Pintu Air Jagir, Bangunan Peninggalan Belanda yang Eksotis di Surabaya

DiaryMahasiswa.com | Hai sahabat diary, apa kabar kalian? Semoga sehat selalu ya. Oh, ya di diary kali ini aku akan menceritakan tentang bangunan peninggalan Belanda yang masih eksotis di kota Surabaya. Semoga bisa jadi pengetahuan buat kalian semua.

Kedatangan penjajah Belanda memang memberi luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Namun, di waktu yang sama, Belanda juga memberi peninggalan yang berharga berupa bangunan bersejarah. Apalagi, bangunan tersebut tidak hanya eksotis, tapi juga masih bisa digunakan hingga sekarang.

Source : okezone

Di Surabaya, salah satu bangunan eksotis peninggalan Belanda yang masih tetap digunakan adalah Pintu Air Jagir. Pemerintah Hindia Belanda membangun pintu air ini mulai dari tahun 1912 hingga 1917. Keberadaannya difungsikan oleh Belanda sebagai sarana untuk mengontrol tinggi permukaan Sungai Jagir. Pada akhirnya, pintu air ini menjadi salah satu perangkat penting untuk mencegah banjir dari luapan sungai tersebut.

Dalam fungsinya sebagai pengontrol banjir, pintu air ini mengatur aliran air dari Sungai Jagir menuju ke laut serta ke bozem yang terletak di Wonorejo dan Morokrembangan. Selain Pintu Air Jagir, ada pula pintu air lain yang telah dibangun Belanda dengan fungsi serupa, termasuk di antaranya adalah Pintu Air Dinoyo.

Keberadaan Pintu Air Jagir memperlihatkan visi pembangunan yang tertata dari Pemerintah Hindia Belanda. Keberadaan bangunan ini terbukti membuat Kota Surabaya saat itu terhindar dari banjir. Tidak heran kalau pada masa penjajahan Belanda, kota ini memiliki julukan sebagai Kota Amsterdam dari timur.

Hanya saja, kemegahan bangunan bersejarah ini harus dibayar mahal oleh rakyat Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda mengerahkan ribuan pribumi dalam membangun sistem kanal yang kini disebut dengan Sungai Jagir. Saat itu, total Belanda telah melakukan penggalian kanal sejauh 5,6 kilometer. 

Menariknya, para sejarawan memiliki pendapat tersendiri terkait lokasi berdirinya Pintu Air Jagir. Jauh sebelum kedatangan Belanda, lokasi pintu air ini konon merupakan tempat terjadinya pertempuran antara pasukan Tar-Tar dari Mongol melawan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya. Untuk melihat wisata sejarah yang satu ini, Anda bisa memesan tiket pesawat murah dari Airy.

Pintu Air Jagir Surabaya di Masa Kini

Source : ngopiae

Saat ini, bangunan Pintur Air Jagir masih berfungsi dengan baik. Bahkan, Pemerintah Kota Surabaya menjadikan bangunan tua ini sebagai bahan promosi untuk wisatawan. Di samping itu, fungsinya sebagai pengontrol banjir juga tetap dimanfaatkan. Selain itu, bangunan yang kini dikelola oleh PDAM Kota Surabaya ini berperan penting dalam penyediaan air minum. 

Bangunan yang berlokasi di Jalan Jagir, Wonokromo ini pun terbukti efektif dalam menarik perhatian wisatawan. Secara khusus, pemandangan Pintu Air Jagir di malam hari terlihat sangat eksotis. Apalagi, bangunan ini dipercantik dengan adanya lampu warna-warni yang menghiasinya. Tidak heran kalau para fotografer juga kerap menjadikan bangunan ini sebagai objek foto buruan. 

Wisatawan yang ingin menyaksikan eksotisme bangunan ini pun sangat mudah. Lokasi bangunan tua bersejarah ini tidak jauh dari Stasiun Kereta Wonokromo, tepatnya di alamat Jalan Jagir Wonokromo nomor 74. Dari stasiun tersebut, pelancong bisa naik becak atau bahkan berjalan kaki. 

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, sebaiknya datang ke sini saat sore atau petang hari. Saat sore atau petang hari, wisatawan bisa menyaksikan Pintu Air Jagir dengan kondisi berhiaskan lampu yang diperindah dengan pantulan bangunan tua ini di permukaan sungai. 

Selain pintu air yang kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini, kota Surabaya juga masih punya banyak bangunan bersejarah yang tak kalah eksotis. Banyak bangunan yang masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang tertarik dengan suasana klasik, Surabaya adalah pilihan menarik. 

Ditambah lagi, saat ini berkunjung ke Surabaya dengan sangat mudah. Untuk mengunjungi kota yang satu ini, Anda bisa memesan tiket pesawat ke Surabaya di Airy. Di sana, tersedia tiket pesawat murah ke Surabaya dan berbagai tujuan lainnya. Pilihan maskapainya juga beragam. So, tidak ada alasan untuk tidak berlibur ke Surabaya, kan?

January 24, 2018 - 108 komentar

108 komentar untuk Pintu Air Jagir, Bangunan Peninggalan Belanda yang Eksotis di Surabaya.

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar, karena komentar kalian semua sangat berarti bagiku. Sebuah komentar dari kalian bisa membuatku semangat untuk terus menceritakan pengalamanku dalam untaian kata!


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar
.

Wisata sejarah itu memang perlu kok yaa..

Ada nilai edukasi di sana, selain itu agar kmudian kita bersyukur untuk yang sudah dinikmati era saat ini.

Yup, untuk tiket..hunting yang termurah, namun terpercaya

Balas Hapus
.

Nanya dong mas, gimana agar bisa traveling terus ?

Saya ada niatan untuk buat blog lagi dengan tema traveling gitu,tapi saya sendiri masih buta dengan jalan jalan

Balas Hapus
.

Hai, Andi.
Alhamdulillah kabar baik. Semoga Andi pun demikian.
Udah pulang dari Ngawi ya?
Oleh-oleh buat saya mana? Hehehe...


Wow....
Pemandangan Pintu Air Jagir di malam hari benar-benar eksotis, Ndi. Luarrr biasa.

Balas Hapus
.

luar biasa fotonya bang aku juga punya pintu aie seperti ini dikampung sayang nggak ada lampunya kalau malam

Balas Hapus
.

Bangunan peninggalan belanda banyak sekali di Indonesia memang di berbagai daerah. Bentuknya unik2 dan kokoh. Sayangnya tidak semua dirawat dengan baik bahkan terbengkalai,padahal kalau dirawat bisa jadi daya tarik wisata seperti pintu air jagir ini :)

Balas Hapus
.

Bangunan peninggalan zaman Belanda memang terkenal kuat, kokoh dan tahan lama. Sebab yang buatnya adalah orang pribumi, bukan hercules... :)

Balas Hapus
.

Salut untuk Kota Surabaya yang bisa merawat dan mengoptimalkan bangungan bersejarah tersebut. Selain berfungsi sebagaimana mestinya (sebagai pengontrol air agar terhindar dari banjir), juga sekaligus berfungsi sebagai wisata.

Mudah-mudahan dengan kesadaran kita bersama, bangunan tersebut tetap lestari dan selalu terjaga kebersihannya.

Balas Hapus
.

sekolah 5 tahun di Surabaya dan sering lewat pintu air ini, sayang belum pernah masuk2 ke dala. Disekitar situ ada yang jual sego sambel pnorogo dan mak yeye, baru buka jam 11 malam, enak dan rameee bangeet.. harganya pass buat anak kost, jadi kalau lagi ga ada tugas atau galau, selalu mampir kesana

Balas Hapus
.

Kalo lagi kesurabaya wajib mampir ini mah, kadang gak sempet muter" kalo lagi disurabaya, hehe

Balas Hapus
.

Setuju, buktinya sampe sekarang masih ada ya, Kang..
Nah itu, kita sebagai blogger juga harus memperkuat blog kita. Haha
Kang link fb di blog asikpedia kok belum di isi, mau di add tadinya..

Balas Hapus
.

Kemegahan pintu air jagir ternyata mengorbankan beberapa nyawa orang pribumi. Jadi teringat dengan buku karangan Pram yang berjudul jalan diandel.
Ternyata memang begitu adanya.

Balas Hapus
.

Betul, hampir setiap daerah dan wisata juga banyak ya..
Nah itu, kalau dirawat kembali selain jadi apik, tentu akan jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terlebih para blogger..he

Balas Hapus
.

Coba dikasih, Mas.
Sepertinya lebih bagus dan akan menjadi daya tarik tersendiri..

Balas Hapus
.

Betul, Teh. Lebih bermakna dan akan membawa sesuatu tentang pengetahuan tempat yang baru saja dikunjungi ya.

Balas Hapus
.

Gimana ya? Hehe
Aku pribadi suka ngelist sih, kira-kira tempat mana saja yang mau dikunjungi, diperkirakan habis berapa ya kalau kesana sekaligus biaya makan dll. Aku sendiri berusaha untuk mengeluarkan biaya yang paling minim sedikit, tapi nggak bikin sakit. Perut aman, wisata lancar..hehe

Aku rasa setiap orang beda-beda deh, ada yang memang main ya tinggal main aja, ada yang kadang dilist gitu. Nggak tahu ini nyambung atau nggak jawabanku, Mas :D

Balas Hapus
.

Hai, Teh Ima..
Aamiin, udah nih, Teh. Udah di kota istimewa lagi saat ini :D
Oleh-olehnya apa ya, nggak beli apa-apa sih, cuma bawa ilmu yang bermanfaat in shaa Allah..he

Iya, Teh. Apalagi kalau buat foto disitu, lebih keren tentunya..he

Balas Hapus
.

sodaraku rumahnya tepat di sisi selatan pintu itu mas, tepatnya di jagir Sidomukti
dulu baunya apek banget loh deket situ aku paling males kalo ke sana
sekarang udah ciamik, malah ada beberapa taman di sana
bisa maen kanoe juga kalo pas airnya gak terlalu tinggi
klo ke surabaya gak nyesel deh klo ke DAS Kalimas, sekarang bagus2

Balas Hapus
.

Foto pintu air jagir pas sore hari itu indah banget sih.. Masuk wishlist nih

Balas Hapus
.

Masha Allah, indah sekali saat malam hari.
Kapan ya bisa jalan jalan ke surabaya..

Balas Hapus
.

Sepintas kalau lihat foto yang pas malam hari, berasa di luar negeri sana.
Bangunannya khas Belanda banget.

Kebanyakan memang seperti itu sih. Dibalik megahnya bangunan peninggalan penjajahan, pasti punya kisa mengerikan dibalik pembangunannya. Biasanya orang-orang pribumi yang jadi korbannya. Semacam disuruh kerja rodi gitu.

Balas Hapus
.

Betul masa penjajahan sangat melukai perasaan bangsa ini, begitu banyak anak-anak tak berdosa harus kehilangan orang tuanya
Peninggalan di zaman itupun menjadi bukti bahwa bangsa ini pernah mengalami masa2 tersulit dipaksa mengerjakan semua kebutuhan penjajah kini sdh merdeka sudah selayaknya peninggalan2 itu terjaga dari kerusakan agar tetap bisa diingat betapa perihnya kehidupan di masa itu

Balas Hapus
.

ternyata untuk jalan jalan ke sana tidak akan rugi ya, selain belajar sejarah mata kita juga disuguhkan dengan bagunan yang luar biasa dan bersejarah

Balas Hapus
.

Kalau saya mah kayaknya asik naik becak dari stasiun menuju kesana, lebih santai sambil menikmati pemandangan sekitar.

Saya heran bangunan belanda itu bisa kokoh banget kuat berpuluh-puluh tahun.

kalau yang di bogor ada tuh bendungan katulampa yang di bangun tahun 1911.

pintu air yang menjaga agar jakarta enggak kelelep.

Balas Hapus
.

itu pas yang difoto senja, cakep banget. Salutnya lagi, bangunan peninggalan Belanda biasanya kokoh sampai puluhan dan ratusan tahun ya.

Balas Hapus
.

Waoww,,, kokoh dilihat siang hari, dan eksotis di malam hari. Bangunan peninggalan Belanda memang terkenal awet ya.

Balas Hapus
.

Romantis banget nih kalo malem
adem banget di hiasi lampu begitu

Balas Hapus
.

Wah menarik nih, masih jarang yang bahas. Aku pernah ke Pintu Air Cisadane di Tangerang tapi yang di Surabaya ini nampaknya konstruksi bangunannya lebih tebal. Salam kenal mas :D

Balas Hapus
.

Sering dengar Pintu Air Jagir, kok saya ketinggalan info, kalau kerennya kayak gitu...
Bagus itu difoto Mas..berarti datang malam saja ya..?
Kapan-kapan kalau ke Surabaya bisa singgah :)

Balas Hapus
.

Bikin pintu air tapi bangunannya kaya bangunan rumah. Desain arsitekturnya mirip kayak lawang sewu

Balas Hapus
.

Romantis sekali viewnya, ada air tenang, ada lampu yang memendar lembut di kejauhan..
jadi pengen punya pacar wkwkwk

Balas Hapus
.

Sering lewat, tapi aku nggak perhatian dengan pintu airnya. Tapi dari fotonya terlihat megah dan eksotis.

Balas Hapus
.

luar biasa, jalan-jalan terus mas ya, hebat :) patut diacungi jempol besar-besar buat mas Andi.

Balas Hapus
.

terbukti bahwa bangunan tua juga tetap indah yaa Mas :)

Balas Hapus
.

Peninggalan2 Belanda di beberapa daerah di Indonesia memang masih berdiri kokoh sampai sekarang, dan desainyapun juga bagus2, entah siapa itu arsiteknya, yang pasti arsiteknya bukan mang lembu... :D

Balas Hapus
.

bangunan yang sangat kuat sampai sekarang masih sangat berguna.

Balas Hapus
.

kirain yang sunset hasil foto andi. tadinya mau sha puji hahaha

Balas Hapus
.

paling minim sedikit itu segimana ndi? hehe

Balas Hapus
.

Kota Amsterdam dari Timur. Baru tahu soal julukan ini. Ingetnya malah Ayam Jantan dari Timur. Ehe~

Loh, di Surabaya ada beginian? Belum pernah ke sana dan jarang mencari tahu, sih. Jadi nggak tau tempat wisata apa-apa di sana selain ikonnya yang ikan sura dan buaya. XD Pintu air pun bisa seindah itu, ya. :)

Balas Hapus
.

saya sudah hampir 3 bulan bang stay di surabaya.. tapi belum sempat menikmati lingkungan sekitar.. kayakx bagus nih buat referensi liburan akhir pekan.
thanks for share....

Balas Hapus
.

Peninggalan-peninggalan sejarah masalalu memang harus tetap di lestarikan kalau bisa jadi salah satu objek wisata yang harus di kunjungi agar bisa kita bisa tau nilai-nilai sejarah dan kenapa itu di bangun..

Salam kenal mas hehe..

Balas Hapus
.

indah sekali nampak bangunannya dikala malam hari, apalagi penerangan lampu di bangunan tersebut warna kuning, seperti warna lampu zaman dulu saja,

Balas Hapus
.

Waah, indah pas kalau udah senja ya. Baru tahu aku ada cagar budaya seperti ini.

Balas Hapus
.

Peninggalan sejarah yang perlu dijaga, kalau malam bagus juga ya...

Balas Hapus
.

Bangunan Belanda tempo dulu memang kuat kuat bisa bertahan hingga puluhan tahun masih kokoh

Balas Hapus
.

saya udah sering nih melihat ini,tp cumn sambil lalu aja mas.

kelihatan menarik ya kalau diliat malam hari

Balas Hapus
.

Belum pernah sekalipun liburan ke Surabaya. Ngelewati paling ya, pas mau ke Bali jika lewat jalan darat. Ternyata ada pintu air bersejarah yang gedenya segaban gaban ya. Biasanya memang jadi tempat wisata ,, seperti waduk-waduk di daerah Jawa Barat sini. Nah yang ini jenis wisatanya apa aja ya Di? Selain bisa foto2 tentunya. Apakah bisa mancing juga?

Balas Hapus
.

ini kalo ga salah keliatan kalo naik kereta mau sampe stasiun gubeng

Balas Hapus
.

pintu airnyaa kalo malem keren, berasa eropa, eh belanda :D

Balas Hapus
.

Berapa ya, Teh..he
Nggak pasti sih, yang jelas itu minim menurutku..he
Tapi biasanya berbeda-beda tingkat keminimannya :D

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Jadi selain bisa menikmat pemandangannya, bisa juga sekalian abadikan foto disitu..

Aamiin, nggak cuma bangunan tersebut, tapi bangunan-bangunan apapun, agar terus terjaga dengan baik.

Balas Hapus
.

Wah asik tuh, sepertinya buka jam segitu memang untuk para mereka yang kerja lembur ya, Mas. Di Jogja juga ada gudeg yang bukanya jam 24.00, tapi ramenya nggak kalah sama rumah makan yang buka di siang hari..

Asik ya, anak kost mah pasti bakal suka kalau harganya cocok di kantong..

Balas Hapus
.

Ide bagus, semoga bisa sekalian nongkrong dan mengabadikan foto ya, Mas..

Balas Hapus
.

Wah, jadi penasaran sama buku itu, Mas. Pinjem dong, Mas..hehe

Balas Hapus
.

Oh, gitu. Wah mas Ikrom mah tahu semua ya seluk beluknya..hehe
Makin kesini makin diperbaharui makin keren ya, Mas.. Dan bagus juga untuk mengabadikan foto disana..

Balas Hapus
.

Sip, didata dulu, dan jangan lupa berfofo kalau kesana, Teh..he

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Keren ya, terlebih kalau mengabadikannya pake DSLR, beuh makin mantep (y)

Betul, Mas. Sejarahnya tentu banyak dan kalau diulik banyak banget.

Balas Hapus
.

Betul, Teh. Sejarahnya tentu banyak ya.
Terkadang orang-orang zaman sekarang mahal nggak tahu sejarah dibalik itu semua ya, Teh..

Balas Hapus
.

Betul, Mas Ibrahim. Tempatnya juga keren ya, baik siang ataupun malam..he

Balas Hapus
.

Oh, gitu. Jadi lebih bisa merasakan suasana disaat naik becak ya, Mas?
Iya, dan bangunannya juga nggak sedikit yang ada di Indonesia, tapi banyak ya.
Oh, gitu. Next time coba dibahas di blog, Mas. Penasaran pengen tahu juga..

Balas Hapus
.

Betul, Teh. Dan banyak sejarahnya tentunya, dan mungkin anak-anak zaman now nggak banyak tau tentang itu..he

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Selain awet banyak sejarahnya juga ya..

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Cocok buat mengabadikan foto disaat siang ataupun malam.

Balas Hapus
.

Oh, gitu. Saya yang di Tangerang malah belum tahu, coba deh lain kali dibahas diblognya, Mas. Saya pengen tahu, eh, atau memang udah dibahas? Nanti saya maen sekalian ya..

Salam kenal juga ya, Mas Teguh..

Balas Hapus
.

Iya, malam aja, kalau siang khsusu untuk melihat detailnya. Karena malam kan nggak semuanya bisa terlihat..hehe
Semoga ya, Teh, untuk mengabadikan foto sekalian disitu :D

Balas Hapus
.

Oh, gitu. Aku malah kurang tahu detailnya Lawang Sewu itu seperti apa, Mas..

Balas Hapus
.

Haha.. apa urusanya sama pacar coba :D
Aku rasa lebih baik langsung nikah aja, Mas..he
Biar langsung halal kan :)

Balas Hapus
.

Sesekali boleh lho, Teh mampir. Biar tahu gitu detailnya seperti apa..he
Atau hanya sekedar foto juga bisa..

Balas Hapus
.

Haha.. nggak juga, Mas.
Btw, di acungi berapa jempol nih, Mas :D

Balas Hapus
.

Betul, selain itu memang terbukti akan kekokohannya..

Balas Hapus
.

Haha.. Kalau mang Lembu pasti sudah terkenal ya, eh, sekarang juga udah terkenal ya :)

Mana nih, Mang Lembu?

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Dan terbukti akan kekokohannya juga ya.

Balas Hapus
.

Haha.. puji mah puji we atuh, Teh..
Misal dari segi kasih titik (.) dalam beberapa tulisan gitu ..wkwk

Balas Hapus
.

Haha.. ayam jantan mah banyak, Mas. Nggak melulu dari Timur aja :D

Iya, Mas. Memang banyak orang yang nggak tahu, mungkin saja akan sejarahnya juga. Ya sedikit berbagi aja di diary kali ini.

Tapi mas Yoga mah banyak tahu tentang Jakarta dong ya? he

Balas Hapus
.

Besok harus kesana, Mas.
Jadi biar tahu sekalian, apalagi udah lama di Surabaya..he

Balas Hapus
.

Betul, setuju. Setidaknya bisa jadi banyak orang yang tahu ya, Mas..
Selain bisa dipelajari sejarahnya, pemandanganya juga tak kalah bagusnya.

Salam kenal juga, Mas Ilham..

Balas Hapus
.

Hehe.. Meskipun terlihat zaman dulu, ini tetap bisa dibilang zaman now. Buktinya tetap eksis meskipun bangunan peninggalan zaman dulu ya, Mas..he

Balas Hapus
.

Bangunan Belanda itu selalu fungsional, artistik dan long lasting. Insinyur skrg biki mezzanine aja ambruk.

Balas Hapus
.

Pintunya malah makin bagus nih ada lampunya. Dulu mah serem banget sampe dibilang angker.

Balas Hapus
.

woww,, megah banget, sekilas malah tak kira itu bagian dari benteng... :O
view malam hari nya juga wah banget..

Balas Hapus
.

Iya kalau sepi lebih terlihat keren, terlebih kalau malam..

Balas Hapus
.

Betul, Teh. Harus dijaga dan dirawat, agar semua orang tahu..

Balas Hapus
.

Betul, Mas. Dan selalu membuat penasaran kalau baru lihat, terlebih diberbagai kota juga ada ya..

Balas Hapus
.

Sesekali coba mampir dan foto disitu langsung, Mas..he

Balas Hapus
.

Kalau mancing belum tahu saya, Teh. Soalnya belum ngulik apa saja yang bisa dilakukan di tempat itu. Tapi seperinya kalau ada ikan tentu banyak yang mancing..he

Balas Hapus
.

Kurang tahu malah aku, Mas. Belum pernah naik kereta ke daerah situ sih..he

Balas Hapus
.

Hehe.. sudah pernah ke situ, Mas?

Balas Hapus
.

Hehe.. rata-rata bangunan dulu memang gitu ya, Teh. Kuat-kuat bangunannya, terbukti masih kokoh bertahun-tahun.

Balas Hapus
.

terus terang kalau belanda itu tidak juga meninggal semua luka walau kenyataan pahitnya terlalu banyak. buktinya pintu air jagir ini. melihat bangunannya memang harus diakui kalau belanda termasuk salah satu pembuat bendungan terbaik di dunia. semua bangunan selain indah dan juga berfungsi dengan baik untuk memberi dan menampung jalannya air.

Balas Hapus
.

Waahh!! Ternyata pintu air jagir surabaya lebih menarik dan punya kesan sejarah lebih tinggi...Ketimbang pintu air manggarai atau gambir yang ada dikota jakarta...Meski sama2 peninggalan belanda

Jadi penasaran pengin kepintu air jagir....melihat gambarnya waktu malam seolah terkesan sebuah meseum tua nan unik...😄😄😄

Balas Hapus
.

Oh, gitu. Mungkin seiring berjalannya waktu jadi terlihat bagus dan orang-orang merasa nggak takut lagi ya, Mas..hehe

Balas Hapus
.

Nah itu, bagusan malam ya, Mas. Terlihat lebih eksotis..hehe

Balas Hapus
.

Betul, Mbah. Rata-rata bangunannya itu kokoh dan tahan lama ya.
Iya masih bermanfaat dan berfungsi dengan baik hingga saat ini..

Balas Hapus
.

Oh, di Jakarta ada juga ya, Mas. Saya malah baru tahu..

Nah itu, kalau kesana malam hari jangan lupa abadikan foto ya, Mas..hehe

Balas Hapus
.

ya negara kita ini dulunya memang dijajah belanda, tapi setidknya kita harus rawat supaya nanti kelak generasi setelah kita tahu tentang bukti sejarah yg terjadi di masa lalu ya mas?

Balas Hapus
.

Betul, Mas Beny. Setidaknya nggak cuma sejarahnya aja. Tapi bisa melihat secara langsung seperti apa peninggalan penjajahan dulu..

Balas Hapus
.

wah pintu air jagirnya bgusnya,, Apalagi pas dimalam hari. pintunya terlhat sangat keren..

Balas Hapus
.

Wow lebih eksotis saat dimalam hari mas pintu airnya. Sudah berapa kali di renovasi tuh ? Pasti sudah sering kali.

Bayangin sudah berdiri sejak 1917, dibangunnya saja sudah 5 tahun. Tapi tetap cantik.

Balas Hapus
.

HAAAII!
Bagus bangettttt Pintu Air Jagir ituuuuu. Bener banget, kalo malam hari kelihatan lebih eksotis dan instagramable banget.

Sayang sekali saya belum pernah main ke Surabaya. Huhuhu
Seneng banget kalo bisa main ke sana ih. Apalagi bisa ditempuh dengan becak atau jalan kaki.

Eh biasanya ramai pengunjung hari apa aja nih? Ada jam rame2nya juga gak?

Balas Hapus
.

Jagir.....Wonokromo....saya akrab sekali dengan nama-nama itu. Tapi.....yah, seperti biasanya, suka gak ngeh meski sering lewat.

Kalau bangunan Belanda, yang saya pernah kunjungi banyaknya di daerah (ya Allah lupa namanya, padahal tergambar jelas dalam otak) wkwkwk.

Dulu sekali ketika SMP, Surabaya masih lekat dengan imej kota besar namun tidak menyenagkan. Namun akhir2 ini (berkat bu Risma juga, alhamdulillah), tata kota Surabaya sudah mulai sedap dipandang. Nah salah satunya ini, pelestarian dan perawatan bangunan2 kuno. Semoga selalu lestari!

Balas Hapus
.

Setuju, akan sangat menyesal kalau kesitu nggak foto :D

Balas Hapus
.

Pasti, untuk menjaga kebersihan dan tentu agar terlihat keren terus..

Nah itu, dan bangunan itu kokoh banget ya, Mas sampe sekarang..

Balas Hapus
.

Sangat menyesal kalau lagi disitu nggak foto ya, Teh..hehe

Semoga bisa kesana ya, Teh. Liburan keluarga gitu..
Biasanya sore dan malam juga rame, Teh..

Balas Hapus
.

saya g berani klo muter2 sendirian bang.. takut di gondol tante2 jahat... :D

Balas Hapus
.

Sudah akrah tapi nggak ngeh ya..hehe
Terkadang memang gitu, teringat tapi susah dicuap.. haha

Betul, dan wisata-wisatanya juga mulai terlihat bagus ya, dan makin banyak orang tahu. Semoga kedepannya lagi khusus di tahun ini bisa lebih bagus lagi ya.

Balas Hapus
.

Dari di gondol lah, bisa jadi diary.. haha

Balas Hapus
.

Pintu Air Jagir ini selain sebagai pengontro banjir, kini sudah bermanfaat juga buat wisata ya. Para turis domestik maupun mancanegara betah berfoto2 di sini deh. Ini sudah difungsikan untuk PDAM juga ternyata :)

Balas Hapus
.

Iya, Teh. Jadi nggak cuma sebagai bangunan biasa, selain memang bermanfaat fungsinya. Bisa dijadikan spot foto juga..he

Balas Hapus