Gowes Sore ke Parkiran Abu Bakar Ali Malioboro


DiaryMahasiswa.com | Selepas Duhur waktu itu, udara di Yogyakarta terasa panas sekali. Aku dan teman-teman kuliah kerja lapangan (KKL) dulu berkumpul di temapt favorit. Kedai Cadudu namanya. Makanan yang sering kami beli tidak jauh dari kebab dan es jeruk atau teh. Tapi waktu itu aku mencoba beli milshake, pengen coba sesekali.


Di kedai ini ada banyak pilihan makanan dan minuman. Salah satunya ada roti maryam. Tapi maaf, aku belum sempat memoto kedainya untuk dikasih tahukan teman-teman disini. Sebenarnya sederhana tapi berada di lingkungan pesantren, tepatnya di daerah Krapyak. Dimana setiap sore hingga menjelang Maghrib banyak para santri dan santriwatinya berkeliaran.

Ada yang sengaja jalan-jalan atau duduk santai. Tapi paling banyak beli makanan atau cemilan. Di Krapyak sendiri banyak yang jual makanan. Mulai dari makanan ringan dan berat ada disitu. Hargana juga terbilang murah dan tentu banyak pilihan. Aku juga sering makan di daerah Krapyak kalau malam.

Ini milshake dan roti maryam yang aku beli. Teman-teman ada yang mau ? Eit, jangan kepengen ya. Kalau ada yang ngiler, aku gak tanggung jawab ya.


Milshake yang aku pesan rasa coklat. Dicampur dengan serutan keju dan kacang. Rasanya nikmat dan sangat cocok aku minum di siang hari yang panas. Sempat aku pesan rasa duren, tapi aku kurang suka, habis minum yang rasa duren, pulang pusing kepalaku. Ah, aku rasa teman-teman sudah tahu seperti apa rasanya minuman yang aku pesan.


Oh, iya foto diatas adalah roti maryam yang aku pesan. Entah apa namanya kalau di tempat teman-teman. Yang jelas itu seperti roti bakar gitu. Aku juga kurang tahu asal muasal kenapa dikasih nama roti maryam. Atau yang buat Maryam, ya ? Tapi seperti bukan, karena yang jualan di kedai cadudu laki-laki semua.

Setelah selesai kami bergegas pulang. Istirahat di kost masing-masing sembari menunggu shalat Ashar. Setiap cuaca sore yang cerah, aku berusaha meluangkan waktu untuk bersepeda. Dari beberapa teman kost yang dulunya sering gowes bareng sekarang cuma tinggal satu. Itupun jarang gowes, Sulis yang biasa gowes pagi dulunya, sekarang sudah tidak ngekost bareng lagi. Endro juga semenjak kerja di Solo jadi jarang gowes.

Tapi aku masih punya sahabat yang sekarang ini sering gowes bareng. Meskipun tidak satu kost tapi dia sering aku ajak gowes. Baik itu menikmati udara pagi keliling Jogja ataupun hanya sekedar cari makan. Kalau teman-teman sering baca tulisan gowesku di blog pasti tahu sahabatku siapa. Ya, Maman namanya.

Sore itu selepas shalat Ashar kami bergegas mandi kemudian lanjut gowes ke Malioboro. Hanya untuk menghilangkan penat sembari menikmat udara sore di Malioboro dan sekitarnya. Suasana sore itu sangat adem, tidak panas tapi cerah. Mendukung sekali untuk jalan-jalan santai bersama keluarga.


Sesampainya di Malioboro aku duduk santai sembari menikmati pemandangan. Beberapa kali melihat banyak kendaraan maupun orang yang berkunjung ke Malioboro juga. Di tempat ini teman-teman jangan khawatir kalau lapar. Banyak yang jualan makanan, terutama sate lontong dan minuman dingin yang ada di sekitaran trotoar.

Setelah itu kami melanjutkan untuk menelusuri Malioboro. Tidak jauh dari tempat dimana aku duduk, kami melihat pertunjukan angklung. Hal ini yang aku suka. Pertunjukan angklung ini biasa ada dari sore hingga malam. Beberapa pertunjukan angklung juga tidak hanya ada di Malioboro saja. Tapi di jalan tepatnya dekat lampur merah.


Dimana lampu merah menyala, salah satu dari team angklung menyodorkan tempat untuk meminta uang. Aku sendiri kalau lagi ada ya kasih, kalau tidak ya tidak. Tapi jujur, selama kita nunggu lampu merah berubah jadi hijau itu cukup lama. Tapi kita bisa menunggunya sembari menikmati alunan musik yang dihasilkan oleh angklung.

Berhubung waktu sudah mendekati maghrib, kami bergegas pergi ke Taman Palkir Portable Abu Bakar Ali (TPP ABA). Yang aku suka dengan Malioboro sekarang itu lebih terlihat tertata karena sudah tidak boleh lagi kendaraan palkir di kawasan Malioboro. Jadi saat ini sudah disediakan Taman Palkir Portable Abu Bakar Ali (TPP ABA), menurut sumber yang aku baca, untuk menyelesaikan pembangunan taman palkir tersebut menghabiskan biaya 21,9 miliyar, wow. Seperti ini palkirannya.


Tempat palkir ini mulai di operasikan mulai tahun 2016. Parkiran ini memiliki tiga lantai, kapasitas 40-50 kendaraan untuk mobis dan bus. Untuk dilantai dua dan tiga masing-masing menampung sekitar 1.000 kendaraan. Selain tempat parkir, dilantai 1 juga ada kios yang digunakan pedagang yang dulu kiosnya dibongkar. Terdapat 76 kios dengan luas 2,2 meter x 1,6 meter. Kemudian disediakan juga toilet dan P3K. 



Awalnya kami menyimpan sepeda di lantai 2. Setelah dipikir-pikir lebih baik dibawa saja karena kami juga mau pergi ke lantai 3. Lantai paling atas. Di tempat ini udaranya dingin, kami juga bisa melihat pemandangan dibawah dan sekitarnya. Beberapa bus juga banyak yang masuk ke parkiran ini. Kebanyakan memang rombongan stady tour dari berbagai kota di Indonesia.


Gowes sore itu aku masih seperti biasa ditemani fijo (fixie ijo). Jogja memang tempat yang sangat nyaman untuk bersepeda. Tidak hanya kami yang ada di lantai tiga parkiran Abu Bakar Ali ini. Tapi banyak orang juga.



Tidak hanya aku dan Maman yang mengabadikan momen sore di Taman Parkir Abu Bakar Ali ini. Tapi semua orang juga. Semakin sore, semakin banyak orang yang datang. Melihat ke bawah, motor dan mobil terus berganti dari tempat parkir ini. Bersyukur, karena pemandangannya cerah, tidak hujan.



Perjalanan untuk turun dari lantai tiga ke dua juga lumayan menurun. Aku lebih baik menuntunnya agar lebih aman. Kalau sepedanya ada remnya tidak jadi masalah. Tapi demi menaga keselamatan lebih baik jalan sembari menuntun sepeda saja. Karena banyak orang juga yang bergantian naik turun. Ada yang baru mau parkir dan ada juga yang mau pulang.


Jiengyang. Sepeda Maman yang sudah menemaninya selama di Yogyakarta dari tahun 2013 akhir. Terlihat biasa, tapi manfaatnya luar biasa. Sepeda itu juga sudah sampai ke hutan pinus bareng fijo dan teman-teman yang lainnya. Teman-teman bisa baca disni.




Perlahan waktu terus berjalan, hingga akhirnya adzan Maghrib berkumandang. Kami sengaja diam terlebih dahulu sembari mendengarkan lantunan suara adzan. Setelah itu kami bergegas turun ke bawah untuk melaksanakan sholat di mushola sekitar tempat parkiran. Tapi kami harus mengantri karena banyak para stady tour yang shalat. Karena musholanya kecil jadi harus bergantian shalatnya.

Setelah shalat kami pergi ke Malioboro. Duduk santai di tempat duduk yang baru. Ya, tampilan malioboro yang baru. Untuk duduknya juga harus mengantri karena ramai. Satu hal yang paling aku tidak suka, banyak sekali pengamen. Baru selesai yang ini tak lama datang lagi. Begitu seterusnya. 

Karena capek, kami duduk aja di teras bawahnya, sembari duduk internetan. Karena di Malioboro sendiri kami bisa menikmati internet gratis. Sepeda kami simpan di belakang tempat kami duduk.


Semakin lama duduk, semakin ramai yang datang berbondong-bondong. Kami tidak nyaman akhirnya pindah tempat. Berusaha mencari tempat duduk yang kosong. Beberapa kali sempat gagal, karena siapa cepat dia yang dapat. Tapi kami mendapat kesempatan untuk duduk juga.


Saking senengnya, Maman senderan sembari senyum manis. Lelahnya terasa sedikit terobati ketika dapat tempat duduk. Begitupun aku, bisa santai sembari menikmati pemandangan malam di Malioboro.



Setelah cukup istirahatnya, kami memutuskan untuk pulang. Sembari mencari makan. Kebetulan malam itu kami sepakat makan bakso. Bakso jumbo. Tapi tak sebenar bakso klenger. Karena ini harga terjangkau dibandingkan bakso klenger yang ukurannya 1kg. Bagi yang belum tahu bakso klenger, aku kasih tahu ya.

Bisa dibaca : Bakso Klenger Ratu Sari


Bakso jumbo ini harganya Rp.10.000,- satu porsi. Aku rasa masih terjangkau buat anak kost sepertiku. Setelah selesai kami langsung pulang, cuci kaki kemudian istirahat. Ya itulah perjalanan gowesku disore hari ke Malioboro. Semoga dilain kesempatan cuacanya tetap sama mendukung.

Teman-teman kapan terakhir ke Malioboro ?

April 05, 2017 - 145 komentar

145 comments:

  1. Gowes memang sangat menyenangkan, apalagi tempat yang dikunjungi menarik, ditambah lagi banyak makanan yang murah meriah. Seperti bakso joblonya itu yang mampu bikin saya tes liur, nggak terbayang rasanya pasti sedap. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..sedap, karena dimakans etelah gowes jadi lebih terasa sedapnya..he
      Betul, selain menyenangkan juga bisa menyehatkan :)

      Delete
  2. nggowes dari krapyak sampai malioboro lumayan ngos-ngos'an lho mas *itu saya tapi sih haha, kalau udah biasa mungkin nggak kerasa ya?*

    seminggu lalu juga habis mampir malioboro, sekarang jalan buat pedestriannya jadi tambah luas. nyaman banget & tambah rapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah biasa malah menyenangkan mas..he
      Pernah gowes dari Krapyak ke Malbor kah Mas Wisnu ?

      Iya betul mas, wah coba berkabar ria, pasti bisa ketemu..hehe

      Delete
  3. ya Allah... pagi-pagi liat milkshake itu....
    sekarang kepingin milkshake :(
    ujung2nya bakalan beli milkshake AW nih...
    gak sma emang, tapi tetp milkshake.

    buset itu baso gede bangeeeett!! O_O muat perutnya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo beli beli..he
      Haha..ada yang pengen juga nih..he

      Sepertinya salah fokus, itu bakso jumbo biasa kok, kalau yang kelenger malah lebih besar lagi.

      Delete
  4. Waaaaah.., Asik sekali ke malioboro, saya sudah 3 kali kesana,,
    Allhamdulillah menyenangkan, berbagai wana kehidupan pernah saya temukan disana,,
    Yang paling berkesan adalah menyaksikan pentas seni sambil menikmati jajanan asli original jogja, ditemanin bule bule yg sok kenal sok dekat bgtu,, hehehee
    Kangen ingin kesana lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah :)
      Nah itu menyenangkan juga mas. Semoga bisa kesana lagi bersama orang-orang tersayang, keluarga dan sahabat :)

      Delete
  5. wah uda lama banget ga ke Malioboro terakhir pas taun 2009..btw itu roti maryam aku suka banget di Cimahi ada yang jual lalu bangkrut krn ga laku hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah lama juga ya, Mba. Semoga bisa ke Malioboro lagi. Wah padahal enak lho, mungkin tempat jualnya kurang strategis ya :)

      Delete
  6. jadi mau ke marioboro lagi dah,
    merasakan makanan murah tapi enak disana . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Malioboro lagi, kabarin kalau ke Jogja lagi mas :)

      Delete
  7. ikut mas, sekali kali gowes kalau saya ke yogya hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. ayo Mas Fajar. Kapan mau ke Jogja ?

      Delete
    2. nanti, klu ud bulan madu sama istri saya mas, heheh

      Delete
    3. Wah mau bulan madu di Jogja nih Mas Fajar ?

      Delete
  8. Main di jogja emang nggak ada bosennya dan selalu ngangenin dengan suasananya yang sangat khas dan kental dengan sentuhan budayanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, aku juga meskipun tiap minggu gowes sore ke Malioboro tetap asik :)

      Delete
  9. Busyeet itu bakso bisa-bisa klenger yang makan ๐Ÿ˜ฏ

    Asyik banget kalau bisa jalan sore di Malioboro, banyak objek yang bisa dijadikan bahan referensi untuk sebuah tulisan.

    Oh ya.. Tolong milkshakenya dikirim ke Tangerang ya ๐Ÿ˜‚ dan titip salam buat Maryam he..he.. ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Indra salah fokus ya.he
      Itu bakso jumbo biasa ko, kalau yg klenger bisa dibaca dan dilihat di postku yang lain. Ada diatas link tulisannya :)

      Betul mas, santai menikmati pemandangan :)

      Hehe.. Mas Indra orang Tangerang toh, aku ada beberapa teman dari Tangerang juga disini lho :)

      Delete
  10. Asyik banget bisa gowes ke marlioboro pake sepeda kesayangan lagi..yang lihat saja jadi pengin apalagi yang mengalami sendiri pasti bekesan.Nggak makan nasi kucing mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkesan plus menyenangkan mas Dwi :)
      Kalau nasi biasanya aku di dekat daerah tempat tinggalku. Kebetulan malam itu kami pengen bakso..he

      Delete
  11. Mas Andi kalau jalan-jalan pasti lengkap dengan jajan deh hehehe, mana jajanannya bikin laper lagi.

    Kalu soal roti maryam aku juga kurang paham asal usulnya mas, coba aja tanya sama penjualnya namanya mbak Maryam gak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. Sekalian mas Santo. Biar pulang langsung istirahat..he
      Ayo makan dulu biar gak laper mas..he

      Hihi.. Lain kali coba aku tanya ya :)

      Delete
    2. baksonya juga bikin laper mas.

      kapan-kapan kalau ada waktu bisa jalan-jalan dan negblog bareng ya Mas Andi.

      Delete
    3. Ayo beli bakso ayo.hehe

      Boleh tuh Mas. In shaa Allah :)

      Delete
  12. lewat jembatan penyebrangan bisa pake sepeda ya mas? yogya memang indah banget kalau malam hari ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu naek ko Mba. Maksudnya itu fotoku ada di parkiran Abu Bakar Ali :)
      Betul, indah dan keren. Apalagi cuaca yang mendukung pasti lebih bisa mengabadikan momen foto :)

      Delete
  13. kayaknya seru banget tuh mas

    saya dah lama nggak ke Malioboro,jadi pengen kesana lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru pake banget mas Yanto :)

      Semoga disegerakan ke Malioboro lagi ya, Mas. Biar bisa sekalian jalan-jalan ke destinasi yang lainnya :)

      Delete
  14. Wah mas kok saia salah fokus sama bakso nya ya besar banget 1 kg apa ya bisa dimakan itu wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya pada salah paham deh. Itu bukan 1kg kok, itu bakso jumbo biasa. Kalau yang 1kg ada di postku yang satunya lagi. Baksonya namanya Bakso Klenger Ratu Sari. Bisa dibaca linknya diatas :)

      Untuk ukuran 1kg bisa dimakan untuk 4-5 orang.

      Delete
  15. Aku terakhir ke malioboro sebulan yang lalu. hehehee
    Tempat perkirnya gede banget yaa~ tapi pas aku lihat kayaknya kendaraannya cuman sedikit.

    Awal-awal postingan lihat roti maryam jadi pengen,, dulu suka beli. Tapi kok kayaknya di foto rotinya warnanya oren banget. apa mungkin roti maryam Bogor sama Yogya beda ya~ hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah belum lama ya :)
      Iya dikit, kalau rame biasanya waktu stady tour gitu..

      Sepertinya sama, itu cuma cahaya kali ya..hehe

      Delete
  16. Waduh ini lengkap banget ya, dari gowes, kuliner, menikmati senja dan internetan gratis hehe
    suasananya tampak menyenangkan jadi ingin mencicipi roti mariyam, mungkin itu roti khas timur tengah ya
    ok aku serasa ikut menikmati suasananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya alhamdulilah lengkap, Mba :)
      Ayo dicicip aja mba.. hehe
      kurang tau juga sih kalau itu khusus Timur Tengah atau bukan.
      Lebih seru lagi kalau bisa langsung ya..hehe

      Delete
  17. Aku kapan ya terakhir ke malioboro...? Dah itungan bulan...Ke taman parkirnya juga malah belum pernah. Biasanya aku parkir di samping Ramai, ato klo nggak nyari basement๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ tapi mmng tambah rapi si sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayo kapan, Mba ?
      Sama sih aku juga kalau parkir di samping ramai kalau ada keperluan ke ramai. Tapi karena aku pake sepeda kan bebas, karena di sepanjang jalan Malioboro sendiri sudah disediakan tempat parkir sepeda :)

      Delete
  18. suka banget kalo mampir ke postingan mas Andi, komplit...jadi referensi juga nih, apalagi aku belum pernah ke Malioboro :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mba Tuty. Semoga bisa segera ke Malioboro ya..
      Nanti kalau ke Jogja sekalian keliling aja, kan banyak tuh objek yang bsia diceritakan...hehe

      Delete
  19. Terakhir saya ke malioboro yaitu ketika saya kelas 2 smp waktu study tour :)

    Btw, artikelnya sangat menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udah lama ya, Mas. Semoga bisa kesini lagi ya.

      Terima kasih Mas Septian Rishal :)

      Delete
  20. Wiiihhh belum coba nih keliling bersepeda di Yogyaa

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/tiket-jepang-murah.html?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa bersepeda keliling Jogja juga ya :)

      Delete
  21. hai salam kenal bang andi..
    gowes emang kayanya seru yaah tapi aku belum pernah ngerasain gowes sepede gitu wkwk karna emang gak bisa naik sepeda haha..

    jogja terkhusus malioboro emang punya tempat sendiri yang bisa di kemas jadi kenangan yahh. dulu saya pernah ke malioboro tapi karna gak lama jadi gak sempet keliling malioboro huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga, salam kenal juga :)

      Wah, sayang sekali. Coba bersepeda pasti seru. he

      Oh, gitu. Semoga bisa ke Malioboro lagi ya. Karena sekarang sudah berbeda dan tentu lebih rapih :)

      Delete
  22. Sudah lama tidak main Ke Malioboro, baru tahu jika ada Taman Palkir Portable Abu Bakar Ali, sungguh fantastis sekali.
    Mungin itu namanya kue serabi ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh,ya. Wah ayo sempatkan mas jalan-jalan sore sama keluarga. Pasti asik tuh..he

      Kurang tahu mas, ditulisannya itu seperti itu...he

      Delete
  23. Terakhir ke Malioboro uda 3tahun yg lalu... Wah... pengen kesana lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa disegerakan ke Malioboro lagi ya, Mas Riz :)

      Delete
  24. Malioboro oh malioboro, jadi kangen kesana, kangen sama suasananya, meskipun rame tapi tetep nyaman. Kayaknya kalo main kesana bisa review banyak tempat makan nij, soalnya murah-murah banget sih jajanannya. Apalagi baksonya itu cuma 10 ribu, disini aja 50 ribu yaampun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Samuel. Ramai juga tetap nyaman. Mau hujan atau tidak sama aja nyaman..he
      Kalau orang yang sudah pernah ke Malioboro dan sudah lama tidak kesini lagi, lihat fotonya aja pasti bikin kangen ya..hehe

      Wah wah, masa sih sampa 50k mas, disini masih ada yang murah kok :)

      Delete
  25. wah saya terakhir ke malioboro 10 tahun lalu kayaknya mas, hihihi, jadi pengen ke sana lagi deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw, udah lama banget ya itu. Coba sekarang ke Malioboro lagi pasti perbedaannya keliatan banget :)

      Delete
  26. Malioboro sepertinya udah banyak berubah ya.. Makin rame.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas Nandar, banyak berubah dan tentu lebih rapih :)

      Delete
  27. Aku pernah sekali-kalinya melioboro,
    saat itu pas malem-malem dan sumpah sih rame gila.
    Kyakanya sekarang Maliobooro banyakyang berubah walau suasananya ga berubah, tetap ramai pengunjung.
    Kayaknya aku harus kesini lagi nih *maybe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus mas, sekarang sudah tertata juga parkirannya. Tidak di sekitaran Malioboronya lagi. Semoga bisa kesini Malioboro lagi mas :)

      Delete
  28. ngeliat malioboro yang ada difoto mas andi sama difoto temenku rada beda ya... sudah banyak yang berubah kayaknya :D

    dari dulu pengen kesana... ya tapi karna dulu takut keluar kota makanya kagak jadi mulu..
    dan sekarang.. mau dan gak takut... tapi belum bisa menyisihkan dananya hedeh...

    Malioboro sama rumah mas andi deket ya ?
    wah enak tuh bisa tiap hari datang ketempat keren kayak malioboro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin di foto temen mas Azhie foto udah lama ya. Sekarang sudah banyak berubah Malioboro itu..

      Bisa diniatkan dulu mas, nanti kalau sudah cukup semuanya bisa bareng keluarga jalan-jalan di Malioboro :)

      Kebetulan di Jogja sendiri aku ngekost mas, kurang lebih 15-20 menitan untuk gowes sampai ke Malioboro :)

      Delete
  29. Bersepeda santai ataupun istilah jaman sekarang gowes sebutan ala masyarakat Jogyakarta memang asyik mas sembari menikmati minuman dan menu khas Malioboro,,,,, wes jan enake puolll... Ya mas...

    ReplyDelete
  30. baru ke sana. Horeeee
    sekarang tambah bagus
    aku bisa duduk lama sambil menikmatisore nunggu Maliooro
    ekspress
    parkirnya jadi tertib, mau jalan juga asyik, jadi gak kerasa tiba2 udah nyampe stasiun aja

    ah udah gak sabar segera menetap di sana mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, alhamdulilah bisa jalan-jalan ke Jogja ya, Mas :)
      Iya sekarang lebih asik ya..
      Asik tuh, aku juga pengen punya rumah di Jogja mas..

      Delete
  31. Waaa malioboro sekarang lebih keren yaa.. terakhir kesana kayaknya 2015 kalo gak 2014.

    Enak di jogja daerahnya buat goes kalo aku dirumah palingan cuman keliling halaman. Huhuhu

    Yah! Si Andi mah gitu. Maunya jawab doang gak mau nanggung! *lap liur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, keren dan lebih ramai juga :)
      Wah belum lama tuh, tapi sekarang sudah banyak sekali perubahannya :)

      Iya sih kalau aku dirumah juga palin gitu, beda sama di Jogja, bisa keliling ke tempat yang keren-keren, salah satunya Malioboro ini..hehe

      Haha.. Setidaknya aku selalu menyuguhkan makanan or minuman bagi siapa saja yang bertamu di blog sederhanaku ini..hihi

      Delete
  32. Malioboro sudah ramah banget buat pejalan dan pesepeda ya, asik buat santai di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik pake banget, apalagi suasana pagi sore dan malam. Untuk pagi sendiri biasanya di hari libur ramai dari setengah 6-an. Ada yang olahraga, senang dan yang lainnya :)

      Delete
  33. Gowesnya selalu seru dan menyenangkan, kak. Asyik bacanya, apalagi dokumentasi lengkap, hehehe
    Didukung cuaca yang cerah, pemandangan pun nampak indah
    Jalan bersama kawan, menyenangkan...
    Lebih seru daripada seorangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, iya nih..
      Lebih asik lagi bisa ajak keluarga :)

      Delete
  34. wogh mantep juga ya sudah ada tempat parkirnya sendiri gitu, biar gak macet juga kan banyak orang yang ke malioboro terutama turis2 baik asing ataupun lokal :))

    ReplyDelete
  35. masih murah juga ya mas, ada bakso 10 ribu disana...biasanya kalo mau makan lihat dulu daftar makanannya, kadang ada penjual "nakal" yang menaikkan harga sesukanya untuk mendapatkan keuntungan lebih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya murah, jumblo lagi..hehe
      Betul itu mas, terutama di tempat-tempat yang banyak stady tour gitu. Sering sekali dinaikan harganya :)

      Delete
  36. Aku terakhir ke Malioboro pas acara garebeg maulud aakkk

    Rasanya pengen bisa keliling jogja pake sepeda ontel :D kayaknya ide bgus apalagi jogja punya jalur khusus sepda ๐Ÿ˜ท gak kayak di Surabya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, seru. Kapan tuh ?
      Ide yang bagus, bisa dicoba tuh, memang banyak yang gowes pake ontel. Terutama pagi hari, apalagi di hari libur lebih banyak lagi :)

      Emang di Surabaya gimana nih, aku kok penasaran :)

      Delete
  37. Ternyata banyak temen blogger yg di Jogja, :')

    Kemaren aja gak sempet nemuin temen2 yg lain. Ya waktu cuma 3 hari.

    Btw, Malioboro rame terus yah.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, wah berlibur ya mas ke Jogja ?
      Betul, ramai terus, baik malam ataupun siang :)

      Delete
  38. Malioboro udah masuk wishlist destinasi wisata ane Mas, tapi sampai sekarang belom sempat kesana. Kayaknya artikel sedikit mengobatilah... Semoga bisa nemu waktu yang pas buat kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Semoga segera ada waktu ya, Mas. Ajak keluarga atau sahabat biar lebih seru kalau ke Jogja :)

      Delete
  39. mantap, itu roti maryam itu sejenis pancake kan ya... kelihatannya sih emang pancake. Malioboro selalu jadi tempat menarik mas, baik untuk orang lokal atau turis, atau.. pelajar yang kkl. Entah itu buat beli barang, atau buat duduk-duduk gentle semata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tahu malah aku mas..hehe
      Nah betul, buat para perantau memang sangat menyenangkan sekali. Bakal betah deh pokoknya .. hehe

      Delete
  40. Pengen nyoba jalan - jalan sama si fijo,,, itu pasti udah paten yah warnanya heheh ,,, kalau diganti pake warna putih namanya bukan si fijo lagi... :D,, kalau sayamah ngiler sama milkshake dan baso jumbonya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh mas,,hehe
      Paten karena warnanya ijo..hehe
      Tapi pengen aku cat ulang warna putihnya, biar lebih bagus lagi :)

      Hehe..silahkan di makan mas, kalau ke Jogja jangan lupa ngebakso..hehe

      Delete
  41. mantap mas gowesnya, nongkrong asyik di malioboro, liat bakso jadi pengin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..ayo dimakan baksonya Mas.. :D
      Kapan nih mas terakhir ke Malioboro ?

      Delete
  42. Enak ya gowes-gowes sepeda. Aku ga jago naik sepeda, jadi udah lama ga gowes.
    Terakhir kali ke Malioboro? Hmmm kayanya akhir 2014. 2015 ke Jogja, tapi ga main-main di Malioboronya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba gowes lagi deh, pasti seru..hehe

      Wah sayang sekali, sepertinya ada yang kurang kalau belum ke Malioboro ya, Mba.

      Delete
  43. Makin kesini makin asik aja ya malioboro.. tambah rapih keliatannya :)

    ReplyDelete
  44. Replies
    1. Salam dua pedal kembali Mas Zainal :)

      Delete
    2. kayaknya zainal sama2 suka gowes nih. Cocok gowes bareng tuh :)

      Delete
    3. Bisa jadi tuh Mas Zainal goweser juga. Seru tuh gowes bareng ya.. hehe

      Delete
  45. Malioboro sekarang menarik banget ya. Genap 11 tahun aku meninggalkan Jogja dan belum ada kesempatan untuk pulang, hiks sedih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lama banget ya ternyata, sekarang pasti kalau ke Malioboro lagi terlihat jauh-jauh berbeda :)
      Semoga bisa ke Jogja lagi ya..

      Delete
  46. Jadi penasaran dengan rasa Roti Maryam. Apakah seperti martabak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya berbeda mas..hehe
      Gak banyak tapi bedanya, palingan sikit-sikit.. :D

      Delete
  47. Malioboro kalau udh ada tmpat prkirnya khusus gitu jadi terlihat lebih rapi ya mas..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betu rapih, jadi lebih tertata gitu. Gak ada kendaraan sembarangan parkir di Malioboro :)

      Delete
    2. ia juga ya, wah gak sbar pengen cpet ke malioboro nih :)

      Delete
    3. Semoga disegerakan ke Malioboronya, biar bisa halan-halan..hehe

      Delete
  48. jalan kaki di malioboro aja seru, apalagi gowes. Pasti lebih seru :D
    sepeda fixi nya keren mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, lebih seru :)
      Terima kasih, Mas Rivai Hidayat :)

      Delete
  49. Waahh bareng temen kkl nongki gitu seruuu kayaknya yaa.
    Aku gapernah kuliah sih cuma suka diajak pusing sama temen yang kuliah terus sibuk bikin laporan kkl. Jahaatt kan pas seru ak tak diajak pas repot bikin nugas minta ditemenin nyari wifi sana sini di angkringan. Wkwkwkwkkwkw

    Eh gowes di jogja kayaknya anteng anteng j yah' gaterlalu panik diklkson aama pengendra motor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru pake banget :)
      Hehe.. itu tandanya bukan cuma teman tapi sahabat :)

      Anteng nan tenang pokoknya :)
      Iya, jadi lebih bisa menikmati pemandangan gitu :)

      Delete
  50. wahh udah lama saya ga ke maioboro, eh belum pernah deng, hahaha,,, jejalan naik sepeda nikmati sore itu myenangkan,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Mas Sabda :)
      Dilain kesempatan semoga bisa ke Malioboro, biar tahu secara langsung senangnya seperti apa.. hehe

      Delete
  51. Wow seru juga ternyata gowes di Malioboro. Pinjam sepedanya, Kak. :))

    ReplyDelete
  52. Kapan ya terakhir kali ke Malioboro? aduh lupa saking lamanya
    pengin gowes kesana juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba kalau ke Malioboro lagi Mba, sekarang mah sudah banyak perubahan :)

      Delete
  53. salah satu tempat paling saya demen matung lama di malioboro yaitu di lbang jo deketnya tulisan papan nama jalan malioboro. kalau disitu saya sering mencet tombolbang jo walaupun cuman sekedar lewat doang soalnya saya rada kesel sih sama pejalan kaki disana wong udah disediain sarana tombol penyeberangan tapi gak dimanfaatin malah nyebrang sa enaknya sendiri, yaudahlah akhirnya saya aja yang mencet terus lumayan ngelatih kaki bolak balik nyebrang :D

    Tempat diatas parkiran itu keren banget mas, saya paling demen juga disana nongkrong sambil liatin malioboro di malam hari rasanya sejuk gimana gitu. Sama satu tempat lagi nih mas tempat paling uenak yaitu deketnya para pemain keroncong. saya suka banget pantengin tuh alunan musik keroncong disana, bener-bener kreatif deh pemuda jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya sih itu asik, tapi kan rame terus itu, pernah duduk di sepeda dekat tiang bertuliskan Malioboro, eh gak lama ada yang minta gantia mau foto.. hehe

      haha.. betul mas, kadang suka seenaknya sendiri memang yang pada nyebrang.. Nah iya itu mas, rasanya capek terus dengerin musiknya, asik gitu, hilang dah capek.. :)

      Delete
  54. Abis sepedaan langsung kulineran. Mantap ya, Mas. Hehehe. Saya masih suka sepedaan, pake fixie juga. Tapi fixie yang abal-abal, sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. iya Rob. Ah, bagiku sama aja kok, selagi masih bisa buat gowes dan menikmati pemandangan.. :)

      Delete
  55. kedainya deket pesantren toh, ada santri cewe yang lewat gak? kan lumayan buat cuci mata hehehe

    btw basonya bikin ngiler ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. banyak pastinya. Tapi cuci mata mah cukup sembari berwudhu aja .. :D :D

      Mangga atuh di candak eta baksona .. hhe

      Delete
  56. pemandangannya enak dari tempat parkirnya, dulu terakhir waktu ke malioboro masih di terotoar parkirannya, jadinya enggak bisa nikmati jalanan malioboro dengan santai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, sekarang sudah banyak berbeda. Lebih rapih dan lebih terlihat tertata :)

      Delete
  57. Roti Maryam asalnya dari Arab itu bukan, sih? Pernah coba, dikasih temen yang orang Arab. Ehe. Tapi waktu itu kayaknya gak dibakar gitu. Dikukus aja. :|

    Saya mah gak doyan duren, Mas. cium baunya aja udah enek. XD

    Emang Malioboro gak begitu padet, ya? Sempet aja itu gowes di daerah sana. Saya kalau gak salah, terakhir ke Malioboro itu pas bulan November 2014. Duh, lama banget yak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kurang tahu, dari Arab atau bukan.. hehe
      Penasaran jadinya kalau di kukus itu seperti apa jadinya ya .. hmm

      Sebenarnya aku juga gak tau sekarang rasanya seperti apa kalau makan langsung, katanya dulu waktu kecil kata Ibu doyan banget, tapi sampe gede sekarang belum pernah makan secara langsung..hehe

      Betul,, apalagi setelah ditata kembali, rasanya semakin luas terlihatnya..

      Coba dulu kalau udah tahu ya, 2014 itu aku udah di Jogja..he
      Siapa tahu bisa gitu aku dikasih oleh2 dari Mas Yoga.. wkwk

      Delete
  58. wuih ada tempat parkir bertingkat ya disana skrg

    ReplyDelete
  59. Mungkin ada yg bernama Budi maryam ๐Ÿ˜€, Malioboro memang spot paling di incar klo ke Jogja, smoga kecapaian bisa kesana, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. sepertinya ada kali ya ?
      Tapi aku belum pernah nemuin yang namanya Budi Maryam :D

      Delete
  60. Mungkin ada yg bernama Budi maryam ๐Ÿ˜€, Malioboro memang spot paling di incar klo ke Jogja, smoga kecapaian bisa kesana, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, serasa ada yang kurang kalau ke Jogja tidak mampir ke Malioboro. Semoga bisa ke Jogja ya, Mba..aamiin..

      Delete
  61. suad bertahun-tahun ga ke malioboro mas. sudah bedaaa banget ya sekarang suasananya. saya asli jogja tapi sekarang tinggal di madiun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sekarang banyak perubahan Mas. Coba kalau ada waktu dan kesempatan bisa ke Malioboro lagi :)

      Delete
  62. dari dulu saya ingin sekali liburan ke yogya biar bisa jalan2 ke malioboro, semoga suatu hari nanti saya bisa kesana, amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga disegerakan ke Jogja ya, selain bisa berlibur bisa sekalian menikmati kuliner disini :)

      Delete
  63. sukses terus mas mantap.... caption awalnya berkenang mas alhamdulillah matur nuwun sanget sudah berbagi nikmatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, terima kasih Mas Angki :)
      Semoga antum sehat selalu :)

      Delete
  64. Eh yang bener Malioboro udah kece kayak girtu? Terakhir kesana awal 2016 kayaknya belum ada kayak gitu deh.. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah kece, sekarang juga masih ada perbaikan lagi Mba. Tahun lalu memang belum seperti itu, masih proses, tapi sekarang sudah kece pake badai angin..hehe

      Delete
    2. Wah, jaid pengen ke jogjes lagi eykeu.. Tempo hari belum sempat main ke pantai Timang.. Pengen rasain naik gondola.. Btw, suka banget street performance di malioboro..

      Delete
    3. Iya Teh, udah banyak berubah. Saat ini juga sedang perbaikan lagi, khususnya daerah pasar Bringharjo dan 0 KM Jogja. Terakhir Minggu kemarin sepedahan ke Malioboro :)

      Delete
  65. Terakhir ke Malioboro?
    Januari 2015. Lama banget ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah lama, sekarang udah banyak perubahan banget lho, Mas :)

      Delete
  66. memang malioboro, punya banyak cerita yg bisa kita tuliskan. jdi tringat sewaktu ke malioboro penegen nulis tentang makan diiringi pengamen yg suaranya merdu.
    photo2 keren mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Defantri :)
      Nah itu lebih asik mas, apalagi alunan angklung di sekitar malioboro :)

      Terima kasih mas :)

      Delete
  67. Jamanku nge kos di Jogja, biasanya setiap sore suka muter ke lapangan bola yang gede deket UII, sayangnya ga ada temen yang bisa diajak kuliner gowes . Coba kenal dari dulu bisa gowes bareng :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)