September 20, 2017

Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta


Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta - Sebagai seorang blogger selain rajin update tulisan di blog, tentu harus rajin membaca. Iya nggak sih?

Di jaman yang makin canggih ini, seharusnya kita bisa membaca dimana aja,  gak melulu harus baca di buku, tapi bisa juga membaca tulisan di media sosial. Atau tidak di blog, termasuk blog (DiaryMahasiswa.com) ini, misalnya.

Tapi pada kenyataannya, teknologi saat ini membuat kita makin malas untuk membaca buku? Ngerasa nggak sih? Belum lagi pengaruh sinetron yang aneh-aneh. Dan, dari sinetron tersebut banyak anak-anak yang jadi ikut-ikutan.

Mending ngikutin dalam hal yang positifnya, lah ini yang negatifnya juga dicontoh. Anak kecil itu lebih cepat menangkap atau menirukan apa yang sudah dia lihat. Makannya lebih baik dari kecil diajarkan hal-hal yang bermanfaat. Teman-teman setuju?

* * *

Padahal membaca itu asik dan seru. Pasti kalian sebagai blogger juga merasakannya. Terutama dampak dari membaca itu sendiri. Aku percaya beberapa dari kalian pasti membaca dan mencari beberapa informasi terlebih dahulu sebelum menulis. Terutama ketika mengikuti sebuah lomba blog. Hayo, ngaku?

Baca juga : Perpustakaan Terbesar seAsia Tenggara

Well, kali ini aku mau menceritakan perjalananku bersama fijo (fixie ijo) sepedaku. Ya, lagi-lagi aku bercerita tentang gowes di kota Yogyakarta ini.

Sore itu tepat dihari Jum'at aku mengajak Anin dan Maman untuk bersepeda. Seperti biasa Bayu jarang ikut karena nomernya susah sekali di hubungi. Kami bertiga berangkat ke UGM (Universitas Gadjah Mada).

Tak ada kegiatan apapun, kami hanya ingin menghabiskan waktu sore di UGM. Sembari ngabuburit kami melihat beberapa mahasiswa UGM yang sedang melaksanakan kegiatan, ada yang lari sore, berkumpul bersama organisai dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca juga : Menikmati Sore di Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta

Ketika adzan Maghrib, kami bergegas pergi ke masjid kampus UGM. Setelah selesai shalat kami lanjut pulang, sengaja lewat tugu Jogja. Biar sekalian bisa maen dan bersantai terlebih dahulu.

Sesampainya di tugu, aku meminta teman-teman untuk berhenti. Disimpanlah sepeda kami tepat berhadapan dengan Tugu Jogja.


Ketika kami mau duduk, di kawasan tugu banyak orang sedang pegang buku, baca-baca. Satu hal yang terlintas dipikiranku, ini orang pasti sedang pilih-pilih buku, terus beli. Baru lihat sih ada orang yang jualan buku di kawasan tugu. Padahal minggu lalu gowes malam tak ada.


Tak lama Maman mengajakku duduk dan membuka-buka buku. Ketika aku lihat bukunya tak ada yang baru. Mungkin aja jualan buku bekas. Pikirku. Tak lama mataku tertuju sama sebuah banner yang sedang di benerin sama ketiga orang.

Ternyata ini Perpustakaan Jalanan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang khusus buka di hari Jum'at, mulai pukul 16.00 - 22.00.

PERPUSTAKAAN JALANAN DIY
Membaca Menyambung Rasa
Membaca Membebaskan Rasa

Nah, di perpustakaan jalanan ini kalian bisa datang untuk membaca, kemudian diskusi bersama teman-teman pembaca lainnya.

Well, aku jelasin sedikit tentang Perpustakaan Jalanan D.I. Yogyakarta ya. Jadi perpustakaan Jalanan ini didirikan oleh Monica Lanongbuka pada tanggal 12 Mei 2017. (sumber : jogja.tribunnews.com)
Mereka setiap hari Jum'at sudah sering mengadakan acara di tugu Jogja, dan pada hari pra launchingnya juga bersamaan dengan hari anak nasional.
Awal mula dibentuknya komunitas ini berawal dari kecintaan terhadap buku dan ingin mengembalikan budaya membaca buku yang sekarang mulai jarang. Memang konsepnya diluar ruangan untuk membuat suasana yang berbeda.

Gimana, sudah ada gambaran kan, tentang perpustakaan jalanan Jogja ?

Ketika aku sama Maman masih asik membaca, Anin sudah selesai, entah capek atau memang tak mood membaca pada malam itu.


Tak lama ketika aku sedang asik membaca ada beberapa orang yang datang, dan aku sempat mendengar mereka mau diskusi. Dan meraka juga minta salah seorang yang jaga disitu untuk jadi MC. Seperti pada foto dibawah ini.


Jujur, membaca disuasana outdoor memang menyenangkan, karena membaca tak melulu harus di ruangan. Selain di suasananya dekat tugu, banyak juga orang yang datang untuk membaca.


Asiknya lagi, buku yang di  sediakan disini, banyak buku yang memang aku cari. Seperti bukunya Hok Gie, yang berjudul Catatan Seorang Demonstran. Rata-rata bukunya Hok Gie jarang dijual bebas di toko-toko buku. Makannya aku senang waktu datang ke perpustakaan jalanan ini.

Selain buku Hok Gie, aku juga membaca buku yang judulnya Aku dan Buku #3. Sempat aku mencari part sebelumnya, nemulah buku Aku dan Buku #2. Tapi part #1 nya belum nemu. Dari buku itu juga aku dapat motivasi untuk menulis lho.


Beberapa kutipan yang bisa membuatku termotivasi untuk menulis aku sengaja foto, dan seperti inilah beberapa kutipan dari buku Aku dan Buku #3.

"Semakin banyak menulis, semakin banyak pula kita berbagi. Di situlah akan tumbuh kesadaran baru untuk mengisi Indonesia hari ini." - Ahmad Yunus

"Buku adalah senjata buat melawan lupa, melawan kuasa jahat, melawan pembelokan sejarah. Buku juga buat menyembuhkan diri sendiri dari luka, dari trauma, kesedihan, dan kesepian." - Han Gagas

"Setiap orang berkesempatan menjadi penulis, bahkan tukang becak sekalipun. Modalnya hanya satu : keinginan yang kuat." - Harry Van Jogja

"Saya menulis apa yang saya kuasai dan sukai. Saya suka menulis karena saya ingin cerita saya didengar." - Daniel Mahendra

Sebenarnya kutipan punya mas Daniel Mahendra tak beda jauh denganku. Kalau disamakan, hanya beda diujungnya saja. Jadi gini :

"Saya menulis apa yang saya kuasai dan sukai. Saya suka menulis karena saya ingin cerita saya dibaca." - Andi Nugraha

Itulah beberapa kutipan yang menurutku bermanfaat bisa membuatku termotivasi untuk terus menceritakan pengalaman dalam untaian kata. Sebenarnya ada lagi sih, tapi aku rasa itu saja cukup ya.

Gimana, menurut kalian, memotivasi juga ?

Oh, ya, suasana di kawasan tugu semakin malam semakin ramai lho. Terlebih para pembaca yang berdatangan di perpustakaan jalanan Jogja.


Setelah puas dan waktu sudah malam juga, kami bergegas untuk pulang. Dan di dekat perpustakaan jalanan ada seorang yang sedang melukis. Kalau kalian pernah ke Jogja pasti sering melihat para pelukis di kawasan Malioboro.


Sepertinya itu dulu ya, next time aku akan ceritakan tentang serunya bersepda di Jogja lagi. Tunggu aja jadwal postnya. Boleh juga di follow untuk bisa ngikutin tulisan di blogku ini. Setiap yang datang kerumahku, aku usahakan main balik. Dan, Jangan lupa untuk membaca, dan terus berbagi lewat tulisan ya.

Oh, ya, kalau kalian ke Jogja tepat di hari Jum'at, jangan lupa untuk mampir ke Perpustakaan Jalanan D.I Yogyakarta ya.

Sahabatmu,
Andi Nugraha

Artikel Terkait

Founder DiaryMahasiswa.Com Hobinya Jalan-jalan, makan, bersepeda dan membaca | Penulis 5 Judul Buku | Bisa dihubungi : PIN : D097B234 | SMS/WA 085723741831

187 Komentar dari sahabat Andi Nugraha

Perpustakaan jalanan wah asyik nih, kalau baca buku aku lebih suka dalam kamar menyendiri, tapi tidak menutup kemungkinan kadang sengaja bawa buku ke luar rumah utk dibaca
ya menurut riset minat baca mulai menurun, tp dg adanya perpustakaan keliling dan perpustakaan jalanan semoga minat baca terpacu lagi

Wiiih keren banget nih semangat anak-anak muda menciptakan budaya membaca buku, meskipun terbilang baru dibuka, perpustakaan jalanan di Jogja ini pasti akan ramai dan banyak yang baca.

Aku sendiri juga suka baca buku tentang bisnis mas, motivasi membangun bisnis, dan baca tentang tokoh-tokoh pebisnis yang sukses, maklum aku ini orangnya suka berbisnis dan cita-cita jadi pebisnis sukses hehe (eh kok malah curhat)

Kalau di tempat tinggalku belum ada perpustakaan jalanan kayak gini mas, biasanya kalau mau baca ya di perpustakaan daerah hehe

Sama Teh, kadang ada waktu dimana pengen baca sendiri di kamar, kadang aku juga butuh suasana di luar. Malah kalau pergi travelling tak menutup kemungkinan, aku selipkan buku yang belum rampung aku baca. Tujuannya biar bisa aku baca disaat travelling..

Aamiin, semoga minat baca warna Indonesia lebih meningkat lagi..

Betul, Mas, meskipun aku terbilang baru ke perpustakaan jalanan ini. Tapi aku merasa senang, dan ada keinginan untuk bisa datang lagi kesana..

Keren, tuh. Tak apa lah curhat, kan biasanya juga begitu. Tak curhat di blog sendiri kan bisa di komentar blog orang..haha

Bisa di bangung di daerhnya, Mas, atau gak ramein aja perpustakaan daerahnya.

Klo nggak ngerti mungkin dikira di jual ya itu Ndi..soalnya format bukunya lesehan gitu..


Lama bnget aku nggak baca buku. Sukanya novel fiksi aku.
Cuma blkngn knp bacanya buku dongeng yaa..?
*ah, emak2

Semoga dengan ada kegiatan ini jadi nambah minat baca di kawula muda ya, ah jadi kangen Jogja^^

Aamiin,, Ayo ke Jogja lagi, Teh, sama kelaurga pasti lebih seru. Nunggu dedek bayinya besar aja, biar bisa sekalian diajak..

Nah, itu. Untungnya aja ada banner yang bisa kasih informasi kalau itu adalah Perpustakaan Jalanan.

Tapi tetap rajin baca blog kan, Teh..hehe
Sama aku juga sukanya buku itu non fiksi..

Gak apa-apa malah, Teh, kan bisa di ceritakan juga sama anak kalau pas mau tidur...he

Kalau didaerah saya jarang" banget ada perpus keliling, jangankan yang keliling yg ada juga pada males. Kalau saya suka baca", apalagi majalah.

pagi mas andi, hoo ditugu dan setiap jumat ya ada perpustakaan jalanan:).
ya mas, sekarang ini membaca tidak hanya buku, tapi socmed yang berliterasi bacaan. tapi kebanyakan anak-anak era sekarang. lebih senang baca gadget mas, daripada buku. itu kurang sehat mas :)

Jadi sejak Mei 2017 ya ndiii...
Pas ke Jogja aku bulan Feb 2017. Ih asyik perpus gini, Smoga Makin banyak jg penggiat yg tertular. Klo emak2 kayak aku, baca buku tuh hal mewah. Btw, sepedanya asyik bgt ituuuu 😁 thanks for sharing ndiii

hwaa, ini keren deh. Bisa baca gratis terus sambil diskusi. Jadi pengin ke Jogja hehehe

Hai andy salam kenal.. wah keren sekali tulisannya ya.. gowes gowes lumayan melelahkan tp menyehatkan yaaa andy.. btw rmang benar menulis memberikan ilmu kepada pembacanya dan jadi rezeki juga untuk kita. Semangat menulis andy...

aku juga suka baca buku, tapi lebih sukanya baca buku novel .. dan skarang emg udh jaman modern sih, jadi baca buku bisa dimana aja pake hape, tapi kadang kalo kelamaan baca buku di hape bikin mata jadi sakit, jadi agak males:D

Masya Allah kerennya. Dengan begitu orang akan makin sering melihat buku, bisa saja ada yang penasaran lalu ikut membaca. Mantap.

Ayo membaca, yogya emang keren warbiyasa :)

Bener, makin canggih malah makin malas, hehe

haha. iya betul. aku malah jarang baca buku, soalnya lebih banyak baca di media onlie bahkan sosmed. kebanykn sih baca berita olahraga.


Saya kayaknya pernah komentar di sini, tapi ko ilang yah?

Gowes-gowes di D.I Yogyakarta
Ketemu perpustakaan jalanan asik juga
Sebab saya suka membaca
Selain menulis kata-kata

Andai aku disana
Pasti ambil sepeda
Dan langsung menghampirinya
Penuh rasa suka cita..

Wah seru nih. Perpustakaan jalanan di malam hari. Si semoga niat baik komunitas ini bisa tercapai dan kegiatan kek gini bisa terus berlanjut.

Rame dan antusias juga ya klo diliat dari foto. Kreatif memang wong jogja Iki. Hehe

Ini keren banget lho, setelah ada perpustakaan angkot yang jadi viral. Kali ini ada juga perpustakaan jalanan.
Tapi mungkin kendalanya cuaca, kalau cerah enak. Kalau masuk musim penghujan yang repot.

Lumayan banyak juga ya kang yang dateng. Disana buku-buku serius semua kah? Atau gimana?

Kalau aku pribadi, kurang begitu sreg kalau baca buku ditempat ramai kek gitu kang. Soalnya jadi gak fokus, hehehe

ditengah serbuan konten youtube, sangat bagus nie kegiatannya. sangat positif. tapi buka ampe jam 22, berarti minat baca masih banyak yah

Wih, kayaknya seru nih perpustakaan jalanan. Ada suasana yang beda pasti dari perpustakaan indoor. Kayaknya perpustakaan ini lebih 'rame'. Bukan hanya sekadar membaca tapi juga diskusi. Kalau seperti ini kuyakin motivasi membaca para kawula muda juga bisa makin naik, kan kalau di indoor gitu sepi, senyap, bosenin juga, hehe.

Weh asyik juga ya duduk nongrong gitu apalagi mahasiswa seruu

kok asik sih, andiii. itu di spot sebelah mana sih? padahal sering ke jogja tp kok aku nggak ngeh spotnya.

Masih miris liat minat baca kita yang masih rendah banget:(

Pas lewat situ dulu pas masih ditata mas, kayaknya persiapan
nanti klo udah ada motor kayaknya asyik lama2 di situ
eh mas tapi kapan hari aku pernah liat di deket Kridosono, apa sama ya, apa dari perpus kota deket situ
sore juga sih
asyik sih klo tiap kota ada kayak gini
biar minat baca tambah tinggi

Mba nana jadi penasaran sama perpustakaan pinggiran di yogya kayak gitu huaaaa kira-kira ada buku apa aja ya? Pasti banyak yang bikin ngiler mata (pingin buat dibaca) huahaha.

Btw kutipan-kutipan quotenya bagus semuaaa. Izin copas ya, tenang, nama penciptanya juga ikut ke kopas kok huehehehe

willynana.blogspot.com

Baca aja bermanfaat, apalagi kalo ada diskusi bareng orang baru pasti nambahin ilmu dan buka wawasan. Acara kek gini memang harus disiarkan mas hehehe

Salam sedulur mahasiswa jogja,dab
Aku juga mahasiswa di jogja, dan ini baru tau ada perpustakaan di jogja yng modelnya terbuka gitu, boleh lah nanti kapan kapan aku maen kesana hehe

Andi, cerita soal Jogja emang nggak ada matinya ya..sampai perpustakaan jalanan pun juga ada lho, mana malam malam lagi. Kalau siang mungkin terlalu rame dan panas ya...tapi ekren bangett..bagusan lagi ada cafe yang buka di situ jadi bisa banget tuh pada baca lesehan terus ada mejanya begitu dan bisa beli kopi dan gorengan sebagai cemilannya. Tapi awas, bukunya jangan sampai kena minyak ya..

Khan, ada peluang bisnis itu..atau yang punya perpustakaan aja sendiri yang juga bikin cafe dadakan sambil gelar tikar dan pasang meja kecil2..hehehehe

ah, kapan kapan ajak suami buat menjelajah Jogja malam hari. Seru bangettt

Yess betul banget, sbg seorang blogger yang suka menulis emang seharusnya diimbangi dgn membaca. Dulu aku pernah lihat ada perpustakaan jalanan di Sidoarjo jawa timur. Eh skg ada jg di jogja. Kerenlah. Emang perlu dilestarikan yg kayak gini biar banyak yg baca

Jum'at malam Sabtu, nongkrong di Tugu Jogja, tidak hanya asyik, tapi juga mencerdaskan ya, Mas Andi :)

sha akhir-akhir ini malas nulis blog karena lagi seneng baca buku, baca e-book sih lebih tepatnya. Dulu ga nyaman baca e-book. setelah di biasain teryata asyik banget. lebih sayang lingkungan karena kertas kan dari pohon. hihihi ini sha so' banget ga sih wkwkwk

Semoga kedepannya ada ya, Mas. Mau gimanapun membaca memang penting..

Kupikir ini tadi bagian dari Komunitas Pecandu Buku, ternyata beda ya. KPB juga ada program perpustakaan jalanannya. :)
Bdw first time kesini, blognya asyik sekali. follow back blog boleh? hheee

kereeen, kalau di jambi ada namanya Lapak Baca Jambi. Buka perpustakaan di keramaian atau pinggir jalan begini. Ah suasanan jogja di malam hari ngangenin deh.

Membaca memang harus digalakkan ya mas. Kami di Bengkulu juga banyak komunitas perpustakaan keliling. kalo di kota Bengkulu sendiri namanya Rafflesia Membaca, konsepnya hampir mirip dengan perpustakaan jalanan di jogja ini. Semangat Membaca! :)

Kalau saya tinggal di Yogyakarta pasti pengen juga kunjungi perpustakaan jalanan itu, secara saya suka baca buku, apalagi baca bukunya rame-rame di luar ruangan, setelah itu ada bagian berdiskusinya pula. Keren, euy.

Memang di era online ini, kesadaran membudayakan membaca itu penting banget karena biar bagaimanapun segala bentuk atau jenis bacaan yang beredar di media sosial itu gak bakal mengganti posisi sebuah buku sebagai jendelanya dunia, jendelanya segala ilmu.

Ok. Semangat membaca *notetoself

Keren ih, ada acara diskusinya jg...

Fokus ke mas-mas baju hitam yang lagi baca terus bukunya dilipet gitu. gemessshh. pengen tak keplak. haha. Penyiksaan terhadap buku. :(

Setahun lalu pernah bikin kayak gini di taman kota daerah saya, tapi cuma sekali doang karena gak punya temen dan buku-buku saya juga gak banyak. Pengen banget bikin lagi dan konsisten dan tentuin waktunya kayak gitu, apalagi ada diskusinya. lebih keren lagi. :D

Kalo ke Jogja pasti saya singgah di jumat malam. :)

coba aja di tasik ada, bisa2 sering aku kunjungin nih ehehe

Bagus ni idenya bisa mencerdaskan bangsa,
tapi buka nya cuma tiap hari jumat aja ya coba tiap hari pasti bakal rame banget yang nongkrong.
eh tapi itu berisik banget ga sih kalo di pinggrir jalan gitu, soalnya aku paling ga bisa fokus baca kalo rame rame mmuehe

duh aku ko jadi kepengen ke Jogja gitu yaaa O.o

Wahhh.. Jd pgn ke jogja. Selalu saja ada yg di kangenin di jogja

Setiap blogger yang menulis pasti juga senang membaca. Begitu juga dengan saya. Saya pun menikmati waktu membaca tulisan-tulisan yang ada di blog yang saya kunjungi, terlebih lagi blog yang baru pertama kali saya kunjungi. Saya bisa mendapatkan informasi baru, cerita, motivasi, dan juga teman baru :)

Keren banget tuh idenya untuk membuat perpustakaan jalanan. Semoga bisa diterapkan di seluruh Indonesia hehe :D

Jogja ibarat rumah kedua, selalu bikin kangen, apalagi selalu ada yang baru di sana. So Inspiratif aktivitasnya.

Kalau nggak salah kira, blog ini ganti url dan template ya, Mas Andi? Semoga lebih rame dengan hal-hal baru ini. :)

Konsepnya bagus juga ya. Di jalanan ada perpustakaan. Di Jakarta paling nggak harus di taman kota yang punya tempat luas biar lebih nyaman. Di jalanan soalnya ngebul asap knalpot. :')

Semoga aja perpustakaan ini abadi ya. Artinya ada terus gitu, biar orang2 akan selalu aktif baca terutama anak muda di jogja

setuju sangat mas andi.. dari kecil anak anak harus di ajarkan hal hal baik dan bermanfaat...

waktu awal baca judul aku kira perpusnya ada di dalam mobil.. kayak di kartun upin ipin :D
eh rupanya emperan (bener gak sih bahasanya? ) di jalan...
ngebaca di luar ruangan pasti berbeda rasa sama ngebaca di dalam ruangan... apalagi ngebaca bersama orang banyak... di tambah lagi ada diskusinya... tentunya bakal lebih menyenangkan

Wih asik banget ada perpustakaan jalanan, tapi saya khawatir itu gimana kalo cuacanya tiba-tiba hujan ya?

Setuju sama mas andi, anak-anak sekarang cenderung lebih cepat belajar dari visual video dibanding membaca. Tapi gak 100% salah mereka, mau gamau kita harus mengakui ada andil generasi kita yang kurang mengenalkan buku kepada generasi sekarang.

Buku adalah senjata, yap bener sekali apalagi ditambah dengan menulis. Sekuat kuatnya otak mengingat pasti akan lupa juga hehe. Tapi kalo saya baca buku di suasana ramai suka risih lebih ennak baca di tempat yang sepi wehehe.

Intinya Jogja istimewa :D

Fix nambah satu alasan lagi buat ke Yogya! Yogya oh Yogya, kenapa sih kota yang satu ini istimewa banget. Anak-anak mudanya juga keren banget, ya bikin perpus di pinggir jalan, banyak yang mampir buat baca lagi keliatannya. Mudah-mudahan bisa meningkatkan budaya baca lagi deh di tengah-tengah maraknya budaya socmed jaman now
*dih tyar ngomong budaya baca padahal sendirinya udah jarang banget baca buku

Eh btw itu bukanya malem-malem ga gelap ya bacanya? Ada lampu apa fotonya aja yang agak gelap? Bukunya buku-buku apa aja?
Tapi apapun, salut deh sama anak-anak muda ini. Semoga tetap eksis di jalanan kota Yogyakarta dan semoga suatu hari saya bisa ke kota ini. Aaaaamiiinnnn

Mungkin suatu saat nanti juga ada mas, soalnya anak muda di daerahku juga kreatif kok, tinggal nunggu waktu aja kali ya

pengen banget sekali2 ke jogja, keknya cerita tentang jogja ga ada abis2nya. padahal tinggal naik kereta kesana, hmm... mungkin belum saatnya

Inspiring banget nih kak perpustakaannya. Menumbuhkan semangat baca bagi masyarakat dengan hadir ditengah2 mereka..

setuju banget mas, sebagai blogger itu memang wajib untuk rajin membaca. Manfaatnya nanti dirasakan juga tanpa disadari

Perpustakaannya buka pukul 16.00-22.00 WIB ya. Seneng deh liat fotonya, betapa masyarakat haus ilmu pengetahuan dan wawasan biar makin up to date pandangan dan jalan pikirannya. Salut nih :)

Perpustakaannya buka pukul 16.00-22.00 WIB ya. Seneng deh liat fotonya, betapa masyarakat haus ilmu pengetahuan dan wawasan biar makin up to date pandangan dan jalan pikirannya. Salut nih :)

perpustakaan jalanan emang asyik, kita bisa ketemu banyak orang yang punya hobi sama, tapi gue termasuk orang yang susah konsentrasi, apalagi di tempat keramaian.

Gue belum pernah pergi ke perpustakaan jalanan, mungkin nanti ggue sempetin ke sana, buat nongkrong. hehe

wahhhh saya waktu itu cuma lewat aja, liat ini sih pas di tugu itu, ternyata ada mas andi disana ehehe

keren banget [perpustakaan keliling jojgja yang buka tiap jumat malam dari jam 16 sampe jam 22. bener banget , gue setuju dengan yang lo bilang bahwa blogger juga butuh baja, terutama kalua mau ikutan lomba. tapi terlepas dari itu, membaca itu penting banget. selain membuka wawasan, membaca juga bisa jadi budaya yang pisitif daripada seperti yang lo bilang itu nonton snetron kaerrena terkena imbas teknologi. moga aja perpus keliling ini makin banyak . enggak cuma ada di jogja ajah. hal sederhana ini bakal memberi dampak positif yang besar menurut gue.

Kebetulan saya termasuk pembenci sinetron, hahaha, di rumah TV cuma buat nyetel Upin Ipin dan kartun di RTV dan acara pendidikan macam laptop si Unyil di Trans 7.

Semua tergantung orang tuanya juga sih, kalo nonton sinetron, mbo ya anaknya yang masih kecil jangan diajak nonton juga dong ya, kan ngikutin adegan-adegan yang bukan porsinya... Jadi yang salah bukan si anak, tapi ortunya.

Tau aja mas Andri, saya kalo lomba blog pasti cari referensi sana sini di internet.

Konsepnya MISBAR, gerimis bubar ya. Komunitas yang sangat peduli ya mas, karena kondisi masyarakat kita yang sangat memprihatinkan malas membaca, padahal teknologi semakin maju, kan bisa kali baca dari internet, kalo gak mau baca dari buku.

Harga bukunya berapaan?? Gak disebutkan ya...

Nice story mas, lanjutkan gowesnya.

Oh iya, orang melukis di pinggir jalan itu mirip di daerah Melawai, Blok M, Jakarta SElatan loh, dulu sih masih banyak, tapi gak tau deh kalo sekarang, soalnya udah jarang ke Blok M...

Seru juga kalo dikotaku ada ginian. Pasti tiap saat kesitu,membaca sekaligus nambah kawan. Dapat komunitas baru, dan wawasan jadi luas~

Sebagai blogger, tentulah kita harus banyak2 membaca untuk menambah wawasan dan perbendaharaan kata. Selain membaca tulisan2 di internet, membaca buku juga harus dilakukan. Kalau kita ingin membaca buku tetapi tidak memiliki buku yg ingin kita baca, kita bisa berkunjung ke perpustakaan seperti yang dilakukan oleh mas Andi Nugraha. Hehe

Membaca memang membuka sumber ilmu. Baru tau saya di jogja ada perpus seperti itu :D Harusnya study tour ke tempat kaya gini nih

Lah, ganti domain?

Baru tahu ada perpustakaan di jalanan yang malem. Kalau di Jakarta pagi-sore, sih. Lokasinya di taman gitu. Cuma gue masih males mampir. Hahaha. Buku-buku di rumah aja belum semuanya dibaca.

Kutipannya begitu, ya. Gue nulis karena nggak ada yang mau dengerin cerita, sih. Sulit rasanya menemukan tempat berbagi. Jadi, gue berbagi cerita lewat tulisan aja. Walaupun yang baca gue sendiri. :)

mantep banget perpustakaannya, narik orang yang jalan utk berhenti sejenak trus membaca,,

ya salah satunya baca di blog saya juga dong mas. hehehe
jalan - jalan, baca - baca ya kalo saya selalu menjadi hal yang terpisah

Asyik tuh. :D Di sini nggak ada perpustakaan sih. Jauh di kota. Apa bikin begituan juga, ya? :D

Wah maap baru mampir ni, baru ada kuota heheh
Itu sepedamu namanya keren juga oy hahhaha

Klo aku jujur baca dinoutdoor agak susah konsen ndi, lebih suka baca sambil tiduran
Btw bukunya lebih ke buku buku beratkah? Majalah bobo ada ga, aaah dari kemaren aku nanya majalah bobo bekas mulu ya #obsesi tinggi, pingin nyari di taman pintar

bagus banget ini konsepnya.. soalnya kadang perpustakaan keliling pakai mobil gitu kurang efektif rasanya T.T

jogja emang surganya.. ilmu, budaya, seni semuanya jadi satu... terakhir aku ke perpus ya pas masih kuliah haha...

Salut banget dengan pengelola perpustakaan jalanan yang keukeuh membangun budaya literasi. semoga makin banyak yang membaca sehingga pengelola semakin bersemangat

Mantep kalau gitu, iya betul tuh. Tunggu waktu yang pas aja ya. Semoga terwujud ya, Mas.. aamiin..

Malam mas Fajar.. Untuk anak kecil sendiri khususnya, memang peran orangtua begitu berpengaruh. Baiknya memang di didik sedari kecil agar lebih bisa memanfaatkan waktu yang ada..

Tak ada salahnya juga sih maenan gadget, tapi itu semua ada waktunya..

Iya, Teh, aku baca di tribun sih gitu.. :)
Oh, Februari, awal tahun belum ada ya. Nanti kalau ke Jogja lagi jangan lupa mampir ke perpustakaan jalanan ini. Tapi perlu di inget, hari Jum'at aja adanya, Teh..

Betul, Teh, buku memang hal yang mewah nan istimewa.
Sama-sama, Teh..

Kalau ke Jogja jangan lupa mampir ke Perpustakaan Jalanan, Teh..
Dapat ilmu dengan membaca memang banyak yang gratis, salah satunya berlibur sembari membaca kalau ke Jogja :)

Hai juga, Teh. Salam kenal juga..
Alhamdulilah selain sehat juga memang hobi..he

Semangat menulis juga, Teh Vika :)

Wah keren, Mas. Semoga istiqomah ya..
Oh, gitu, aku paribadi lebih ke non fiksi, belum suka ke novel :)

Betul, bahkan banyak buku yang sudah dijadikan ebook. Efektifnya memang baca buku langsung :)

Betul, semoga dengan adanya Perpustaan Jalanan bisa nambah minat pembaca. Terlebih mereka yang sedang berlibur bisa sembari baca dan diskusi..

Selain keren Jogja itu Istimewa..
Iya membaca, apapun itu..

Seharusnya gak gitu ya, Mas. Semoga dengan adanya Perpustakaan Jalanan bisa lebih rajin dan banyak para pembaca bukunya...

Gak apa-apa sih, yang penting baca. Apapun itu :)
Dengan aca berita olahraga misalnya, kan bisa nambah pengetahuan, muncul ide, tulis di blog :)

Ada ko di atas, memang setiap yang komen gak langsung ke publish. Dan, diatas udah ada tuh..

Asik, kalau teh Anisa yang komen pasti langsung jadi pantun aja nih..
Semoga bisa baca di Perpustakaan Jalanan ya, Teh..

Iya, Mas, seru dan menyenangkan tentunya :)
Nah, iku mas.. Ayo kapan ke Jogja?

Betul, Mas, kalau musim hujan repot pastinya. Apalagi saat ini udah dua hari hujan di Jogja. Meskipun hujan, semoga makin banyak tingkat pembaca buku.

Biasanya kalau hujan enaknya baca buku lho, Mas..hehe

Iya lumayan, dan semakin malam semakin banyak yang datang lho..
Gak juga kok, tapi beberapa buku yang aku cari waktu itu ada..hehe

Setiap orang memang berbeda-beda tempat untuk membaca khususnya. Aku pribadi gak melulu suka baca outdoor sih, tapi baik di kamar ataupun outdoor aku sama-sama suka juga..

Iya alhamdulilah, Mas..
Waktu ke sana, semakin malam semakin ramai..

Kalau ke Jogja, jangan lupa mampir mas..

Iya, perpustakaan ini bisa jadi salah satu tempat untuk belajar juga. Kan, jarang juga perpustakaan di luar, kalau di dalam ruangan itu sudah biasa :)

Semoga dengan adanya ini makin banyak para pembaca baru ataupun lama..

Betul banget tuh, tapi gak semua mahasiswa sih kalau aku rasa lihat. Soalnya waktu itu banyak ibu-ibu juga..hehe

Iya, asik, Teh.. itu dekat banget sama Tugu Jogja lho. Kalau ke Tugu Jogja jangan lupa mampir. Tapi jangan lupa ini adanya setiap hari Jum'at malam..

Ya gitu, semoga makin banyak yang baca. Karena dengan membaca kita bisa tahu informasi baru..

Oh, gitu. Betul, Mas.. kalau ada motor di Jogja enak, bisa sekalian kemana-mana. Boleh kapan-kapan maen bareng..he

Betul, semoga dengan adanya perpustakaan gini bisa menambah minat baca bagi siapapun.. Kalau yang dekat Kridosono aku kurang tahu jelasnya, Mas. Kapan-kapan kalau kesitu aku cari tahu deh..

Kalau ke Jogja jangan lupa maen ke Perpustakaan. Biar bisa tahu ada buku apa aja dan bisa baca buku sekalian diskusi..

Silahkan, Teh, semoga bermanfaat :)

Betul tuh, makin seru dan dapet ilmu kalau gitu..
Setuju harus dilestarikan, agar makin banyak orang yang memanfaatkan dan bisa rajin baca..

Weh, salam sedulur.. Kapan-kapan bisa maen bareng nih :)
Sip, tapi kalau musim hujan sepertinya agak susah sih..

Betul, Teh.. Kalau siang pasti panas dan sepertinya kurang nyaman untuk baca kalau cuaca panas. Kalau siang cocoknya baca di perpustakaan dalam gedung. Misalnya aja di Grhatama Pustaka Jogja..

Kalau di Perpustakaan Jalanan ada cafe sepertinya mungkin gak ya. Karena itu dekat tugu Jogja. Tapi sepertinya ada ko, Teh, sebuah cafe yang menyediakan buku gitu..

Betul, Teh, perlu di setting biar gak tercampur antara buku dan cemilan berupa gorengan :D

Ide bagus tu, Teh, biar bisa jalan-jalan menikmati suasana Jogja. Apalagi bisa sama suami, beuh, udah lan cukup asik dan menyenangkan tentunya itu, Teh..

Oh, gitu, sepertinya dilestarikan gitu, Teh. Biar minat baca setiap kota bisa meningkat ya..

Betul, Pak. Semoga makin banyak yang datang :)

Aamiin.. Semoga abadi dan terus ada ya, Teh..

Keren atuh, Teh.. rajin baca tentu nambah wawasan..
Betul, Teh, dan baca ebook itu bisa dimanapun dan kapanpun, cukup pake gadget aja juga udah cukup..

Gak lah, Teh, justru aku dapet pengetahuan baru dari Teh Sha :)

Bukan, Teh.. Udah aku follback ya, blognya..
Semoga terus bisa terjalin silaturahmi lewat tulisan :)

Oh, gitu. Keren ya, di Jambi ada lapak baca gitu. Betul ngangenin dan selalu bikin asik suasananya, Teh. Kalau ke Jogja jangan lupa mampir ke Perpustakaan Jalanan, biar bisa tahu..he

Oh, gitu. Gak asing dengan nama Rafflesia, beberapa temanku di Jogja banyak dari Bengkulu juga. Dan Rafflesia itu nama alun-alun di tempatku lho, Teh. Ciamis. Alun-alun Raflesia Ciamis..

Semangat, semoga lebih rajin dan produktif tentunya :)

Mantep! Kalau ke Jogja maen jangan lupa mampir ke Perpustakaan Jalanan, biar tahu juga. Karen euy :D

Betul, Teh, semoga apapun bacaannya, semoga tetap rajin baca setiap harinya.. Semangat membaca..

Jangan lupa mampir kalau ke Tugu Jogja ya, Teh :)

Itu namanya Maman, kalau ketemu keplak aja..haha
Udah aku sampaikan, biar dia paham juga..

Oh, gitu. Bisa juga sih bikin lagi, Teh, dengan evaluasi dari yang dulu. Dan jangan lupa ajak teman yang biar bisa bisa bantu juga..he

Mantep, jangan lupa ambil positifnya, misalnya konsep dari perpustakaan jalanan itu :)

Jangan lupa mampir pokoknya kalau ke Jogja..he

Bikin aja, Teh di Tasik. Biar bisa meramaian dan meningkatkan baca pemudah Tasik..

Aamiin.. Semoga makin banyak masyarakat yang tergerak untuk lebih rajin baca. Mungkin aja lihat waktu, Mas, kan belum lama juga ada. Nanti kalau perkembangannya bagus bisa ditambah harinya.

Tapi, wajar sih karena ini termasuk tempat liburan ya, tahu sendiri lah di Tugu Jogja, setiap harinya tak pernah sepi..

Iya, sih berisik, tapi nyatanya banyak orang yang datang untuk baca. Tinggal otw aja, Mas.. Aku tunggu..

Betul, Jogja memang bikin kangen dan istimewa :)

Betul, Mas.
Aamiin, semoga bisa menambah dan semangat pembaca para kaum muda, terlebih bisa mencerdaskan bangsa :)

Jogja itu selain istimewat selalu bikin kangen. Betul, kalau yang udah pernah tinggal di Jogja dan pulang, dan lihat perkemangan Jogja pasti selalu ada aja yang baru..

Kalau url iya, udah lumayan lama sih. Tapi usia ini domain udah satu tahun lebih, hampir dua tahun.. Kalau templte sih gak ganti, tapi ganti warna..he

Ini kalau sore sampe malem gak ngebul sih, dan ini juga jalanan dekat Tugu Jogja bukan tanah gitu, jadi aman lah..hehe

Di Jakarta banyak perpus yang besar juga kan, Rob?

Terutama dengan mas Azhie yang sudah punya istri, semoga bisa mendidiknya dengan baik kalau udah punya anak ya, Mas? Atau udah punya..hehe

Ketahuan nih penggemar Upin dan Ipin :D
Iya emperan..hehe
Betul, Mas, kalau ke Jogja coba mampir aja ya :)

Nah, itu. Apalagi Jogja saat ini udah mulai hujan. Kemungkinan sih gak buka itu perpus kalau hujan..

Betul, memang bagus juga dikenalkan dengan visul video, tapi harus ada batasannya, namanya anak. Kembali lagi sama orangtua, peren mereka memang penting banget. Pasti, apalagi ingatan yang terus bertambah.

Kapan terakhir ke Jogja nih, Mas?

Namanya juga kota Istimewa pasti selalu ada aja yang membuat istimewa :D
Aamiin, gak apa-apa, Mas, siapa tahu bisa jadi nambah tingkat bacanya setelah mas Tyar baca diaryku yang satu ini..hehe

Tapi selama aku baca disana kelihatan kok, penasarann coba kalau ke Jogja mampir aja ya, Mas..hehe
Gak gelap banget kok, dan buku-bukunya banyak sih, aku waktu itu gak lama, jadi gak begitu tahu tentang buku apa aja. Yang jelas waktu itu aku baca buku-bukunya Hok Gie gitu..

Aamiin, semoga ya, Mas.

Betul, selalu bikin kangen setiap sudutnya kota ini..
Semoga disegerakan, dengan waktu dan jam yang tepat, bisa ke Jogja..

Iya, semoga makin bertambah minat baca pemuda..
Jangan lupa mampir kalau lagi ke Jogja..

Betul, semoga dengan adanya Perpustakaan Jalanan bisa menambah minat baca dan bisa mencerdaskan bangsa juga..aamiin..

Iya, jadi jam segitu cukup nyaman karena gak panas. Sedari sore hingga malam, cukukp lah :)

Semoga perpustakaan ini juga terus eksis di kota Jogja ini..

Iya, jadi jam segitu cukup nyaman karena gak panas. Sedari sore hingga malam, cukukp lah :)

Semoga perpustakaan ini juga terus eksis di kota Jogja ini..

Betul, meskipun tidak bisa konsentrasi setidaknya dengan datang dan bergabung di Perpustakaan Jalanan bisa menyimak disaat diskus ya, Mas..

Selaiin nongkrong sekalian baca-baca ringan, boleh lan mas..he

Iya po?
Kenapa gak mampir malam itu?

Iya, Mas, semoga di setiap kota ada perpustakaan jalanan. Suka keceletot ya, Mas, perpustakaan jalanan, jadi perpustakaan keliling..haha

Kapan terakhir ke Jogja, Mas?

Haha.. Kalau aku sendiri suka sama sinteron, tapi kadang milih-milih sih, dan itu cuma nambah penat aja kalau lagi pengen..hehe
Dan, aku suka juga lihat laptop si unyil dan lebih ke kartun juga sih..hehe

Nah, itu, kalau bisa nonton tv bareng dengan tontonan yang bermanfaat. Makannya peran orangtua itu sangat penting ya, Mas..

Jangan keceletot, antara Andi dan Andri..hehe
Iya, memang baiknya gitu, biar nambah informasi sebelum di publish itu lomba :)

Iya betul tuh, Mas, apalagi saat ini cuaca Jogja udah mulai hujan..
Betul, tapi semoga makin banyak anak muda yang rajin membaca, apapun itu..

Kan ini perpustakaan jalanan, Mas, jadi memang bukunya sebagaimana perpustakaan lainnya pada umumnya. Gak dijual, dan cukup baca aja, Mas.. Dan lebihnya bisa diskusi langsung di Perpustakaan Jalanan ini..

Siap, gowes harus terus, karena sembari olahraga..

Oh, gitu, memang aku rasa hampir setiap kota semacam Jakarta ada juga deh yang ngelukis gitu ya, Mas. Coba ke Blok M lagi, dan cek coba, Mas..hehe

Betul, Mas, semoga bisa ada di kota, Mas Rahul juga ya..

Setuju, Mas, tak melulu seorang blogger aja sih, membaca itu memang penting.. Semoga makin banyak orang yang suka baca buku.. aamiin..

Betul, dan memang setiap tahun selalu banyak sekolah atau kampus yang stady tour ke Jogja. Kapan terakhir ke Jogja, Mas?

Udah lama kok, makannya maen lagi sini.. haha
Kalau usia domain ini sih udah satu tahun lebih, bahkan sampe 2 tahun..

Oh, gitu, asik ya, pagi dan sore di taman. Sekalian bermain sekalian bisa baca buku..

Kalau aku ke Jakarta lagi bisa maen lah ke perpus yang ada di taman itu. Namanya apa, Mas?

Betul, Mas. Semoga makin banyak orang yang mau membaca. Kapan terakhir ke Jogja, Mas?

Iya, betul. Jadi nambah pengetahuan apa yang di alami Mangs Abdul juga..he
Kapan terakhir ke Jogja, Mas?

Pake banget, membaca kan gak melulu harus di perpustakaan.
Bisa baca buku di kamar juga..hehe

Santai aja, Teh..hehe
Lah, iya, sepedaku selalu punya nama. :D

Iya sih, tapi seru juga kalau baca di outdoor lho, Teh..

Banyak juga ko, Teh, tapi rata-rata sepertinya buku berat deh, Teh..hehe
Haha.. Majalah bobo sepertinya gak ada deh, Teh..

Di taman pintar sepertinya ada, Teh, coba kalau ke Jogja mampir ke toko pintar..

Betul, Mas, kalau di mobil masih terbatas, dan kalau outdoor lebih efektif ya. Dan ini namanya Perpustakaan Jalanan, Mas, bukan perpustakaan keliling..hehe

Semoga bisa ke Jogja lagi ya, Koh..
Sekalian jalan-jalan dan eksplor kota Jogja..

Iya, aku juga salut sama mereka. Keren!
Aamiin.. semoga makin banyak pembacanya..

Makanya saat dulu saya di JOgja belum ada perpustakaan ini. 2012 lalu sudah pindah planet saya. Kunjungi perpustkaan pribadiku di rumah monggo kang, di Jambi hehe

ASik banget mas, membaca di suasana outdor. Bisa nih diagendakan hari jumat ke tugu.

Patut dicontoh ni utk daerah lain termasuk di aerah saya Bekasi dari pada pada nongkrong nongkrong gak jelas mending baca buku tambah tahu tambah ilmu

Keren, keren, keren.. pengen juga suatu hari ngumpulin anak-anak dari TK sampai remaja di suatu tempat, kemudian membaca bersama. Mungkin kendalanya belum punya buku yang akan dibaca oleh mereka, hehe..

Kalau saya : Aku menulis karena :
1. Tidak semua hal bisa aku bicarakan, kadang lebih pas jika dituliskan.
2. Aku bisa mengatakan apa yang ingin aku katakan tanpa sakit hati karena tidak didengar.
3. Berbagi pengalaman kepada semua orang siapa tahu bermanfaat.
4. Membuat sejarah.

Cieehhh... keren nggak sih?? *Enggak!!!

Hehe,, Jauh euy, harus ke Jambi dulu.. :D
Tapi bagus sih gitu, aku aja punya cita-cita pengen punya perpustakaan di rumah :)

Wah udah lama ya di Jogja dulu. BTW udah ke planet mana aja ya, Teh?

Mantep, tapi harus di persiapkan juga jas hujannya, takut hujan..hehe

Asli Jogja kah, Mas?

Iya, Mas, kalau setiap kota ada kan bagus ya..he
Oh, ya, btw Bekasinya mana ya, Mas?

di daerah saya belum ada nih yang kayak gini

perpus ya?
pasti ramai dengan anak sekolah karena rata-rata dikunjungi anak sekolah untuk mendapatkan bahan pelajaran.

Perpustakaan Daerah di daerah saya, juga tersedia koran harian sebagai sarana belajar
Bahkan bisa bersantai sambil belajar di depan ruang belajar (pondok)

UDAH PERNAH KE JOGJA DONG! PENGEN KESANA LAGI. HAHAHA

Seperti menemukan teman ketika membaca kutipan dari Daniel Mahendra juga mas Andi. Hehe. Iya, menulis di blog bagi saya karena saya ingin bercerita, dan dibaca orang lain :)
Btw seru banget, ya, Perpustakaan Jalanan di Yogyakarta ini. Bikin orang-orang terutama kaum muda (yang suka jalan-jalan di situ) jadi lebih interest membaca dan kemudian mendiskusikannya bareng orang lain.

sepertinya saya belum sempat berkunjung ke sana mas.bum ada yg ngajak jalan nih. :)

udah blog walking dan banyak yang bahas tentang jogja, ya ampuun jogja selalu memanjakan dengan banyaknya tempat keren yang siap dikunjungi :D

Wahhhhh keren banget

di padang atau di Depok kayaknya belum ada perpustakaan jalanan. Loakan sih banyak, tapi enggak bisa baca-baca banget juga. Palingan baca sedikit terus beli, gituu

Perpustakaan di mobil sih pernah liat tapi juga langkaaa

coba aja depok kaya gini bakal manteppp eemmmm nasib... :(

Setuju, sebernarnya kalau gitu ajak aja partner, Teh, nanti kan bisa saling ngumpulin buku buat bahan bacaannya..

Setuju dengan ke-4 point diatas, Teh, memang gitu sih. Menulis membuat kita tak akan pernah mati. Sekalipun si penulisnya udah tiada di dunia ini. Semoga terus istiqomah dalam berbagi pengalaman dalam untaian kata ini..

Semoga kedepannya bisa ada, karena kalau ada akan mempermudah siapa saja untuk baca :)

Sorry, salah nyebut jadi Andri, soalnya ada juga blogger namanya Andri, hehehe...

Semenjak naik motor, jadi jarang ke Blok M neh

Mantap banget perpustakaan jalanan di luar ruangan. Bikin betah, udara terbuka jadi serasa adem.

Di jakarta kayaknya blm ada yg beginian... atau aku yg gak update :( aku suka bgt baca2 buku.

salut banget sama orang yang menggagas ide perpustakaan jalanan ini
aku selalu suka sama perpustakaan krn suka banget baca
waktu kecil pernah baca artikel soal perpustakaan keliling dan itu keren juga :)

keren banget ya penggagas perpustakaan jalanan ini
selalu suka buku2 karena suka juga bacanya
kalo baca bareng di jalan sambil diskusi itu semangat muda mahasiswa banget :D pemikir dan cerdas.

selalu saja terdengar sesuatu yang menarik di yogja, terlebih yang gerak adalah anak muda

sebagai blogger saya rutin nulis tapi malas baca, haha, seringnya baca timeline sosial media hihi

Alhamdulillah setiap bulan masih bisa membaca dan membeli beberapa buku.

Dari buku saya banyak mendapatkan insight tentang Komunikasi Visual, alhamdulillah bisa juga me review buku, walau belum semu. Hampor terkumpul 300 an sudah menjadi koleksi.

Saya seneng banhet kalau ada teman yang suka membaca buku. Sukses selalu ya...

Salam dari Rembang

Iya, itu mas Andrie Kristianto kan..

Harus gowes kesananya, Mas, biar lebih seru..hehe

Ayo, aku ajak nih. Mau kapan..he

Iya, perpustakaan jalanan..
Kalau ini malam, lebih tepatnya dari pukul 04.00 sampai jam 10. Sepertinya lebih banyakan mahasiswa..

Wah, mantep itu, selain ngaji bisa baca informasi lewat koran :)

Iya, Teh. lebih seru dan jadi punya banyak teman, terutama disaat diskusi..
Masih banyak kata mutiara yang aku ambil juga ko, Teh, tapi belum aku post semua di postingan ini..

Widih,,,jogja memang kota yang kreatif banget,,,keren dan salut...

Iya, Mas, kapan nih terakhir ke Jogja ?

Iya, saya besar di Jogja mas Andi. Yuk meet up kulineran trus bikin artikel duet... wkwkwkwk

Boleh tuh, kapan nguliner bareng :)

Betul, Teh, ayo ke Jogja biar bisa exsplor juga.
Btw, kapan terakhir ke Jogja, Teh?

Nah itu, kalau di Perpustakaan Jalanan ini bebas baca, terus bisa diskusi juga.. Semoga di berbagai kota bisa ada, biar makin mudah untuk orang yang ingin membaca :)

Iya, jarang keliatan lagi kalau yang di mobil ya, Mas?

Semoga di berbagai kota bisa ada, biar makin mudah untuk orang yang ingin membaca ya, Mas..

Nah, betul itu. Suasana baru untuk membaca :)

Coba keliling cari lagi, Teh, siapa tahu ada juga..he

Iya, Teh, keren ya. Semoga terus bisa berjalan, biar makin banyak orang yang baca..

Betul, jadi bisa baca diluar ruangan ya, Teh, dan tentu suasana yang berbeda :)

Iya, Teh, keren ya. Semoga terus bisa berjalan, biar makin banyak orang yang baca..

Betul, selain bisa diskusi bisa dapat teman baru juga :)

Betul, Mas, semoga dengan adanya Perpustakaan Jalanan ini bisa menarik minat baca, terlebih para pemuda, termasuk aku yang nulis, harus bisa lebih semangat lagi..

Alhamdulilah, semoga rezekinya dilancarkan, biar bisa terus update beli buku ya :) Keren!

Aamiin, sukses juga buat Whizisme :)

Salam balik dari Jogja

kang ini bayar apa ga bacanya?seru banget yah bisa lakukan nongkrong yang berfaedah hehhe

Gratis ko, Teh, selain bisa baca bisa diskusi juga lagi. Jadi nongkrong yang jarang-jarang ini..hehe
Jangan lupa tengok kalau lagi ke Jogja ya, Teh..

ada perpustakaan jalanan di Jogja iya, asik tu, baca buku sekalian lihat pemandangan jogja.

ak setuju ndi, ak juga mulai menulis dari baca buku, dan akhirnya tertarik untuk menulis. hehe :-)

semoga dengan adanya perpustakaan jalanan jogja, dapaat menambah minat baca masyarakat, khususnya indonesia.

Pantesan waktu tinggal di Jogja kok kayaknya gak ada perpus begini. Ternyata baru Mei ini loh. Jadi pengen ke Jogja lagi...dulu netap 2 taonan buat cari duit. Hihu

Iya, Mas. Kalau ke Jogja lagi jangan lupa mampir ke perpustakaan jalanan, Mas. Dan, jangan lupa juga hari Jum'at malam..

Mantep, semoga konsisten ya, Teh..

Aamiin..

Iya, belum lama kok.. Ayo ke Jogja lagi, sekarang sudah banyak perubahannya lho.. Sembari maen sembari cari konten buat diceritakan di blog..

waaaa semakin banyak ya komunitas baca yang gelar lapak baca, di klaten juga ada mas. KLASIK, biasanya gelar lapak baca di CFD setiap hari minggu.

Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan komentar, karena komentar kalian semua sangat berarti bagiku. Sebuah komentar bisa memotivasi seorang blogger agar bisa terus berbagi dan menginspirasi malalui tulisan.

Berkomentarlah dengan sopan, karena itu bisa mencerminkan dirimu sendiri. In shaa Allah aku sempatkan untuk membalas satu persatu.

Sahabatmu,
Andi Nugraha
EmoticonEmoticon