Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir

pict : ig.com/sabbihrikza | foto Masjid Al-Munir ketika pagi hari...
www.andinugraha.com - Alhamdulilah, aku sangat bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan bulan yang suci ini, bulan dimana semua amal dilipatgandakan. Seperti biasa awal tarawih aku sholat di Masjid dekat kost, yakni Masjid Al-Munir. Sedari ashar ketika aku dan Sulis, teman satu kost pergi untuk sholat ashar. Tiba-tiba sang ustadz yang biasa jadi imam menegurku, "Dek, besok jangan lupa ramaikan takjil buka puasanya ya?", dengan spontak aku menjawab, "Iya siap pa". 

Sudah tiga kali dengan ini aku berpuasa di perantauan, selain kota Yogyakarta terkenal dengan kota pelajar. Bagiku dikota ini merupakan kota santri, karena banyak sekali pondok pesantren di kota ini. Selain itu banyak juga para Masjid yang menyediakan tempat untuk ngaji dan kajian setiap sorenya.

Ramadhan di kota Yogyakarta sendiri sangatlah berbeda dengan dikampungku, Lakbok-Ciamis. Bedanya dimana ? Dikampungku setiap awal Ramadhan selalu ada takjil berupa nasi tumpeng atau nasi kuning. Tapi itu hanya sekali diawal Ramadhan saja. Setelah itu ada lagi setelah malam 17 Ramadhan hingga akhir Ramadhan.

Biasanya setiap malamnya sudah terjadwal siapa saja yang harus membawa takjil. Berbeda kalau di Yogyakarta tidak ada seperti itu. Tapi justru setiap buka puasanya setiap Masjid di Yogyakarta menyediakan. Bahkan ada juga beberapa Masjid yang menyediakan untuk sahur.

Senang rasanya bisa mendapatkan kesempatan untuk keliling Masjid di Yogyakarta, selain bisa mencicipi setiap menu berbeda di setiap Masjidnya aku bisa juga merasakan suasana yang berbeda setiap sholat Tarawihnya.

Sholat tarawih aku semalam di Masjid Al-Munir sangatlah ramai, untungnya aku berangkat sebelum iqomah, jadi masih bisa mendapatkan kesempatan untuk sholat diberisan paling depan. Begitu juga dengan sholat Subuh, yang biasanya hanya satu atau dua baris waktu hari pertama puasa full sampai belakang.

Kita lihat dua sampai pertengahan hari selama bulan Ramadhan. In shaa Allah setiap hari aku menuliskan kegiatan selama bulan Ramadhan.

Baca juga : Puasa Hari Ke-2 | Terimakasih Atas Pinjaman Payungnya Bu..

June 06, 2016 - tanpa komentar

0 komentar untuk Diary Ramadhan #1, Shalat Tarawih di Masjid Al-Munir.

Terima kasih sudah membaca diary kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya. Komentar dari sahabat diary mahasiswa merupakan sebuah apresiasi besar untuk penulis :)


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar