Menata Ulang Kembali Kamar Kost Andi Nugraha


DiaryMahasiswa.com | Sejak 2013 aku memutuskan untuk meranantau ke kota gudeg atau lebih di kenalnya dengan kota pelajar. Yogyakarta, ya. Entah kenapa sejak lulus SMA hati ini terasa nyaman ketika berada di Yogyakarta. Meskipun di Yogyakarta sendiri aku tidak punya keluarga. Tapi aku yakin dengan merantau di Yogyakarta akan mempunyai teman, sahabat yang akan menjadi keluarga di perantauan.

Jangankan keluarga, teman satupun di Yogyakarta aku belum punya sama sekali. Tapi aku bersyukur mempunyai guru SMA yang dulunya lulusan atau kuliah di Yogyakarta. Kebetulan beliau mempunyai teman yang menjadi dosen di kampus dimana aku akan kuliah. Aku menyebutnya pa Eding. Beliau selain menjadi dosen di kelas malam, siangnya juga kerja. Padahal belum sempat bertemu, tahu mukannya juga belum. Hanya lewat pesan singkat saja untuk berkomunikasinya.

Tapi beliau mau mencarikan kost untukku. Bahkan sampai rela tidak masuk kerja demi mencarikan kost untuk orang yang belum pernah bertemu sebelumnya dan belum kenal juga. Sedari pagi mencarikan kost untuku. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa mulai dari harganya Rp. 250.000,- per bulan hingga Rp. 150.000,- per bulan. Aku sendiri karena belum tahu kondisinya sengaja memilih harga yang paling murah. Betah tidaknya itu urusan nanti, yang penting sampai di Yogyakarta ada tempat tinggal.

Nama kostnya REGES. Nama yang unik, tapi entah apa artinya. Mungkin pa kost saja yang tahu artinya. Pemilik kostnya bernama pa Handoyo. Kost Reges ini memang letaknya tidak dipinggir jalan. Tapi masalah makan dan yang lainnya serba dekat. Bahkan setiap malam atau sore ada saja yang lewat orang jualan. Entah itu siomay, jagung, bakso dan masih banyak lagi yang lainnya.

Awal aku kenal di kost Reges dengan mas Endro, dan seiring berjalannya waktu kami akrab hingga sekarang. Bahkan sampai ada yang sudah tidak kost disini juga masih lancar komunikasinya. Karena kami membuat grup untuk yang kost disini.


Papan nama kost diatas merupakan papan nama kost putra Reges yang terletak di Salakan No. 39 B RT 02 RW 04 Yogyakarta. Kost Reges ini memiliki 3 lantai. Dengan lantai ke-3 khusus untuk menjemur pakaian. Kalau malam biasanya digunakan untuk nongkrong atau bersantai sembari melihat senja juga bisa.


Ini bisa di bilang pintu gerbang yang aku foto dari tepi jalan. Memang kecil tapi sepeda dan motor bisa masuk lah. Kadang kalau sepeda yang setangnya panjang akan ngepres pas sekali di pintu tersebut. Motor yang spionnya tinggu juga kadang nyangkut. Jadi harus ekstra hati-hati. Beginilah kondisi kamarku diawal-awal kost.


Foto diatas itu pada tahun 2013. Baju-baju yang dibawa juga masih ada di dalam tas. Belum punya lemari baju. Pokoknya berantakan lah. Lihat saja laptop nyala, colokan dimana-mana. Magicom terbuka. Rasanya kurang tempat dan terlalu sempit. Tapi mungkin saja diwaktu itu aku belum bisa menata ruangan kamar.

Seiring berjlannya waktu aku rasa bosan juga dan kurang nyaman. Apalagi kalau sedang mencari inspirasi untuk nulis. Kadang agak susah. Bagiku suasana kost sangat mempengaruhi sekali. Tapi meskipun demikian kamar kostku selalu ramai. Teman-teman kampusku yang main.


Mulai peningkatan, aku mencoba membeli rak buku untuk sedikit merapihkan buku-bukuku yang berserakan. Namun terlihat sedikit rapih kasur untuk tidurku. Setidaknya nyaman untuk tidur.


Selain rak buku, aku mencoba membeli meja untuk tempat komputer. Ketika di Yogyakarta aku membeli komputer. Awalnya memang tidak ada niat, tapi karena teman dekatku waktu itu sedang butuh uang sehingga menjual komputernya kepadaku. Kebetulan di waktu itu aku sedang ada uang, jadi aku bantu saja. Lagi pula untuk memanjer lama-lama laptopnya kasihan juga. Komputer kan setidaknya sedikit aman dibandingkan dengan laptop jika dilihat dari segi ketahanan nyalanya.

Setiap minggunya kalau ada tugas selalu ramai teman-teman kampus. Bahkan sampai penuh tidak cukup menampung teman-teman yang datang. Kebanyakan teman-teman bukan hanya tugas saja yang main ke reges. Tapi ada bonusnya, yakni bisa internetan gratis dan bisa download sekalian. Ada juga yang sudah menyiapkan flashdisk untuk menampung hasil downloadannya.


Ada juga yang hanya main kemudian tidur, Tapi biasanya saking seringnya teman-teman ke kost, kamarku jadi jarang dibereskan karena tidak ada waktu. Dengan begitu apakah aku tetap membiarkannya ? Tentu tidak, aku berusaha mencari waktlu luang agar bisa menata kembali kamar kost senyaman mungkin.

Selain rak dan meja, aku membeli lemari untuk tempat baju. Setidaknya baju tidak banyak yang di gantung di dinding. Di atasnya juga bisa digunakan untuk tempat menyimpan barang. Meskipun sudah ada lemari aku merasa masih berantakan. Hingga akhirnya aku membuat rak untuk di dinding agar bisa menyimpan buku lagi.


Waktu itu aku tidak ada ide lagi. Sehingga rak itu hanya di tempel dengan seadanya, di atasnya juga menggunakan lakban. Rak ini lumayan lama bertahan, kurang lebih satu tahun menghiasi kamar. Selain untuk buku, kadang buat tempat farfum, peci dan celengan yang aku buat dari botol aqua. 

Di kost ini juga mengalami penaikan harga, mulai yang tadinya harga Rp. 150.000,- jadi Rp. 170.000,- kemudian naik lagi menjadi Rp. 190.000,- Dan sampae saat ini jadi Rp. 200.000,- Tapi itu tidak berlaku untuk semua anak kost, terutama anak kost yang baru dan kamar kost yang besar. Kebetulan di lantai 2 ada dua kamar yang cukup besar sehingga biaya bulanannya juga mahal. Apalagi yang ada kamar mandinya di dalam.

Aku bersyukur hingga saat ini masih bisa membayar cukup untuk tinggal di perantauan. Terutama di kost Reges ini. Sebenarnya masih bisa cari kost yang lebih bagus dan harganya tidak terlalu jauh dari kost Reges. Tapi bukan itu masalahnya. Karena aku sudah merasa nyaman, bukan hanya pada tempatnya tapi pada orang-orang yang kost di Reges sendiri.

Sampai saat ini dengan biaya Rp. 200.000,- per bulan bagiku sudah cukup. Karena Alhamdulilah aku sendiri masih bisa membayarnya setiap bulan. Harga segitu sudah termasuk listrik dan yang lainnya. Biasanya di kost-kost lain ada yang harganya lebih murah tapi itu belum termasuk listri. Di tambah lagi setiap membawa barang-barang bisa nambah biaya lagi.

Misal membawa laptop tambah uang lagi, membawa magicom nambah juga. Yang seterusnya nambah seiring bertambahnya barang yang bisa menggunakan listrik. Jika itu berlaku di kost Reges tentu aku akan kewalahan. Tahu sendiri di kost aku ada komputer, laptop, magicom, setrika dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kost ini juga aku beruntung karena sudah di sediakan dapur. Gasnya kalau habis iuran belinya. Setiap hari kami masak di kost, kalau tidak sempat karena pulang kuliah sore biasanya memilih untuk beli. Memang tidak semuanya ikut masak. Setidaknya ada kurang lebih 5 sampai 7 orang setiap harinya yang ikut masak. Tapi kalau sepi paling hanya 2 orang saja. Sekali masak kalau sedang ramai, bisa sampai 3 magicom kecil masak nasinya.

Kalau yang ikut masak banyak kami bisa bergotong royong masaknya. Ada yang cuci beras dan kemudian dimasak. Ada yang motongin bawang, ada yang beli dulu bahan-bahannya ke pasar. Dan setelah itu masak bareng, makan bareng. Meskipun tidak semewah masakan-masakan di restoran mewah pada umumnya tapi kami senang dan menikmatinya.

Karena bukan rasa makanan yang kami cari, melainkan rasa kebersamaan. Tapi masakan teman-teman kost Reges enak ko. Beneran. Tidak percaya ? Boleh deh kapan-kapan maen ke Yogyakarta. :D

***
Setelah dua tahun di Reges, aku kepikiran untuk menata lagi kamar kostku. Karena dengan menata kamar kost ada hal yang tentu berbeda setiap harinya. Mulai dari mengganti posisi lemari, meja, kasur hingga menambah barang-barang yang mengakibatkan penuh kamar.

Aku kepikiran untuk mengganti warna kamar, agar bisa lebih berwarna. Dan terpenting bisa membuat mood ini baik ketika nulis. Sejak itu juga aku meminta teman-teman untuk membantunya. Sulis dan Adul. Mulai dari mengeluarkan barang-barang di kamarku hingga bersih tanpa ada satupun barang yang tersisa.


Untuk menggosok dinding-dinding dari cat yang dulu lumayan capek ternyata. Hal itu membuat tanganku sakit. Tapi demi tampilan yang beda aku terus menggosoknya hingga bersih. Sering juga lembur sampai pagi. Bisa kalian lihat di dinding sebelah kiri ada tulisan-tulisan yang membuat kurang nyaman jika dilihat.


Selain itu banyak juga bekas tempelan-tempelan di dining. Rasanya ingin cepat-cepat selesai aku menggosok dindingnya. Di dekat pintu tepatnya di kaca aku sengaja menuliskan motivasi di kertas yang isinya; "Menulislah Sebelum Namamu Ditulis di Batu Nisan" motivasi itu aku dapat dari guruku, Abdul Hakim El Hamidy. 

Ketika ngeprin banyak orang yang bingung, bahkan tertawa karena mungkin apa hubungannya menulisdan batu nisan. Justru tulisan itu membuatku termotivasi untuk menulis, intinya aku harus mempunyai karya di bidang menulis sebelum aku tiada. Terutama menulis di blog ini. Mulai dari diary, curhatan dan masih banyak lagi yang lainnya.
"Meskipun diary, usahakan berbagi,
meskipun kegiatan sehari-hari,
usahakan menginspirasi"
-Andi Nugraha-


Tak terasa saking semangatnya gosok-gosok tembok berkeringat dan banyak juga tembok yang menempel di tangan. Tidak hanya di tangan, di kaki dan muka juga demikian tapi aku menggunakan masker agar tidak terkena mata. Sekiranya capek istirahat terlebih dahulu karena aku mengerjakannya sendiri. Sengaja aku mengajak teman-teman yang membantu untuk mengecatnya saja. Untuk urusan membersihkan aku sendiri.


Kebetulan tetangga kostku, Mukhlas waktu itu sedang pulang ke Jakarta. Dan kunci kostnya di titipkan ke aku, hal ini merupakan kesempatan untuk menitipkan barang-barang seperti baju dan lemari di kamarnya. Dan mengusahakan sebelum temanku pulang ke kost, kamarku sudah jadi.


Lemari yang satu ini sengaja aku simpan diluar, kalau di kamar akan lebih menghabiskan tempat. Terlebih berat juga menggeser-gesernya. Dulu pertama kali membeli sih di rakit di kost jadi mudah membawanya dari toko.


Terlihat berantakan barang-barangku ketika di titipkan di kamar Mukhlas. Terlihat banyak juga, selain di kamar ini ada lagi di kamar Sulis barang-barang yang aku titipkan. Mungkin hanya aku saja barang-barang yang ada di kost paling banyak. Tidak seperti teman-teman yang lainnya.


Di kamar yang satu lagi juga terlihat ada lemari kecil yang belum lama aku beli. Karena lemari yang satu lagi lembab banyak lumutnya. Memang dibersihkan juga cukup, tapi jika di simpan baju yang cukup lama dan tidak dibersihkan lemarinya akan kotor juga bajunya. Sehingga aku memutuskan untuk membeli lemari yang kecil.

Selain lemari ada juga beberapa buku yang bertumpukan dengan warna yang sama. Itu kebetulan buku aku yang ke-4. Dengan sibuknya menata kamar kost, banyak juga pesanan buku yang berdatangan. Alhamdulilah. Sehingga aku harus membagi waktu, ketika siang aku berusaha packing dan mengirimkannya melalui kantor pos. Untuk sore hingga malam aku menata ulang kamar kost. Meskipun demikian tentu aku tidak lupa dengan kewajibanku untuk sholat.


Kebetulan waktu itu ada pesanan juga dari Timika-Papua. Sering dapat pesanan dari Papua. Meskipun harga ongkir lebih mahal dari harga bukunya. Tapi mereka tetap membelinya. Karena buku bagi setiap orangnya tentu berbeda. Hanya untuk mendapatkan ilmu dalam buku tersebut, uang bukan jadi masalah. Karena uang bisa dicari.

Aku sengaja memilih warna ping. Selain warna kesukaan, bagus juga menurutku. Sama warna seperti warna bukuku ke-4. Awalnya memilih warna ping dan putih. Tapi karena warna putihnya tidak terlalu jelas di dinding. Meskipun sudah beberapa kali di cat ulang. 

Waktu itu juga aku memutuskan untuk membeli cat lagi warna biru. Lagi-lagi warna kesukaanku. Selain dua warna tersebut aku juga suka warna hijau dan hitam. Tapi kali ini untuk warna yang aku pilih ping dan biru. Karena suka corat-coret di dinding, aku juga berencana menuliskan kata-kata di dinding kamarku.

Sejak SMA, mulai dari kelas satu hingga kelas tiga. Aku selalu menghiasi dinding kelas dengan tulisan, namun aku tulis di kertas dan ditempel. Rasanya tidak mungkin juga kalau aku menuliskannya langsung di dinging. 

Sembari menata kost, aku juga kangen ingin mencoretkan kembali di dinding kamar. Berawal dengan pensil terlebih dahulu kemudian di cat menggunakan koas kecil. Terlhat mudah, namun cukup capek karena harus berdiri, jongkok dan berdiri di tangga untuk menuliskannya.


Sebelumnya kalian tahu apa lanjutan penggalan kata dari Hati ? Kalau dari foto kurang terlihat jelas, tapi aku perjelas dengan foto dibawah ini.


Selain di dinding warna ping, aku juga menuliskan kata-kata di dinding warna biru. Terutama dengan tulisan yang sedikit besar. Agar terlihat juga oleh orang lain yang melihatnya dari luar. Bukan pamer, hanya saja bisa memotivasi kata-kata di dinding kamarku. Karena tidak ada kata terlambat untuk belajar. Umur bukan masalah. Hanya satu yang menyebabkan kita tidak bisa belajar yakni jantung berhenti berdetak.


Kurang lebih jika dilihat sedikit jauh akan seperti dibawah ini. Mungkin sebagian dari kalian ada yang tidak suka. Karena sebagus apapun menurut kita, belum tentu menurut orang lain bagus. Tapi membuatku nyaman dan nyenyak ketika tidur. Ketika bangun tidur membuka mata melihat suasana yang begitu gelap (lampus belum di nyalain :D) suasana yang berbeda dari biasanya.


 Di dinding satu lagi juga aku menuliskan di dinding satu lagi dengan tulisan, "Milikilah sedikit rasa TANGGUNG JAWAB terhadap apa yang telah kau pilih sebelumnya."


Sedangkan posisi di dekat pintu jadi seperti dibawah ini. Rak buku aku pindahkan di dekat komputer. Tujuanya agar lebih mudah mengambil bukunya. Karena setiap hari aku beraktifitas di depan komputer dekat rak buku.


Itulah sedikit penampakan kamar kost terbaruku. Sebenarnya bukan terbaru hanya saja aku menata ulang kembali. Dengan tampilan seperti ini aku sendiri lebih nyaman karena tertata dengan rapih. Melihatnya pun lebih enak dan lebih banyak ide-ide bermunculan ketika menulis. Lebih nyaman  juga ketika membaca. 

Kebetulan kasur yang dulu sudah diganti dengan yang lebih tebal dan empuk. Setiap siangnya aku gulung dan disimpan di samping. Tujuannya agar lebih luas jika ada teman-teman yang main ke kostku.

Tidak hanya itu, beberapa temanku menggunakan kamar kostku untuk merekam video saat nyanyi. Seperti inilah penampakannya :










Itulah proses menata ulang kamar kostku. Apapun pendapat kalian. Boleh di share di komentar di bawah ya. 

September 10, 2016 - 79 komentar

79 comments:

  1. wuih jadi mantep kamarnya haha. kondisi awal kamar kostnya kok kayak kost gue dulu pas di malang ya? tapi karena waktu itu emang kostnya dipake nginap seminggu doang jadi ya dibiarin aja apa adanya xD

    ditambahin wall sticker biar makin bagus kamarnya, sama lampunya kayanya kurang terang deh ya? semoga makin betah di kamarnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya nih bang, serasa beda aja :D

      Oh ya, ko cuma satu minggu bang, terus pindah kost atau gimana bang ?

      Iya nih bang, lampunya memang kurang terang, nanti coba cari stiker buat di dinding :)

      Thanks sarannya (y)

      Delete
  2. Kenyamanan dalam tempat tinggal itu memang penting, terkadang bisa mempengaruhi keseharian kita dalam belajar. Gue suka kata2 di dingding itu bro..

    Moga makin betah aja ya.. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, betah trus dah.. hehe

      Iya betul tuh, kenyamanan memang hal yang utama, dan itu tidak tergantung tempat juga, kita bisa membuatnya sendiri. Seperti halnya aku ini .. hehe

      Thank bro :)

      Delete
  3. Wah ternyata lo suka ping ya,, tapi bagus juga keliatannya tuh dipadukan sm wrna biru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. Iya nih bro.. iya memang bagus ping itu, bisa jadi sejuk nih mata :D

      Delete
  4. ceritanya jadi studio musik ya mas.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. bisa jadi bang, teman-temanku beberapa kali rekaman video musik di kamar.. Meskipun tidak sebagus studio musik sungguhan. Tapi cukup senang untuk kami ini anak kost ini :D

      Delete
  5. Terlihat jadi nyaman ya setelah di tata ulang.. Harga segitu sih cukup murah, dibandingkan di jabar lebih mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak cuma terlihatnya bang, emang gue nyaman tinggal di kost Reges ini.. hehe

      Iya betul, cukup murah. Tapi ada juga teman gue yang satu bulannya 100rb tapi itu belum termasuk listrik...

      Delete
  6. Pink unyu unyu..
    Biru tuh menenangkan ciee..

    Ada hikmahnya juga temen balik ke jkt, bisa dititipkan barangnya :)

    Lama dan melelahkan sekali ya prosesnya menata ulang kamar daann... kamarmu lebih rapi dari aku salut deh...!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya unyu-unyu mba Arum :D
      Ciee, iya bikin tenang disaat sendirian, tengah malam dan tangan bergoyang menuliskan butiran kata :D

      Iya betul, karena anak kost harus bisa memanfaatkan moment, dimana pun itu berada.. :D

      Oh yah, thank ya :)

      Justru kerapihan itu bisa membuat nyaman si pemiliknya.. Wajar kalau prosesnya melelahkan, karena hasilnya memuaskan buatku.. :)

      Delete
  7. terkejut lihat postingan ini mas, kamar kosnya bersih dan rapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Terimakasih mas Fajar...
      Bersih dan rapih itu yang aku inginkan ..:)

      Delete
    2. sami-sami mas andi. rapi harus untuk anak kosan :)

      Delete
    3. Hehe... Iya mas, selain harus juga bakal nyaman tinggalnya :)

      Delete
  8. Wah pada numpang download
    Download apaan tuh bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan download film bang, apalagi anime tuh.. :D

      Delete
  9. Gilaaaaak Mas :D Jogja ya? hihihi aku Jogja juga dong Mas :D salam kenal yak :D

    Eng,,, itu menata ulangnya berhasil banget sih mas :D jelas terlihat sih gimana perbedaannya :D hihihi kamu keren mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Jogja, Mas Febri Jogjanya dimana ?
      Salam kenal juga mas Febri :)

      Iya mas, makasih ya.. mas Febri juga bisa menata ulang kembali kok kamar kostnya.. (y)

      Delete
  10. Wuih itu keren2 kata2nya mas, bisa motivasi juga buat yang baca (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, karena aku buat khusus untukku sendiri, dan umunya bisa memotivasi bagi yang membacanya.. hehe

      Delete
  11. Tidak hanya perempuan saja ya, laki2 jg bisa rapih seperti itu, keren (y)
    kadang malah prempuan jg ada yg brantakan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu harus mba, karena tempat yang nyaman akan membuat nyaman juga untuk pemiliknya. Selain buat tidur, bisa juga untuk berkarya :)

      Delete
  12. mengganti tampilan kamar kost pasti menambah semangat yang pudar. tapi klo aku dulu ketahuan ama bapak kos pasti udah diomelin klo ketahuan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mas,, selain menambah semangat, bisa membuat nyenyak juga si pemilik kamarnya .. hehe

      Kalau aku bukan ketahuan lagi mas, tapi sering lihat tiap ke kost pa kostnya.. biasanya saja sih. Dan mendukung.. hehe.

      Delete
  13. Makin nyaman aja tuh bang baut ngeblog... (y)
    Makin betah ya bang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas bang.. nyenyak juga buat istirahat :)
      aamiin, makasih ya..

      Delete
  14. eh ya ampun bagus banget ya jadinay setelah dibenerin, jadi lebih rapi dan lebih bersihan,,,ditulisin quote quote gitu lagiiii .. asik dehhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulilah Reski :)

      Bersih dan rapih itu harus, agar nyaman bagi pemilik kostnya..he
      Quote itu sengaja aku tulis agar memotivas setiap harinya.. :)

      Delete
  15. Jogja emang nyaman, aku juga pernah ngerasain selama 4 tahun. kayak di lagunya JHF 'Negeri paling penak rasane koyo suargo'.

    kampret penataanya keren gitu. dari awal yang berantakan banget jadi rapih gitu. berhasil banget.
    keren ahh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain nyaman Istimewa pula .. hee

      Oh yah, wah sudah lama ya mas Adi, 4 tahun tentu mendapatkan pengalaman yang tak bisa dilupakan.. :)

      Makasih bang, karena kenyamanan harus aku utamanakan :)
      Agar nyaman nan nyenyak tidurnya .. hehe

      Delete
  16. Aku pernah sekali ke Jogja, pas ke Joga itu, aku kenapa kayak ada aura2 mistis gitu ya? Apa aku sendiri atau gimana ya? 😬

    Kamar kosmu jadi enak banget, pas liat yang pink itu jadi adem~ apalagi kata2nya... Keren banget.

    Murah ya kost di jogja mulai dari 150rb. Disini kosku 2 kali itu. Hehe 😬

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Sepertinya itu perasaan mas Arul saja.. hehe Btw waktu kemana mas Jogjanya ?

      Iya adem mas,, :D
      itu dulu mas 150 di awal-awal. Tapi seiring berjalannya waktu dan bengsin waktu itu juga pada naik dan turun sehingga naik juga nih kost. Tap tidak cuma di Reges juga kok, yang lainnya juga naik. Tapi ini termasuk murah karena sudah sama listrik dll.

      Delete
  17. Kamar awalnya terkihat sempit, bener juga karena barang-barangnya nggak ditata. Setelah kamarnya dicat jadi bagis dan rapi.
    Yang pasti harus nyaman menatanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas Rizki, karena kenyamanan dan kesempurnaan cinta itu penting (alah, capak apa aku nih) :D

      Kenyamanan selain penting buat si pemilik kostnya, untuk tamu juga harus nyaman :)

      Delete
  18. Semoga di kamar kost yang color full ini,,,
    Banyak lahir ide brilian...

    ReplyDelete
  19. Rp150.000 di tahun 2013 dan Rp200.000 di tahun 2016 itu termasuk murah Bro! Gratis internet, listrik, komputer, magicom pula... weeew....

    Tapi memang setelah dicat tampilan kamar kosnya jadi lebih bagus lebih bersih. Semoga temboknya yang dicat biru itu nggak rembes aja pas hujan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau internet gak gratis mas Mawi, tapi itu iuran anak2 kost yang mau ikut saja. Untuk listrik memang gratis. Kalau komputer, magicom itu tidak semuanya punya. Tapi kalau ada yang punya atau membawa tidak usah membayar listrik lagi.. hehe

      aammin, terimakasih mas Mawi.

      Delete
  20. Wqah wah keren sob semua tersaji disini mulai dari menata sampai menghias kamar kost dengan tulisan di dinding :-) boleh lah nanti saya terapkan di kamar saya, tapi mau mikir dulu slogan yang di tuliskan nya apa yaa :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Terimakasih mas Effendi :)

      Boleh juga tuh mas, yang penting tulisannya bisa memotivasi, selain buat diri sendiri buat yang baca juga :)

      Delete
  21. "mulai dari harganya Rp. 250.000,- per bulan hingga Rp. 150.000,- per bulan" -> nggak terbalik harganya???

    Paling enak ngopi sambil ngeblog di lantai atas kostan, iya nggak mas??!

    Gangnya Bener2 sempit banget mas,.

    Emang ada fasilitas WiFi ya, kok banyak yang numpang download, hahaha...

    Jadi beda banget kamarnya setelah Dibersihin mas...

    Tetap semangat mas!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya dulu pas dicarikan kost, aku dicarikan dari harga yang satu bulannya 250rb per bulan hingga ada yang satu bulannya 150rb mas.. Jadi emang dulu pa Eding nyarikannya dari harga yang tinggi ke rendah mas Hendra :)

      Iya betul mas, tapi aku lebih suka sambil minum es.. hehe

      iya betul mas sempit.. :D

      Gak ada ko mas, itu internet cuma bagi orang yang mau pasang saja, iuran jadinya mas. semakin banyak yang ikut, semakin ringan biaya tiap bulan per orangnya..

      Tapi sekarang cuma 6 orang. :)

      Iya mas beda ya, warnanya juga .. hehe

      Siap, terimakasih mas Hendra :)

      Delete
  22. Belajar bawa bawa jantung? Dikata kedokteran apa ._.

    Kalok kamar kost ku sih aku biarin aja berantakan begini. Di situ letak seninya. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh,, bisa aja mba :D

      Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk memperindah kamarnya. Mau tetap berantakan ataupun rapih, yang penting bisa membuat nyaman si pemiliknya :)

      Delete
  23. Jadi lebih asoy ya kost-annya. Semoga makin banyak inspirasi yg datang ya :))

    ReplyDelete
  24. ehh gilak ndi, ini mah bener2 kreatif,, afternya sungguh sangad kinclong alias rapihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Terimakasih mba :)
      itu yang aku pgen, dimanapun tempatnya kerapihan dan kenyamanan memang harus di utamakan :)

      Delete
  25. Persis melambangkan kamar kos seorang mahasiswa hehe. kaena saya juga anak kos :D
    salam persahabatan

    ReplyDelete
  26. Htai yang mati itu bukan hati yang di tinggal pasangan nya kawin yaaa ???/hahahah #Kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... om cumi bisa aja.. :D
      jangan2 hatinya mati gara2 di tinggal pasangannya ya ...

      Delete
  27. Lumayan juga yah waktu dan tenaga yang terpakai untuk membuat sesuatu menjadi senyaman mungkin hihi

    Tapi emang bener sih, kenyamanan itu nomor satu.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas May, karena kenyamanan itu penting, apalagi kesempurnaan..Hihi

      Nah untuk bisa nyaman seperti itu, harus diperlukan pengorbanan.. 😊

      Delete
  28. Wah mantap perjuangannya... Semoga senantiasa dijaga Allah dlm keihlasan selalu mas...aamiin...

    ReplyDelete
  29. Keren keren. Jadi pengen nginep disitu hehe..

    ReplyDelete
  30. 150ribu itu cuma ada kasur aja atau kasurnya juga beli sendiri?

    Pak kosnya baik ya, bebas bawa temen bebas dekor kamar.. biasanya kan peraturan kosan udah ngalah-ngalahin KUHP, banyak n ribet., haha pak/bu kos itu juga bisa jadi penentu kenyamanan menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haga Rp.150.000,- sudah sama kasur mba Meri :)

      Iya betul, di kost Reges ini, bawa magicom, komputer, laptop, setrika harganya tetap sama, dan sudah sama listrik juga. Di kost lain belum tentu seperti itu :)

      Pak kostnya sudah bersahabat .. hehe

      Delete
  31. Keren bangeeet dari suasana suram jadi berwarna warni begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba Laili :)
      Karena kenyamanan itu sangat penting bagiku, terutama disaat ngeblog :D

      Delete
  32. Mungkin reges itu kebalikan dari seger (segar dalam bahasa jawa). Wah jadi terlihat lebih bersih, nyaman dan sedap di pandang. Apalagi penggunaan warna dan penambahan kata-katanya yg memotivasi. Seumur-umir aku belum pernah ngerasain jadi anak kost. Hehe. Salam kenal ya. Sekarang masih di Jogja kah? Aku sering bolak-balik Magelang-Jogja buat ikut acara Komunitas Blogger Jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi mas Achmad.. :)

      Iya mas, setidaknya bisa nyaman buatku istirahat ketika lelah.. hehe

      Oh yah, salam kenal juga mas Achmad Muttohar :)

      Aku sekarang masih di Yogyakarta kok.

      Wah, ajak-ajak dong mas kalau ada acara komunitas blogger Jogja, aku belum pernah ikutan sama sekali nih :)

      Delete
  33. baru kali ini gua ngelihat ada cowok yang berinisiatif membereskan kamarnya.......wkwkwkwkk :v :v

    dari zaman paleotikum aja, kamar gue masih acak-acakan kok :v, ntah sampai kapan tetep acak acakan, nggk ada yang tau

    sudah diberesin tapi diacak acakin adekku, makanya udh males ngeberesinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Karena kebersihan itu sebagian dari Iman, selain itu bersih juga bisa membuat nyaman untuk istirahat :)

      Buset, itu zaman apa mas.. wkwk
      Memang setiap orang berbeda-beda, ada lebih suka berantakan dan nyaman, tapi aku sendiri pengen yang rapih nan bersih :)

      Hehe.. Adeknya diajain beres-beres juga mas, biar nanti bisa beres2 juga. Dari kecil diajarkan kan tak ada salahnya :)

      Delete
  34. Mantab mas. Meskipun aku bukan anak kost tapi aku juga sering mampir ke kost temenku, emng sih ada yang rapi dan ada yang kurang rapi.

    Kalau haraga segitu termasuk murah mas, soalnya rumahku yang di Jogja juga dibuat kost, pet bulan Rp 400.000

    Kamarnya jadi rapi mas, catnya juga bagus dan ada tulisan motivasinya juga, lemarinya kok sama kayak punyaku mas wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Santo :)
      Betul itu, karena setiap orang berbeda-beda ya :)

      Oh yah, oh mas Santo punya rumah yang dijadikan kost-kostan juga. Kalau boleh tahu di daerah mana ya mas ?

      Alhamdulilah, mulai bisa nyaman untuk istirahat mas :)

      Oh yah, wah jangan-jangan beli ditempat yang sama nih.. wkwk

      Delete
  35. haha.. gue bukan anak kost
    tapi suka nginep di kost temen :D
    sampe dulu pernah pengen ngekost sama temen..

    tapi kagak kesampean karna keburu nikah :D

    kalo gue, dua bulan sekali merubah tampilan kamar
    biar kagak bosan aja :D hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu mas Azhie, sebenarnya tidak melulu kamar kost yang harus rapih. Malahan kalau aku nanti punya rumah aku pengen bisa lebih rapih lagi kamarnya. Kalau kamar kost ini kan sementara, nanti kalau pindah ya tidak jadi tempat tinggal lagi..hehe

      Wah sekarang sudah nikah tinggal di rumah ya mas ?

      Keren juga tuh mas, aku juga terkadang suka merubah tampilan kamar, setidaknya ada tampilan yang baru dan tak membuat bosan :)

      Delete
  36. Whahaha jadi lebih rapi, lebih sedap dipandang. Tinggal ditambahni wall sticker atau wallpaper tuh jadi ciamik. Kalo aku tipe orang gampang bosen jadi lebih seneng ngasih hiasan (serupa tulisan dindingmu itu) pake yang berbingkai, biar gampang diganti yg baru.

    Btw murah bener ya kost di jogja hehe. Oh ya kalo aku dulu sama temenku ngakalin kos yang tiap bawa barang elektronik tambah bayar dengan cara ngumpetin barangnya. Misalnya magic com, ka gak setiap hari masak, jadi kalo bapa kos cek kamsr, si magic com di taro dalam lemari, nangi kalo mau dipake baru dikeluarin lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saran yang bagus, tampung dulu..hehe

      Oh gitu, aku juga suka seperti itu, tapi karena di perantauan lebih mementingkan kebutuhan dulu, nanti kalau udah ada uang lebih, bisa beli bingkai..hehe
      Ada sebenarnya tapi yang kecil, dan itu tidak dipasang di dinding :)

      hehe... kalau di kostku kebetulan tidak ada biaya tambahan gitu, jadi harga segitu sudah mencakup semuanya, listrik, setrika, magic com dan disediakan juga tempat masak. Kalau GAS habis, anak-anak iuran untuk beli :)

      Delete
  37. suka banget sama warna kamarnya, kesannya mendamaikan gitu sih kalo dipandang-pandang. baru kali ini tau cowok suka warna pink hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yah, terimakasih :)

      Betul, damai dan tenang membuat inspirasi muncul dan nyaman untuk menuangkan unek-unek kedalam tulisan :)

      Hehe.. Stttt.. jangan keras-keras ya.. :D

      Delete
  38. wow bedah kamarnya sangat sukses mas.Anda ternyata adalah sosok yg selalu ingin tampil rapi dan tertata.


    itu saya nilai dari hasil bedah kamarnya dan susunan kalimat yg tertulis pd setiap artikel di blog ini.

    pantas sj buku2 mas laku terjual.:)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)