Gowes Sehari Bersama Fijo (Fixie Ijo)


DiaryMahasiswa.com | Hallo SDM (Sahabat Diary Mahasiswa). Hari libur ataupun tidak aku biasanya menyempatkan untuk selalu olahraga yakni dengan bersepeda. Selain hobi membuat badan juga menjadi sehat. Dulu di tahun 2015 aku lebih sering lagi yang namanya bersepeda, karena selalu ditemani oleh Eni. Sepeda kesayanganku yang dipinjam namun sampai saat ini belum dikembalikan.

Baca juga : Eni (sepeda kesayannganku) yang hilang entah kemana!

Setelah Eni menghilang tentu aku beberapa bulan tak bersepeda. Kangen ? Jelas. Tapi aku percaya dan yakin, suatu saat nanti Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi. Setiap kejadian aku berusaha untuk selalu berfikir positif. Meskipun tidak diganti dengan sepeda lagi, aku yakin masih bisa untuk bersepeda.

Keseharianku selain pinjam sepeda ke Sulis, teman dekat yang biasa gowes bareng. Meskipun tidak sering karena sepedanya dia juga sering gunakan, tapi setidaknya beberapa saat bisa mengobati rasa kangenku mengkayuh pedal.

Di tahun 2016 ini aku malah sering sekali bersepeda. Dengan senang dan penuh syukur karena salah satu sahabat saya mas Ale meminjamkan sepedanya kepadaku. Bahkan disuruh menggunakannya dan merawatnya. Fijo, iya sepeda itu aku beri nama FIJO (fixie ijo).

Mas Ale sendiri memang asli Yogyakarta dan dia mempunyai salah satu usahanya bernama Jeva Tour & Travel. Bagi sahabat yang ingin jalan-jalan keliling Yogyakarta bisa menggunakan jasanya, terutama pergi ke tempat seperti Kali Biru, Gumuk Pasir Parangkusumo, Waduk Sermo, Tebing Breksi dan tempat-tempat lainnya yang tak bisa dilewati angkutan umum seperti bis atau trans Jogja.

Kebetulan aku sendiri sangat suka dengan warna hijau. Awalnya aku tidak suka dengan fixie, tapi setelah kenalan malah jadi ketagihan untuk menggunakannya terus. Ada beberapa pengalaman bersepeda dengan fijo di tahun 2016 ini.

Bisa dibaca :
Menelusuri Hutan Pinus dengan Sepeda
Menelusuri Curug Banyunibo dengan Sepeda

Tidak hanya aku saja yang sering bersepeda, tapi sangat banyak sekali di Yogyakarta. Bahkan banyak komunitas sepedanya. Seperti Jogja gowes, pitnik dan lain sebagainya. Salah satu dari mereka setiap Minggu atau bulannya selalu kopdar bareng dan mengadakan gowes bersama ke salah satu tempat di Yogyakarta.

Selain itu ada juga komunitas BMX yang biasa latihan di stadion Mandala Krida atau di titik 0 KM Yogyakarta setiap sorenya. Hampir setiap harinya selalu ada yang bersepeda. Karena di Yogyakarta sendiri masih sangat sangat nyaman untuk bersepeda.

Selama kehilangan Eni ada beberapa tempat yang aku kunjungi dengan sepeda sahabatku, selain ke Hutan Pinus dan Curug Banyunibo.

Bisa dibaca :
Mengisi Hari Libur dengan Bersepeda ke Pantai Samas
Bersepeda Ke Pantai Goa Cemara
Menikmati Sore dengan Bersepeda ke Pantai Pandansari
Menelusuri Pantai Ngunggah Gunung Kidul dengan Sepeda
Keliling Yogyakarta dengan Bersepeda

Btw, semenjak aku menggunakan fijo ini banyak sekali orang yang lebih memperhatikannya. Ketika dijalan, di warung dan ditempat-tempat ramai yang aku lewati. Sepeda ini juga di dapat bukan dari Indonesia lho, tapi dari Amerika langsung. Menurut temanku beli kurang lebih dengan harga Rp. 4.000.000,- itupun bekas. Terbayang kan berapa harga barunya ?

Selain keren menggunakannya, sepeda ini juga enteng. Meskipun terlihat tanpa rem, tapi ini sepeda torpedo. Bisa di rem dengan menekan pedal sepeda kebelakang. Tapi disaat ngebut tak kuat menekanya, kita sendirilah yang akan terangkat.

Minggu itu aku mengajak Isya. Sahabat kost yang selalu meluangkan waktunya ketika aku membutuhkan pertolongan. Kami mempunyai tujuan bersepeda ke Tugu Yogyakarta, Malioboro dan terakhir alun-alun kidul yang akan kami tuju. Karena tidak direncanakan benar-benar. Hanya saja kami ingin berolahraga dipagi hari.


Suasana pagi di taman parkiran Abu Bakar Ali terlihat masih sepi, karena sehabis shalat Subuh langsung berangkat. Selain jalanan masih sepi, udara juga masih sejuk belum banyak kendaraan yang lewat. Masih fresh seperti dipegunungan :)

Sebelum ke Malioboro, kami menuju ke tugu Yogyakarta terlebih dahulu, ingin melihat suasana pagi di tugu. Sebelum sampai, aku banyak menemukan pemandangan gedung-gedung yang membuatku untuk berhenti sejenak.

Setelah itu, melanjutkan perjalanan dan berhenti lagi di jembatan kali code dan memotret indahnya KAMPUNG CODE. Kampung ini terletak di bawah jembatan Gondolayu. Kenapa dinamakan code ? Karena lokasi rumah-rumah yang ada di kampung code berada di bantaran Kali Code.


Sekarang tempat ini terlihat indah dan mengundang banyak perhatian setiap yang melihatnya. Berbeda sekali dengan dulu yang terlihat kumuh seperti tak terurus. Banjir merupakan kekhawatiran terbesar bagi warna yang ada dikampung tersebut.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kampung code sudah memiliki wajah baru. Dan terlihat lebih rapih dan bersih dibanding sebelumnya. Meskipun terlihat sempit tetapi masyarakatnya hidup rukun dan saling berbagi.

pict : www.voxmuda.com
Jalan menuju kampung code ditata rapih mengikuti kontur tanah sehingga terlihat berundak-undah. Wisatawan pun bisa datang untuk sekedar main atau jalan-jalan melihat keindahan kampung code di sepanjang pinggir sungai atau cukup dari atas jembatan.
 

Setelah cukup puas melihat kampung code, kami melanjutkan perjalanan ke tugu Yogyakarta. Terlihat masih sepi juga. Serasa bebas kalau mau berfoto dekat tugu, biasanya kalau sudah siang, bahkan sampai malam sekalipun, tugu ini tak pernah sepi. Selalu ada orang yang mau mengabadikan fotonya dekat tugu. Setiap yang pergi ke Yogyakarta rasanya ada yang kurang jika belum berfoto di tugu ini.


Di tugu ini kebetulan ada tempat duduk, kami manfaatkan untuk istirahat sembari melihat kendaraan yang semakin lama makin banyak melintas. Selain beraktifitas, ada juga yang bersepeda, lari dan bahkan mengabadikan foto di tugu.

Setelah cukup lama, kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro yang nantinya dilanjutkan ke alun-alun kidul Yogyakarta sembari pulang.


Seperti biasa aku tak lepas dengan topi. Selain hobi menggunakannya, dirumah aku mengkoleksinya ada beberapa puluh. Tak tahu sekarang masih atau tidak. Biasanya kalau ditinggal merantau, kamar dibereskan oleh Ibu. Dan topi entah dimana disimpannya.

Di Malioboro terlihat pemandangan yang berbeda. Banyak orang yang sedang kerja bakti membersihkan sekitaran Malioboro. Dengan baju seragam warna orange. Setelah kami dekati ternyata semua karyawan kantor pos. Mulai dari ujung hingga titik 0 KM kota Yogyakarta dipenuhi dengan orang-orang yang mengenakan pakaian orange.


Tidak hanya orang dewasa saja, banyak juga para pegawai kantor pos yang masih mudah dan giat membersihkan jalan Malioboro. Memang perlu adanya kerja bakti yang melibatkan banyak orang. Agar cepat selesai dan terlihat bersih. Jika bersih tentu tidak hanya penjual yang senang, pengunjung pun demikian.



Tidak hanya kami yang bersepeda, namun ada juga yang lainnya bahkan menggunakan sepeda yang unik menurutku. Banyak yang berkelompok hingga panjang. Ada juga yang menggunakan sepeda tinggi atau tingkat. Sepeda yang sudah dimodifikasi dengan sedemikian rupa.



Sudah lama aku tak mengabadikan foto dekat papan Jl.Malioboro. Dikesempatan itu, aku juga memanfaatkannya. Itupun harus ngantri dan ketika berfoto beberapa kali saja, sudah ada orang yang menyuruhku pindah, karena dia juga ingin foto.

Daripada ngatri untuk berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju 0 KM Yogyakarta. Disitu kami duduk santai sembari istirahat. Seperti biasa tak lupa juga untuk mengabadikan foto juga di depan istana Yogyakarta yang lebih dikenal dengan nama Gedung Agung. Letaknya di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani yang dulu dikenal dengan Jalan Margomulyo. Dekat sekali tempat istirahatku dekat 0 KM.



Tak terasa aku terus yang difoto, Isya juga ingin eksis gantian. Karena bingung gayanya seperti apa. Akhirnya seperti dibawah ini lah posenya. Dan itupun kebanyakan tidak sengaja, kalau sengaja pose untuk berfoto selalu gagal dan tak bagus hasilnya. Entah kenapa.


Menyempatkan juga bergaya seperti halnya orang yang tidurnya dibawah pohon. Aku juga sengaja untuk mencopot sendalnya agar menyakinkan tidur beneran di bawah pohon.

Aku kenalkan siapa sahabatku yang satu ini. Nama lengkapnya Muhammad Isya. Hobinya minum coklat panas ditambah gula sedikit. Kalau akhir bulan kopi hitam gulanya sesendok teh. Kalau sahabat butuh  hosting dan domain bisa pesan lewat dia. Cek saja disini : BlogPintar.com Hubungi facebooknya saja ya : Muhammad Isya.


Semakin siang semakin banyak juga orang yang bersepeda. Ramai dan seru tentunya. Terkadang kalau tak ada teman yang mau diajak gowes dengan alasan masih tidur aku selalu berangkat sendiri. Yang penting bisa olahraga dan menikmati segarnya udara dipagi hari.


Kami sengaja tidak melewati jalan raya, karena tak mau ramai macet di lampu merah. Dengan PDnya Isya melewati jalan yang ada pembatas besinya. Alhasil terlihat jatuh, kebetulan aku sedang pegang handphone. Jadi aku abadikan.

Setelah itu pergi ke gembok cinta atau apalah. Yang jelas disitu bentuknya love dan banyak gembok yang bergantungan. Aku sendiri tak begitu memperhatikannya, yang penting mengabadikan foto.hehe..


Karena sudah cukup puas, kami lanjutkan perjalanan menuju alun-alun kidul Yogyakarta. Di alun-alun kami sengaja menuju tengah lapangan dekat pohon beringin. Disitu juga banyak sekali yang bersepeda. Tidak hanya tua dan muda, anak kecil juga tak mau kalah.


 

Selain bersepeda, banyak juga yang lari pagi. Terutama yang menggunakan pakaian putih. Mereka semua anggota silat yang sedang lari pagi. Senang melihatnya, kompak dan tentu membuat tubuh sehat.


Tak terasa perut mulai lapar. Kami melanjutkan pulang sembari mampir di Krapyak untuk beli soto. Awalnya kami menuju soto yang tempatnya di tanggung, seperti pada foto dibawah ini. Selain porsinya lumayan, harganya cuma Rp. 5.000,- lagi. Tapi sayang, pagi itu bukan rezeki kami. Sesampainya disitu, bahkan sudah merapihkan sepeda dan menunggu antrian. Eh, habis.

Kami tetap mencari penggantinya soto. Karena ingin soto pagi itu. Kami puter balik untuk mencari soto yang tempatnya lebih nyaman, sesuai lah dengan harganya karena diatas Rp. 5.000,-


Sudah ramai juga para pembeli soto. Terutama orang yang sudah bersepeda. Ada juga yang bersama keluarga kecilnya makan disitu. Aku rasa soto yang ini lumayan enak rasanya. Meskipun baru pertama kalinya tapi bumbu dan rasanya sangat cocok di lidahku.


Dan baru tahu juga soto disini penyajian nasinya dipisah dengan sotonya. Biasanya soto-soto yang aku beli selalu digabungkan. Tapi dengan dipsiah seperti ini terlihat lebih banyak lagi. Cukup lah sampai sore bertahan.. hehe

Setelah selesai makan, kami lanjut pulang ke kost. Seperti biasanya menyempatkan ke warung langgananku untuk membeli es batu. Selama di kost jarang aku membeli minuman es yang langsung jadi. Seringnya beli es batu dan buat minuman sendiri. Selain puas, murah dan bisa buat orang banyak. 

Di kost karena libur. Aku tetap manfaatin waktu untuk ngeblog, blogwalking, baca dan nulis. Iya nulis ini :) Kalau sempat aku gunakan untuk tidur siang. Tapi sorenya karena suntuk aku lanjutkan bersepeda ke Pasar Seni Gabusan. 


Biasanya aku hanya berfoto di depannya saja, tapi sore itu kami penasaran dalamnya seperti apa. Kami pun masuk untuk melihat-lihat banyak kerajinan yang ada di pasar seni gabusan tersebut. Sahabat bisa lihat foto-fotonya dibawah ini.


Tempat ini memang tertutup atau diselimuti dengan benteng yang banyak sekali gambarnya. Tentunya gambar yang unik, keren dan tidak membosankan.







 
 

 













Sebenarnya semua kerajinan yang ada di pasar seni gabusan ini dijual. Setiap patung atau kerajinannya disini ada harganya masing-masing dengan tertera harganya dengan ditempel. Jika para pengunjung ingin membeli bisa menghubungi no handphone yang tertera seperti pada foto dibawah ini.



 
 




Di pasar seni gabusan ini kami sangat senang dan asik melihat bagusnya kerajinan yang ada di pasar seni gabusan hingga lupa waktu. Sampai-sampai disuruh pulang oleh petugasnya karena sudah mau tutup.

Malam harinya kebetulan hujan dan mati lampu juga di kost. Aku paling kesel kalau sudah mati lampu. Karena sering sekali giliran dan itu lama sekali. Terkadang handphone dalam keadaan lapar. Begitu juga pemiliknya. Sampai pukul 23.00 belum nyala juga. Aku megnajak Isya untuk keluar bersepeda ke alun-alun utaara dan selatan Yogyakarta.

Selain bisa menghilangkan suntuk, menghilangkan bosan juga karena di kost lampunya belum nyala. Sepanjang perjalanan lampu-lampu di rumah warga yang lainnya nyala semua. Hanya di kostku yang masuk daerah Bantul perbatasan.

Meskipun habis hujan, tapi tak menghalangi para pencari rezeki di alun-alun kidul tetap buka. Mulai dari makanan hingga mobil-mobilan yang di gowes.


Foto dibawah ini berada di alun-alun utara kota Yogyakarta. Terlihat sepi karena memang kami foto itu kurang lebih pukul 01.00 pagi.

 

Itulah kegiatanku selama seharian bersama fijo. Tentu sahabat juga memiliki pengalaman dengan sepednya masing-masing ya. :) Silahkan berikan komentar sahabat tentang fijo ya :)

November 10, 2016 - 92 komentar

92 comments:

  1. Eh aku pernah dong liwat kali code, trus jadi inget filmnya aming
    Btw kali ini pernah ada urban legend tragis ga sih ndi #penasaran

    Wah klo gowes banyak temennya jadi asyik ya, ampe akhirnya pada pules gitu tidur di bawah pohonnya

    Oiya mau nanya dong, kasi tutorial dong ndi cara bikin watermark foto yang ada logo tulisan apa gambarnya gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jadi nostalgia ke film ya mba.. :D
      Aku kurang tahu masalah itu mba.. hehe

      Hehe.. Iya asik menelususi indahnya kota Istimewa dengan banyak teman yang bersepeda juga :)

      Aku sendiri itu watermarknya juga pake font biasa, tapi yang tulisan "ANDI" aku edit sedikit di huruf A nya :)

      Delete
  2. Anjirrr... Keren banget bisa jalan-jalan di Jogja pakai sepeda. Sepedanya keren pula. Mantap jiwa dah.
    Dari dulu kepingin jalan-jalan di Jogja pakai sepeda (Bukan berangkat ke Jogja naik sepeda, tapi di Jogjanya jalan-jalan naik sepeda), tapi bingung mau pinjem siapa, jadi kemana-mana naik becak atau andong dah.

    Jadi kangen sama Jogja, pengen kesana lagi, pengen bakpianya haha hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Fery, aku sendiri lebih suka bersepeda dibandingkan naik motor (belum punya). Selain bisa lebih lama menikmati keindahan kotanya, lebih asik juga :)

      Hehe.. Aku sendiri malah belum pernah naik andong mas. Kalau becak sih udah pernah :)

      Haha..kesini saja mas, bakpianya masih banyak tuh... :D
      Di tunggu di Yogyakarta :)

      Delete
  3. Baru tahu kalo mau ngerem diinjak oedal ke belakang namanya torpedo. Naksir sama stang sepedanya. Aku jga punya biasa dipake weekend keliling biar gak suntuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih mas baru tahu :)

      Kalau dekat aku bolehin buat nyoba deh..hihi
      Keren mas Bayu, memang untuk menghilangkan suntuk tidak melulu harus pergi jauh, naik motor/mobil. Tapi dengan sederhana seperti naik sepeda juga sudah bisa menghilangkan suntuk, sehat pula karena sembari olahraga :)

      Delete
  4. Fix! Sepedahan di Yogyakarta jadi holiday goals-ku! By the way, itu kampung code kok Instagram-able banget ya ♥ Mau ke Yogyakarta lagi tapi belum ada tanggal buat liburan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, coba nanti kalau ke Yogyakarta mampir ke Kampung Code. Abadikan deh foto disitu..hehe

      Tunggu ada hari libur saja mas, sembari nyelengin lagi agar bisa lebih lama di Yogyakartanya.. :)

      Delete
  5. Wahhhh
    Damai banget ya kesannya

    Beda banget sama hiruk pikuk jakarta
    Jadi pengen weekend kesana juga deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Aul, damai nan tentram di jiwa..hehe

      Di tunggu di Yogyakarta mas ..hehe
      Btw, kalau di Jakarta masih bisa bersepeda kan mas ? Aku selama di Jakarta belum tahu sih tempat2 yang cocok untuk bersepeda :)

      Delete
  6. aku udah komentar, tapi nggak kepublish. hiks.
    #kray

    ReplyDelete

  7. Ya Allah..artikelnya bikin saya kangen jogja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo pulang mba.hehe..
      Selain istimewa, Jogja itu always bikin kangen :)

      Delete
  8. BTW TANGGUNG JAWAB DONG KAMU :(
    GARA2 BACA INI AKU JADI SEDIH. Jadi kangen jogja :') ya ampun :')))))))))))))))))))))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho kok tanggung jawab :(
      Kalau kangen pulang mba..hehe
      Sepertinya lagi merantau di luar Jogja ya mba ?

      Delete
  9. Kalo bersepeda naik mobil bisa g bang?
    .
    Oh kasian itu pohonnya ditidurin
    Yah pohonnya udah g perawan lagi deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja bang, jadi sepedanya ditaro diatas mobil kemudian kita naik diatasnya. Jadi ketika mobil berjalan, kita seakan naik sepeda naik mobil.. hehe

      Hehe.. Iya gpp lah, yang penting bisa istirahat..:D

      Delete
  10. Jogja Terbaik Lah :)

    Kenapa Ngga Ajak" Aku Ka Wkwkwkw.. Kan Aku Juga Mau Jalan" Jogja Naek Sepeda Hhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain terbaik, istimewa juga :)

      Boleh saja Pangeran Kecebong :)
      Kapan mau ke Jogjanya ?

      Delete
  11. Pantesan jadi perhatian banyak orang, soalnya sepedanya keliatan berbeda dan exclusive, meskipun tampilan si fijo sederhana, tapi keliatan exclusive.

    Si Eni nggak dikasih handphone sih, jadi die kagak bisa ngabarin deh, hehehe.

    Busyettt, itu foto malam-malam jam 1, kagak ada begal emangnya ya!!? Aman ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. betul mas Hen, selain exclusive dan sederhana bisa juga membuat nyaman si pengendaranya :)

      Haha.. Iya ya mas, coba dikasih handphone, pasti sudah telfon pada waktu itu :D

      Alhamdulilah aman disini mas :)

      Delete
  12. Wah... Selalu semangat gowes bersama sepeda fijo. Nama yang unik. Engga kenal lelah banget, yah...
    Bahkan malam hingga Dini hari sepedaan mulu...

    Itu yang jatuh lucu, ahaha

    Kampungnya macam pelangi, lokasinya keren-keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya Ai, karena dengan bersepeda juga sudah termasuk olahraga yang tentu menjadi hobi..hehe

      Hehe.. Iya itu bisa kesangkut gitu.. :D

      Betul, ayo ke Yogyakarta mba :)

      Delete
  13. Kirain Fijo itu apaan, eh ternyata nama sepedanya. Hehehe...

    ReplyDelete
  14. bang saya ikut di jari jari sepedanya muat gak :( . btw hijau hijau fansnya anaang hijau yah hehehehe *peace salam damai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..boleh-boleh :)
      Bukan, aku suka hijau itu karena warnanya bagus, adem nan sejuk :)

      Delete
  15. Dulu aku juga punya sepeda waktu kelas 7,

    Tapi sekarang udah tinggal kenangan, cuma tutup pentilnya yg masih.

    Suasana Jogja yg menyenangkan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemana itu sepedanya mas Santo ?
      Kok bisa hanya tersisa tutup pentilnya saja.. hehe

      Betul mas menyenangkan nan selalu bikin kangen :)

      Delete
  16. Itu yang pinjam eni keterlaluan sekali. Minjam kok ngak balik2 😁😁
    Kalau sekiranya ke says ke Jogja, namti saya hubungi mas Admin boleh?? 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh mas, tapi gpp lah, nanti Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi :)
      Boleh mas Imron ?
      Btw, kapan nih mau ke Jogjanya ?

      Delete
  17. Sepedanya itu ga nahan kali liatnya. Simpel dan malah sekarang sepeda seperti itu yg lagi ngetrend dijalanan. Temen-temen gue gowes pakai sepeda fixie seperti itu juga. Warna sepeda lo itu hijau, mirip sepedanya Hulk, hehe. Aku juga dulu punya sepeda, dan selalu gowes keliling kota Medan. Tapi sekarang malah ilang,


    dan gak dibeliin yang baru lagi. Hehe. Tapi Jogja keliatannya tempat yang paling cocok deh untuk gowes yakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah mas ? Aku sendiri belum begitu sering melihat orang yang bersepeda menggunakan fixie :)

      Oh gitu, memang nyaman buat sepedahan santai fixie itu mas :)
      Kalau itu sepeda Hulk, pasti gak kuat buat menopang badannya Hulk mas.. wkwk

      Wah nasib kita sama mas, seperti si Eni yang hilang diambil orang :(
      Tapi gpp mas, ikhlaskan saja. Allah pasti menggantinya dengan yang lebih baik lagi :)

      Iya mas, selalu ada tempat dan view bagus untuk bersepeda :)
      Ayo maen ke Yogyakarta mas Alden :)

      Delete
  18. sebelumnya saya bingung dengan sebutan fijo, ternyata fijo itu nama dari sepeda.. hihihi
    jadi kangen jogja, kangen dengan wisatanya dan juga kulinernya :)
    kesan pertama saya dulu ke joga itu penduduknya ramah2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Robby, FIJO (fixie ijo).. hehe

      Jogja itu selalu bikin kangen mas.. Betul ramah memang orang-orangnya :)
      Ayo kapan ke Yogyakarta lagi mas ? hee

      Delete
  19. Wah, kamu asalnya dari Ciamis? Asik donk, bisa sering2 bersepeda ke Pangandaran dan Cijulang hehehe. Gua sebagai seseorang yg lahir di kota hanya bisa berangan-angan tinggal di daerah yg lingkungannya masih asri dan menikmati kebahagiaan2 yg kita miliki dari kesederhanaan hidup...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas dari Ciamis, Kalau di rumah aku malah gak ada sepeda mas. Berbeda sama di Yogyakarta..hehe
      Kalau ada waktu bisa ko mas main ke kota atau daerah mana, nanti bisa untuk menelususi pemandangan yang masih asri.. Terkadang aku juga gitu, dan sering menyempatkan waktu agar bisa refresing :)

      Delete
  20. dulu temen saya ada yang fanatik sama fixie,,,
    sampek dibawa kemana2,,hehe
    sayang sekarang udah beda kantor,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yah, wah keren, sampe dibawa kemana-mana ya mas.

      Tapi memang seperti itu sih mas, kalau sudah senang dengan sepeda, rasanya tidak mau jauh, ingin disetiap pulang kerja atau yang kuliah itu bisa bersantai dengan sepedanya :)

      Delete
  21. Fotonya banyak banget yakkkk!!! HAHAHA

    Btw, gue pernah beberapa kali ke jogja. Dan... tempat itu emang nyaman buat para pesepeda, buat anak-anak nongkrong, buat para komunitas. Yah, namanya juga kota pelajar, banyak jiwa-jiwa muda yang sedang berkobar-kobar semangatnya. hehe

    Btw, Fijo kece juga nih. :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, sesuai perjalnan gowesnya.. hihi

      Oh gitu, betul mas Rifqi, banyak juga komunitas sepeda disini..
      Betul juga, seperti aku ini yang semangatnya harus berkobar disaat ngeblog..hehe

      Kece seperti yang punya ya mas :D

      Delete
  22. Aku acungi jempol untuk pesepeda di jaman polusi seperti ini. Aku pengen tapi aku nggak betah duluan sama polusinya. :( Ya bisa pakai masker sih.

    Aku ada sepeda, tapi susah untuk jalan naik. Lelah karena bukan sepeda yang didesain naik tanjakan. Jadi ya skrang nggak kepake, soalnya tempat kerja aku agak naik naik.. huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Terimakasih terimakasih. Btw, mana jempolnya mba :D
      Memang sih banyak polusi, tapi kalau sudah hobi akan susah ditahannya :)

      Kalau sepeda seperti itu enaknya buat keliling di jalan yang datar saja :)

      Delete
  23. wiih, sepedanya punya nama, xixixi..

    sepedaan tu asik ya Mas. saya juga waktu sekolah dulu naik sepeda sampai SMA, hihihi..

    Oya, saya punya teman yang aktif di komunitas gowes, eh komunitas "onthel" ding namanya.. tapi sepedanya ngga sebaru yang Mas Andi punya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong mba..hehe
      Agar setiap diajak jalan-jalan enak bisa dipanggil namanya.. hihi

      Iya asik mba, selain olahraga bisa melihat pemandangn sekitar lebih lama dan nyaman, terutama ketika pergi ke daerah yang belum pernah didatengin, itu membantu sekali untuk menghafalkan jalannya :)

      Punyaku juga gak baru kok mba. Oh onthel itu sepeda yang zaman2 dulu bukan mba ?

      Delete
  24. Waduh... 1 hari keliling jogja naik Fijo nih, mas? Betapa engkau membuatku menjadi pengen melakukan hal yang sama. XD

    Udah nggak bisa berkata-kata lagi. Tapi ini belum semuanya dikunjungi, ya mas? Gue sih, paling suka dari cerita ini yang ada Pasar Seni Gabusan itu mas. Ada kambing dari apa itu mas? Pahatan kayu atau gimana? Kreatif.

    Terus, Kampoeng Code kiranya isinya blogger semua. :D Habisnya ada code2nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya mas Heru :)
      Ayo mas sepedahan bareng, suka sepedahan juga ya mas ?

      Iya belum semua mas, kalau semua mungin butuh beberapa hari .. hehe
      Itu pun kemairn cuacanya lagi mendukung mas :)

      Betul mas, dipasar seni gabusan itu selain ramai, macam-macam kerajinannya juga banyak dan aku baru masuk kemarin :)

      Iya itu dari pahatan kayu gitu mas, memang banyak di Yogyakarta patung-patung yang terbuat dari pahatan kayu, malahan tidak hanya kambing. Ada kuda dan hewan-hewan yang lebih besar lagi :)

      Haha.. di kira code skrip gitu ya mas.. :D
      Code itu memang nama kalinya mas :)

      Delete
  25. widihhh keliling jogja nih ? kereen , apalagi dengan pake sepeda .

    Itu kerajinan nya unik unik banget ya ? keren gitu .

    Terakhir gue ke jogja tahun 2014 lalu , itu pun hanya mengelilingi malioboro aja .

    By the way , gue suka sepeda nya :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas :) Suka gowes juga kah ?

      Betul, selain unik pengunjung juga bisa memilikinya dengan cara dibeli mas :)

      Oh yah, padahal tahun 2014, aku udh di Yogyakarta juga ya. Tapi sayang belum kenal di blog..hehe

      Sekarang Malioboro sedang diperbaiki mas Rafi :)

      Iya mas, silahkan kalau mau pinjem..hehe

      Delete
  26. Salfok ke topinya, anggap aja ini toga, haha..

    Jadi kangen sama Jogja, kota yg enak buat jalan santai emang. Daripada cerita jalan-jalanmu yg ke pantai dll, aku malah lebih menikmati yg keliling kota begini. Karena Jogjanya kerasa banget.. huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mba Meriska sampe merhatiin itu sama topinya..wkwk

      Betul, buat jalan santai enak, sepedahan nyaman, pokoknya serba nyaman lah..hehe

      Oh yah, lain kali lebih sering lagi keliling kotanya aja bareng Fijo ahh :)

      Delete
  27. Wah, jogja memang tempat2 keren ya, apalagi jalan2 nya pake sepeda,
    Jadi kepingin ke jogja, hehe :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Dwi,, ayo kapan ke Jogja.. hehe
      Biar bisa jalan-jalan mas :)

      Delete
  28. Dari postingan kemarin2 tentang jalan2 dan liburan kemana2 saya selalu liat sepeda yg mas pake itu. Pdhal sudah lama.

    Dan skarang saya baru tau ternyata nama sepedanya Fijo alias Fixie Ijo, hahahh. Sepeda yg sangat bersejarah dan spesial untuk pemilik blog ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, liburan dengan bersepeda itu menyenangkan.. :)

      Itu itu si Fijo, sudah kenal kan ..
      Betul mas Reyhan..

      Delete
  29. Akh..
    Seharian jalan2 naik sepeda ke banyak tempaat gitu.. Keren banget..
    Jogja pula.. Jadi pengen cepet2 liburan ke jogja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Segera agendakan mba, semoga segera juga ke Jogjanya ya :)

      Delete
  30. jangan jangan yang kemaren itu mas ya ?

    ReplyDelete
  31. Woalah namanya Fijo karena singkatan, ya. Kalau sepeda Fixie punyaku namanya Suci, soalnya warnanya putih. Ya, walaupun jarang dibersihin dan catnya udah mengelupas. Namun, masih sering kugunakan CFD di hari Minggu (kalo gak hujan).

    Itu warna-warni bagus ya kampungnya! Jadi, pengin ke Jogja lagi. Aahhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya singkatan mas.. Kalau jarang dicuci pasti jadi coklat warnanya ya :D

      Ayo ke Jogja lagi mas Yoga :)

      Delete
  32. wah jadi flashback ke taun 2011 nih, taun itu lagi boomingnya sepeda fixie haha.

    kampung code itu gue pikir kampung yang susah dimengerti, karena penuh dengan code-code muahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah, aku malah belum tahu di waktu itu.. :)
      Dulu aku masih pake sepeda cewek malah.. hehe

      Haha.. sama kya mas Heru nih, bukan code skrip mas :D
      Ayo ke Jogja mas :)

      Delete
  33. eh mas, ini beneran yak, judulnya sesuai isi banget. dibilang seharian, eh beneran sehari dari pagi sampe malam diceritain semua.

    I just imagine that vivistor like this kind of writing. Actually i only read a half of this post. I love pictures, they are clear.

    I will try to copy how u write like story telling. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Sabda :)
      Seharian full.. hehe

      Boleh-boleh mas :)

      Delete
  34. hmmmmm.....ngomongin masalah fixie. gue sangat meng-idam idamkan sepeda itu. dan gua juga selalu berekspentasi memakai sepeda itu ke pegunungan......hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibawa ke pegunungan ya gak bisa bro, akan susah.. Tapi kalau mau mencobanya tidak apa2 :)

      Delete
  35. Ko gue fokus ke gambarnya doang nya, tulisannya malah jarang kebaca haha sorry dii ;)

    Lucu ya barang2 kesayangan kayak gitu punya nama. Kayak sepeda pertama yg di ceritain tadi namanya 'eni' . dan sekarang fijo
    Waktu tau km udah sering sepeda di tahun ini. gue langsung nyeletuk "gue terakhir kapan ya bersepeda?" wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak apa-apa mas Adi, sudah mampir saja aku sangat senang :)
      apalagi meninggalkan jejak :)

      Betul mas,, hehe

      Hayo kapan mas Adi terakhir bersepeda ?
      Siapa tahu bisa bersepeda bareng.. hehe

      Delete
  36. Bersepeda itu sangat menyenangkan ya, Mas, saya merasakan sendiri bagaimana senangnya bersepeda. Sejak semester satu kuliah di Jogja saya juga bersepeda, meneruskan kebiasaan bersepeda ketika sekolah di Jombang dulu. Sampai kini, saya juga masih senang bersepeda :)

    Foto-fotonya bagus-bagus, Mas, saya suka yang Code berwarna itu, sama yang kambing kayu, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pak Akhmad, selain hobi bisa juga berolahraga ya pak :)

      Hehe.. betul kambing kayunya bagus dan yang membuatnya sangat kreatif :)

      Delete
  37. kampung code itu mirip mirip kampung jodipan yang di Malang yah.. Warna warni hehhee.

    Eh itu sepedanya bagus banget mas. Pantes kalau jadi perhatian orang orang sekitar. Aku sih gabisa make fixie, karena kebiasaan pake Hand rem. Hhehehe.
    Pernah pake fixie pas panik mau berhenti gakbisa malah jatuh wkwkkw

    Tapi alah bisa karena biasa sih ya, kalau udah biasa malah enak.

    Dulu fixie sempet hits eh sekarang udah mulai tenggelam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul hampir mirip sekali warna warninya :)

      Iya mba betul :)
      kalau diawal mungkin agak susah naik fixie, tapi kalau sudah kebiasaan jadi mudah dan nyaman .. hehe
      Biasanya memang seperti itu yang aku awali, terutama ketika berhenti di lampu mrah, terkadang mau jatuh, tapi kalau kaki kita sampai ke bawah pasti tidak apa2 :D

      Tapi aku malah baru mulai hits naek fijo ini .. hehe

      Delete
  38. Lah kok bisa sepedanya dipenjem tapi gak dibalikin? ._.

    ReplyDelete
  39. ihh keren ya bisa jalan-jalan pake sepeda enak tu!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, selain bisa menikmati pemandangan bisa sekalian olahraga juga :)

      Delete
  40. kampung code keren ya, berwarna dan begitu rapih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, penuh warna dan bagus untuk mengabadikan foto di kampung tersebut :)

      Delete
  41. Wah seru ya.. Bersepeda juga membuat sehat kan karna tubuh kita gerak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, plus bisa menikmati pemandangan sekitar kita bersepeda :)

      Delete
  42. dari pagi sampai tengah malam, sepedahan mengelilingi yogyakarta ?, ur saiik dude :-d :-d

    Btw kampung code sama kayak kampung jodipan tuh yang ada di malang :-d


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, jalan2 dengan sepeda.. hehe

      Betul mas, mirip sekali dengan kampung jodipan yang di Malang :)

      Delete
  43. enak bgt tu mas jalan - jalan dengan naik sepeda apalagi pas libur kerja ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, dengan berseppeda selain menyenangkan, bisa sembari olahraga juga :)

      Delete
  44. di jogja banyak sekali tempat menarik .. dan enak untuk di jelajahi pakai sepeda, lalu lintasnya tidak seruwet jakarta :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul :)
      Wah kalau di Jakarta aku rasa macet ya, tapi belum tahu juga karena belum pernah bersepeda disana :)

      Kalau di Yogyakarta sendiri mau pagi siang ataupun sore dan malam selalu bisa dan aku rasa nyaman :)
      Ayo bersepeda di kota Yogyakarta :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)