. beli ayam geprek krapyak.. kayaknya maknyus tuh kang

    ReplyDelete
  18. Ayamnya satu, cara penyajiannya banyak. Hehe. Kalo di kampus jarang sih makan ayam, palingan mie ayam aja yg murah haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali boleh lah dicoba ayam gepreknya..hehe
      Sebagai mahasiswa memang berhak memilih dan memilah harga yang cocok..hihi

      Delete
  19. Coba-coba itu yg punya suruh buka cabang di Kotaku.. pasti laris maniizzzz.. lagi ngidam ayam nih.. bosen kalau olahan ayam di friedchicken mulu... huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah, Mas ?
      Dimana kotanya gitu Mas ?
      iya kalau satu olahan aja pasti bosan :)

      Delete
  20. Sepertinya enak ya tinggal di Jogja, harga makanannya murah. Oiya, ayam geprek itu... yang kayak gimana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan enak lagi, betah bet. Aku malah pengen punya rumah dan keluarga di Jogja..hehe
      Ayam geprek itu ayam yang di geprek Mas.

      Udah di goreng, tapi di gemprek terus dikasih racikan bumbu, salah satunya cabe. Gitu :)

      Coba sesekali beli, biar tahu rasanya :)

      Delete
  21. wow baru tau ni menu baru ayam geprek mantappp keliatannya enak hrganya murce :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya murce pake banget, Mba. Coba beli dan rasakan rasanya :)

      Delete
  22. Wah jadi ngiler ayam gepreknya. Kalau ke Jogja bisa cari ini deh. Pedezzz...nya kebayang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide yang bagus, kalau ke Jogja bisa lan cicip ayam geprek. Banyak juga ya jualnya kok :)

      Delete
  23. saya tertarik sama yang terakhir itu bang.
    yaa walaupun nasi nya dikit tapi harganya cuma 1000 jadi bisa nambah 4 kali. karna harga di bogor segitu bisa 4-5 ribu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. bisa tuh atau gak bekal aja nasi dari rumah.. :D :D

      Delete
  24. enak banget kayaknya ya ayam gepreknya kalo di foto, jadi pengen icip icip

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang enak ko, Mba. Coba di icip-icip pasti maknyos :)

      Delete
  25. Mantap, di Jakarta juga ada yang begitu mas. tapi paling murah 15.000, sih ya. di depan kampus gue sih banyak ayam-ayam bergerobak. jadi penasaran gimana rasa ayam-ayam bergerobak kalau di Jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba pasti bakal tahu rasanya Mas :)
      Kalau di Jakarta sih percaya kalau harganya segitu :)

      Delete
  26. harganya nggak bikin kantong kering kaya di Jakarta... huhu

    ReplyDelete
  27. Sluuurrpppppp ngiler abis :9

    Aduh mendadak laper abis baca postingan ini nihh
    Jadi inget belum makan malam udah jam segini hihihi

    ReplyDelete
  28. di daerahku masih jarang yang jual ayam geprek, jadi kalau mau dan kangen gitu, biasanya masak nasi sendiri, beli fried chiken ala-ala terus digeprek sendiri, tinggal kasih sambel deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide bagus itu. Bagus malah kalau gitu. Bisa hemat juga kan. Dan makan sepuasnya di rumah..hehe

      Delete
    2. kalau dikata hemat g juga sih, liat harga2 yang kamus post itu murah banget. di tempatku mau makan ayam geprek gitu kisaran 15-20rb tanpa minum. kalau bikin sendiri sih, modal beli ayamnya 8000rb sama sambel super pedesnya sebotol 20rb

      Delete
    3. Oh gitu, lumayan juga sih harga segitu. Tapi aku rasa tiap daerah apsti harganya berbeda-beda ya, Mba :)
      Itu sambelnya lumayan juga ya harganya.

      Delete
  29. Haaaaaa..... 10 ribuuuuuuuuu? O_O
    Aku maaaaaauuuuuuuuuuuu!!!!!!!
    Jogja emang bener-bener yaaaaa... murahnya sampe bikin nganga...

    ReplyDelete
  30. Dulu saya nggak ngerti lho mas, beda ayam geprek, ayam gepuk eh ama ayam penyet. Apa-apaan ayamnya dibuat menderita gitu :P
    Ternyata ayam geprek bisa hancur-hancuran gitu.
    Ini rekomendasinya tergolong murce ya, dan enak-enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. menderita, emangnya apaan. :D :D
      Iya di geprek gitu Mba, hancur dan jadi mudah untuk dimakan..he
      Betul, kalau ke Jogja bisa lah dibeli :)

      Delete
  31. yA AMPUN aNDIIII,, AKU PECINTA AYAM, DAN JADI NGILER PAS BACA POSTINGA INI. BTW HARGANYA TERMASUK MURAH LHOOO ITU, APALAGI ADA PAKETANNYA JUGA.
    AKU AJA DISINI MAKAN AYAM BISA 30RB PALING SEDIKIT WKWKKWKWKWKWK

    duh kepencet capslock

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau teh Mei di Jogja gak kebayang ya makannya ayam terus..hehe

      Delete
  32. Semuanya serba ayam,a da ayam gobyos, ayam krapyak dan beragam ayam lainnya, awalnya kaget totalnya ada 26.000, eh ternyata dua orang. #Huft

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu dua orang, murah dan terjangkau buat mahasiswa :)

      Delete
  33. Pokoknya aku suka ayam, dan ini bikin aku pengin cepet2 makan ayam, karena harganya murah hufh.. aku gemessss hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo beli teh, otw otw..hehe
      Kadang ayam itu selalu bikin kangen, pengen makan menunya ayam terus, tapi dengan olahan yang berbeda ya, Teh :)

      Delete
  34. Ayam Gobyos yang di gedongkuning itu deket rumahu tuh :D heheheh

    Anyway, aku udah jarang beli geprek karena sekarang semakin banyak cabenya semakin mahal juga kan ya -_- besok belinya kalau harga cabe udah normal, biar bisa 20-30an cabe lagik :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya, dekat ya, Mas. Udah gak asing lagi buat Mas Febri ya..hehe

      Betul, cabe makin hari makin mahal aj aya, Mas :)
      Mungkin aja salah satu alasan kenapa ayam geprek Krapyak cabenya dikasih harga :)

      Delete
  35. Harga2 termasuk murah ya.
    Memang sekarang banyak makanan yang serba pedas, entah ayam atau mie.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lumayan Mba, buat mahasiswa mah masih terjangkau :)
      Betul, dan itu menjadi salah satu daya tarik para pembeli :)

      Delete
  36. ayam + nasi + lalapan + es teh = hanya Rp. 11.000,- lumayan murah yah harganya.

    ReplyDelete
  37. Wah bikin ngiler saja menu kali ini. Sempet kaget liat daftar menu, ternyata cabai dihitung juga πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dihitung, mungkin karena cabe sekarang mahal :)

      Delete
  38. Widih, harganya anak-kostable banget dah, cuma 10ribuan udah puas tuh dapat ayam. Es teh sepuasnya lagi, gak bakal kehausan dah. Bisa juga buat nangkal pas kepedesan, hehe. Nasinya pun bisa sepuasnya, gils gils.

    Kalau di tempatku sih kalau di warteg 10 ribu udah mewah sih, tapi kalau makanan kayak gini 15 sampai 20 ribu, jadi pengen kuliah di Jogja dah murah banget makannya xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buat anak kost cocok dan terjangkau :)
      Haha.. betul banget, bisa buat nangkal kalau pedas, makin pedas makin banyak tuh nambah nasi sama es tehnya..haha

      Boleh tuh, ke Jogja aja, pasti bakal banyak topik atau ide yang bakal ditulis, dan tetunya bakal dapat teman baru serta pengalaman baru :)

      Delete
  39. belom pernah nyoba ayam geprek. jadi mauu :D

    btw, murah banget ya harganya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh, dicoba dan rasakan nikmatnya..hehe
      Iya di Jogja agak murah dibandingkan di kota-kota lain :)

      Delete
    2. aku sampe skrg kepikiran ayam geprek gegara postinganmu ahahaha

      Delete
    3. Haha.. beli aja, biar gak kepikiran ayam terus :D

      Delete
  40. bisa makan kenyang dan bayar dengan harga murah merupakan suatu kepuasan tersendiri bagiku mas, kwkwkw

    lha wong kalau makan di resto bayarnya banyak tapi gak kenyang, menurutku sih karena kita lama-lama nongkrong di resto sehingga harga makan yang seharusnya murah jadi mahal deh hahahah.

    next mau bahas makanan apalagi mas, biar pada ngiler sekalian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul tuh, dan itu memang sangat-sangat bisa membuat senang mahasiswa..hehe

      Iya betul, kalau lama-lama nongkrongnya, pasti jadi pengen nambah ini, nambah itu juga :D

      Next time makan apa ya, ditunggu aja ya, Mas..hehe

      Delete
  41. harganya lumayan terjangkau mas .... bisa lah dinikmati pas tanggal tua hahahaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggal tua atau muda tentu bisa Mas..hehe
      Terjangkau banget buat mahasiswa :)

      Delete
  42. Wah berbagai olahan ayam. murce banget harganya. Btw gagal fokus sama air mineral gelas, itu frozen banget? hahahaha anak saya pasti seneng banget itu ada air mineral kayak gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya murah, terjangkau buat mahasiswa..hehe
      Haha.. Itu dalemnya sebenarnya bukan air mineral Mba, tapi es teh :)

      Delete
  43. Boleh juga kulinernya, apalagi harganya bersahabat di kantong
    suka juga makan pakai ayam tergantung juga sih kalau rasanya enak dan murah kenapa enggak
    yang mahal juga belum tentu enak dan sesuai dengan selera kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, udah enak murah banyak pula. Cocok banget buat mahasiswa..hehe..
      Nah betul tuh, yang mahal juga terkadang cuma mahal dari penyajiannya aja, soal rasa belum tentu .. Hehe

      Delete
  44. nama ayam itu makanan favoritku ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok tuh, apalagi diolah dengan berbagai olahan, pasti rasanya berbeda dan lebih mantap..hehe

      Delete
  45. 2017 nih ? 26rb dapet ayam dua porsi ? waar byasaah.
    Dulu pas kuliah saya malah sampai bosen makan ayam, saking itu2 mulu, cuma beda nama aja, ayam bakar, ayam penyet, ayam krispi, chicken steak. Tapi nikmatnya makan ayam ya klo sambelnya enak, udah deh mantep nikmat banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya segitu, itu di Jogja, Mba. Kurang tahu juga kalau di kota-kota lainnya :)

      Betul, sambel atau pedasnya itu merupakan penambah rasa yang joss..hehe
      Ayam juga sekarang makin banyak pilihan ayam, jadi gak bosan :)

      Delete
  46. itu kenapa ada CD Frozen disamping box ayam gepreknya mas andi? hehe

    ayam geprek ma idola anak kost'an. harga miring bisa dapet ayam plus nasi + es teh sepuasnya. ngeri-ngeri, saya kalau pesen geprek'an pol-polan cuma berani cabe 3, ini temen e njenengan sampai 20 cabe? ckck mules ini perut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. itu isinya es teh Mas. Gambarya aja Frozen :D

      Kalau udah biasa gak kali ya, tapi gak tau itu teman, aku juga kalau kebanyakan langsung konslet ini perut :D

      Delete
  47. Mas Andi ini wong Jogja tho?

    Ayam kampus di geprek ada gak mas hahaha

    Makanan ayam banyak dan tumbuh subur ya di mana2. Sya disini malah bosen makan ayam melulu hehe.. Lebih nikmat makan dengan ikan asin dan sayur asam. Tapi kayaknya ayam sambal hijau itu mikmat mas. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan-bukan, Mas. Aku orang Ciamis, Sunda asli .. he
      Cuma sekarang berdomisili di Yogyakarta :)

      haha.. gak tau kalau itu mas, mungkin adanya orang jualan ayam geprek di kampus. #AkuLurusin :D

      Betul tuh, udah gitu, minumnya es, beuh muantap dah !!

      Delete
  48. kkurang begitu suka kalau ayam negeri. cuma suka banget sama ayam kampung, ya meskipun mahal. semua jenis masakan ayam diapain aja asal udah mateng pasti suka sik. hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sendiri ayam apa aja sikat..hehe
      Tapi kalau keseringan bosan juga.

      Delete
  49. Kalo cari makan di tempat bang Andi ini pasti deh harganya mura-mura,
    pengen rasanya pindah kesana wk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo pindah aja wes, tar sekalian halan-halan disini :)

      Delete
  50. Pertama-tama, sempet salah fokus ke foto elsa frozen wkwkwk Tapi makin lama baca makin ngiler. Jadi pengen makan ayam :D
    Apalagi siang-siang gini ngelihat es tehnya, aduduu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. itu sebenarnya isinya es teh..hehe
      Beuh, kalau siang itu cocok makan ayam :)

      Delete
  51. Ayam gobyos kayaknya yang paling mantap, karena sambalnya dicampur gitu. Apalagi penggunaan sambalnya bisa diatur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya betul, selain itu juga ada pilihan sayur lainnya :)

      Delete
  52. Enak ya makan di jogja, banyak pilihan dan harganya relatif murah. Kalau di Kalimantan makan ayam lalapan diluar itu sepaket minimal harganya 25 ribuan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, wah lumayan juga. Tapi aku rasa setiap kota pasti berbeda-beda harganya. Termasuk UMR-nya juga :)

      Delete
  53. banyak yang bisnis kuliner kaya" ya mas... smeoga makin berkah dah pengusaha kuliner alhamdulillah matur nuwun sanget sudah berbagi nikmatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin,, iya mas, semoga makin berkah mereka yang jualan ya, Mas :)

      Delete
  54. wah..lumayan murah ya..beraneka kreasi masakan ayam. asyik bgt dah klo begini, cukuplah utk kantong backpacker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cukup banget, untuk kantong mahasiswa juga pass..he

      Delete
  55. Harga ramah di kantong mahasiswa πŸ˜‡
    Di sini ayam geprek 13rb tapi belum dapat minum apalagi nambah nasi.

    Referensi buat kuliner di jogja. Haturnuhun loh mas 😁
    Harga di sana murah-murah yoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, memang sih setiap kota berbeda-beda ya :)

      Sami-sami Ries Yulia :)
      Di tunggu kalau ke Jogja, selain bisa menikmati kulinernya, sekalian bisa jalan-jalan..hehe

      Delete
  56. Bisa gak sih yang juala ayam satu porsi 10 ribu suruh pindah lapak sebelah rumah gw?

    Aku pengen, hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..boleh dong Mas, caranya Mas Riza buka warung yang jualannya ayam.. :D :D

      Delete
  57. Baru liat ada Cabe dihargai di restoran... Ini mah ayam goreng kesukaan Upin Ipin mas Andi, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. ayam goyeng, ayam goyeng.. :D :D
      Aku juga baru tahu dihargain gitu, untungnya waktu itu cuma 5 cabeknya, coba sampe 10 atau lebih. Pasti lebih mahal.. he

      Delete
    2. Emang nggak ada harganya di menunya gitu? Jebakan batman dong, hahaha

      Delete
    3. Gak ada harga menunya Mas, kalau ada pasti udah aku foto. Iya aku terkena jebakan batman..haha

      Delete
  58. Udah kayak upin ipin aja. Buat anak kost itu masih sangat terjangkau, yg terakhir agak mahalan dikit. Ckck
    Kalo aku biasanya mkn ayam di olive, 8rb nasi+paha+es teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah di cabenya itu Mas. Dihargain sih..hehe
      Kalau di olive memang masih sama sih disini juga 8k, aku kadang suka dipasin aja, jadi 10k. Nambah nasi satu lagi..haha

      Delete
  59. Saya suka ayam gepreknya, enak loh! Pernah buat sendiri juga enak! Menus sederhana, tapi enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul enak sekali. Tapi aku belum pernah bikin sendiri. Next time kalau pulang ke rumah coba bikin dirumah..he

      Delete
  60. mas, saya buat kesalahan besar nih.. baca postingan ini di pagi hari dan belum sarapan.. sukses bikin laper!

    Harga ayam gepreknya menggoda banget ya, di tempetku ayamnya doang aja biasa kena 8ribu huhu

    suika-lovers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo makan dulu, baru baca postingan ini..hihi

      Oh gitu, memang setiap daerah berbeda-beda harganya ya, Mba.

      Delete
  61. selain kota pelajar, makanannya jg murh2 ya? kyknya gue hrs coba klw ke jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu, makannya itu aku betah di Jogja mas..hehe

      Delete
  62. kata es teh-nya udah kayak keyword diulang berkali-kali, bikin langsung pingin minum es teh hehe. Berapapun harga makanan di Jawa, pasti lebih murah dari pada di Samarinda hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya diulang-ulang. Anak mana coba yang gak pengen..haha
      Iya sih, aku juga ada teman dari daerah itu, intinya diluar Jawa, setiap kota memang berbeda-beda ya..

      Delete
  63. qo mirip fried chiken ya?
    duh, jadi pusing liat ayam mulu XD eh maksudnya pengen hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang itu fried chiken Mba, tapi bedanya di tumbuk alias di geprek bersamaan butiran cabe. Dan, jadilah ayam geprek..he

      Mari maka ayam..he

      Delete
  64. Yang saya suka dari kota jogja itu... kulinernya lengkap, makanannya enak-enak dan murah meriah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, siapa coba yang nggak betah di Jogja :)

      Delete
  65. Wah, jadi lapar nih liat tulisan agan :D
    Nice bro

    ReplyDelete
  66. semuanya bikin ngillllerrrr.... gofood kerumah mbah bisa ga ya? Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gofood kejauhan sepertinya mbah, tapi bisa aja asal kuat bayar ongkir..hehe

      Delete
  67. harganya kalo mnurut aku sich cukup murah juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, cocok di kantong mahasiswa Mas..hehe

      Delete
  68. Aku juga suka ayam, apalagi ayam yang canti hehehe, tapi kalo keseringan makan ayam lama bosen juga, jadi harus di imbangi dengan makan sayuran dan buah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. emang bedain ayam yang cantik gimana ya, Mas?
      Betul, makannya aku gak sering, kalau lagi pengen aja mas..

      Setuju, jangan yang berminyak terus :)

      Delete
  69. Murah banget mas, ditempatku aja sekali makan pake ayam 17.000 tu udah murah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, gitu. Tiap daerah memang beda harganya ya..hehe

      Delete
  70. Aku pernah coba makan Ayam geprek yang super pedes banget di deket UGM tapi lupa namanya. Es tehnya segede-gede gentong gelasnya HAHAHA

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)