Ngabuburit di Candi Sambisari Yogyakarta


DiaryMahasiswa.com | Menikmati pemandangan di Yogyakarta memang tidak ada habisnya. Setiap tahun ada saja hal yang baru untuk dijadikan tempat wisata. Kamis sore itu aku pergi ke rumah bapak Akhmad Muhaimin Azzet. Biasa aku memanggilnya pak Akhmad. Selain penulis, beliau juga blogger. Jika sahabat sering baca blognya pasti tahu. Kalau penasaran buka saja Kedai JO Istimewa.

Pak Akhmad sendiri lahir di Jombang, Jawa Timur. Sekarang tinggal di Yogyakarta. Bersyukur bisa kenal beliau. Bisa banyak belajar, selain ilmu agama juga tentang kepenulisan. Aku berteman sudah 2 tahun yang lalu, tapi hanya lewat facebook.


Pertama kalinya bertemu di kost. Di mana tempat tinggalku selama merantau. Waktu itu pak Akhmad sedang mengantarkan pesanan wedang jahe ke daerah dekat tempat tinggalku. Kebetulan mampir ke kost. Beliau tahu sedikit daerah tempat tinggalku ketika membaca postingan di blogku tentang sate qur'ban. Jika sahabat ingin baca, disini : Semarak Qur'ban, Sate dan Tongseng Jadi Menu Andalan Anak Kost

Dengan baiknya ketika mampir ke kost, aku dibawakan wedang jahe yang beliau jual. Rasanya enak, mau diminum hangat ataupun dingin tetap cocok. Sirup wedang jahe ini merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Jika sahabat ingin tahu atau membelinya silahkan baca Sirup Wedang Jahe Khas Jogja

Baca juga : Menikmati Keindahan Candi Prambanan

Selain main, kami juga sempat makan soto kemudian jalan-jalan ke toko sepeda. Kami hanya lihat-lihat dan ingin tahu ada sepeda apa saja. Mulai dari yang harganya murah hingga juataan ada di pasar sepeda itu.

Sudah lama aku ingin sekali bersilaturahmi ke rumahnya. Tapi karena kendala kendaraan, jadi belum bisa kapan saja aku mau. Selasa siang aku mengirim pesan singkat kepada beliau melalui inbox facebook.

Andi : Pak, bulan ini ada waktu? Saya ada rencana main ke rumah bapak, tapi belum tahu kapan, baru rencana.
Pak Akhmad : Insya Allah ada Mas. Yang penting ngabari dulu beberapa hari sebelumnya. Nanti sekalian kita ke candi sambisari ato tempat lain yg kira2 bisa Mas Andi tulis di blog, hehe...
Andi : Kalau hari Kamis gimana? Bapak bisanya jam berapa ?
Pak Akhmad : Sipp, Mas
Kalo Kamis bagaimana kalo sore, Mas, ba'da ashar gitu, nanti sekalian buka puasa di burjo madura yang dulu pernah sy tulis, hehe..

Kamis ba'da Ashar aku pergi ke rumah beliau, sesampainya disana aku sudah ditunggu dekat pintu masuk ke Candi Sambisari. Aku diajak keliling dan menikmati keindahan candi. Untuk tiket masuk ke candi Sambisari ini cukup terjangkau, terutama untuk para mahasiswa. Sahabat cukup membayar biaya Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) per orang.


Untuk parkir motor ada disebelah tempat masuk ke candi. Karena sore itu pukul 17.00, jadi tidak usah bayar tiket masuk. Para penjaga loket juga sudah pulang. Jadi aku masih bisa menikmati pemandangan. Sebelum lanjut cerita, aku kasih tahu sedikit tentang sejarah candi Sambisari. Jadi sahabat pembaca jadi tahu.

Seperti yang kita ketahui, selama ini kebanyakan sisa peninggalan sejarah berupa candi terletak di tanah yang tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Bahkan candi-candi tersebut memang dibangun di ketinggian atau di lereng bukit seperti kompleks Candi Arjuna di Dieng dan candi-candi lainnya.
Tapi di Yogyakarta ada sebuah candi yang lokasinya cukup unik, yaitu Candi Sambisari. Sahabat mungkin ada yang belum pernah mendengar candi ini. Candi ini terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY. Jarak dari Kota Yogyakarta hanya sekitar 12 km arah timur, atau kira-kira 4 km sebelum Kompleks Candi Prambanan. 
Uniknya Candi Sambisari terletak kira-kira 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah. Peninggalan sejarah ini dibangun sekitar abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung, candi hindu ini sempat terkubur material vulkanik Merapi. Kemudian pada tahun 1996 ada seorang petani Dusun Sambisari yang tanpa sengaja menemukan candi yang telah terkubur berabad-abad ini.
Setelah dilakukan proses evakuasi, Candi Sambisari pun kembali menampilkan sosoknya yang anggun dan megah. Candi Sambisari terdiri dari kompleks candi induk dan 3 candi pewara atau candi pendamping dengan dikelilingi pagar batu 2 lapis.
Untuk masuk ke area candi terdapat 4 pintu masuk. Rumput disekitar candi pun membuat keindahan candi lebih mempesona. Selain bisa dinikmati dari pelataran, keindahan candi ini bisa dilihat dari ketinggian. Jika sahabat merasa puas menikmati keindahan Candi Sambisari, bisa mampir ke museum mini untuk mengetahui rangkaian sejarah candi.

Pertama kalinya masuk kawasan Candi Sambisari aku senang melihatnya, selain pemandangannya yang indah, terlihat ada beberapa orang yang sedang syuting. Sebelum melihatnya dari dekat, aku keliling di sekitar candi terlebih dahulu.


Terlihat dari jauh Candi Sambisari seolah dilindungi oleh benteng-benteng yang ada di sekitarnya. Rumputnya sepertinya terjaga, terlihat rapih dan bagus. Pohon-pohon dan bunga di sekitar candi pun indah. Tempatnya lebih terjaga, tak terlihat sampah berserakan.


Dilihat-lihat seperti kasur ya, terlihat nyaman dan empuk. Salut sekali dengan para pengelola Candi Sambisari. Terlihat bersih dan membuat para wisatawan yang datang betah. Di candi ini hampir semua orang membawa camera ataupun handphone untuk mengabadikan foto.


Karena pesaran dengan yang sedang syuting, aku dan pak Akhmad mendekat turun kebawah. Sepertinya ramai dan terlihat ada beberapa perempuan yang sedang menari.


Para penari membawa tempat semacam untuk minta saweran. Sutradara dan crew yang lainnya mengarahkan para penonton yang sedang di dekat penari. Nanti ketika penari menyodorkan tempat atau wadahnya, para penonton diharuskan memberikan uang untuk dimasukan ke tempat yang dibawa penari.


Awalnya kupikir uang itu dari para penonton sendiri, ternyata sudah di sediakan. Setelah beberapa tarian para penari istirahat, kemudian dilanjutkan di sudut candi yang berbeda. Karena kami penasaran kami pun melihat banner yang ada di dekat para penari.


Setelah melihat dari dekat, ternyata tari ini merupakan penggalangan dana untu keberangkatan penari indonesia ke festival tari dunia yang lokasinya di Candi Sambisari.


Aku dan pak Akhmad sempat membacanya dari dekat karena tak terlihat tulisannya. Tak sadar ketika melihat dari jarak yang cukup dekat. Kami di tegur oleh salah satu crew yang sedang memegang camera.

Di daerah candi semakin sore masih tetap ramai para pengunjung yang datang. Apalagi ada yang suting, selain ramai yang melihat ada beberapa nung menunggu khusus untuk berfoto bareng.


Setelah puas, kami kembali ke atas untuk melihat bagian sudut daerah candi. Katanya candi ini meskipun hujan tidak akan banjir, karena sudah dirancang sedemikian rupa. Selain itu ada juga tempat makan di sekitar candi, tapi waktu itu tutup karena sudah sore. Tapi tempatnya sangat cocok, selain bisa menikmati makanan sekaligus menikmati keindahan candi.



Sebelum pergi dari daerah candi, kami menyempatkan berfoto terlebih dahulu. Aku sengaja selalu bawa buku. Kemudian kami melanjutkan untuk masuk ke museum candi untuk melihat sejarah dan foto-foto zaman dulu.







Setelah itu, aku baru diajak ke rumah pak Akhmad. Tak lama dirumah, kami langsung pergi ke masjid karena waktu Maghrib sudah datang. Setelah itu aku diajak pergi ke es burjo Madura. Sebelumnya aku sering makan burjo, tapi kali berbeda. Coba sahabat lihat, pasti pengen.


Di Jogja sendiri banyak yang jualan burjo seperti ini. Meskipun pada warung makan pun banyak. Tapi burjo ini asli dari Madura. Tempatnya seperti angkringan, bisa dibungkus dan bisa juga di makan ditempat.


Harganya terjangkau, hanya Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) sudah bisa menikmati burjo Madura ini. Ketika burjo disajikan tepat di depanku, aku kaget. Karena bentuknya berbeda dengan burjo pada umumnya.


Melihatnya saja seger, apalagi makan langsung. Selain ditambah susu dan roti, burjo ini juga ditambah dengan parutan es yang membuatnya segar. Jika sahabat ingin tahu detailnya tentang es burjo ini. Silahkan baca tulisan pak Akhmad yang berjudul Es Burjo Madura Cak Efendi yang Enak dan Seger

Baca juga : Suka Duka Bermalam Di Hutan Pinus Yogyakarta

Ketika di Candi Sambisari aku juga sempet mengadikan momen dengan video. Bisa sahabat lihat dibawah ini :


Demikian ya, semoga ceritaku ini bisa bermanfaat bagi sahabat yang ingin pergi ke Candi Sambisari sekaligus menikmati es burjo Madura.

February 04, 2017 - 124 komentar

124 comments:

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)

  1. keren mas, sayang banget aku nggak mampir kesana , kalau dari keraton jauh nggak mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak jauh ko mas, itu dekat Bandara Adisujipto kok.. Dari situ tidak jauh. Lain kali bisa mampir mas..

      Delete
    2. hooo deket bandara ya, aamiin. semoga allah mengizinkan

      Delete
    3. Iya mas, semoga segera bisa maen ke candi sambisari ya :)

      Delete
  2. Wow, aku belum pernah ke candi sambi sari. Bersih banget tempatnya ya Mas :)
    Dan kaget banget ternyata bisa kopdaran sama Pak Akhmat. Sering jalan2 ke JO Kedai juga soalnya. Seneng ya bisa berbagi dan sharing blog :) nggak hana kenal di dumay aja. Sukses buat blognya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan bisa kesana mba :)
      Betul mba, perawatannya keren. Terlihat bersih dan bikin betah. Apalagi suasana pagi dan sore..

      Oh gitu, iya beberapa kali sering lihat komen mba Wahyu di blognya pak Akhmad :)

      Aamiin, sukses juga buat mba Wahyu ..

      Delete
  3. sering lihat foto candi sambisari sliweran di internet tp belum pernah ke sana padahal kayaknya deket ya dari Solo oke fix atur jadwal buat ke sana, kirain itu syuting katakan putus eh ternyata nari2 toh, kayaknya kalau candi2 di jogja sering dipakai syuting tarian gt, soalnya dulu di candi ijo jg pernah lihat syuting serupa. btw es bubur kacang ijonya bikin ngiler :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun sering tapi kalau belum kesana langsung serasa ada yang kurang.. hehe
      Lain waktu semoga bisa kesana ya..

      Nah iya dekat tuh dari Solo. Selain main bisa sembari kulineran..hehe

      Betul, karena pemandangannya bagus buat syuting. Haha.. Wah ketahuan nih Aseh Prakoso sering nonton katakan putus..wkwk

      Nah itu, perlu dicoba pokoknya. Rasanya mantap dan bikin nagih.hehe

      Delete
    2. iya nihh itu yg deket prambanan bukan ya?? soalnya kurang hapal bagian jogja hewheww, iya nih bisa dicoba burjonya kayaknya menggoda bangeett

      Delete
    3. Hehe.. Aku juga kurang hapal banget, kalau ada yang belum tahu juga minta bantuan si mbah google..wkwk

      Jangan sampai lupa mencoba kalau ke candi sambisari ya..hehe

      Delete
  4. Wow, benar-benar indah, lihat gambarnya saja saya sangat ingin ke candi itu apa lagi di sana ada bubur kacang ijo segala.

    Saya nggak ngebayangkan betapa senangnya mas Andi ketika bertemu sama pak Akhmad, sepertinya beliau seorang yang bijak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Lisa Nel, jaraknya tidak jauh dari candi kok buburnya. Baiknya habis jalan-jalan baru makan bubur.. hehe

      Iya mba, senang sekali. Selain baik, beliau juga senang jalan-jalan dan mengabadikan foto untuk di blognya :)

      Delete
  5. Oh wedang jahe itu rasanya enak, saya kira wedang jahe itu rasanya rasa jahe
    .
    Itu makan soto apa, bang? Jelaskan dund, biar saya g penasaran
    .
    Wah enak dund bang g bayar
    Itu para petugasnya pulang ke rumah masing2 ?
    Kenapa g nginep j
    .
    Bang, tw g siapa j orang yg buat candinya?
    .
    Kok burjonya warna putih sih? Harusnya burtih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak aroma jahe mas.. Soto sapi mas.. Biarin sengaja biar mas Niki penasaran, kan nanti bakalan komen.. :P

      Kapan-kapan lagi aja nginepnya, malam itu ada acara juga. Aku kuran tahu, silahkan datang langsung aja ke candinya mas dan tanya .. wkwk

      Itu kan es mas, coba dilihat lagi..he

      Delete
  6. Wiiii seru ih jalan-jalan ke candi-candi begini..
    tapi itu candinya agak kecil yah. Aku belom pernah nih ke sini. Cuma ke borobudur dan prambanan aja :-/ Semoga nanti bisa berkunjung ke sini juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya non, iya betul kalau dibandingkan Candi Prambanan dan Candi Borobudur kecil. Nah kalau belum kapan-kapan coba maen ke Candi Sambisari coba ya..

      Semoga disegerakan maen ke candi sambisari :)

      Delete
  7. Wahh....banyak sekali candi di jawa iya......dilampung kayaknya gk ada T_T.

    Indonesia memiliki banyak candi dan kebudayaan. Oleh sebab itu, kita harus pandai menjaganya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul tar, kalau di kampung mah jarang atuh dek..wkwk

      Betul, baik itu pengunjung ataupun penjaganya harus sama-sama bisa menjaga kelestarian candi.

      Delete
    2. Bukan kampung tapi lampung.......hehe. Kayaknya dilampung memang gk ada, adanya taman nasional seperti way kambas.

      Betapa teraturnya jika setiap pungunjung bisa menjaga kebersihan lingkungan yg ia kunjungi.

      Delete
    3. Eh, sorry tar, salah tulis..hehe
      Oh gitu, tapi boleh tuh di tulis di blog. Pengen tahu juga soalnya .. hee

      Betul tar, jadi bisa nyaman juga bagi pengunjung lainnya..

      Delete
  8. Senangnya tiap ke blog andi pasti disuguhi foto2 yg bagus daerah jogja sekitarnya.
    Btw seneng ya bisa kena pak ahmad dan jalan2 ke sambisari. Belum pernah aku ke situ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba Mei Wulandari :)

      Bisa di list dulu mba, nanti kalau ada waktu bisa main ke candi sambisari.. hehe

      Delete
    2. Iya pengin bikin list ke sana hahaha tapi belum dapat libur nih

      Delete
    3. List aja dulu mba, sepertinya sering nih nginap-nginap di hotel Yogyakarta. Sesekali maen ke candinya mba. hehe

      Delete
    4. Insyaallah kalu ke Jogja, udah lama nggak ke sana hahaha

      Delete
    5. Ayo kesana dan di review mba.. hehe

      Delete
  9. Yogyakarta memang banyak menyimpat tempat tempat pariwisata mas...seperti Candi Sambisari mialnya...ngomong ngonong kok Ngabuburit sih emang dah lebaran,,,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, iya ngabuburit mas, karena waktunya sore..hehe

      Delete
  10. maaf mas baru bisa mampir ...abis sibuk banget proyek lapangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak apa-apa mas. Sukses terus buat proyek-proyeknya ya mas..

      Delete
  11. Candi Sambisari bagus mas, apalagi banyak rumput hijau yang sudah tertata rapi di sekeliling candi menambah keindahan pemandangan di area itu.

    kalau di Jogja aku juga suka makan burjo, sudah lama gak makan burjo nih jadi kangen Jogja, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Santo :)

      Ayo ke Jogja, selain bisa makan Burjo, bisa sekalian jalan-jalan mas..hehe

      Delete
  12. Semoga candinya bisa terawat dengan baik ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Iya mba. Agar para wisatawan semakin betah disaat berkunjung :)

      Delete
  13. Saluuut..semoga istiqomah puasa senin kamisnya Mas.. :)

    Betewe saya pernah ke candi di barat prambanan. Masuknya si Klaten kalo ga salah. Candi apa ya namanya? Apa Candi Pawon ya? Sayangnya dulu belum ngeblog, jadi ngga ditulis. Foto-foto pun ngga ada. :(

    Oya, di Purworejo, kota kelahiran saya, burjo madura juga bisa ditemukan di Alun-alun. Enak memang, ada es serut plus potongan roti plus susu kental manis coklat plus sirup merah. Hhhmmmm..jadi kangen mburjo.

    Kapan2 ke Purworejo Mas.. Di barat alun-alun ada masjid Agung purworejo yg menyimpan bedug terbesar se-Asia Tenggara (bahkan mungkin sedunia yaa..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..

      Wah aku juga belum tahu mba. wkwk
      Yah sayang sekali ya..he
      Coba ingat-ingat mba, siapa tahu nanti aku bisa maen kesana..he

      Oh yah, wah mudah ya kalau mau beli di Purworejo.

      Betul, Mba. Enak rasanya, aku baru nyobain burjo seperti itu. Hayo mburjo lagi..hehe

      Wah. Boleh tuh mba, in shaa Allah kalau ke Purworejo, pengen nyempetin ke mas jid Agungnya ..

      Delete
  14. Tempatnya enak banget buat guling-gulingan ya mas Andi.
    itu mas Andi datengnya pas abis ujan ya? kok kayaknya agak basah gitu, atau mungkin gara-gara saking sejuknya.

    temenku pernah foto di kawasan ini. viuwnya bagus banget. Jogja memang sangat sesuatu sekali.

    burjonya mengggoda iman. aaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. ya gak guling-guling juga atuh. Memang kalau Puti kesana, mau guling-guling, terus diliatin banyak orang..hehe

      Malahan itu lagi cerah, Put. Waktu itu hari sebelum aku kesitu hujan terus di Yogyakarta. Tapi aku beruntung ketika main ke candi sambisari ini, cuaca cerah. Memang tidak cerah sekali.

      Betul, ayo maen ke Jogja..hehe
      Haha.. menggoda Imam bagi yang sedang puasa, terus liat ini. Kalau bagi yang tidak mah, langsung beli aja. Tapi kalau tidak ada, cari ke tempat yang ada burjo madura..he

      Delete
  15. Yogyakarta emang tenpat wisatanya nggak ada habisnya. Aku ke Yogya cuma sekali doang, itupun pas kecil. Aku pengen ke sana (lagi) 😂

    Diliat dari fotonya, ini tempat bikin mata seger. Banyak hijau-hijaunya lagi! Boleh lah jadi referensi kalo main ke Yogya. Kapan? Kapan-kapan 😂😂

    Dan... Oh ternyata bang Andi "teman dekat" pak Akhmad toh 😁😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Riska. Setuju banget. Hampir tiap tahun ada aja yang baru di Yogyakarta.

      Wah itu mah sudah lama, coba sekarang ke Jogja lagi. Pasti banyak banget yang berubah. hee

      Sip, di list ya. Sempatkan foto dan posting di blog :)

      Ya begitu, dekat karena blog. Dan kenal pun dari blog..hehe

      Delete
  16. aku dua kali ke sana, iya baguuus banget mas
    ini candi membekas di hati
    di dekat candi itu juga banyak candi lain kayak Kalasan, Sari, dll. Puas deh.
    asyik juga kalo ada acara gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widihhh,, mas Ikrom sampe membekas di hati gitu ya. Seperti Yogyakarta sendiri, "Istimewa"

      Iya, Mas. Tapi waktu itu karena sore jadi belum bisa jalan-jalan ke candi lainnya. In shaa Allah deh kapan-kapan :)

      Delete
  17. Wah, baru kali ini sih gue tau di Jogja ada candi selain ratu boko. Keren ya candinya, namun sayang banget banyak orang yang gak tau keberadaan nih candi. Kapan kapan boleh lah kalau ada waktu dan ongkos, gue bakal kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, jadi tahu ya mba, bukan tempe..wkwk

      Silahkan di list mba Ditsa, siapa tahu nanti kalau ada waktu bisa mein ke candi sambisari.

      Nah itu dia, harga masuknya juga masih terbilang murah.

      Delete
  18. gue dulu pernah nih kesini beberapa kali walaupun rada jauh dari rumah, tapi seingat gue dulu tiket masuknya 3 ribuan masih, ko udah 5 ribu aja ya hehe, tapi ini candi emang unik, nurun kebawah gitu...

    dan itu es burjo nyaaaaa... ga nahaannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah betul, Mba. Karena sudah lama jadi harga naik.

      Hehe.. silahkan di ambil, nanti keburu dimakan semut.. hehe

      Delete
  19. Tiket masuknya juga murah mas, cuma Rp 5000 ya hehehe.

    Trmpatnya emaang bagus, apalagi dominasi rumput warna hijau di sekeliling candi, pantas saja kalau Candi Sambisari dijadikan temmpat syuting festival tari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul murah dan terjangkau lah..hehe

      Nah itu, salah satunya, sampe dijadikan tempat syuting.

      Delete
  20. Wow biaya masuk candi yang relatif murah plus guide gratis dari Pak Andi ..

    Candi-candi sekarang kebanyakan ditemukan karena pernah terkubur ratusan tahun yah? Aku sampe mikir jangan jangan sampe sekarang masih banyak candi yang belum tergali.

    Semoga suatu saat aku bisa mampir dan guling-guling di rumput hijau Sambisari temple :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya mas Khairul salah ketik deh, harusnya guide gratis dari Pak Akhmad. Masa pak Andi.. hehe

      Bisa jadi itu mas, tunggu beberapa tahun lagi..hehe

      Jangan lupa bawa pakaian dan celana panjang kalau mau guling-guling mas..wkwk

      Delete
  21. Ciehh sesama blogger ngedate bareng, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  22. Seperti biasa setiap tulisan selalu komplit suka bacanya :)

    ReplyDelete
  23. wah, baru tahu saya ini...hadeuhh...top pisan itu candinya.... indah :)

    Di Sleman itu mas?
    semoga bisa kesana.... penasaran saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang Darsono. Top markotop pokokna mah..hehe

      Semoga segera kesana mas. Lengkapnya ada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY

      Delete
  24. dari jalan jogja-prambanan ada penunjuk arah buat ke lokasi ngga mas? sapa tau besok pas mau pulang ke purworejo ada waktu luang mampir ke candi ini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku belum tahu itu. Tapi sepertinya ada mba. Coba tanya sama Pak Akhmad nanti kalau beliau ikut meninggalkan jejak di sini ya.. hehe

      Delete
  25. Aku selalu suka kalau museum. Tapi kayanya aku belum pernah ke situ. Ke jogja pariwisata pas 14 tahun lalu hihi... Terakhir ke jogja ada acara :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sudah lama sekali mba. Umur berapa itu dulu ? hehe

      Lain kali kalau berkesempatan ke Jogja lagi janga lupa main ke candi ini mba..he

      Delete
  26. Tempat favoritkuuu pas jaman di Jogja. Soalnya cuma 3 kilo dari rumah. Ke sana enaknya kalo bukan hari minggu dan nggak pas musim kemarau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weleh, deket banget itu mah. Kalau santai mah jalan aja ya..hehe

      Nah betul, kalau hari Minggu pasti ruamai sekali ya.. :)

      Delete
  27. Widih, candinya ada di 'bawah' gitu ya mas. Beberapa candi yang pernah kudatengin dan yang kutau emang di atas gitu sih, ini keren di bawah. Dilihat dari foto-fotonya kayaknya emang terjaga banget ya kompleks candinya, jadi pengen ke sana deh kapan-kapan :D

    Oh iya ngebaca postingan ini pagi-pagi, belum sarapan, jadi ngiler sama burjonya dah :v

    ReplyDelete
  28. Iya mas Rifqi. Ayo segerakan kesini mas.

    Hehe.. Sarapan dulu, habis itu cari burjo..he

    ReplyDelete
  29. Pemandangannya indahya, bersih juga. Semoga ada kesempatan buat berkunjung ke Candi Sambisari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga di segerakan bisa ke Candi Sambisari mba Reni :)

      Delete
  30. biasanya kalo pulang dari dinas malam saya suka beli soto di utaranya mas...ke candinya malah belum pernah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu, wah kapan-kapan sempetin atuh mas Yosef :)

      Delete
  31. Wah bang, dari dulu gue kepengen banget ngeliat candi haduh.. gak pernah kesampean. Dan ini, baca postingan ini jadi kepengen ya allah. Viewnya keren juga, hijau2 gitu, jadi pengen guling-gulingan ahahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sempetin main yog. Kalau ada waktu berangkat..hehe
      Iya itu guling-guling kalau disana ya..

      Delete
  32. ternyata candinya tidak terlalu besar ya mas, eh tapi seneng banget liatnya, terlihat sangat terawat. Beruntung mas bisa bertemu pak Akhmad ya, jadi bisa melihat lebih dekat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, kalau dibandingkan dengan Candi Borobudur atau Prambanan memang lebih kecil. Betul, pengunjung jadi betah.. hehe

      Iya betul mba, selain bertemu bisa belajar juga.

      Delete
  33. giliran aku dong kak, yang diajakin ke candi Sambisari (o)

    ReplyDelete
  34. Baca ini langsung inget, hutang puasaku masih satuu..

    Enaknya jalan jalan sore di candi sambisari kalo haus tinggal nyari burjo. Ehehee

    Sejujurnya baru tau sih ada candi sambisari.. Jadi kemarin waktu ke Jogja gak kesini deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo segera di bayar mba..hehe
      Betul, seger banget itu burjo..hehe

      Bisa diagendakan lagi kalau ke Jogja untuk ke candi sambisari :)

      Delete
  35. Yogyakarta memang kota paling kece yak, hahaha. itu biaya masuknya terjangkau abis, udah masuk ke perda lagi, keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain kece, istimewa pula..hehe
      Ayo main lagi kesini mas..

      Delete
  36. Kalau hijau-hijau gini, saya ingetnya sama Keraton Ratu Boko. Ehehe. Saya kira mirip, eh ternyata beda. XD

    Woaaaaah, buat penggalangan dana toh. Super. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. betul mas, ratu boko juga nyaman dan bagus viewnya kalau sore hari.

      Delete
  37. Woww, ternyata candi ini berada di bawah tanah gitu ya, terkubur. Jangan2 masih ada candi2 lainnya bang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi tuh, tapi belum tahu sekarang ada lagi atau tidak. Tunggu saja..hehe

      Delete
  38. Pertama2 mata ini tertuju pada semangkuk es serit isi burjo wooookkwookkk

    Emmh kompleks candinya kecil tapi ijo banget ya , btw itu rumput bole diinjek ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..pengen ya. Ayo beli mba..

      Boleh ko mba, malah ada beberapa yang duduk kemarin. Tapi aku gak foto..he

      Delete
  39. wah candi sambisari memang keren ya... ya walaupun gak terlalu besar candinya tapi pemandangannya itu loh.... aduhai banget
    emang ya kalo tempat ntu bersih bakal bagus dipandang :D

    Enak kayak nya tuh rebahan diatas rumputnya :v... guling guling
    posisi rumput miring lalu di bawahnya ada air atau sungai jadi ingat kartun :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Azhie.. selain enak dipandang buat foto juga bagus..hehe

      Haha.. jadi nanti guling langsung ke air ya..Seger itu mas.

      Delete
  40. Itu padang rumputnya seger banget mata memandang. Hijau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, bikin betah jadinya. Aku juga pengen kesana lagi disaat suasana cerah :)

      Delete
  41. Keindahan candi di tambah lagi dengan hamparan rumput yang hijau, tentu perawatannya sangat propesional ya

    eh itu burjo ya murah banget ya
    makan burjo dengan taburan roti dan parutan es segarnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, bikin betah pokoknya :)

      Iya mba, mantap lagi.
      Ayo dicoba dicoba..hehe

      Delete
  42. Seneng deh kalau main di daerah yang bersih dan asri seperti itu.
    Sekalian bisa mengenal sejarah..
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, selain menikmati pemandangan yang indah, bisa sembari belajar juga ya mas..

      Delete
  43. Wah, gue baru tahu ada Candi Sambisari di Yogya, padahal Yogya adalah kampung halaman gue. Ngelihat pemandangan dari fotonya, terlihat sejuk dan bikin betah. Makasih udah berbagi, jadi nambah lagi referensi tempat keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yah, kapan-kapan bisa maen mas. hehe

      Oke, sama-sama mas Agung.. Jangan lupa tulis di blog kalau sudah kesana ya mas..hehe

      Delete
  44. wahhh perjalanannya berdua saja yaaa, menyenangkan sekali... ingin sekali kesanaa suatu saat tapi bersama mas andi... hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..boleh mas Andri :)
      Asal waktunya pas, siap otw..hehe

      Delete
  45. Kok g ada foto sama pak Achmad Muhaimin nya ya? Saya kenal beliau waktu kopdar blogger Nusantara dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ada ko mas, maaf baru di perbaharui, kemarin fotonya belum ke backup semua. Gara-gara memori error jadinya telat. Kebetulan foto pemandangan sama foto aku bareng pak Akhmad dipisah. Jadi baru bisa dipasang..hehe

      Wah pernah kopdar juga ya mas Huda, semoga aku juga lain kali bisa ikut ya :)

      Delete
  46. dapet double yaa kak jalan2 kesni, dapet pemandangan candi sama sejarahnya juga kayak jalan2 ke museum jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul nih Maya. Seru kalau jalan-jalan gini. Banyak plusnya..hehe

      Delete
  47. Waaahhhh keren

    Belum pernah sama sekali liat candi benerannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah masa sih, Mas ?
      Kalau ada waktu bisa ke candi bareng mas..hehe

      Delete
  48. Alhamdulillaah..., akhirnya kita ketemu lagi ya, Mas Andi, di sebuah candi yang cantik dan berlanjut menikmati burjo madura. Saya senang berteman dengan Mas Andi. Semoga suatu saat dapat kopdar dan jalan-jalan lagi untuk ditulis di blog ya, Mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, iya Pak.. Senang saya juga..

      Aamiin. Siap pak, cari bahan lagi sembari jalan-jalan..he

      Delete
  49. Burjoe ora ijo to mas --' malah putih hahahaha..

    Indahnya silaturahim ya mas Andi, kita bisa menambah teman dan relasi di berbagai daerah.

    Candinya canggih ya anti banjir gitu, kek ada parit2 di sekitarnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Burja zaman sekarang beda..hehe

      Betul mas Topik :)

      Iya mas, musim hujan aja rame yang berkunjung :)

      Delete
  50. Kapan ya bisa keisni.. rumputnya menggoda sekali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera mas.he
      Biar bisa berfoto-foto di candi sambisai :)

      Delete
  51. Ini kayak candi tikus di mojoerto trowulan yaaa

    ReplyDelete
  52. sungguh hebat cak warisan nenek moyang kita

    ReplyDelete
  53. Huaaa, maafkan aku ya Andi karena baru sempet blogwalking ke blogmu. Sebelumnya aku juga pernah baca postingan yang soal kopi itu kalo nggak salah. Bapak ini yang waktu itu ada di postingan itu juga ya?


    Waaah, aku suka sama keindahan alam di candi sambisari. Ukuran candinya sih segitu kebilang kecil ya. Tapiiii rumputnya dan pemandanganny itu loh, kagum banget. Bersih, indah diliat dan adem. Kayaknya tiduran di rumputnya juga gak akan kotor. Terus gelindingan dari bukit sampe ke bawah seru keknya *otak bocah banget*

    Semoga masyarakatnya bisa selalu sadar buat jaga kebersihan tempat wisata ya. Kan sayang, view sebagus itu kalo sampe kotor sama sampah.

    Btw, dengan tiket masuk 5 ribu, itu udah more than worth it loh. Keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, santai. Tidak apa-apa ko :)
      Iya Dwi. Iya dibandingkan sama candi-candi lainnya memang terbilang kecil, tapi pemandangannya itu yang membuat para wisatawan terus datang untuk mengabadikan foto..hehe

      Haha..gelindingan nanti malah gak bisa rem jatuh :)
      Betul, mudah-mudahan saja kedepannya lebih terjaga dan tetap terjaga. Iya emang terbilang murah tiketnya...

      Delete
  54. wih keren ya... mbah cuma pernah ke candi borobudur... mbah kapan2 diajak ya cu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh mbah, kalau Candi Borobudur kan sudah biasa, nah kalau Candi Sambisari masih jarang orang yang tahu.. Semoga disegerakan maen ke sambisari ya mbah :)

      Delete
  55. Tempat wisata baru lagi nih, jujur aja baru tau saya walaupun tiap satu bulan sekali mampir ke Jogja. Karena saya mahasiswa dari Solo. Jogja emang wisataable banget dah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh dari Solo ya mas, kalau boleh tahu di solo yang bagus apa ya mas. Maksudnya kalau aku kesana, kira-kira ada rekomendasi kemana gitu ?

      Beberapa bulan yang lalu nganter temen ke tempat kerja, niatnya mau sekalian jalan-jalan gitu, ke kratos atau ke pasar klewer, tapi waktu itu cuaca hujan, jadi belum sempat jalan-jalan :)

      Kalau bulan ini ke Jogja lagi, sempatkan mampir aja, Mas Jordan Elang :)

      Delete
  56. Aku baru tahu candi itu dari artikel ini, kalau lihat foto-fotonya kayaknya rapi dan indah banget, enak buat jalan2 sama keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yah, betul rapih dan bersih. Kalau ada waktu bisa maen ke candi sambisari, Mas.

      Delete
  57. Sambisari emang wisata murah meriah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, murah tapi mewah. Pemandangannya keren abid :)

      Delete